in

Biografi Boy Candra dan Novel Best Sellernya

Biografi Boy Candra – Para pembaca novel mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Boy Candra. Boy Candra adalah salah satu novel yang terkenal dengan karya-karya romantisnya. Setiap penulis tentunya memiliki ciri khas masing-masing dalam menuangkan tulisannya.

Memang, karya-karya Boy Candra terkenal dengan isinya yang melankolis. Kepopuleran karya-karya dari Boy Candra bahkan sampai diangkat ke layar lebar. Beberapa novel terbaiknya yaitu Dongeng-Dongeng yang Tak Utuh, Surat Kecil Untuk Ayah, Pada Senja yang membawamu Pergi, Setelah Hujan Reda dan Satu Hari di  2018.

Tulisan di bawah ini akan mengajak pembaca untuk lebih mengenal siapa sosok dibalik pengarang novel-novel tersebut.

Profil Boy Candra

Boy Candra adalah seorang laki-laki kelahiran Sumatera Barat, 21 November 1989. penulis Setelah Hujan Reda ini dulunya sangat aktif berorganisasi. Salah satu organisasi yang dia ikuti adalah Organisasi Komunikasi dan Radio.

Ia memang sudah rutin menulis di blog nya yaitu rasalelaki.blogspot.com. Laki-laki yang mulai menulis sejak tahun 2011 ini tidak hanya suka menuliskan cerita-cerita romansa, ia juga suka menuliskan puisi.

[algolia_carousel]

Penulis Cerita yang Telah Usai ini memang sudah menyukai puisi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Sejak mulai aktif menulis di tahun 2011, ia melewati banyak sekali rintangan untuk sampai titik ini.

Sejak awal, dia selalu ditolak oleh para penerbit buku. Namun, meskipun selalu ditolak oleh penerbit, Ia tidak pantang menyerah. Sampai akhirnya, pada tahun 2013, bukunya yang berjudul Origami Hati berhasil diterbitkan.

Novel Best Seller Karya Boy Chandra

1. Origami Hati

Origami Hati
Origami Hati

tombol beli buku

Origami Hati menceritakan tentang seorang mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia yang bernama Aruna. Aruna dikhianati oleh kekasih hatinya yang bernama Haga. Aruna dan Haga sudah menjalin hubungan selama tiga tahun.

Namun tak disangka, Haga justru bermain hati dengan perempuan lain di belakang Aruna. Aruna menjadi kalut dan galau ketika putus hubungan dengan Haga. Saat Aruna hilang arah, ia bertemu dengan mahasiswa tingkat akhir yang bernama Bagas, seorang penyuka senja.

Bagas sering dianggap sosok yang aneh oleh banyak orang, namun Bagas menjadi salah satu sosok yang bisa mengobati luka Aruna. Aruna dan Bagas menjadi nyaman satu sama lain, tetapi mereka berdua justru masih terikat dengan kisah cinta di masa lalu.

Lalu, siapakah yang Aruna pilih, Bagas atau Haga, mantan kekasih yang pernah melukai hatinya?.

Origami Hati berhasil menjadi buku best seller yang mendapati antusiasme yang besar dari penggemar buku. Novel ini menceritakan tentang kisah percintaan dan hubungan persahabatan.

Novel Origami Hati ini juga dibumbui dengan konflik pengkhianatan yang membuat pembacanya tidak bisa berhenti membaca terus menerus. Buku ini berfokus pada kisah seorang anak remaja yang mana membuat para remaja merasa relate dengan buku Origami Hati.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan. Kisah yang diangkat pun sangat banyak dirasakan oleh orang-orang yang menyebabkan buku ini menjadi salah satu buku yang digemari oleh masyarakat.

2. Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang

Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang
Catatan Pendek Untuk Cinta Yang Panjang

tombol beli buku

Setelah buku origami Hati meledak, lahirlah buku-buku Boy Candra lainnya seperti Setelah Hujan Reda yang diterbitkan pada tahun 2014, Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang pada tahun 2015.

Boy Candra selalu memasang target dalam menulis naskah. Biasanya, ia memasang target satu bulan untuk satu buku. Buku Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang adalah naskah eksperimen dalam menulis.

Buku yang satu ini merupakan buku yang paling lama diselesaikan oleh Boy Candra. Buku ini secara garis besar menceritakan tentang sahabat yang menjadi cinta.

Buku ini menceritakan perjalanan cinta sang penulis dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dikemas dengan cerita-cerita pendek tentang kebahagiaan, sedih, kecewa dan belajar untuk ikhlas.

Buku bergenre romantis ini merupakan buku non fiksi pertama yang ditulis oleh Boy Candra, diterbitkan pada tahun 2014. Buku ini bahkan berhasil untuk dicetak ulang hanya dalam waktu kurang dari satu bulan buku ini diterbitkan.

Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang ditulis seperti menulis sebuah buku diary. Buku yang memiliki empat judul utama dengan pengalamannya yang berbeda-beda. Meskipun kisah percintaan ini ditulis oleh seorang laki-laki, buku ini memiliki daya tariknya tersendiri. Bahasa yang digunakan sangat ringan, tidak bertele-tele dan memang seperti apa adanya.

Buku dari Boy Candra ini sangat cocok dibaca oleh semua kalangan. orang yang sedang patah hati, jatuh cinta atau bahkan orang yang sedang mengalami kisah kehidupan percintaan yang rumit. Ada banyak sekali kalimat-kalimat dari sang penulis untuk membangun dan memberikan motivasi untuk pembacanya.

Meskipun memberikan motivasi, cara penyampaian Boy Candra tidak seperti orang yang menggurui. Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang cocok dibaca ketika kamu ingin membaca bacaan yang ringan.

Boy Candra tertarik dengan bidang kepenulisan karena sewaktu kecil ia selalu membeli buku komik, yaitu Komik Petruk. Uang untuk membeli komik tersebut diberikan oleh ayahnya rutin. Dari situlah Boy Candra menyukai dengan dunia cerita.

Setelah beranjak dewasa dan menempuh dunia perkuliahan, Boy Candra memutuskan untuk menjadi penulis karena dia tidak bisa bekerja seperti pegawai pada umumnya yang menghabiskan waktu 9 jam setiap harinya. Ia mengaku bahwa tidak bisa mengerjakan pekerjaan rutin, berangkat kantor pagi dan pulang malam.

Penulis Komik Petruk, Tatang S diakui sebagai seseorang yang berpengaruh dalam karya Boy Candra. Ia mengaku bahwa komik-komik petruk membuatnya tidak bisa berhenti membaca. Boy Candra termasuk penulis yang juga aktif di media sosial.

Pengaruhnya pada dunia literasi tidak berhenti di dalam buku fisik saja. Karya-karya Boy candra sukses merambah media sosial. Kutipan-kutipan bijaknya juga banyak diambil dari buku-bukunya dan bertebaran di berbagai platform media sosial.

Menurut Boy Candra, media digital saat ini adalah aspek yang penting, terutama sebagai pendukung pekerjaannya. ia menilai, sebagai anak yang bukan berasal dari kota besar, satu-satunya cara untuk melebarkan sayapnya saat ini adalah melalui media sosial.

[algolia_carousel page=2]

Selain itu, media sosial selalu dijadikan wadah untuk berpromosi dan berinteraksi dengan para pembaca setianya. Ia juga berpendapat bahwa tidak semua tulisan cocok untuk dijadikan sebuah buku, beberapa tulisan memang cocok hanya untuk ditampilkan di media sosial.

BACA JUGA: 6 Rekomendasi Buku Fiersa Besari Terpopuler

3. Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi

Berkat keaktifannya di media sosial, karya-karya Boy Candra digandrungi dan bahkan diangkat menjadi sebuah karya layar lebar. Bukunya yang berjudul Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi adalah salah satunya.

Buku ini mengangkat kisah cinta segitiga. Novel yang juga menjadi best seller ini merupakan sebuah novel romansa non fiksi. Bercerita tentang seorang laki-laki bernama Juned yang patah hati karena Elya, sang kekasih, memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Tidak hanya sebatas akhir kisah cinta saja, Elya mengaku kepada Juned bahwa dia dihamili oleh sahabatnya Juned, Ikmal. Juned tidak percaya, bahwa dua manusia yang dianggap sebagai orang terpenting di dalam hidupnya justru malah berkhianat kepadanya.

Sedangkan di sudut ceita lain ada Kevin, seseorang yang selalu dingin kepada perempuan. Ia memiliki teman spesial yang bernama Nara, temannya sejak kecil.

Hingga suatu ketika Juned bertemu dengan Nara dan mereka menjalin hubungan sepasang kekasih. Di saat Juned dan nara menjalani hubungan mereka, mereka memutuskan untuk memaksa Kevin menerima cinta seorang perempuan yang bernama Tiara.

Juned dan Nara menilai bahwa Tiara benar-benar tulus mencintainya meskipun Kevin selalu bersikap dingin terhadapnya.

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi adalah novel yang dipenuhi dengan cinta bertepuk sebelah tangan, pengkhianatan, ketulusan kesedihan dan kebahagiaan. Novel yang memiliki alur yang sangat manis ini menjadikan mudah dimengerti dan membawa perasaan para pembacanya. Novel Hujan yang Jatuh ke Bumi juga memiliki beberapa kutipan indah yang bisa dikutip dan diunggah ke media sosial.

Novel ini dituliskan menggunakan sudut pandang orang ketiga, orang serba tahu. Seperti Hujan yang jatuh ke Bumi memaparkan kisah cinta dengan bahasa yang mudah dipahami dan bisa dimaknai sendiri oleh para pembacanya.

Boy Candra mengakui bahwa novel ini menjadi karyanya yang mendapat respon sangat baik, karena banyak pembacanya yang menilai bahwa ceritanya sangat menarik dan mengundang emosi pembaca.

Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi
Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi

tombol beli buku

4. Malik dan Elsa

Selain Buku Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi, ada juga Buku malik dan Elsa yang diangkat ke layar lebar. Malik dan Elsa diterbitkan pada pertengahan tahun 2018. Malik dan Elsa memiliki tema yang mirip dengan novel-novel Boy Candra lainnya, yaitu romansa.

Namun, Boy Candra membawa dimensi baru ke dalam karyanya yang satu ini, yaitu unsur komedi. Secara garis besar, novel ini mengangkat cerita cinta Malik dan Elsa.

Novel yang terdiri dari lima bab ini mengantarkan alur yang mengalir. Bercerita tentang Malik, seorang laki-laki yang agak sedikit kurang dari segi ekonominya. Ia bukan pemuda dari kota besar, hal ini yang mendorong Malik untuk merantau sehingga ia bisa menghidupi ayahnya.

Di tanah rantau, malik bekerja serabutan, mulai dari kuli panggul hingga menjadi tukang angkat barang pindahan rumah bersama Bang Ali. Bang Ali ini memiliki kisah cinta yang pahit, ia gagal menikahi kekasih hatinya karena tidak mendapat restu dari kedua orang tua pacarnya.

Hal itu disebabkan karena Bang Ali tidak memiliki pekerjaan yang tetap, terlebih lagi pacarnya tidak terlalu peduli dengan restu yang tidak diberikan orang tuanya.

Berkat kerja kerasnya, Malik akhirnya berhasil menduduki bangku perguruan tinggi dan bertemu dengan perempuan cantik bernama Elsa. Elsa adalah perempuan yang beruntung, ia dilahirkan di keluarga kaya, tidak seperti Malik. Mereka berkenalan dan lama-lama menjadi akrab.

Dialog-dialog singkat yang ditulis oleh Boy Candra dalam novel Malik dan Elsa semakin membuat alur cerita mengalir dengan baik. Memang, kebanyakan orang lebih mudah mencerna dialog yang pendek dan ringan dibandingkan mencerna narasi paragraf yang panjang.

Novel ini memiliki dua konflik, perkelahian Malik dengan pengamen di pantai dan perkelahiannya dengan senior kampus. Novel ini bersambung, masih menyisakan kisah pertemanan Malik dan Elsa.

Buku Elsa dan Malik, ditulis dengan alur yang halus, atau bergerak cepat. Tidak ada adegan klise seperti pada novel Boy Candra sebelumnya, Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi. Tokoh Elsa dan Malik, yang mana merupakan anak kuliah menjadikan novel ini dekat dengan kehidupan mahasiswa. Meski begitu, novel ini masih cocok untuk dinikmati siapa saja.

Malik & Elsa
Malik & Elsa

tombol beli buku

Boy Candra selalu mencoba mengasah imajinasinya sehingga bisa terus menghasilkan karya yang baru. Hal ini ia lakukan dengan cara selalu merasa kurang banyak tahu. maka dari itu, ia selalu berusaha mencari tahu tentang banyak hal.

Bisa dimulai dengan merenung, membaca buku, mengobrol dengan orang lain, mengamati orang-orang di media sosial, sampai menjaga pola makan sehari-hari. menurutnya, pola makan yang tidak bagus bisa menyebabkan tubuh sakit dan merusak imajinasi serta konsentrasi.

5. Cinta Paling Rumit

karya-karya Boy candra memang kebanyakan bertema romansa, namun sebetulnya ia juga menuliskan tentang isu-isu lain seperti isu agama, budaya dan bahkan isu politik. Namun, ia memang sengaja mengemas karyanya dalam bentuk kisah romansa yang lebih dominan. Isu Politik diangkat ke dalam karyanya yang berjudul Cinta Paling Rumit. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2018.

Buku yang satu ini berisikan tentang kumpulan-kumpulan cerita cinta, salah satunya berjudul Cinta Paling Rumit yang juga dijadikan sebagai judul novel. Cerita Cinta Paling Rumit adalah cerita yang membahas tentang sisi gelap dunia literasi dan dikaitkan dengan pertemuan cinta.

Cerita ini menjadi pembuka di dalam novel ini. Setelah itu ada cerita yang berjudul Hilang. Hilang, menceritakan seseorang yang terkenal, namun entah bagaimana ia tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi.

Setelah itu, ternyata orang terkenal tersebut ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupannya di kota. Ia memutuskan untuk pergi ke sebuah desa yang tentunya tidak diketahui banyak orang, sehingga ia tidak lagi bertemu dengan orang yang mengenal dirinya. Cerita Hilang, menitikberatkan pada karir dan kisah percintaan rumit bagi tokohnya. Ada kutipan menarik dari cerita Hilang, ‘Kepopuleran sesungguhnya adalah cara paling ampuh untuk membunuh ruang diri sendiri, membunuh kebebasan diri sendiri’.

Selanjutnya ada cerita Hari Paling Pahit. pada cerita ini Boy Candra menuliskan sisi paling rumit dalam kisah percintaan. Mengisahkan tentang seseorang yang berada di kafe, ia berniat untuk menulis sebuah cerita. Sembari mencari inspirasi, ia juga sambil mendengar celotehan orang-orang yang berada di kafe. Selanjutnya, kisah cinta dari tokoh tersebut yang buntu.

Selain Hari paling Pahit, ada juga cerita yang berjudul Ashiran Munak Penulis yang Mati Bunuh Diri itu adalah Kekasihku. Kisah ini merupakan kisah cinta yang paling ironis. Menceritakan tentang seorang penulis yang sangat hebat dalam bermain kata-kata, layaknya seorang pujangga.

Namun, tentu saja ada banyak hal yang bisa menghimpit karir dari seorang penulis. Cerita yang satu ini adalah yang paling tragis dan juga berhasil membuat pembacanya merasa iba.

Sesuai dengan judul bukunya, Cinta paling Rumit, hadir dengan 22 cerita cinta yang pelik, bukan sekedar cerita kasmaran yang juga menghadirkan adegan-adegan klise. Buku ini penuh dengan pesan moral dan kedewasaan. Mulai dari karir, politik, hubungan anak dan orang tua, hal mistis, sampai ketimpangan sosial. Semuanya dibungkus dengan cerita romansa.

Cinta Paling Rumit
Cinta Paling Rumit

tombol beli buku

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Boy Candra tidak hanya menulis buku novel, ia juga menulis buku prosa, buku kumpulan cerita dan buku yang berisikan puisi-puisinya. Saat ini, Boy Candra sudah melahirkan 16 buku yang menargetkan pembaca remaja-dewasa.

Rekomendasi Buku & Atikel Boy Candra

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Wida Kurniasih