in , ,

Review Novel Limited Time Karya Baek Eun-Byeol

Limited Time – Hal kecil bisa memicu keputusan yang sangat besar. Sebuah rumor yang tak berdasar bisa mempengaruhi hidup seseorang. Benar kata peribahasa, lidah lebih tajam dibandingkan pedang. Organ tubuh tak bertulang itu bisa sangat berbahaya mempengaruhi hidup orang lain.

Limited Time adalah sebuah novel karya Baek Eun-Byeol yang mengangkat isu kesehatan mental remaja dan kasus nyata yang dihadapi orang tua serta guru di sekolah. Novel ini menjadi pengingat, penguat, dan teman bagi mereka yang hidupnya diliputi permasalahan yang sama.

Di Indonesia, Limited Time diterbitkan dalam edisi terjemahan oleh Penerbit Elex Media Komputindo pada 4 September 2025.

Novel setebal 280 halaman ini adalah sebuah novel mengenai kehidupan remaja Korea yang relevan dengan remaja di seluruh dunia, yang ditulis dari sudut pandang seorang penulis muda.

Sudahkah kamu siapkan hati untuk membaca novel ini? Sebagai informasi tambahan bagimu, Gramin sudah tuliskan sinopsis dan ulasan kelebihan serta kekurangan novel ini. Selamat membaca, Grameds.

Profil Baek Eun-Byeol – Penulis Novel Limited Time

Baek Eun-Byeol adalah penulis asal Korea Selatan yang baru berusia 17 tahun. Novel Limited Time yang diterbitkan pada 2024 menjadi karya debutnya yang mendunia.

Di usianya yang sangat muda, Ia sudah mendapatkan banyak penghargaan, yakni:

  1. Yongin Market Citation (2024)
  2. 2024-2025 Book Book Best Book (2025)
  3. Gyeonggi-do Superintendent’s Citation (2025)
  4. Gyeonggi Province Governor’s Commendation (2025)
  5. Chungcheongnam-do Governor Yu Gwan-sun Torch Award (2026)

Sinopsis Novel Limited Time

“Aku akan mengakhiri hidupku saat Natal nanti.”

Yun-seo merupakan sahabat dekatku sejak kami duduk di bangku kelas 1 SD, yang berarti hubungan pertemanan kami sudah berjalan selama delapan tahun. Pada awalnya, kami adalah tetangga dekat yang kemudian menjadi sangat akrab karena selalu ditempatkan di kelas yang sama. Hubungan ini membuat kami sangat dekat dan  memahami satu sama lain.

Pada suatu malam, di saat jalanan tertutup oleh hamparan salju yang putih bersih, Yun-seo mengirimkan sebuah pesan kepadaku. Itu menjadi pesan terakhir darinya, karena pada keesokan harinya, ia telah pergi untuk selamanya. Kehilangan Yun-seo seketika memadamkan seluruh semangat hidup yang aku miliki. Aku tidak lagi memperdulikan orang-orang di sekitarku, bahkan tidak peduli lagi dengan nasib hidupku saat ini maupun di masa depan. Apakah aku juga harus pergi menyusul Yun-seo?

Kelebihan dan Kekurangan Buku Limited Time

Pros & Cons

Pros
  • Ditulis oleh penulis saat remaja.
  • Isu nyata remaja.
  • Deskripsi yang baik.
  • Dapat menguatkan.
  • Pengingat bagi orang tua.
  • Panduan bagi remaja.
Cons
  • Trigger Warning.

 

Kelebihan Novel Limited Time

Novel Limited Time karya Baek Eun-Byeol merupakan novel karya remaja yang menjadi gambaran nyata kehidupan remaja di seluruh dunia.

  • Ditulis oleh penulis saat remaja

Novel ini ditulis ketika sang penulis masih duduk di bangku kelas 2 SMP dan baru menginjak usia 14 tahun. Kisah di dalamnya benar-benar mampu menyayat hati pembaca.

Dinamika pemikiran serta gejolak emosi seorang anak berumur 14 tahun yang menyaksikan sahabatnya sendiri memilih mengakhiri hidup tepat di hari Natal, digambarkan dengan sangat mendalam hingga mengubah seluruh hidup tokoh tersebut.

  • Isu nyata remaja

Limited Time menyoroti realitas kehidupan remaja yang sudah bersinggungan dengan berbagai persoalan rumit, termasuk kesehatan mental. Isu-isu yang diangkat sangat lekat dengan apa yang dialami banyak remaja saat ini, yang seringkali luput dari perhatian lingkungan sekitar, termasuk orang tua.

Hal ini dikarenakan masyarakat cenderung menganggap masa remaja adalah waktu untuk beradaptasi yang seharusnya dipenuhi dengan kebahagiaan bersama teman-teman.

  • Deskripsi yang baik

Penulis berhasil menggambarkan dan menuangkan seluruh isi cerita dengan sangat baik.

Buku ini tidak hanya menyajikan narasi yang mengalir begitu saja, melainkan mampu membawa pembaca masuk ke dalam alur cerita dan ikut merasakan kesedihan serta kebahagiaan yang dialami oleh tokoh utama.

  • Dapat menguatkan

Meskipun atmosfer cerita  dalam buku ini terasa sedih dan depresif, kehadiran buku ini bukan bertujuan untuk membuat pembaca larut dalam kesedihan.

Sebaliknya, kisah ini hadir untuk memberikan kekuatan dan merangkul siapa saja yang sedang mengalami fase emosional yang sama.

  • Pengingat bagi orang tua

Melalui novel ini, penulis berharap dapat memberikan secercah harapan bagi mereka yang sedang berputus asa, sekaligus mengajak masyarakat untuk merenungkan masalah bersama ini.

Buku ini menjadi bahan refleksi mengenai bagaimana seharusnya orang dewasa, orang tua, pihak sekolah, hingga masyarakat bersikap dan merespons anak remaja yang sedang berjuang melawan kesedihan serta depresi, mengingat rumitnya persoalan tersebut.

  • Panduan bagi remaja

Buku ini memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya memahami kesehatan mental serta menumbuhkan rasa empati antar teman sejak usia dini.

Kisah ini mengajarkan bahwa ketika melihat seorang teman sedang kesulitan dan kita tidak tahu harus berbuat apa, segeralah melapor kepada orang dewasa. Mintalah bantuan atau minimal ceritakan apa yang didengar dan dilihat dari teman tersebut kepada pihak guru.

Kekurangan Novel Limited Time

Meskipun novel Limited Time karya Baek Eun-Byeol menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi masukan bagi penulis.

  • Trigger Warning

Di balik banyaknya kelebihan yang ditawarkan, buku ini tetap tidak luput dari catatan kekurangan. Kisah di dalamnya tidak sekadar menampilkan drama konflik kesehatan mental biasa, melainkan menggambarkan dengan gamblang bagaimana penderita depresi harus tersiksa setiap hari. Pembaca akan dihadapkan pada dampak dari peristiwa traumatis yang terus membayangi kehidupan setelahnya.

Proses membaca buku ini bisa terasa sangat depresif. Melalui sudut pandang orang pertama, pembaca akan melihat langsung isi kepala seseorang yang sudah bulat tekadnya untuk mengakhiri hidup, perasaan bersalah dari mereka yang ingin menyudahi segalanya, hingga pergulatan batin seseorang yang ingin menyerah namun masih mencari alasan untuk tetap bertahan hidup.

Penggambaran ini dapat memicu trauma (triggering) bagi pembaca yang pernah berada di situasi serupa, sehingga diperlukan kebijakan dan kesiapan mental sebelum membacanya.

Tingkat Depresi Remaja di Indonesia

Prevalensi depresi paling tinggi di Indonesia ditemukan pada kelompok usia muda antara 15 hingga 24 tahun.

Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka depresi pada kelompok umur ini mencapai 2%.

Ironisnya, dari jutaan remaja yang terdeteksi mengalami depresi, baru sekitar 10,4% yang memperoleh penanganan medis.

Minimnya angka ini disebabkan oleh kuatnya stigma sosial di masyarakat serta rendahnya kesadaran akan kesehatan mental.

Berikut adalah ringkasan data dan fakta kunci mengenai depresi remaja di Indonesia:

  • Tingkat Prevalensi: Berdasarkan riset Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), diketahui bahwa 1 dari 3 remaja (berkisar 15,5 juta jiwa) memiliki masalah kesehatan mental. Dari jumlah tersebut, gangguan kecemasan dan depresi menempati posisi kasus tertinggi.
  • Perbandingan Gender: Remaja perempuan memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap gangguan mental dan depresi, yaitu sebesar 6,7%, jika dibandingkan dengan remaja laki-laki yang berada di angka 4,4%.
  • Tren Pelajar: Melalui skrining berskala nasional, tercatat sekitar 4,8% dari jutaan pelajar menunjukkan gejala depresi. Angka ini diyakini sebagai fenomena gunung es, sebab masih banyak sekali kasus nyata di lapangan yang tidak terlaporkan.
  • Faktor Risiko: Munculnya kerentanan mental pada remaja umumnya dipicu oleh beberapa faktor krusial, seperti tekanan dalam bidang akademik, kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, pola interaksi di media sosial, serta rasa terisolasi secara sosial.

Mendengarkan dengan penuh empati tanpa bersikap menghakimi serta menerapkan aktivitas fisik yang sederhana menjadi dua langkah nyata yang paling ampuh untuk membantu remaja lepas dari belenggu depresi. Mengingat depresi menguras energi emosional dan fisik mereka secara drastis, dukungan yang diberikan harus dilakukan secara konkret, bertahap, dan tanpa paksaan.

Tindakan untuk Orang Terdekat (Orang Tua & Teman)

  • Validasi emosi: dengarkan seluruh keluh kesah mereka dengan tulus tanpa terburu-buru memberi nasihat atau membandingkan penderitaan mereka dengan orang lain. Sangat penting untuk menghindari kalimat penghakiman seperti “kamu kurang bersyukur”.
  • Hadir secara fisik: tunjukkan kehadiran Anda secara fisik dan sampaikan dengan jelas bahwa Anda selalu ada untuk mereka. Cobalah untuk sekadar menemani mereka duduk bersama atau makan bersama, meskipun saat itu mereka sedang enggan berbicara.
  • Kurangi tekanan akademik: berikan kelonggaran terhadap target atau tuntutan belajar di sekolah. Prioritaskan energi mereka untuk memulihkan kondisi mentalnya terlebih dahulu.
  • Pantau penggunaan gawai: bantu mereka untuk membatasi diri atau melakukan detoks media sosial. Anda bisa mengajak mereka beraktivitas di alam terbuka atau melakukan kegiatan bersama, karena paparan konten negatif di dunia maya sering kali memperburuk distorsi pikiran mereka.

Strategi Mandiri untuk Remaja

  • Aktivitas Fisik Kecil

Biasakan untuk berjalan kaki santai selama 15 menit di pagi hari. Gerakan tubuh dan paparan sinar matahari pagi terbukti membantu merangsang produksi hormon kebahagiaan dalam tubuh.

  • Jurnal Ekspresi

Tuangkan seluruh emosi, rasa marah, atau kecemasan yang mengganjal ke dalam sebuah buku catatan khusus. Mengeluarkan isi kepala ke dalam bentuk tulisan terbukti efektif mengurangi beban psikologis yang menumpuk.

  • Rutinitas Tidur Tetap

Usahakan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap harinya. Kurang tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat memperparah gejala kecemasan serta rasa putus asa.

  • Seni dan Hobi Mandiri

Salurkan luapan energi emosional melalui kegiatan kreatif yang menyenangkan dan bebas dari tekanan, seperti menggambar, mewarnai gambar, atau sekadar mendengarkan musik favorit.

Penutup

Limited Time karya Baek Eun-Byeol menyadarkan kita semua bahwa tekanan mental yang berat tidak hanya mendera orang dewasa, melainkan juga bisa melanda anak-anak dan remaja. Kenyataan ini menjadi teguran keras bagi orang dewasa agar lebih bijak dalam bertindak dan bertutur kata, sebab anak-anak senantiasa memperhatikan dan meniru apa yang kita lakukan. Mari kita asah kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan segera ulurkan tangan jika melihat tanda-tanda mereka sedang kesulitan. Jika kita merasa tidak mampu mengatasinya sendiri, jangan ragu untuk segera menceritakannya dan mencari bantuan dari tenaga profesional yang ahli di bidangnya.

Lalu, jadikan dirimu sendiri sebagai alasan untuk hidup. Ingatlah bahwa orang-orang di sekitar kita bisa saja datang dan pergi, namun satu-satunya sosok yang akan selalu setia menemani langkahmu dari awal hingga akhir adalah dirimu sendiri. Oleh karena itu, jadikanlah ruang di dalam dirimu sebagai sumber kekuatan dan semangat utama untuk terus melangkah menjalani kehidupan.

Novel Limited Time karya Baek Eun-Byeol ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Seperti malam-malam lain, aku pulang selepas lembur. Orang-orang di kantor yang sudah menikah, mereka akan pulang ke keluarganya masing-masing. Sementara aku yang tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk sendirian di parkiran mobil yang sudah lengang, bersama sebotol bir, rokok murah, dan sepotong kue ulang tahunku sendiri yang kubeli dari toko manisan dekat kantor.

Aku takut kalau ternyata selama ini aku tidak pernah berhasil menjalani hidup seperti sebagaimana seharusnya. Di kepalaku sekarang, pertanyaan ini semakin lama semakin membesar. “Pantaskah hidup ini kulanjutkan?”

 

Tiga Dalam Kayu

Tiga Dalam Kayu

“Tempat pembuangan sampah bagi orang hidup, suaka perlindungan bagi harta orang mati. Perpustakaan.”

Di masa depan, perpustakaan tak ubahnya pekuburan prahistoris. Di sanalah kita bertemu dengan seorang gadis, dan sebelas buku yang menceritakan sejarah dengan cara masing-masing. Cerita dalam buku-buku itu sering terasa ganjil, kadang terasa begitu asing, kadang pula sebaliknya: terasa dekat, seperti kita tahu tentang apa sebetulnya cerita-cerita itu. Setiap buku menyajikan cerita yang sepenuhnya berlainan dari buku lain, tetapi kita–sebagaimana gadis itu–tahu bahwa ada satu hal yang menghubungkan sebelas buku itu. Selanjutnya, kita diajak tenggelam dalam dunia di luar buku yang tak kalah ganjil, asing, dan dekat.

 

Sisi Tergelap Surga

Sisi Tergelap Surga

Jakarta kerap menjadi pelabuhan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan. Mereka yang siap bertaruh dengan nasibnya sendiri-sendiri. Namun, kota ini selalu mampu melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan. Pemulung, pengamen, pramuria yang menjajakan tubuh agar anaknya bisa makan, pemimpin-pemimpin kecil yang culas, lelaki tua di balik kostum badut ayam, pencuri motor yang ingin membeli obat untuk ibunya, remaja yang melumuri tubuh dengan cat perak, hingga mereka yang bergelut di terminal setelah terpaksa merelakan impiannya habis digerus kejinya ibu kota. Di Jakarta, semua orang dipaksa bergelut dan bertempur demi bisa hidup dari hari ke hari. Dan di kampung inilah semua itu dimulai. Sebuah cerita tentang kehidupan orang-orang yang hidup di sisi tergelap surga kota bernama Jakarta.

 

Written by Dzikri N. Hakim