IPA

Sumber Energi Bunyi; Pengertian, Jenis, Sifat dan Manfaat

Sumber energi Bunyi
Written by Nandy

Sumber Energi Bunyi; Pengertian, Jenis, Sifat dan Manfaat – Pernahkah kalian berpikir mengenai asal-usul bunyi? Mengapa bumi bisa muncul? Saat kamu sedang terdiam, lalu tiba-tiba kamu memukul kursi, apa yang kamu dengar? Atau saat kamu terdiam lalu ada nyamuk terbang di dekat telinga, apa yang kamu dengar? Pastinya kamu mendengar suatu bunyi.

Bunyi merupakan sebuah getaran yang ada di udara. Perlu diketahui, segala hal yang dapat bergetar dapat dipastikan bisa mengeluarkan bunyi. Misalnya, ketika kamu berbicara pasti akan mengeluarkan bunyi. Mengapa? Ada pita suara yang bergetar di tenggorokanmu.

Secara hukum, bunyi memang akan terdengar kian mengeras apabila kita berada di dekat dengan sumber bunyi. Sebaliknya, bunyi akan semakin melemah saat kita menjauhi sumber bunyi tersebut. Oleh sebab itu, kalau kamu mengobrol dengan orang yang jaraknya cukup jauh pasti kamu akan mendengar suara samar-samar atau kurang jelas.

Karena berbagai hal tentang bunyi melekata dalam kehidupan kita, Grameds harus mengenali fenomena sumber energi bunyi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian energi bunyi, sumber energi bunyi, jenis-jenis energi bunyi, contoh sumber energi bunyi yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sifat bunyi, serta manfaat energi bunyi.

Pengertian Energi Bunyi

Energi bunyi adalah suatu getaran yang bisa menghasilkan suara. Energi bunyi berkaitan dengan berbagai kemampuan yang terjadi karena adanya pengaruh bunyi. Jadi, sumber sumber energi bunyi itu tidak semata-mata berasal dari alat musik saja. Apabila terdapat dua buah benda yang bergesekan atau bertabrakan maka akan menghasilkan suara yang dapat didengar.

Alat musik adalah salah satu sumber energi bunyi yang tidak asing di telinga kita. Namun sumber energi bunyi itu bermacam-macam. Kemudian, benda-benda yang menghasilkan bunyi disebut dengan sumber bunyi.

Manusia juga memiliki sumber energi bunyi alami, yakni pita suara yang bisa menghasilkna bunyi saat kita berbicara, bernyanyi, dan sebagainya. Pelajari lebih dalam mengenai energi bunyi pada buku Jago Fisika: Cahaya Dan Bunyi dibawah ini yang pastinya informatif dan menarik dengan tampilan komik.

Jago Fisika : Cahaya Dan Sumber Energi Bunyi

Jago Fisika : Cahaya Dan Bunyi

Beli Buku di Gramedia

Contoh Sumber Energi Bunyi

Contoh sederhananya adalah ketika ada motor yang berjalan dari dua arah berlawanan, lantas motor tersebut bertabrakan. Hasilnya akan ada suara yang bisa didengar saat terjadi tabrakan atau benturan motor.

Sumber energi dapat ditemukan pada alat musik. Mengapa alat musik dapat menjadi sumber energi bunyi? Sebab, setiap alat musik memiliki resonator, sementara resonator merupakan ruang udara yang berfungsi untuk dapat memperkuat bunyi, misalnya pada alat musik gitar atau biola.

Saat kamu memetik senar gitar atau biola, akan terjadi getaran pada senar dan dari getaran tersebut akan timbul suatu bunyi. Peristiwa itu secara umum disebut sebagai resonansi.

Pengertian Bunyi

Pengertian bunyi sendiri adalah getaran di udara. Bunyi bisa dihasilkan dari berbagai benda. Selain itu, hampir setiap makhluk hidup bisa menghasilkan suatu bunyi. Bunyi merupakan energi gelombang yang berasal dari sumber bunyi, yakni benda yang bergetar.

Karena bunyi berasal dari benda yang bergetar, menyebabkan fenomena dimana semakin kuat benda bergetar, maka semakin kuat pula bunyi yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin lemah getaran suatu benda, maka semkain kecil pula bunyi yang dihasilkan. Setiap bunyi memiliki frekuensi masing-masing bergantung sumber energi bunyi yang dimilikinya.

Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi adalah gelombang mekanik yang bisa merambat melalui medium dan biasa juga disebut sebagai gelombang longitudinal.

Bunyi menjadi salah satu bentuk energi yang ada di dunia. Dalam kehidupan sehari-hari pun, kita pasti selalu mendengarkan beraneka ragam suara, mulai dari suara musik, burung berkicau, klakson kendaraan bermotor, pesawat terbang, kereta api, serta suara orang yang tengah berbicara. Semua suara tersebut bisa kita dengar lantaran terdapat sumber suara atau bunyi.

Namun, tahukah kamu bagaimana bunyi terbentuk dan mengapa mereka bisa terdengar? Semua itu dapat kamu temukan penjelasannya pada buku Seri Edukasi Britannica: Cahaya dan Bunyi dibawah ini.

Seri Edukasi Britannica : Cahaya Dan Sumber Energi Bunyi

Seri Edukasi Britannica : Cahaya Dan Bunyi

Beli Buku di Gramedia

Indra Untuk Mengengarkan Bunyi

Sementara itu, alat indra yang berfungsi sebagai alat untuk mendengar bunyi adalah telinga. Bunyi dapat memberikan manfaat yang amat banyak bagi kita. Sebab, dunia tidak akan terasa sepi saat kita mendengar suatu bunyi.

Saat kita menerima suatu bunyi, gendang telinga kita pasti akan bergetar, kemudian memproses bunyi tersebut ke otak. Sementara, banyaknya getaran dalam setiap detik biasa disebut sebagai frekuensi. Frekuensi pun masih dibagi lagi menjadi tiga, yaitu

  1. ultrasonik,
  2. audiosonik,
  3. infrasonik.

Jenis-jenis Energi Bunyi

1. Infrasonik

Infrasonik merupakan bunyi yang amat lemah. Jumlah getaran bunyi dalam energi infrasonik kurang dari 20 getaran per detik. Tentu saja kita tidak bisa mendengarkan bunyi jenis ini. Namun, hewan-hewan seperti jangkrik, angsa, anjing ataupun gajah bisa mendengarkan bunyi tersebut.

2. Audiosonik

Audiosonik merupakan jenis bunyi yang bisa kita dengar karena jumlah getaran bunyinya berkisar antara 20 hingga 20.000 getaran per detik. Tak hanya manusia, hewan pun dapat mendengarkan jenis bunyi ini.

3. Ultrasonik

Ultrasonik merupakan bunyi yang amat kuat dan levelnya di atas audiosonik. Jumlah getaran bunyi ultrasonik tercatat lebih dari 20.000 getaran per detik. Bunyi tersebut tidak bisa kita dengar. Hanya hewan lah yang bisa menangkap bunyi tersebut, misalnya kelelawar ataupun lumba-lumba.

Pelajari berbagai hal penting lainnya yang harus kamu ketahui mengenai bunyi lewat buku Seri Sains Dasar: Bunyi yang ada dibawah ini.

Buku Sumber Energi Bunyi

Seri Sains Dasar – Bunyi

Beli Buku di Gramedia

Sumber Energi Bunyi

Sumber bunyi merupakan semua benda maupun alat yang bisa menghasilkan suatu bunyi. Sumber bunyi bisa bergetar akibat adanya pukulan, petikan, tiupan ataupun gesekan. Sumber energi bunyi juga ada beragam. Manusia juga bisa menghasilkan bunyi lantaran memiliki pita suara. Saat kita berbicara, pita suara yang ada di dalam tenggorokan pasti bergetar.

Alat-alat musik juga bisa menjadi sumber bunyi. Ada beragam cara untuk memainkan alat musik agar bisa berbunyi. Misalnya, mencoba memainkan gitar dan kecapi. Alat itu bisa mengeluarkan bunyi apabila dawainya dipetik. Bukan hanya itu, seruling dan terompet juga bisa mengeluarkan bunyi yang merdu apabila ditiup.

Perlu diketahui, sebagian besar alat musik dilengkapi dengan resonator. Resonator adalah ruang udara yang memiliki fungsi untuk memperkuat bunyi. Peralatan musik yang dilengkapi dengan resonator misalnya gitar atau biola.

Saat senar pada gitar dipetik, maka akan terjadi getaran pada senar itu. Getaran yang ada pada senar dapat mengakibatkan bergetarnya udara di dalam kotak gitar. Hal itu biasa disebut sebagai resonansi. Jadi, resonansi itulah yang menjadi penyebab bunyi semakin lebih kuat. Secara sederhana, resonansi merupakan getaran suatu benda yang terjadi akibat adanya getaran dari benda lain.

Suatu bunyi akan terdengar semakin kuat saat kita berada di dekat sumber bunyi. Bunyi juga akan terdengar semakin lemah atau bahkan tidak terdengar lagi saat kita menjauhi sumber bunyi tersebut. Bunyi yang keluar berbagai benda ada yang melengking, lemah, atau kuat. Sementara, tinggi dan rendahnya bunyi sangat ditentukan oleh adanya frekuensi, yaitu banyaknya getaran yang terjadi setiap detik. Frekuensi memiliki satuan Hertz (Hz). Apabila getaran semakin banyak, itu artinya semakin besar pula frekuensi yang terjadi. Hal itu menyebabkan bunyi yang dihasilkan akan terdengar semakin tinggi atau jelas. Selain itu, kuat atau lemahnya bunyi juga ditentukan oleh amplitudo.

Ada istilah-istilah lain tentang bunyi yang juga harus dipahami. Di antaranya nada (bunyi yang memiliki frekuensi teratur), desah (bunyi yang memiliki frekuensi tidak teratur), warna bunyi atau timbre (bunyi yang memiliki frekuensi sama namun terdengar berbeda), dan dentum (bunyi yang memiliki amplitudo sangat besar serta terdengar begitu mendadak).

Temukan berbagai fakta menarik lainnya seputar bunyi, gelombang, serta cahaya pada buku Ensiklopedia Fisika Volume 3: Gelombang, Bunyi, Cahaya.

beli sekarang

Sifat-Sifat Bunyi

Energi bunyi memiliki sifat bisa berpindah ke tempat lain melalui cara merambat ke media tertentu. Selain itu, suatu bunyi juga bisa dipantulkan dan diserap. Berikut adalah sifat-sifat bunyi yang perlu diketahui.

1. Bunyi Bisa Merambat Melalui Zat Padat, Zat Cair, dan Gas

Getaran bunyi merambat dalam bentuk gelombang. Oleh sebab itulah, bunyi yang merambat disebut gelombang bunyi. Gelombang bunyi bisa merambat melalui zat padat, cair, dan gas. Sementara, bunyi bisa merambat melalui benda padat. Perambatan bunyi lewat benda padat bisa kita temukan pada mainan, misalnya ponsel mainan. Kemudian, perambatan bunyi lewat benda cair dapat kita temukan ketika dua batu diadu di dalam air maka bunyi yang ditimbulkan tersebut dapat kita dengar.

Perambatan berlangsung paling cepat lewat udara. Suatu bunyi tidak bisa terdengar di ruangan yang hampa udara seperti di luar angkasa. Misalnya, seorang astronot tidak bisa mendengarkan suara astronot lain apabila tidak menggunakan alat bantu. Mereka bisa saja mengobrol dengan bantuan alat komunikasi radio. Kesimpulannya, bunyi bisa merambat apabila ada zat perantara yang dilaluinya. Semakin rapat atau padat medium perantara, maka kecepatan rambat bunyi semakin besar.

2. Bunyi Bisa Diserap dan Dipantulkan

Bunyi juga bisa mengalami pemantulan atau refleksi. Hal ini dikarenakan bunyi merupakan gelombang longitudinal. Saat merambat ke tempat lain, bunyi akan mengenai benda-benda di sekitarnya.

Bunyi yang mengenai permukaan suatu benda bisa dipantulkan ataupun diserap. Apabila bunyi mengenai dinding, bunyi tersebut akan dipantulkan. Oleh sebab itu, bunyi akan mengalami pemantulan. Hal ini bisa terjadi pada benda yang keras, rapat, dan mengkilat.

Berdasarkan jarak sumber bunyi serta dinding pemantul, bunyi pantul dibedakan menjadi tiga jenis.

1. Bunyi Pantul yang Jaraknya Tidak Jauh

Yaitu bunyi pantul yang bisa memperkuat bunyi asli. Bunyi pantul ini biasanya terjadi pada keadaan antara sumber bunyi serta dinding pantul  yang jaraknya tidak begitu jauh atau kurang dari 10 meter.

2. Gaung 

Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar kurang jelas. Gaung terjadi disebabkan bunyi pantul yang bercampur dengan bunyi asli. Hal itu mengakibatkan bunyi pantul yang dapat mengganggu pendengaran. Gaung ini biasa erjadi pada jarak antara 10 sampai 20 meter.

Gaung bisa saja terjadi di dalam area gedung bioskop, gedung konser, ataupun gedung pertemuan. Oleh sebab itu, diperlukan bahan peredam bunyi untuk meniadakan gaung pada gedung bioskop atau gedung pertemuan.

Bahan peredam bunyi misalnya Styrofoam, gabus, busa, atau karpet. Bahan-bahan tersebut banyak dipasang di dinding sebelah dalam ruangan studio musik, studio rekaman, atau di kamar biasa. Melapisi dinding atau lantai dengan peredam bunyi tentu memiliki banyak manfaat. Suara musik yang keras tidak akan terdengar dari luar studio. Selain itu, pemasangan peredam bunyi juga bisa menghindari terjadinya gaung.

3. Gema 
Gema adalah bunyi pantul yang baru terdengar setelah bunyi asli keluar. Berbeda dengan gaung, gema terdengar jelas seperti bunyi asli. Gema akan terjadi apabila jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul bunyi cukup jauh. Gema biasanya terjadi pada jarak lebih dari 20 meter. Selain itu, gema juga akan terjadi apabila kita berteriak di tengah-tengah stadion sepak bola ataupun di sebuah lereng bukit.

3. Bunyi Bisa Dibiaskan

Pembiasan atau refraksi adalah salah satu sifat gelombang yang juga berlaku pada bunyi. Kita ambil contoh, terjadinya petir yang terdengar lebih keras saat malam hari dibanding siang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, suhu udara atas pada siang hari memang lebih dingin apabila dibanding suhu udara bawah. Sementara, hal sebaliknya terjadi pada malam hari.

4. Gelombang Bunyi Bisa Mengalami Pelenturan

Gelombang bunyi bisa mengalami difraksi atau pelenturan dengan mudah. Sebab, gelombang bunyi di udara memiliki panjang dalam rentang sentimeter hingga beberapa meter. Gelombang yang panjang tersebut akan lebih mudah mengalami pelenturan.

5. Bunyi atau gelombang bunyi mengalami perpaduan

Bunyi juga bisa mengalami interferensi atau perpaduan. Interferensi tersebut dibagi menjadi dua, yakni interferensi konstruktif atau penguatan bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Sebagai contoh, saat kita berada di antara dua loud speaker dengan frekuensi dan amplitudo yang sama, maka kita akan mendengar bunyi yang keras atau lemah secara bergantian.

Terdapat pula berbagai rahaya menarik dari bunyi ini yang bisa Grameds ketahui dengan membaca buku Why? Light and Sound – Cahaya dan Suara yang penyampaian informasinya dalam bentuk komik sehingga lebih mudah untuk dimengerti.

beli sekarang

Manfaat Gelombang Bunyi

Dalam praktinya, gelombang bunyi yang timbuk karena energi bunyi tertentu memiliki beberapa manfaat dalam kehidupan manusia. Berikut ini penjelasan tentang manfaat bunyi bagi kehidupan manusia:

1. Sebagai Cara Cek Kandungan Melalui Ultrasonografi (USG)

USG merupakan alat yang digunakan untuk mengamati perkembangan bayi di dalam rahim. Cara kerja USG tersebut adalah dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik. Alat USG memancarkan gelombang ultrasonik ke rahim ibu hamil, kemudian melacak perubahan frekuensi bunyi pantul dari jantung yang berdenyut serta darah yang mengalir. Selain itu, USG juga dimanfaatkan untuk mendeteksi pertumbuhan jaringan tumor, kondisi otak, dan sebagainya.

2. Pengujian Ultrasonik

Pengujian ultrasonik bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada bidang industri yang memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk proses homogenisasi susu. Selain itu, ultrasonik juga digunakan di bidang penanganan hama yang akan menimbulkan efek depresi pada tikus dan lipas (kecoa).

3. Terapi Ultrasonik

Gelombang ultrasonik juga dimanfaatkan di bidang kedokteran yang digunakan untuk terapi. Hal itu dikenal dengan sebutan terapi ultrasonik. Jenis terapi tersebut digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada sendi juga otot.

4. Pembersih Ultrasonik

Mesin pencuci piring adalah salah satu contoh benda yang menggunakan gelombang ultrasonik. Air dan detergen digetarkan oleh penggetar ultrasonik serta partikel-partikelnya bisa menggosok piring yang kotor dan juga membersihkannya.

5. Sonar

Gelombang ultrasonik juga banyak digunakan pada sonar, misalnya pemanfaatan gelombang ultrasonik oleh kapal untuk menentukan kedalaman dasar laut. Cara kerja gelombang ini adalah dilakukan berdasarkan konsep pemantulan bunyi.

Di bagian dasar kapal ada alat yang bisa mengubah energi listrik menjadi gelombang ultrasonik, kemudian akan dipancarkan ke dasar laut. Gelombang bunyi yang berasal dari gelombang ultrasonik  tersebut lantas akan merambat lurus sampai mengenai dasar laut. Saat gelombang telah mencapai dasar laut, sebagian gelombang akan dipantulkan kembali ke kapal, lalu ditangkap oleh detektor.

Nah, itulah penjelasan tentang sumber energi bunyi, mulai dari pengertian, jenis, contoh, dan manfaatnya dalam kehidupan manusia. Sebagai salah satu energi, bunyi adalah hal yang sangat melekat pada kehidupan manusia layaknya udara, air, dan energi penting lainnya. Grameds bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di http://www.gramedia.com untuk memperoleh referensi tentang bunyi dan kajian ilmu energi lainnya.

Baca Buku Tentang Ilmu Pengetahuan Alam Bisa Lewat Gramedia Digital

Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas yang akan menemani kamu sambil menikmati gratis 7 hari baca e-book sepuasnya di Gramedia Digital dengan free trial.

Lihat infonya  Baca Gratis di Gramedia.

Selain itu, Gramedia Digital juga menyediakan Paket e-book Tematik SD secara lengkap. Paket bisa diakses hingga 1 tahun ajaran lho! Pas banget kan buat yang punya anak atau saudara yang masih SD. Kamu bisa ajak mereka dan dapatkan promo menariknya di sini. Tunggu apalagi, ayo miliki semua sekarang!

Penulis : Indiana Malia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien