Biologi

Pengertian Hewan Liar dan Jenisnya yang Ada di Alam Bebas Indonesia

Pengertian Hewan Liar
Written by Laeli Nur Azizah

Pengertian hewan liar secara umum adalah hewan yang tidak dipelihara oleh manusia. Habitat asli dari hewan liar ini berada di alam bebas, tanpa adanya kontak langsung dengan kegiatan manusia. Namun, saat populasi manusia meningkat dengan pesat, keanekaragaman hayati justru sebaliknya.

Menyadari akan berkurangnya keanekaragaman hayati, konservasi mulai hadir untuk menyelamatkan satwa atau hewan-hewan yang sudah terancam punah supaya tidak musnah dari muka bumi ini.

Tidak seperti hewan peliharaan, hewan liar ini mempunyai kebutuhan yang cukup kompleks, yang bahkan pada ilmuwan juga masih berusaha untuk memahaminya. Menurut Born Free UK, kebutuhan dasar dari hewan liar mencakup lingkungan yang memadai, pola makan yang tepat, kebebasan untuk melakukan perilaku normal, kebutuhan sosial yang seringkali terkesan sangat rumit, dan juga kebebasan dari rasa sakit, penyakit, atau terluka.

Untuk memastikan kebutuhan hewan liar ini bisa dipenuhi dengan baik merupakan salah satu hal yang cukup sulit dilakukan untuk para konservasionis. Terlebih lagi para pemilik pribadi. Akan lebih mudah lagi jika hewan liar tersebut dapat berbicara mengenai hal tersebut, tapi sayangnya hal itu sangat mustahil.

Orang-orang diizinkan untuk memelihara hewan peliharaan eksotis atas izin khusus. Misalnya saja, menurut The Dangerous Wild Animals Act 1976, yakni Undang-undang Satwa Liar Berbahaya 1976, warga negara Inggris harus mendapatkan izin untuk hewan apa saja yang telah terdaftar di dalam suatu periode menurut hukum tersebut, termasuk juga beruang, primata, reptil berbisa, dan juga kucing besar. Dalam survei yang dilakukan pada tahun 2021 oleh Bron Free UK mengatakan bahwa hampir 4.000 hewan liar dipelihara sebagai hewan peliharaan, termasuk juga 61 kucing besar, lebih dari 150 lemur, dan juga 57 ular derik punggung berlian.

Kemudian untuk di Indonesia sendiri, orang-orang diizinkan membawa pulang generasi ketiga hewan yang diperoleh dari penangkaran untuk tujuan konservasi. Apakah hal tersebut secara otomatis berarti kepemilikan pribadi atas nama konservasi pembela hewan mempertimbangkan untuk mengizinkan kepemilikan pribadi hewan eksotis untuk melanggengkan keberadaan perdagangan hewan tersebut. Dengan adanya peningkatan permintaan hewan peliharaan eksotis, terlebih karena media sosial menggambarkan betapa mudahnya mempunyai hewan liar tersebut.

Tentu banyak dari kita yang sudah melihat seorang selebriti lokal yang bermain dengan harimau peliharaan mereka di rumahnya, kemudian secara tiba-tiba juga mempunyai peliharaan anjing golden retriever. Saat memiliki hewan peliharaan eksotis dinormalisasi dan permintaannya cukup tinggi, hal itu berisiko untuk para hewan liar yang masih tersisa untuk ditangkap dari penangkaran dan kemudian diperjualbelikan.

Pengertian Hewan Liar

Risiko Penyerangan dan Penyakit dari Hewan Liar

Mungkin kita bisa mengambil hewan-hewan liar tersebut dari alam, namun kita tidak bisa menghilangkan kebuasan mereka. Walaupun sudah biasa berinteraksi dengan manusia, hewan liar tetaplah mempunyai gerak-gerik yang cukup membahayakan untuk manusia.

Di Amerika Serikat contohnya, database Born Free USA mencatat lebih dari 1.800 kejadian karena hewan peliharaan eksotis. Yang terbaru yaitu terjadi pada tanggal 9 September 2021, saat seekor monyet vervet yang berusia lima tahun bernama Maliki diserahkan kepada suaka margasatwa setelah menggigit tangan pemiliknya saat kondisi genting. Maliki sudah dipelihara secara pribadi sebagai hewan peliharaan sejak masih bayi.

Selain itu, terdapat juga risiko penyakit zoonosis, yakni penyakit yang diakibatkan oleh patogen atau virus, bakteri, dan juga parasit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit tersebut termasuk virus Ebola, SARS, dan juga cacar monyet. Diperkirakan bahwa penyakit zoonosis ini turut menyumbang 75 persen penyakit saat ini, dengan melalui hewan non-domestik sebagai sumber asalnya.

Hewan Liar Seharusnya Hidup di Alam Liar

Terdapat banyak sekali alasan mengapa kepemilikan pribadi atas hewan liar bukanlah cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah keanekaragaman hayati saat ini. Pada akhirnya, semua upaya konservasi harus mengusahakan hewan-hewan ini tetap berada di habitat aslinya. Hewan liar memang sudah seharusnya hidup di alam liar, sebagaimana halnya manusia yang hidup dengan sandang, pangan, dan papan, serta ikatan dengan manusia lainnya.

Akan tetapi jika membahas tentang konservasi hewan, itu artinya kita harus menyadari bahwa belum ada satu jawaban pasti untuk permasalahan yang satu ini. Perubahan iklim dan juga kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan hewan adalah alasan kenapa konservasi hewan tetap menjadi hal yang cukup menantang dan ranah yang masih perlu dieksplorasi. Kita hanya bisa berharap akan ada hal baik yang bisa kita dapatkan dengan pengetahuan yang kita punya.

8 Jenis Hewan Liar yang Dapat Ditemui di Alam Bebas Indonesia

Bagi orang-orang yang gemar mendaki gunung atau menjelajahi taman nasional, maka pastinya mereka sudah tidak asing lagi dengan hewan liar yang dapat mereka temui di alam bebas di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa hewan liar yang dapat kita temukan ketika sedang berlibur atau menjelajahi alam bebas di Indonesia, antara lain:

1. Lintah

Bentuk dan ukurannya yang relatif kecil mungkin saja bisa membuat kita tidak sadar akan keberadaannya. Akan tetapi, berhati-hatilah karena lintah adalah salah satu hewan liar pemakan darah dan bekas gigitannya dapat membuat kulit terasa gatal dan susah hilang.

2. Beruang

Walaupun sangat kecil kemungkinan untuk bertemu dengan hewan liar yang satu ini, namun jangan kaget saat bertemu dengan beruang madu ketika mengunjungi Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan, Kalimantan Timur.

3. Ular

Berbagai jenis ular hidup di hutan-hutan yang ada di Indonesia. Walaupun tidak semua jenis ular mempunyai racun, tapi kita tetap harus berhati-hati terlebih dengan ular yang memiliki ukuran cukup besar.

4. Anjing Hutan

Dikenal dengan nama ajak, anjing hutan bisa kita temui di Pulau Jawa dan Sumatra. Walaupun memiliki bentuk tubuh yang tidak besar dari serigala, namun kita tetap harus waspada supaya tidak memancing mereka untuk mendekat. Jangan menyimpan sisa makanan di dekat tenda agar tidak dihampiri oleh para anjing hutan ketika tengah malam.

5. Gajah

Pulau Sumatra merupakan salah satu pulau di dunia yang masih mempunyai gajah hidup di habitat aslinya walaupun sudah terancam punah. Oleh karena itu, lebih baik jangan mendekat saat melihat gajah di alam bebas supaya mereka tidak mengira bahwa kita sedang mengancamnya.

Pengertian Hewan Liar

6. Macan

Macan dahan, macan tutul, dan juga macan kumbang masih bisa kita temukan di wilayah hutan di Indonesia. Walaupun sangat jarang kemungkinannya bertemu dengan mereka, namun kita harus mencari tahu apabila tempat yang akan dikunjungi adalah rumah mereka dan juga pastikan untuk menjelajahi hutan tersebut dengan pemandu yang sudah terpercaya.

7. Monyet

Meskipun bentuknya tidak terlalu besar, akan tetapi monyet mempunyai tenaga yang cukup kuat dan beberapa jenis diantaranya cenderung iseng. Hindari membuang sisa makanan secara sembarangan supaya tidak dihampiri oleh mereka.

8. Babi Hutan

Babi hutan dapat ditemui di berbagai penjuru dunia, termasuk juga Indonesia. Hewan liar yang satu ini adalah salah satu hewan yang paling sering ditemui oleh para pendaki.

Apakah Hewan Liar dan Hewan Buas Itu Sama?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, hewan buas merupakan hewan liar dan umumnya memusuhi manusia atau hewan yang sangat berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyerang atau menyakiti manusia. Hewan yang dikategorikan sebagai hewan buas adalah yang berbahaya untuk manusia. Baik itu yang bisa menyerang dengan gigitan, cakaran, tandukan, menyengat, menerkam, dan juga serangan lain yang menimbulkan luka sampai kematian.

Sedangkan hewan liar merupakan hewan yang hidup di alam bebas atau di alam liar dan tidak dipelihara oleh manusia. Tidak semua hewan liar termasuk ke dalam kategori hewan buas ya. Tapi semua hewan buas sudah pasti masuk ke dalam kategori hewan liar.

Contoh Hewan Buas

Ada banyak sekali hewan buas yang ada di dalam kehidupan alam liar. Berikut ini adalah beberapa contoh hewan buas yang perlu diketahui untuk menambah wawasan pengetahuan, antara lain:

1. Singa

Singa dapat dikatakan sebagai si raja hutan. Hewan yang satu ini adalah predator karnivora yang sangat ditakuti. Ia bisa memangsa mulai dari binatang pengerat, kerbau Afrika, rusa kutub, hingga zebra. Singa ini masuk ke dalam kategori keluarga Felidae, atau keluarga kucing besar yang kekar. Dimana ukuran tubuhnya adalah yang terbesar nomor dua setelah harimau. Hewan yang satu ini aktif saat malam hari dan lebih suka dengan padang rumput, semak belukar, sabana, dan juga hutan terbuka. Secara historis, singa tersebar di sebagian besar wilayah Eropa, Afrika, dan Asia. Akan tetapi, saat ini banyak singa yang ditemukan di beberapa wilayah bagian Sahara Afrika Selatan.

2. Serigala

Serigala adalah salah satu spesies binatang mamalia karnivora yang masuk ke dalam keluarga anjing liar. Jenis serigala abu-abu sangat umum ditemukan di belahan bumi bagian utara seperti di Eropa, Amerika Utara, sampai beberapa wilayah yang ada di Asia. Serigala dan manusia mempunyai sejarah permusuhan yang panjang. Karena hewan yang satu ini seringkali menyerang hewan ternak sehingga mereka kerap kali diburu dan dibunung. Serigala adalah salah satu predator yang memakan hewan di sekitar habitatnya seperti misalnya daging rusa. Rata-rata, serigala abu-abu bisa makan sekitar hampir 10 kg daging dalam sekali duduk.

3. Beruang

Walaupun terlihat menggemaskan dan lucu, akan tetapi beruang termasuk ke dalam salah satu binatang yang sering menyerang manusia. Hewan yang satu ini mempunyai tubuh yang kuat dan mereka bisa berlari dengan cepat, memanjat pohon sampai berenang. Beruang termasuk predator yang cukup ditakuti. Habitat beruang ini tersebar di seluruh wilayah Amerika, Eropa, dan juga Asia serta lingkaran Arktik dengan berbagai macam spesiesnya. Mayoritas spesies beruang sebenarnya omnivora, itu artinya mereka akan makan berbagai jenis makanan seperti ikan, bambu, dan juga buah-buahan.

4. Buaya

Buaya adalah hewan reptil bertubuh besar yang habitatnya di air. Hewan yang satu ini termasuk ke dalam salah satu jenis amfibi yang biasanya berukuran besar. Selain itu, hewan buas ini juga termasuk karnivora yang memangsa hewan lain seperti reptil dan ikan. Buaya terkenal sebagai salah satu predator air dan seringkali menyerang manusia. Salah satu buaya yang terkenal sebagai pemangsa paling mematikan adalah jenis crocodylus palustris yang ada di Asia. Dengan adanya lapisan pelindung pertahanan dan juga gerakannya yang cepat, buaya Asia ini mempunyai kekuatan sepuluh kali lipat saat mereka menyerang dengan cepat.

Pengertian Hewan Liar

5. Banteng

Banteng termasuk ke dalam kerabat sapi dan bisa ditemui di berbagai wilayah Asia Tenggara. Hewan yang satu ini termasuk golongan herbivora dan memakan berbagai macam tumbuhan seperti rumput, daun, dan juga buah-buahan. Di Indonesia, Banteng mempunyai reputasi sebagai hewan buas yang cukup berbahaya. Padahal, sejatinya apabila tidak diprovokasi, banteng tidak akan menyerang manusia.

6. Ular

Ular merupakan salah satu hewan buas yang cukup mematikan. Hewan ini adalah predator yang memangsa dengan mulut dan juga gigitannya. Ular adalah hewan yang paling dimusuhi oleh burung, babi hutan, dan juga rakun. Bahkan, ular juga kadang kala menjadi musuh bagi ular lainnya. Tidak semua spesies ular berbahaya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian bisa ular sangat berbahaya untuk manusia.

7. Komodo

Komodo ini termasuk ke dalam hewan karnivora yang termasuk bagian dari kadal besar. Ia termasuk ke dalam hewan buas yang dilindungi karena jumlah populasinya yang semakin berkurang. Komodo akan mengandalkan gigi, kuku, dan juga ekornya sebagai senjata dalam menyerang mangsanya. Ia mempunyai 5 kuku yang sangat tajam dan dapat melukai kulit binatang lain. Struktur gigi komodo juga mirip dengan hiu, sangat tajam. Selain itu, air liar yang dihasilkan dari hewan ini mengandung 60 bakteri mematikan dan sangat berbahaya.

8. Hiu

Hiu termasuk ke dalam bagian predator puncak yang ada di lautan, Ia seringkali melakukan serangan yang terjadi di laut lepas dan perairan pantai. Hewan ini mempunyai bentuk tubuh yang besar dan taring yang kuat. Ikan Hiu menyerang manusia karena disalah artikan sebagai ikan yang akan mereka konsumsi. Sebagian besar Hiu merupakan buta warna sehingga saat manusia berenang akan dikira seperti anjing laut atau singa laut.

9. Gorilla

Gorilla termasuk ke dalam hewan karnivora yang cenderung cukup tenang, tapi mereka tidak ragu untuk menyerang apabila merasa terancam ketentraman keluarganya. Marahnya gorilla ini sama menakutkannya seperti hewan buas lainnya. Berdasarkan daftar International Union for Conservation of Nature atau IUCN, spesies Gorilla beringei atau gorilla gunung masuk ke dalam daftar merah. Itu artinya, hewan buas ini masuk ke dalam daftar yang harus dilindungi populasinya.

10. Badak

Badak merupakan hewan herbivora yang biasanya memakan daun-daunan atau buah. Akan tetapi, badak tidak ragu untuk menyerang siapa saja yang mengganggu ketentramannya. Badak ini termasuk ke dalam hewan yang dilindungi populasinya. Terlebih badak Jawa yang hanya tersisa 46 sampai 66 individu dan mereka berada di Taman Nasional Ujung Kulon di Indonesia.

11. Macan Tutul Amur

Macan tutul amur adalah salah satu jenis kucing besar yang paling terancam punah di dunia. Menurut daftar IUCN, di antara tahun 2014 sampai 2015, hanya tersisa 92 macan tutul amur di dunia. Macan tutul amur adalah hewan karnivora yang memakan segala mangsa dari berbagai macam ukuran seperti hewan pengerat, burung, ikan, monyet, dan hewan lain yang ada di habitatnya. Macan tutul amur ini tidak segan untuk menyerang manusia dengan cakarannya sampai bisa mengancam nyawa manusia.

Demikian penjelasan mengenai pengertian hewan liar dan contohnya. Buat Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang hewan-hewan, kamu bisa mengunjungi Gramedia.com untuk mendapatkan buku-buku terkait. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi terbaik dan terbaru untuk kamu. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien