Biologi

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 1
Written by Wida Kurniasih

Mengenal Proses Metabolisme Tubuh Manusia – Metabolisme adalah keseluruhan reaksi kimia dalam sel yang melibatkan enzim dalam tubuh makhluk hidup yang tujuan menghasilkan energi. Nantinya, energi yang dihasilkan akan memiliki banyak kegunaan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari berat badan yang terkontrol, sirkulasi darah yang lancar, kondisi pikiran yang baik, sistem imun yang baik, dan lebih banyak energi. Simak lebih lengkap penjelasan mengenai metabolisme berikut ini, Grameds:

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 2

Pengertian Metabolisme

Metabolisme merupakan seluruh reaksi kimia yang bertujuan mempertahankan kehidupan yang terjadi di dalam suatu organisme. Terdapat tiga tujuan utama proses metabolisme, pertama mengonversi bahan bakar atau makanan untuk dijadikan bahan baku penyusun protein, lipid, asam nukleat dan beberapa jenis karbohidrat. Kedua mengonversi makanan  energi untuk menjalankan proses pada tingkat seluler, dan ketiga mengeliminasi limbah metabolis.

Metabolisme juga dapat dikatakan sebagai terjadinya semua reaksi kimia yang pada organisme hidup, termasuk perpindahan zat dan pencernaan dalam dan di antara sel yang berbeda. Kelompok reaksi yang terjadi pada tingkat sel dikenal dengan nama metabolisme perantara atau metabolisme intermediet.

Ada beberapa lintasan metabolisme ketika reaksi kimia, terjadi perubahan pada sebuah senyawa menjadi senyawa lain melalui beberapa proses dengan difasilitasi enzim yang bersifat spesifik. Kemudian apa perbedaaan metabolisme dengan proses pencernaan?

Proses pencernaan diartikan sebagai proses yang dilakukan oleh tubuh ketika memecah serta mengolah makanan menjadi zat gizi, dan hanya terjadi pada organ pencernaan yang ada di tubuh manusia. Sementara proses terjadinya metabolisme bisa di berbagai sel dalam tubuh yang dikendalikan oleh protein khusus. Jika proses pencernaan terjadi ketika makanan masuk ke dalam tubuh, lain halnya dengan proses metabolisme yang terjadi sejak janin terbentuk di dalam kandungan.

Metabolisme dan Bioenergetika

Metabolisme dan Bioenergetika

Beli Buku di Gramedia

Tahapan Metabolisme

Metabolisme adalah proses dasar yang terjadi pada setiap makhluk hidup. Manusia, hewan dan tumbuhan mengalami proses yang sama agar berfungsi normal dalam kehidupan sehari-hari. Pada tubuh manusia, metabolisme bekerja melalui dua proses, yaitu katabolisme dan anabolisme dan prosesnya berlangsung secara bersamaan. Berikut penjelasannya:

  • Katabolisme adalah proses pembakaran kalori dari makanan beserta pengolahan dan pemecahan nutrisinya yang digunakan oleh tubuh sebagai energi. Metabolisme akan mengubah zat-zat dalam makanan dan minuman yang masuk ke tubuh. Contohnya seperti asam amino yang sebelumnya adalah kandungan protein, karbohidrat menjadi glukosa, dan lemak menjadi asam lemak. Selanjutnya zat-zat tersebut diserap ke dalam darah dan didistribusikan ke sel-sel tubuh untuk digunakan ketika tubuh memerlukan sumber energi,
  • Anabolisme adalah tahap pembakaran energi. Dikatakan demikian, karena energi yang ada akan digunakan untuk perbaikan jaringan tubuh yang rusak sehingga terbentuk yang baru sekaligus menghasilkan berbagai hormon. Jika mengonsumsi lebih banyak kalori dari makanan maupun minuman, maka secara otomatis tubuh juga akan menyimpan lebih banyak energi yang dihasilkan sebagai jaringan lemak.

Hal-Hal yang Memengaruhi Metabolisme Tubuh

Setiap orang umumnya berbeda-beda dalam menghasilkan energi melalui tingkat metabolisme atau banyaknya kalori yang dibakar oleh tubuh. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat metabolisme:

1. Suhu Tubuh

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 3

Secara alami, metabolisme akan meningkat ketika suhu tubuh menurun (hipotermia) atau ketika tubuh kedinginan. Hal itu terjadi agar suhu tubuh meningkat dan menjadi normal, maka organ di dalam tubuh juga dapat berfungsi dengan baik.

2. Stimulan

Stimulan seperti kafein yang terkandung di dalam minuman dan obat-obatan yang mengandung stimulan seperti metilfenidat atau amfetamin juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

3. Hormon

Wanita & Hormon

Wanita & Hormon

Beli Buku di Gramedia

Di dalam tubuh, terdapat hormon tiroid yang bertugas mengatur metabolisme tubuh. Oleh karena itu, hormon tiroid dapat menurunkan atau meningkatkan metabolisme tubuh jika mengalami gangguan.

banner-promo-gramedia

4. Kehamilan

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 4

Metabolisme pada tubuh wanita yang hamil akan meningkat dan berguna untuk menunjang proses perkembangan dan pertumbuhan organ-organ dan jaringan dalam tubuh janin. Ini terjadi pada usia 15 minggu kehamilan hingga trimester ketiga, biasanya proses metabolisme mulai meningkat.

5. Konsumsi Makanan dan Minuman

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 5

Jika kurang dalam mengonsumsi makanan maupun minuman, hal tersebut dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Sebaliknya, metabolisme tubuh dapat meningkat jika terlalu banyak makan atau minum, terlebih jika makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung terlalu banyak kalori dan nutrisi (contohnya protein) serta antioksidan seperti polifenol.

6. Ukuran dan Komposisi Tubuh

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 6

Badan yang lebih besar serta lebih berotot mampu membakar lebih banyak energi daripada ukuran badan yang lebih kecil, bahkan ketika tidak melakukan kegiatan apapun atau sedang beristirahat. Hal ini terjadi karena jaringan otot lebih aktif dalam proses terjadinya metabolisme tubuh dibandingkan jaringan lemak.

7. Jenis Kelamin

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 7

Tubuh wanita lebih sedikit membakar energi dibandingkan dengan tubuh pria. Hal ini karena pria kerap memiliki lebih banyak jaringan otot dan lebih sedikit lemak tubuh jika dibandingkan wanita.

8. Usia

Mengenal Proses Metabolisme Pada Tubuh Manusia 8

Seiring bertambahnya usia, jumlah lemak semakin meningkat tetapi sebaliknya dengan jumlah otot yang cenderung menurun. Hal tersebut bisa memperlambat pembakaran kalori atau proses metabolisme untuk menghasilkan energi.

9. Genetik

Faktor selanjutnya, yaitu berasal dari genetik atau keturunan yang dapat memengaruhi ukuran juga pertumbuhan jaringan otot. Hal ini bisa memengaruhi metabolisme tubuh seseorang  atau pembakaran energi pada kemudian hari.

10. Tingkat Aktivitas

Banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dapat membuat tubuh membakar lebih banyak energi, terutama jika rutin berolahraga.

Gangguan Metabolik

Gangguan metabolik akan menyebabkan tubuh memiliki terlalu sedikit atau terlalu banyak zat penting untuk tetap sehat, ini terjadi karena kegagalan dalam proses metabolisme. Akibatnya beberapa penyakit dapat timbul jika beberapa zat penting tersebut jumlahnya kurang atau lebih. Tubuh manusia harus memiliki beberapa jenis protein dan juga asam amino yang digunakan supaya memaksimalkan fungsinya.

Jika tidak terpenuhi hal tersebut bisa menyebabkan gangguan yang membuat kesulitan untuk beraktivitas, gangguan tersebut terjadi dalam bermacam bentuk. Contohnya seperti vitamin atau enzim yang menghambat reaksi kimia penting pada tubuh akibat menghilang, reaksi kimia abnormal yang dapat menghambat proses metabolisme tubuh, kekurangan gizi, sampai munculnya penyakit pada organ dalam yang berhubungan dengan metabolisme (pankreas, hati, kelenjar endokrin, dll).

Banyak kemungkinan kelainan terjadi yang disebabkan oleh gangguan metabolik, maka dari itu banyak jenis penyakit yang dapat timbul. Banyak sekali gangguan yang berhubungan dengan proses metabolisme telah diidentifikasi dan terus ditemukan. Beberapa jenis penyakit yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

1. Penyakit Tiroid

Kelenjar tiroid adalah organ kecil yang terletak di bagian leher bawah berbentuk seperti kupu-kupu. Berfungsi untuk memproduksi hormon tiroksin yang akan mendukung proses metabolisme untuk menjaga fungsi berbagai fungsi vital tubuh, terutama jantung, otak, otot dan kulit. Penyakit tiroid terjadi ketika kerja kelenjar tiroid terganggu, bisa terjadi karena kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid).

Gejala jika terjadi hipertiroid bisa dilihat ketika jantung berdebar, mata menonjol, penurunan berat badan, pembengkakan kelenjar leher atau gondok dan terjadi peningkatan tekanan darah. Sementara gejala terjadinya hipotiroidisme adalah detak jantung pelan, terjadi sembelit, penambahan berat badan dan tubuh yang mudah lelah dan lemas.

2. Diabetes

Diabetes terjadi karena terdapat gangguan ketika proses metabolisme butuh saat menghasilkan hormone insulin. Hal ini berakibat kurangnya hormone insulin pada tubuh sehingga terjadi peningkatan kadar gula yang berlebihan atau tidak normal. Produksi jumlah hormone insulin yang tidak cukup pada pankreas akan memunculkan diabetes tipe 1. Diabetes tipe 2 terjadi karena hormone insulin tidak dapat direspon dengan baik oleh tubuh.

Ini dikenal sebagai resistensi insulin. Seiring berkembangnya kondisi tersebut, penyakit ini juga bisa menyebabkan kebutaan dan penyakit jantung, masalah pembuluh darah, masalah pada ginjal, dan nyeri yang disebabkan oleh kerusakan saraf.

Diabetes (Bisa) Sembuh Tanpa Obat

Diabetes (Bisa) Sembuh Tanpa Obat

banner-promo-gramedia

Beli Buku di Gramedia

3. Kelainan Metabolisme Bawaan

Salah satu penyakit yang bisa terjadi karena gangguan metabolik adalah kelainan dalam penyimpanan lisosom. Bagian ini adalah tempat yang digunakan untuk memecah produk limbah yang berasal dari metabolisme. Gangguan metabolisme akan terjadi bila terdapat penumpukan zat beracun yang disebabkan oleh kurangnya enzim lisosom.

4. Galaktosemia

Galaktosemia  terjadi karena adanya kerusakan untuk memecah galaktosa, hal itu bisa menimbulkan penyakit kuning, pembesaran hati atau muntah. Contoh umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir setelah mengonsumsi ASI atau susu formula. Bagaimana cara dokter mendeteksi galaktosemia?

Pada bayi yang baru lahir, gejala galaktosemia ditandai dengan beberapa hal, seperti muntah-muntah, warna kulit yang menguning, dan tidak mau menyusu. Gejala lainnya yaitu penumpukan cairan dan pembengkakan perut, pembesaran organ hati, diare, pendarahan yang tidak normal, penurunan berat badan, dan tubuh terasa lemah.

Galaktosemia dapat didiagnosis dengan tes galaktosemia. Biasanya tes dilakukan langsung sejak bayi baru lahir, car aini digunakan oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Tes dilakukan dengan mengambil sampel darah bayi, tes darah tersebut akan mendeteksi level dari galaktosa dan juga kadar enzim pemecah laktosa yang ada di dalam tubuh bayi tersebut. Selain itu, tes urine juga bisa mendeteksi apakah seorang bayi menderita galaktosemia. Diagnosis galaktosemia ini sangat penting untuk mencegah komplikasi bagi bayi yang menderita galaktosemia.

Beberapa komplikasi galaktosemia jika kondisi ini tidak ditangani dengan segera, yaitu: Kerusakan hati atau gagal hati, infeksi bakteri yang serius, sepsis atau komplikasi, infeksi syok, keterlambatan perkembangan, Masalah perilaku keterlambatan berbicara, sulit dalam pembelajaran, katarak tremor, gangguan motorik halus, masalah reproduksi, insufisiensi ovarium prematur, dan lain-lain.

5. Fenilketonuria

Fenilketonuria disebabkan oleh suatu mutasi genetik. Ketika mengalami kondisi seperti ini, maka kelainan gen akan menyebabkan hilang atau rendahnya enzim yang dibutuhkan saat mencerna asam amino (fenilalanin). Akibatnya, akan terjadi penumpukan fenilalanin dalam tubuh dan bisa mendatangkan masalah saat seseorang dengan fenilketonuria sering mengonsumsi makanan yang kaya protein, seperti kacang, keju, susu, daging, dan lain-lain.

Kasus yang paling sering terjadi ketika anak memiliki fenilketonuria, adalah disebabkan karena keturunan dari orang tuanya, baik dari pihak ibu ataupun dari pihak ayah. Pola penurunan ini disebut autosomal resesif. Hal tersebut dapat terjadi tanpa disadari karena ada kemungkinan bahwa kedua orang tua yang memiliki kelainan gen tidak pernah menunjukkan sebuah gejala yang signifikan dan hanya berperan sebagai pembawa. Jika hanya salah satu pihak orang tua yang memiliki kelainan gen, umumnya risiko menurunkannya kepada anak akan lebih rendah.

Meskipun demikian, anak tersebut tetap saja memiliki kemungkinan untuk menjadi pembawa. Banyak kasus terjadi, pada anak dengan fenilketonuria dengan kedua orang tuanya adalah pembawa, tetapi kondisi itu belum pernah diketahui sebelumnya. Faktor risiko mengalami fenilketonuria adalah karena kedua orang tua memiliki kelainan gen fenilketonuria. Jika kedua orang tua menurunkan kelainan gen tersebut, maka anaknya dapat mengalami penyakit fenilketonuria. Berada dalam kelompok ras tertentu, salah satu ras yang jarang ditemui adalah di individu dengan ras Afrika.

Menuju Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Anak

Menuju Peningkatan Kesehatan Ibu Dan Anak

Beli Buku di Gramedia

Anak-anak dari ibu yang mengalami fenilketonuria tetapi tidak mengikuti pola makan fenilketonuria selama usia kehamilan akan berisiko mengalami cacat saat lahir,  ini disebabkan karena tingginya kadar fenilalanin di aliran darah ibu. Gejala Fenilketonuria pada bayi yang baru lahir dengan fenilketonuria awalnya memang tidak menunjukkan gejala apa pun. Tanpa pemantauan dan penanganan, gejala dan tanda-tanda fenilketonuria dapat timbul pada beberapa bulan pertama.

Ada beberapa tanda dan gejala fenilketonuria, gejala tersebut bisa ringan maupun berat, seperti:

  • Disabilitas intelektual (sebelumnya dikenal dengan istilah retardasi mental)
  • Proses perkembangan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya
  • Kelainan perilaku, emosional, dan sosial
  • Gangguan jiwa
  • Gangguan neurologis, yang dapat berupa kejang
  • Hiperaktif
  • Kekuatan tulang rendah
  • Ruam pada kulit
  • Ukuran kepala yang kecil, jenis yang paling berat dari penyakit ini adalah fenilketonuria klasik.
  • Anak-anak dan orang dewasa dengan jenis fenilketonuria yang terbilang tidak berat, yaitu pada kondisi enzim masih berfungsi meskipun terbatas, memiliki risiko yang lebih rendah mengalami kerusakan otak.
  • Sebagian besar anak dengan fenilketonuria membutuhkan diet khusus agar terhindar dari disabilitas intelektual maupun komplikasi lainnya.

Langkah Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Metabolisme dengan pencernaan merupakan dua hal yang berbeda. Metabolisme berkaitan dengan pengolahan makanan kemudian mengubahnya menjadi energi, sementara pencernaan berkaitan dengan proses pemecahan dan pencernaan zat-zat makanan sehingga memberi nutrisi bagi tubuh.

Lalu mengapa banyak yang menginginkan kerja metabolisme yang lebih cepat? Alasannya adalah dengan proses metabolisme yang efektif dapat memastikan apa yang dikonsumsi tidak menjadi lemak, melainkan energi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan metabolisme tubuh, Grameds:

  • Konsumsi banyak protein saat makan, tubuh membutuhkan protein untuk menjaga kesehatan otot. Konsumsi daging bebas lemak atau ikan sebagai menu sehari-hari. Sebanyak 35 persen kalori dapat terbakar karena protein.
  • Jangan lupakan makan pagi yang akan menaikkan metabolisme dan menjaganya tetap tinggi sepanjang hari. Jika tidak memiliki waktu sarapan, gantilah dengan minum yoghurt atau sarapan oatmeal yang dicampur dengan susu rendah lemak.
  • Penelitian membuktikan bahwa jika mengonsumsi serat, maka dapat membakar lemak sampai dengan 30 persen. Maka dianjurkan untuk mengonsumsi banyak buah dan sayur, sehingga tubuh mendapatkan sekurangnya 25 gram serat dalam sehari.
  • Angkat beban, ternyata mengangkat beban yang berat juga penting untuk mempertahankan dan membentuk otot. Tingginya metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh banyaknya jumlah otot dalam tubuh.
  • Minum teh hijau atau teh oolong, karena mengandung kafein. Kafein dapat meningkatkan metabolisme tubuh lima sampai delapan persen, karena merupakan stimulant sistem saraf. Menurut penelitian yang dilakukan di Jepang, meminum secangkir teh hijau dapat menaikkan metabolisme tubuh hingga delapan dua belas persen. Para peneliti tersebut percaya bahwa kafein yang ada di dalam the mampu mempercepat metabolisme tubuh.
  • Tidur yang nyenyak. Jika memiliki waktu tidur yang kurang, hal tersebut dapat menurunkan jumlah kalori yang kamu bakar, memengaruhi cara memproses gula dan mengganggu hormon pengatur nafsu makan.
  • Minum kopi. Tanpa disadari, minum kopi dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Minum banyak air
  • Lakukan olahraga berintensitas tinggi.
banner-promo-gramedia

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan berbagai macam buku menarik yang berisi info-info kesehatan lainnya. Temukan hal-hal menarik lainnya dalam buku ini.

Baca juga artikel tentang “Proses Metabolisme Tubuh Manusia” :

Biologi Dasar Manusia Dilengkapi dengan Panduan Praktikum Biologi Dasar Manusia

Biologi Dasar Manusia Dilengkapi dengan Panduan Praktikum Biologi Dasar Manusia

Beli Buku di GramediaSumber: dari berbagai sumber

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien