Hubungan Internasional

7 Manfaat Perdagangan Internasional Bagi Negara dan Jenis Kegiatannya

Written by Rifda Arum

Manfaat Perdagangan Internasional – Pada era yang serba canggih teknologinya seperti saat ini, tentu saja akan berpengaruh pada berbagai bidang di suatu negara, tak terkecuali di bidang ekonomi. Kemajuan teknologi tersebut juga berkaitan dengan kegiatan perdagangan luar negeri atau perdagangan internasional.

Apalagi saat ini, untuk memperoleh informasi terkait produk yang dijual oleh negara lain juga semakin mudah dan adanya kebijakan mengenai perdagangan bebas, yang justru semakin memperluas jangkauan kegiatan ekspor maupun impor antar negara.

Perlu diketahui bahwa perdagangan internasional ini juga bentuk nyata dari globalisasi yang semakin berkembang setiap waktunya.

Lalu, apa saja ya bentuk kontribusi dari kegiatan perdagangan internasional ini bagi negara dan masyarakatnya? Yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

7 Manfaat Perdagangan Internasional Bagi Negara

Keberadaan perdagangan internasional tentu saja dapat memberikan berbagai keuntungan dan manfaat baik kepada negara itu sendiri maupun negara lain. Hal tersebut karena perdagangan internasional sejatinya adalah bentuk transaksi atau kesepakatan bersama, sehingga akan menguntungkan berbagai pihak.

1. Dapat Memperoleh Barang yang Tidak Dapat Diproduksi oleh Negara Sendiri

Melalui kegiatan impor barang, masyarakat dari suatu negara bisa mendapatkan suatu produk tertentu yang tidak dapat diproduksi oleh negaranya sendiri. Banyak faktor yang menyebabkan negara tersebut tidak dapat memproduksi produk tertentu, misalnya kondisi geografi, iklim, hingga tingkat penguasaan IPTEK.

Misalnya negara kita ini banyak mengimpor produk dari Jepang berupa mesin dan suku cadang karena penguasaan IPTEK dari Jepang lebih unggul. Hal tersebut berlaku sebaliknya, negara Jepang akan mengimpor produk tekstil, kopi, hingga kerajinan tangan.

2. Memperluas Keuntungan Dari Spesialisasi

Manfaat dari perdagangan internasional yang kedua adalah memperluas keuntungan dari spesialisasi. Maksudnya adalah, meskipun suatu negara sudah dapat atau mampu memproduksi suatu barang yang jenisnya sama dengan yang diproduksi oleh negara lain, tetapi ada kalanya juga produk yang diproduksi oleh negara lain justru lebih baik kualitasnya, sehingga negara tersebut akan mengimpor produk yang sama.

Contohnya, Amerika Serikat dan Jepang itu sama-sama mempunyai kemampuan dalam memproduksi bahan tekstil berupa kain. Namun, produk kain yang diproduksi oleh Jepang dinilai lebih baik dan efisien dari Amerika Serikat. Maka dari itu, untuk meningkatkan keefisien dari penggunaan faktor-faktor produksi, Amerika Serikat perlu untuk mengurangi produksi kainnya dan mengimpor barang tersebut dari Jepang.

Nah, dua negara tersebut akan melakukan proses transaksi perdagangan internasional, sehingga setiap negara dapat memperoleh keuntungan yang berupa:

  • Faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh setiap negara dapat digunakan secara lebih efisien
  • Setiap negara dapat menikmati lebih banyak barang yang dapat diproduksi dalam negeri (lokal).

3. Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan

Dalam hal ini, biasanya manfaatnya banyak dirasakan oleh pengusaha. Terkadang, beberapa pengusaha tidak menjalankan mesin alat produksinya dengan maksimal sebab mereka khawatir apabila akan terjadi kelebihan produksi sehingga menyebabkan turunnya harga produknya.

Nah, melalui adanya perdagangan internasional ini, nantinya para pengusaha dapat menjalankan mesin alat produksinya secara maksimal dan menjual kelebihan produk tersebut ke luar negeri.

4. Transfer Teknologi Modern

Melalui kegiatan perdagangan internasional ini, nantinya suatu negara dapat memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik produksi dan manajemen yang lebih modern dari negara lain.

5. Meningkatkan Hubungan Persahabatan Antar Negara

Kegiatan perdagangan internasional itu merupakan transaksi dan kesepakatan antar negara, sehingga tentu saja secara tidak langsung dapat mewujudkan hubungan persahabatan antar negara lho…

Jika proses transaksi dalam perdagangan internasional saja dapat terjalin dengan baik, maka tentu saja hubungan persahabatan antar negara juga akan terjalin baik. Negara-negara tersebut akan semakin akrab dan ketika suatu negara sedang mengalami kesulitan, maka negara lain juga akan membantu dalam memenuhi kebutuhannya.

6. Memperluas Lapangan Kerja

Dalam hal ini, apabila pasar luar negeri semakin meluas, maka produksi barang dan jasa yang dihasilkan juga akan semakin bertambah. Nah, dari peningkatan hasil produksi barang dan jasa tersebut juga akan meningkat pula kesempatan kerja bagi masyarakat serta mengurangi jumlah pengangguran.

Contohnya, saat ini sudah banyak tenaga kerja dari Indonesia yang bekerja di luar negeri, baik di restoran, kapal, hingga pusat pelatihan. Sebaliknya, tenaga kerja dari luar negeri juga banyak yang telah bekerja di Indonesia.

7. Mendorong Kegiatan Produksi Barang Secara Maksimal

Perlu diketahui bahwa salah satu tujuan dari kegiatan perdagangan internasional adalah memperluas pasar di luar negeri. Nah, apabila pasar di luar negeri luas, maka produksi barang dalam suatu negara juga akan semakin meningkat. Hal tersebut tentu saja bermanfaat bagi para pengusaha, baik yang sudah lama maupun yang baru.

Beli Buku di Gramedia

Sebab Terjadinya Perdagangan Internasional

Proses perdagangan internasional yang ada di dunia ini pasti sangat mengandalkan interaksi dengan negara lain yang ada di sekitarnya. Nah, melalui interaksi, transaksi, dan kesepakatan bersama itulah yang dapat membentuk kegiatan perdagangan internasional. Lalu, apa saja alasan yang menyebabkan perdagangan internasional ini dapat terjadi?

1. Revolusi Informasi dan Transformasi

Perdagangan internasional mulai berkembang sejalan dengan perkembangan informasi dan teknologi, terutama pada pemakaian sistem berbasis komputer. Tidak hanya itu, dari perkembangan tersebut juga menyebabkan kemajuan dalam penggunaan satelit serta digitalisasi pemrosesan data, hingga berkembangnya peralatan komunikasi.

2. Interdependensi Kebutuhan

Masing-masing negara itu pasti memiliki keunggulan serta kelebihan, ditinjau dari sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga teknologi. Melalui hal tersebut, tentu saja akan berdampak pada ketergantungan antara negara satu dengan negara lain, dalam bentuk produksi barang dan jasa.

3. Liberalisasi Ekonomi

Kebebasan dalam bertransaksi dan melakukan kerja sama ternyata juga memiliki implikasi bahwa masing-masing negara pasti akan mencari peluang dengan berinteraksi dengan negara lain, melalui kegiatan perdagangan internasional ini.

4. Asas Keunggulan Komparatif

Hampir sama dengan poin kedua, suatu negara itu pasti mempunyai keunikan tersendiri. Hal tersebut tercermin dari apa yang dimiliki oleh suatu negara belum tentu dimiliki oleh negara lain. Nah, maka dari itu, keunggulan dari suatu negara dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan bagi negara dan masyarakatnya.

5. Kebutuhan Devisa

Perdagangan internasional dan devisa negara adalah dua hal yang saling berpengaruh satu sama lain. Dalam memenuhi segala kebutuhannya, suatu negara harus memiliki cadangan devisa untuk melakukan pembangunan di berbagai bidang, baik di bidang ekonomi, pendidikan, hingga infrastruktur.

Nah, salah satu sumber dari devisa negara adalah pemasukan dari kegiatan perdagangan internasional.

6. Adanya Perbedaan Selera

Suatu negara dengan negara lain pasti mempunyai perbedaan selera akan sesuatu hal hingga memungkinkan untuk melakukan transaksi perdagangan internasional.

Contohnya, negara B dan C itu sama-sama menghasilkan daging sapi dan daging ayam dengan jumlah yang hampir sama. Namun, penduduk negara B itu tidak menyukai daging sapi, sedangkan penduduk negara C justru tidak menyukai daging ayam.

Dari adanya perbedaan selera tersebut, terjadilah kegiatan ekspor dan impor yang saling menguntungkan kedua negara tersebut. Yakni dengan cara negara B (yang tidak suka daging sapi) akan mengimpor daging ayam dan mengekspor daging sapi. Lalu, untuk negara C (yang tidak suka daging ayam) akan mengimpor daging sapi dan mengekspor daging ayam.

Secara tidak langsung, terlihat seperti kesepakatan pertukaran barang ya…

7. Adanya Keanekaragaman Kondisi Produksi

Produksi suatu barang yang ada di suatu negara akan dipengaruhi oleh keanekaragaman kondisi, terutama kondisi iklimnya. Misalnya, negara kita ini memiliki iklim tropis sehingga mampu memproduksi berbagai buah-buahan yang kemudian akan diekspor ke negara lain, “ditukarkan” dengan barang dan jasa dari negara lain.

8. Perbedaan Kebudayaan dan Gaya Hidup

Setiap negara pastilah mempunyai kebudayaan dna gaya hidup yang berbeda satu sama lain. Melalui perbedaan tersebut, secara tidak langsung dapat mendorong terjadinya kegiatan perdagangan internasional antarnegara.

Misalnya, barang kerajinan dari negara kita ini banyak yang diekspor ke negara lain dengan corak batik dan tradisional. Ternyata, barang-barang kerajinan tersebut diminati oleh banyak orang di negara lain sebab di negara mereka tidak ada kesenian yang bercorak demikian.

Beli Buku di Gramedia

Teori Perdagangan Internasional

Banyak teori-teori mengenai kegiatan perdagangan internasional ini yang dikemukakan oleh para ahli. Teori-teori tersebut kebanyakan mengatakan bahwa kegiatan perdagangan internasional ini dapat mendatangkan keuntungan bagi negara dan membuat negara beserta penduduknya menjadi lebih makmur.

Nah, berikut adalah beberapa teori terkait dengan perdagangan internasional.

1. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantages)

Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo, seorang ahli ekonomi. Beliau menjelaskan bahwa perdagangan internasional ini memberikan keuntungan komparatif yang diukur dalam ongkos nyata, serta mencerminkan ongkos dari para tenaga kerja.

2. Teori Pemintaan Timbal Balik (Reciprocal Demand)

Teori kedua mengenai perdagangan internasional ini dikemukakan oleh J.S Miil, seorang ahli ekonomi sekaligus mantan anggota parlemen Britania Raya. Beliau berpendapat bahwa perdagangan internasional ini mencari keseimbangan pertukaran antar dua barang oleh dua negara, dengan perbandingan pertukarannya adalah menentukan dasar tukar dalam negeri.

3. Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage)

Teori ketiga dikemukakan oleh Adam Smith. Beliau mengemukakan bahwa negara akan makmur apabila mampu mengembangkan produksinya melalui perdagangan. Supaya produksinya meningkat, maka perlu adanya pembagian kerja internasional dalam menghasilkan suatu barang tersebut.

4. Pandangan Kaum Merkantilisme

Kaum Merkantilisme adalah suatu kelompok yang mencerminkan adanya cita-cita dan ideologi kapital komersial, serta berpandangan bahwa politik kemakmuran negara akan melebihi kemakmuran perseorang.

Nah, kaum Merkantilisme ini berpendapat bahwa suatu negara dapat memperoleh kemakmuran dengan dua sumber, yaitu:

  • Penumpukan logam mulia (emas). Hal tersebut karena logam mulia dipercaya dapat memperkuat posisi suatu negara dalam upaya pembangunan ekonomi.
  • Politik perdagangan, yang ditujukan untuk menunjang kelebihan ekspor diatas nilai impor, sehingga neraca perdagangan akan bernilai surplus atau aktif.

Beli Buku di Gramedia

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional

Sebagian besar orang pasti mengetahui perdagangan internasional itu kegiatannya hanya sebatas ekspor dan impor saja. Padahal sebenarnya tidak, sebab jenis-jenis kegiatan dalam perdangan internasional itu ada banyak. Nah, kegiatan ekspor dan impor itu hanya salah dua dari sekian kegiatan perdagangan internasional.

1. Ekspor

Ekspor adalah kegiatan pengiriman barang dagangan ke luar negeri. Dalam hal ini, kegiatan ekspor dibagi menjadi ekspor biasa dan ekspor tanpa L/C.

a. Ekspor Biasa

Ekspor biasa adalah kegiatan pengiriman barang ke luar negeri, sesuai dengan aturan yang berlaku, dan ditujukan kepada pembeli di luar negeri. Kegiatan ekspor biasa ini nantinya akan menggunakan L/C dengan ketentuan devisa.

L/C adalah singkatan dari Letter of Credit, yang berupa instrumen khusus dan diterbitkan oleh Issuing Bank yang berkedudukan di luar negeri. L/C ini “dibuat” berdasarkan permintaan Applicant, yang nantinya berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada Beneficiary. Issuing Bank harus menerima dokumen yang sesuai dengan syarat dan kondisi dari L/C.

b. Ekspor Tanpa L/C

Yakni barang akan dikirim terlebih dahulu, sedangkan eksportir belum menerima L/C, sehingga harus ada izin khusus dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

2. Barter

Barter adalah kegiatan pengiriman barang ke luar negeri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang akan dibutuhkan oleh dalam negeri. Nah, barter ini memiliki berbagai jenis,

a. Direct Barter

Yakni sistem pertukaran barang dengan barang, dengan menggunakan alat penentu nilai yang biasanya disebut dengan denominator of value. Melalui denominator of value ini akan berperan sebagai mata uang asing dan menyelesaikan berbagai permasalahan barter pada neraca perdagangan antar negara yang bersangkutan.

b. Switch Barter

Sistem ini dapat diterapkan apabila salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang diterimanya dari proses barter sebelumnya, sehingga akan ada negara pengimpor yang mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang lebih membutuhkan.

c. Counter Purchase

Yakni sistem perdagangan timbal balik antar dua negara. Contohnya, suatu negara yang menjual barang kepada negara lain, maka negara lain yang bersangkutan tersebut juga harus membeli barang dari negara itu.

d. Buy Back Barter

Yakni sistem penarapan ahli teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang, dengan cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang. Hasilnya nanti produksi akan ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.

3. Konsinyasi (Consignment)

Yakni proses pengiriman barang yang belum mempunyai pembeli tertentu di luar negeri. Nah, penjualan barang ini dapat dilakukan melalui Pasar Bebas (Free Market) atau Bursa Dagang (Commodites Exchange) dengan cara lelang.

4. Package Deal

Upaya ini dilakukan untuk memperluas pasaran hasil barang produksi, terutama dari negara-negara sosialis. Nantinya, pemerintah akan mengadakan perjanjian perdagangan (trade agreement) dengan salah satu negara.

Perjanjian tersebut akan menetapkan jumlah dari barang yang hendak diekspor ke negara tersebut, dan sebaliknya negara tersebut akan mengimpor sejumlah barang tertentu yang dihasilkan oleh negara lain.

5. Penyelundupan (Smuggling)

Biasanya kita mengetahui upaya penyelundupan itu untuk hal-hal yang dilarang, misalnya penyelundupan narkoba, binatang langka, hingga imigran ilegal. Maka dari itu, penyelundupan adalah usaha yang bertujuan untuk memindahkan kekayaan dari suatu negara ke negara lain tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. 

Dalam hal ini, penyelundupan dibagi menjadi dua:

  • Seluruhnya dilakukan secara ilegal
  • Penyelundupan administratif/ penyelundupan tak kentara/ manipulasi (Custom Fraud)

6. Border Agreement

Upaya ini biasanya dilakukan oleh negara yang terletak di perbatasan. Bagi negara tersebut, nantinya akan ada persetujuan tertentu (Border Agreement) yang bertujuan supaya penduduknya dapat saling berhubungan dan diberi kemudahan dalam bertransaksi untuk jumlah tertentu.

Border Agreement ini dapat terjadi melalui dua hal, yakni melalui lintas batas laut dan lintas batas darat.

  • Sea Border (Lintas Batas Laut)

Sistem perdagangan dalam Sea Border adalah melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa lautan, sehingga perdagangan akan dilakukan dengan cara menyeberang lautan.

  • Overland Border (Lintas Batas Darat)

Sistem perdagangan dalam Overland Border nantinya akan melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa daratan. Maka dari itu, proses transaksi perdagangan dilakukan dengan cara setiap penduduk dari negara tersebut akan melewati batas daratan di masing-masing negara demi persetujuan dagang.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah penjelasan mengenai manfaat perdagangan internasional sekaligus jenis-jenis kegiatannya. Dapat disebut juga bahwa perdagangan internasional ini adalah bentuk dampak positif dari globalisasi yang tengah berlangsung di seluruh dunia hingga saat ini.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber:

Pengantar Perdagangan Internasional. UPN Jatim. 

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien