in , ,

Cara Menentukan Kombinasi Perpaduan Dua Warna atau Lebih

Kombinasi Perpaduan 2 Warna – Ketika hendak merencanakan desain untuk sesuatu, baik itu untuk desain gambar, desain ruangan maupun desain pakaian, pasti Grameds akan memikirkan warna yang cocok kan? Jika menggunakan hanya satu warna saja, pasti ruangan atau gambar yang hendak didesain itu akan terlihat monoton. Maka dari itu, dibutuhkan perpaduan dua warna atau lebih supaya hasilnya lebih menarik. Yap, jangan sampai salah memadukan warna ya karena ternyata setiap warna itu dapat memberikan dampak psikologi bagi manusia lho…

Itulah mengapa kemasan produk atau ruangan di suatu tempat, sangat membutuhkan desain yang benar-benar matang dengan mempertimbangkan perpaduan warnanya. Namun jika perpaduan warna itu dilakukan secara sembarangan, justru hasilnya dapat terlihat amburadul dan orang lain akan menilainya sebagai sesuatu yang berantakan. Lalu, bagaimana sih perpaduan warna yang menggunakan dua warna atau lebih itu? Bagaimana pula dampak psikologi yang ditimbulkan dari keberadaan warna untuk sebuah desain? Apakah terdapat website khusus untuk membantu kita memilih perpaduan warna yang menarik? Nah, supaya Grameds memahami akan hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Mengenal Apa Itu Perpaduan Warna dan Skema Warna

Pada dasarnya, kombinasi warna itu sama saja dengan perpaduan warna, yakni perpaduan dari beberapa warna dalam satu bidang, objek, atau karya seni dengan melalui pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini meliputi apakah warna yang dipadukan akan terlihat mencolok atau justru akan sesuai dengan mata manusia. Nah, apabila Grameds hendak memadukan warna baik itu dua warna saja atau lebih, harus memahami terlebih dahulu teori Brewster.

Teori Brewster ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Dalam teori tersebut, menyederhanakan warna-warna menjadi 4 kelompok, yakni warna primer, warna sekunder, warna tersier, dan warna netral. Kelompok-kelompok warna tersebut biasanya akan disusun dalam sebuah lingkaran warna Brewster, yang dinilai mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad. Teori tersebut kemudian semakin berkembang hingga jadilah sebuah lingkaran skema warna.

Skema Lingkaran Warna

Sebelumnya, telah diuraikan bahwa dalam lingkaran skema warna ini memiliki 4 kelompok warna yang berbeda, yakni berupa:

a) Warna Primer

Yakni warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna primer dapat berupa: merah, biru, dan kuning.

b) Warna Sekunder

Yakni warna hasil campuran yang seimbang antara dua warna primer, dengan menggunakan proporsi 1:1. Berikut contohnya:

  • Warna ungu itu merupakan hasil campuran dari warna merah dan biru.
  • Warna hijau itu merupakan hasil campuran dari warna biru dan kuning.
  • Warna oranye itu merupakan hasil campuran dari warna kuning dan merah.
  • Warna kuning itu merupakan hasil campuran dari warna merah dan hijau.
  • Warna pink (merah muda) itu merupakan hasil campuran dari warna merah dan biru.
  • Warna tosca itu merupakan hasil campuran dari warna hijau dan biru.

c) Warna Tersier

Yakni warna hasil campuran dari warna sekunder dengan warna primer. Berikut contohnya:

  • Warna merah ungu = warna merah + warna ungu
  • Warna ungu biru = warna ungu + warna biru

d) Warna Netral

Yakni warna hasil campuran dari ketiga kelompok warna sebelumnya dengan menggunakan proporsi 1:1:1. Warna ini biasanya muncul sebagai penyeimbang dari warna-warna kontras lainnya. Dalam warna netral, hasil campurannya akan terlihat tepat apabila mengarah ke warna hitam.

Selain 4 kelompok warna tersebut, ada juga jenis warna panas dan dingin yang mana berkaitan dengan kesan mata manusia. Berikut uraian singkatnya.

a) Warna Panas

Yakni warna-warna yang mengarah pada warna kuning dan jingga. Kelompok warna ini biasanya memberikan kesan panas, mencolok, semangat, bijaksana, dan dinamis.

b) Warna Dingin

Yakni warna-warna yang mengarah pada warna biru dan hijau. Kelompok warna ini biasanya akan memberikan kesan lembut, sejuk, teduh, dan tenang.

Cara Memadukan 2 Warna Atau Lebih Menggunakan Skema Warna

Apabila Grameds hendak memadukan 2 warna atau lebih, disarankan berdasarkan pada skema warna ya. Sementara untuk caranya, terdapat dua cara yakni menggunakan warna bersesuaian dan warna komplemen. Berikut uraiannya.

1. Menggunakan Warna Bersesuaian

a) Warna Analogus

Yakni cara memadukan 2 warna atau lebih menggunakan lingkaran skema warna, dengan menghubungkan warna yang bersebelahan.

b) Warna Monokromatik

Yakni cara memadukan 2 warna atau lebih menggunakan lingkaran skema warna dalam beberapa shades (gelap), tints (terang), atau tones sehingga akan memberikan penampilan yang berbeda pada kombinasinya. Dalam cara ini, biasanya perpaduan warna yang dihasilkan akan terkesan bersih dan elegan.

Perlu diketahui ya Grameds, shades adalah warna murni yang nantinya dicampurkan dengan warna hitam. Tints adalah warna murni yang dicampurkan dengan warna putih. Sementara tones adalah warna murni yang dicampurkan dengan warna abu-abu.

  1. Menggunakan Warna Komplemen

a) Komplemen Lurus atau Berseberangan

Yakni warna yang dihasilkan dari hubungan warna-warna yang posisinya saling berhadapan dalam lingkaran skema warna, biasanya juga disebut dengan warna kontras dan terkesan menghidupkan suasana. Contoh: merah dengan hijau, kuning dengan ungu, biru dengan oranye.

Perlu dipahami bahwa mata manusia itu justru lebih tertarik pada sesuatu yang memiliki warna komplementer, apalagi jika tingkat kecerahannya saling melengkapi.

b) Split Komplementer atau Kombinasi Kontras Sebelah-Menyebelah

Yakni perpaduan 3 warna yang dihasilkan melalui hubungan warna yang posisinya saling berdekatan. Hubungan tersebut dapat ditarik menjadi bentuk segitiga sama kaki. Cara menghubungkannya adalah dengan ambil satu warna yang hendak diinginkan (lihat pada lingkaran skema warna), kemudian gunakan 2 warna yang letaknya berdampingan dengan warna pilihan tersebut, kemudian tarik garis menjadi bentuk segitiga sama kaki.

c) Skema Warna Triadic

Yakni perpaduan 3 warna yang dihasilkan melalui hubungan warna yang posisinya saling berdekatan, hingga mampu ditarik garis “hubungannya” menjadi bentuk segitiga sama sisi. Hampir sama ya dengan split komplementer!

Warna-warna yang termasuk dalam skema triad adalah oranye, hijau, ungu. Bahkan warna primer merah, biru, dan kuning juga dapat dikelompokkan dalam skema warna triad lho… Penggunaan skema triad ini diyakini mampu memberikan kesan yang baik pada mata manusia, apalagi jika memuat warna panas dan dingin.

d) Skema Warna Tetradic

Yakni perpaduan 4 warna yang dihasilkan melalui hubungan warna yang posisinya saling berdekatan, hingga mampu ditarik garis “hubungannya” menjadi bentuk persegi maupun persegi panjang. Penggunaan skema warna ini akan berfungsi maksimal, jika kamu membiarkan salah satu menjadi dominannya.

Cara skema ini juga dapat disebut sebagai ganda komplementer sebab menggunakan dua set warna komplementer. Meskipun skema tetradic ini terlihat lebih bervariasi dan berwarna-warni, tetapi sulit untuk menyeimbangkannya, terutama jika diterapkan dalam desain ruangan.

Perpaduan 2 Warna Atau Lebih Supaya Lebih Berekspresi

Berikut ini beberapa perpaduan 2  warna atau lebih supaya Grameds memiliki inspirasi untuk lebih berekspresi menciptakan desain yang sesuai. Perpaduan warna ini dapat diterapkan untuk mendesain cat tembok di ruangan, mendesain warna pakaian, maupun mendesain lukisan.

Skema Perpaduan 2 Warna

  1. https://id.pinterest.com/
  2. https://id.pinterest.com/
  3. https://id.pinterest.com/
  4. https://id.pinterest.com/
  5. https://id.pinterest.com/
  6. https://id.pinterest.com/
  7. https://id.pinterest.com/

Skema Perpaduan Lebih Dari 2 Warna Untuk Ruangan

  1. https://id.pinterest.com/
  2. https://id.pinterest.com/
  3. https://id.pinterest.com/
  4. https://id.pinterest.com/
  5. https://id.pinterest.com/
  6. https://id.pinterest.com/
  7. https://id.pinterest.com/
  8. https://id.pinterest.com/
  9. https://id.pinterest.com/

5 Website Untuk Mencari Perpaduan Warna

Apakah Grameds masih merasa kebingungan untuk bagaimana memadukan 2 warna atau lebih supaya desain yang kita kerjakan dapat menghasilkan suatu karya yang apik dan menarik? Tidak perlu bingung lagi ya, sebab ternyata terdapat website khusus yang memuat perpaduan atau kombinasi warna, sehingga Grameds dapat menggunakannya sebagai inspirasi atau membandingkan satu sama lain. Dilansir dari urbandigital.id, berikut ini adalah uraian website-website tersebut!

  1. COLOURlovers

Website ini menjadi yang paling populer dalam hal memadukan 2 warna atau lebih. Terdapat jutaan kombinasi atau perpaduan warna yang keren dan ciamik, bahkan tersedia juga dengan pola dan bentuk yang siapa tahu Grameds dapat lebih terinsiprasi! Perpaduan warna yang disediakan di website ini telah dilengkapi dengan kode warna masing-masih, sehingga akan mempermudahkan Grameds untuk mendapatkan warna yang sama.

  1. Adobe Color CC

Website Adobe Color CC ini menjadi website generator palette warna terbaik yang biasanya digunakan di dalam dunia desain. Pada website ini, Grameds dapat menelusuri berbagai perpaduan warna berdasarkan beberapa kategori. Selain itu, website ini memiliki panduan teori warna, mulai dari warna analogus, monokromatik, komplementer, dan lain-lain.

  1. Coolors

Sama halnya dengan website Adobe Color CC, website ini juga merupakan website generator palette warna yang memiliki beragam kombinasi warna. Bahkan, Grameds juga dapat mengembangkan perpaduan warna sendiri. Terdapat juga alat bantu untuk mereka yang buta warna sehingga masih dapat melihat bagaimana kombinasi warna yang termuat di dalamnya.

  1. Colormind

Website Colormind ini sangat menarik sebab pencarian warnanya dibantu oleh AI alias Artificial Intelligence. Nantinya, Grameds dapat memilih perpaduan warna secara acak, kemudian mengunci salah satu warna sebagai patokannya dan mencari perpaduannya yang lain. Bahkan kita juga dapat mencari perpaduan warna menggunakan foto yang telah Grameds dimiliki lho…

  1. Pigment

Website generator palette warna Pigment ini dapat disebut unik, sebab dapat menemukan perpaduan lebih dari dua warna. Hal yang membedakannya dengan website lain adalah Grameds dapat mengatur tingkat saturasi (pigment) dan kecerahannya (lighting).

Memahami Psikologi Warna Pada Manusia

Pada dasarnya, warna itu adalah bentuk persepsi dari respon otak untuk data yang diterima secara visual. Warna juga dapat didefinisikan sebagai sifat cahaya yang dipancarkan oleh subjektif sebagai bagian dari pengalaman atas indera penglihatannya. Dalam hal warna ini, terdapat beberapa istilah yang menyertainya, yakni:

  • Hue: istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna yang ada.
  • Value: istilah yang digunakan untuk menunjukkan dimensi kedua mengenai bagaimana gelap terangnya suatu warna.
  • Intensity: istilah yang digunakan untuk dimensi yang berkaitan dengan cerah atau suramnya suatu warna.

Apakah Grameds menyadari bahwa pemilihan warna dalam suatu kemasan produk, pakaian, maupun cat dinding di ruangan itu dapat berdampak pada psikologis manusia? Yap, warna dapat menimbulkan perasaan menyenangkan, kurang nyaman, hingga dampak buruk bagi psikologis seseorang. Nah, berikut adalah uraiannya.

1. Merah

Merah merupakan warna yang cukup dominan dan termasuk dalam kelompok warna primer. Penggunaan warna merah pada suatu objek dinilai dapat membuat objek tersebut terlihat lebih dekat di mata manusia. Bahkan di tiap negara, warna merah memiliki makna tersendiri. Di China, warna merah dimaknai sebagai nasib baik, sementara di India dianggap sebagai lambang perkawinan, kemudian di Afrika dianggap sebagai lambang berkabung.

Dampak psikologis yang ditimbulkan:

  • Menciptakan reaksi secara emosional, terutama pada mood seorang pria.
  • Memberikan suasana hangat dalam ruangan.
  • Meningkatkan agresivitas seseorang.
  • Dimaknai sebagai seorang pemimpin
  • Apabila diterapkan di ruangan, dapat menjadikan lebih bersemangat untuk bekerja.

2. Biru

Warna biru dinilai dapat memberikan efek ketenangan, biasanya diasosiasikan sebagai warna langit atau warna lautan. Warna biru masih menjadi warna favorit bagi sebagian orang, sebab memberikan dampak psikologis berupa:

  • Membawa perasaan damai.
  • Membantu meningkatkan konsentrasi otak.
  • Jika diterapkan di ruangan, akan memberikan pengaruh suasana dingin dan terang. Itulah mengapa sebaiknya dinding kelas berwarna biru.

3. Kuning

Warna kuning dinilai dapat memberikan perasaan ceria dan optimis pada manusia, sehingga secara langsung memang sangat mempengaruhi mental sekaligus emosional. Itulah mengapa sebagian besar ruangan di Taman Kanak-Kanak diberi warna kuning, karena dapat mempengaruhi mental dan emosional anak-anak supaya mereka tetap ceria. Sama halnya dengan warna merah, warna kuning ini juga memiliki lambang berbeda di setiap negara. Pada abad pertengahan, warna kuning dianggap sebagai lambang kematian, kemudian di Mesir dianggap sebagai suasana berkabung, sementara di Jepang dianggap sebagai lambang keberanian.

Dampak psikologisnya dapat berupa:

  • Menimbulkan kesan bersahabat.
  • Membantu meningkatkan kreativitas seseorang.
  • Menetralkan rasa gugup
  • Cenderung meningkatkan rasa percaya diri seseorang.

4. Hijau

Warna hijau menjadi warna yang tenang karena biasanya dipresentasikan sebagai pohon-pohon yang ada di alam. Jika dapat diibaratkan, warna merah adalah untuk musik rock yang memiliki hentakan keras, sementara warna hijau adalah untuk musik klasik atau musik-musik meditasi. Di Amerika, warna hijau justru dilambangkan sebagai uang, sementara di China dianggap sebagai rasa malu, kemudian di Afrika Utara dilambangkan sebagai korupsi.

Dampak psikologis yang diberikan:

  • Memberikan kesan segar.
  • Sebagai lambang kecerdasan tinggi, murah hati, harmonis, tenang, hingga religius.
  • Memberikan rasa aman dan keharmonisan.

5. Oranye

Warna oranye ini adalah hasil perpaduan dari warna merah dan kuning, yang mana juga dapat memberikan perasaan hangat dan menyenangkan. Di Irlandia, warna oranye ini dilambangkan sebagai protestanisme. Dari sisi psikologis, warna oranye dapat berdampak pada:

  • Sedikit gaduh
  • Jika diterapkan di ruangan makan, dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Peringatan sebagai tanda bahaya

6. Hitam

Meskipun warnanya tampak gelap, tetapi warna hitam dapat menciptakan suasana serius lho. Dampak psikologis dapat berupa:

  • Suram dan menakutkan
  • Memberikan kesan glamour dan elegan.
  • Jika diterapkan dalam suatu desain, dapat memberikan karakter dan vibrasi.
  • Lambang dari seksualitas, kejahatan, kematian, pemberontakan, hal-hal duniawi.

7. Putih

Warna putih biasanya dianggap sebagai “perlawanan” dari warna hitam dan melambangkan adanya kemurnian atau kesucian akan suatu hal.  Di Amerika, warna putih dilambangkan sebagai gaun perkawinan, sementara di budaya Timur justru melambangkannya sebagai kematian. Nah, apabila diterapkan dalam dinding ruangan, warna putih akan memberikan ilusi bahwa ruangan tersebut lebih tinggi dari yang sebenarnya. Dampak psikologis dapat berupa:

  • Menimbulkan efek suci dan bersih.
  • Jika diterapkan dalam desain, akan terlihat simple dan minimalis.
  • Memberikan kesan steril, itulah mengapa ruangan di rumah sakit menggunakannya.

8. Merah Muda (Pink)

Warna merah muda identik dengan feminim atau hal-hal yang bersifat kewanitaan. Namun, efek cinta romantis juga biasanya dilambangkan menggunakan warna merah muda ini. Biasanya, warna merah muda akan dipadukan dengan warna hitam supaya hasilnya lebih unik. Dampak psikologis dapat berupa:

  • Menggambarkan gairah yang berani.
  • Memberikan kesan santai.
  • Lambang dari kesehatan, cinta, romantis, anak muda, dan remaja.

9. Ungu

Warna ungu biasanya akan dikaitkan dengan hal-hal kerohanian. Sayangnya, warna ungu cukup susah untuk dipadukan dengan warna lain. Dampak psikologis dapat berupa:

  • Mendorong seseorang untuk melakukan meditasi.
  • Lambang dari seorang janda dan harga diri.
  • Memberikan kesan kekayaan dan kebijaksanaan.

10. Cokelat

Cokelat justru dapat memberikan kesan “mahal” karena dekat dengan warna emas. Warna coklat juga identik dengan warna bumi dan makhluk hidup. Dampak psikologis dapat berupa:

  • Menonjolkan sisi lembut dan kehangatan.
  • Menimbulkan kesan serius.
  • Memberikan nuansa dapat diandalkan dan kuat.

Nah, itulah ulasan mengenai bagaimana perpaduan 2 warna atau bahkan lebih sekaligus bagaimana cara memadukan 2 warna tersebut supaya hasilnya dapat lebih menarik. Apakah Grameds tertarik untuk menciptakan perpaduan warna sendiri?

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rifda Arum