in

Mengenal Kecerdasan Kinestetik pada Anak & Cara Mengembangkannya

unsplash.com

Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu jenis kecerdasan majemuk. Lebih jelasnya, kecerdasan ini ialah kemampuan seseorang dalam menggunakan tubuh atau fisiknya untuk mengekspresikan ide dan juga perasaannya. Tentu kecerdasan kinestetik juga penting, terutama bagi anak. Berikut penjelasan lebih rinci terkait ciri-ciri serta cara menstimulasi kecerdasan kinestetik pada anak.

Pengertian Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan anak menggunakan ketangkasan tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan menggunakan keterampilan tangan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu. Kecerdasan kinestetik lebih kepada kemampuan fisik seperti koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan dan kecepatan.

Anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki kemampuan memproses informasi secara fisik, lewat gerakan tangan, tubuh, ekspresi juga kontrol. Tentunya anak kecerdasan kinestetik memiliki kelihaian bergerak lebih daripada anak lain. Lingkungan kelas yang dirancang agar anak anaknya duduk diam, mendengarkan dan harus berkonsentrasi untuk memperhatikan, bisa jadi merupakan hambatan si anak kinestetik. Tapi sayangnya, anak anak yang kurang bisa berhasil belajar di ruang kelas seperti ini seringnya diberi label hiperaktif, ADD atau ADHD.

Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu jenis kecerdasan majemuk. Kecerdasan ini merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan seluruh tubuh atau fisiknya untuk mengekspresikan ide dan perasaan, serta keterampilan menggunakan tangan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu (Amstrong). Kecerdasan kinestetik juga dapat diartikan sebagai cara berpikir dengan menggunakan tubuhnya yang ditunjukkan dengan ketangkasan tubuh untuk memahami perintah otak.

Sedangkan menurut Howard Gardner kecerdasan kinestetik adalah kemampuan melakukan gerakan gerakan yang bagus seperti berlari, menari, membuat kerajinan tangan dan lain sebagainya. Seseorang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan memahami sesuatu dengan cara terlibat secara aktif pada suatu aktivitas. Kecerdasan ini memiliki pola yang telah ditentukan, seperti menari memiliki gerakan gerakan tertentu yang harus sesuai dengan makna atau tema tarian. Selain itu kecerdasan ini juga memiliki fleksibilitas dalam proses belajarnya, misalnya tim olahraga.

[algolia_carousel]

Dalam tim olahraga terdapat beberapa taktik yang harus dimiliki oleh anggota tim yang bertujuan untuk dapat menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi yang mungkin terjadi saat pertandingan. Kecerdasan kinestetik dapat diamati sejak awal dengan beberapa ciri ciri yaitu mampu menggunakan fisik untuk mengekspresikan dirinya, terampil bekerja dengan objek, mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa nonverbal atau gerakan tubuh, mampu mengontrol gerakan tubuhnya menjadi gerakan yang gesit, mampu menirukan gerakan orang lain dengan baik, mampu mempelajari segala hal yang berkaitan dengan kemampuan gerak secara cepat dan mampu mengkoordinasikan keselarasan gerakan anggota tubuhnya.

Kecerdasan Kinestetik
Istockphoto

Ciri-Ciri Kecerdasan Kinestetik pada Anak

Kecerdasan kinestetik termasuk salah satu yang paling mudah dikenali Jika dibandingkan dengan kecerdasan yang lain. Menurut Journal of Studies in Education, terdapat beberapa ciri anak dengan kecerdasan kinestetik.

1. Aktif bergerak

Anak dengan kecerdasan kinestetik sangat menikmati aktivitas yang mengharuskan mereka banyak bergerak, berolahraga, menari atau gerakan gerakan kreatif lainnya, sudah pasti menjadi aktivitas favoritnya. Saat sedang mengobservasi lingkungannya, anak dengan kecerdasan kinestetik tidak ragu menyentuh objek yang membuatnya penasaran.

2. Kemampuan motorik kasar baik

Anak dengan kemampuan kecerdasan kinestetik  motorik kasar juga sangat baik. Anak anak dengan motorik kasar dalam proses belajar mengajar tidak akan ragu berkontak langsung dengan lingkungan sekitarnya.

Kecerdasan Kinestetik

3. Tidak betah diam dan membaca

Ada anak yang betah membaca buku berjam-jam, namun ada juga yang tidak. Anak dengan kecerdasan kinestetik juga lebih memilih mencoba hal baru secara langsung ketimbang menyimaknya hanya lewat buku. Selain itu, anak anak dengan kecerdasan kinestetik juga tertarik dengan interaksi bersama komputer atau keyboard ketimbang sekadar membaca.

4. Suka melakukan eksperimen

Ciri-ciri lain anak dengan kecerdasan kinestetik adalah gemar bereksperimen, berakting melakukan demonstrasi, hingga bermain adu peran atau role play. Eksperimen dan penelitian di laboratorium bisa jadi aktivitas yang sangat menarik bagi mereka.

5. Koordinasi gerakan sangat baik

Kelebihan dari ciri-ciri lain dari anak dengan kecerdasan kinestetik adalah memiliki koordinasi gerakan yang sangat baik. Itu sebabnya mereka bisa sangat berprestasi dalam bidang yang mengharuskan banyak gerakan fisik seperti berolahraga.

6. Banyak menggunakan indera peraba

Ciri lain anak dengan kecerdasan kinestetik adalah berkaitan dengan indera peraba. Mengutip Child First, anak dengan kecerdasan kinestetik lebih menyukai cara belajar dengan melibatkan indera peraba atau sensory teaching.

Grameds bisa memakai Lego, kotak karton, kaleng, atau bentuk bangun ruang lainnya untuk membantu mereka memvisualisasikan soal matematika. Gunakan pula benda-benda yang tersedia di rumah untuk membantu mereka menyusun kalimat. Mereka juga akan semakin antusias jika belajar melibatkan aktivitas fisik dan tidak selalu duduk.

Kecerdasan Kinestetik

Cara Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Pada Anak

Melansir Public School Review, anak-anak dengan kecerdasan kinestetik cenderung menggambarkan bahwa pikiran mereka bekerja lebih efektif ketika mereka terlibat dalam aktivitas fisik. Menurut para ahli, setiap anak cenderung menunjukkan bentuk bentuk gaya belajar tertentu.

Misalnya, beberapa siswa adalah pembelajar auditori, dimana jenis anak anak ini belajar paling baik dari instruksi lisan dan perintah verbal, sementara itu siswa lain adalah pembelajar visual, yang menemukan manfaat terbesar dari gambar, bagan, atau bentuk lain dari struktur berbasis penglihatan. Menurut Center for Kinesthetic Education (CKE), anak yang menunjukkan tanda-tanda kebutuhan kinestetik yang kuat sering mendapat manfaat dari kegiatan belajar yang dinamis.

Selain itu, para orang tua dan sekolahnya bisa mendukung anak dengan kecerdasan kinestetik melalui beberapa hal berikut.

1. Aktivitas fisik

Jika orang tua memiliki anak dengan kecerdasan kinestetik maka jangan ragu mengikutkan mereka pada aktivitas fisik yang menyenangkan. Dibandingkan anak lain yang masih ragu mencoba sesuatu yang baru, anak kinestetik akan dengan senang hati mencoba apapun, bahkan yang menantang sekalipun. Jadi, orang tua bisa memanfaatkan banyaknya organisasi atau kegiatan yang berbau fisik seperti camping, hiking, bersepeda, berenang, dan banyak lagi.

2. Ajak eksperimen

Menurut para ahli, selain aktivitas fisik anak dengan kecerdasan kinestetik juga sangat menikmati eksperimen membuat hal baru. Mereka bisa betah melakukan eksperimen selama berjam-jam tanpa kekurangan antusiasmenya. Perkenalkan ilmu baru kepada mereka lewat eksperimen yang menarik.

3. Cari sekolah yang mendukung

Kalau bisa cari sekolah yang mendukung aktivitas anak dengan kecerdasan kinestetik. Contohnya sekolah alam yang mengakomodasi aktivitas fisik anak dengan rangkaian pelajaran yang tidak membosankan.

4. Membuat permainan

Jangan kehabisan ide untuk membuat permainan kreatif untuk anak anak dengan kecerdasan kinestetik. Perbanyak permainan yang melibatkan karpet, sandpaper, balok, cubes atau tanah liat yang mengharuskan anak menyentuh langsung permainan yang digunakan.

5. Ajak membuat skala prioritas

Saat anak kesal, sisihkan pekerjaan rumahnya. Beraktivitaslah bersama anak, habiskan waktu bersama untuk beristirahat dan melakukan relaksasi. Orang tua bisa membantu untuk mengatur aktivitas anak.

Atur pekerjaan rumahnya berdasarkan skala prioritas dan bantu dia untuk fokus pada satu pekerjaan di satu waktu. Sementara saat di sekolah, ajari anak untuk menggunakan teknik relaksasi serta penarikan napas panjang untuk membantu agar tetap fokus saat ia mengerjakan tugas.

Tips Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak

Kecerdasan Kinestetik
Kompas.com

Ketika orang tua sudah tahu apa tipe kecerdasan anak mereka, penting untuk memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan preferensi mereka. Lakukan hal-hal ini di keseharian anak, agar kecerdasan kinestetiknya bisa tersalurkan dan berkembang dengan tepat.

1. Berpartisipasi dalam aktivitas fisik

Cara mengembangkan kecerdasan kinestetik yang dapat orang tua lakukan adalah mengikutsertakan anak dalam aktivitas fisik. Ketimbang anak lain yang masih ragu mencoba sesuatu yang baru, anak kinestetik akan dengan senang hati mencoba apapun, bahkan yang menantang sekalipun.

[algolia_carousel page=2]

Sekolah juga berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik karena berperan mendukung aktivitas fisiknya. Contohnya sekolah alam yang mengakomodasi aktivitas fisik anak dengan rangkaian pelajaran yang tidak membosankan. Sebisa mungkin, anak juga perlu pelajaran dengan jeda sehingga ia tidak merasa jenuh.

Ajarkan konsep yang konkret dengan contoh yang bisa mereka lihat atau sentuh langsung sehingga anak bisa memahaminya dengan cepat. Hanya dengan sedikit dukungan atau bantuan dari orang sekitar, anak dengan kecerdasan kinestetik bisa menemukan ritme mereka sendiri dalam mengikuti sistem yang belum tentu seirama dengan gaya mereka, seperti sistem sekolah yang mengharuskan duduk di kelas berjam jam. Pekerjaan yang cocok untuk anak dengan kecerdasan kinestetik.

Anak-anak dengan kecerdasan kinestetik cenderung lebih tertarik terhadap karier yang melibatkan interaksi fisik. Dalam dunia medis, karier yang cocok untuk jenis kecerdasan kinestetik meliputi ilmu bedah, terapi fisik, terapi okupasi, keperawatan, teknisi medis darurat, hingga terapi rekreasi. Dalam dunia seni, anak dengan kecerdasan kinestetik dapat menjadi aktor, penari, seniman (pelukis dan pemahat), atau desainer. Tidak hanya itu, anak dengan kecerdasan kinestetik juga bisa menjadi pelatih olahraga, instruktur aerobik, guru pendidikan jasmani, atau bahkan atlet profesional

2. Saat anak tidak bisa diam biarkan anak bergerak sesuka hati.

Beberapa anak bisa lebih baik dalam belajar jika ia lakukan sambil berjalan-jalan atau menggerakkan kaki. Ajak ia bermain engklek untuk melatih gerakannya. Sedangkan di sekolah, orang tua bisa memberi pengertian kepada guru agar memperbolehkan si anak menggoyangkan kaki, berdiri sesekali atau ditugaskan untuk menghapus papan tulis misalnya, selama kegiatannya tidak mengganggu murid lain.

3. Berikan istirahat saat anak mudah kehilangan minat dengan cepat

Jika anak sedang mengerjakan pekerjaan rumah, bagi-bagilah waktunya dalam rentang waktu yang singkat, selipkan waktu istirahat di antaranya. Misalnya, saat mengerjakan PR matematika, beri ia istirahat untuk berjalan-jalan di halaman atau bermain lompat-lompatan di dalam rumah atau aktivitas fisik apapun yang menjadi pilihannya.

Untuk memaksimalkannya di sekolah jika memungkinkan, pilihlah sekolah yang membiarkan muridnya belajar dengan berganti-ganti tempat selain di kelas, seperti halaman atau duduk di lantai atau yang membiarkan muridnya menggambar dalam memahami apa yang dipelajari.

4. Mengatasi kesulitan mempelajari tahapan dan prosedur

Beritahu anak, apa tujuan akhir dari yang ia kerjakan. Lalu tunjukkan langkah-langkah yang disarankan dan biarkan anak anak membayangkan melakukan hal tersebut. Tanyakan apakah menurutnya langkah langkah tersebut bisa ia lakukan. Dengarkanlah dan diskusikanlah jika ia memiliki pendapat berbeda dengan hasil yang sama.

5. Jauhkan dari distraksi ketika perhatian mereka mudah teralihkan

Ciptakan tempat yang nyaman dan terpencil di dalam rumah sebagai tempatnya membuat pekerjaan rumah. Batasi pandangannya agar tidak terdistraksi kepada hal-hal yang ada di dalam ruangan. Cara terbaik adalah memberi sekat di sekeliling mejanya.

Semetara itu, beri pengertian pada guru agar si anak bisa bebas menggambar diagram atau sketsa terkait pelajaran yang diberikan saat guru menerangkan. Beri pula pengertian bahwa ia membutuhkan tempat duduk yang membuat pandangannya tak mudah terdistraksi, misalnya jauh dari jendela.

6. Saat mereka bisa jadi mudah kesal, ajarkan relaksasi

Saat anak kesal, sisihkan pekerjaan rumahnya. Putuskan bersama anak, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk beristirahat dan melakukan relaksasi. Bantu dia untuk mengatur pekerjaan rumahnya berdasarkan skala prioritas dan bantu dia untuk fokus pada satu pekerjaan di satu waktu. Sementara saat di sekolah, ajari anak untuk menggunakan teknik relaksasi serta penarikan napas panjang untuk membantu agar tetap fokus saat ia mengerjakannya tugasnya.

7. Pahami kecenderungan belajar dari pendengaran

Informasi yang anak pelajari berdasarkan gerakan tubuh akan tertanam di otak mereka, membantu untuk fokus dan mengingat apa yang telah dipelajari. Ingatan anak tidak terkait dengan seberapa sering orang tua menyuruhnya untuk melakukan sesuatu.

Mereka akan belajar dengan cara melakukan hal tersebut. Bantu mereka untuk mengingat kata fakta dengan cara gerakan berulang atau sinyal visual seperti papan tulis berisikan daftar dan gambar dengan cara yang menyenangkan.

8. Bantu sediakan alat untuk belajar

Gunakan Lego, kotak karton, kaleng atau bentuk bangun ruang lainnya untuk membantu mereka memvisualisasikan soal matematika. Gunakan benda benda yang tersedia di rumah untuk membantu mereka menyusun kalimat.

9. Pahami tentang pikiran mereka sering kemana-mana

Pekerjaan rumah bisa jadi sulit dilakukan bahkan di tempat yang terlalu sepi atau terlalu ramai. Cobalah untuk berganti suasana. Beritahu anak bahwa ia memiliki hal yang harus dilakukan dan perlu mengusahakan untuk fokus.

Kecerdasan Kinestetik

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kecerdasan kinestetik, Grameds bisa membaca buku-buku terkait sebagai referensi yang tersedia di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik!

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

BACA JUGA:

  1. 15 Permainan Tradisional Seru yang Perlu Kamu Coba 
  2. 5 Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan Selama #BelajardiRumah 
  3. 20 Rekomendasi Mainan Anak untuk Bermain dan Belajar 
  4. 15 Permainan Anak Zaman Dulu yang Asyik Dimainkan Sekarang 
  5. 5 Jurus Jitu Agar Belajar di Rumah Makin Fokus 
  6. 5 Teknik Belajar yang Patut Dicoba Agar Belajar Makin Efektif 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda