in

Coco Chanel dan Karirnya di Bidang Fashion

Siapa sih yang tidak tahu merk brand fashion mewah “Chanel”? Pastinya hampir semua orang mengetahui brand ini ya meski belum sanggup untuk membeli satu pun produknya. Namun, tahukah kamu siapa itu Coco Chanel?

Chanel sukses mengeluarkan berbagai produk fashion, mulai dari baju, tas, sampai parfum, dan kosmetik. Kualitas dari produknya sendiri membuat harga setiap produknya mencapai ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas biografi Coco Chanel, salah satu perempuan pendiri brand Chanel.

Coco Chanel adalah seorang perempuan yang memiliki nama lengkap Gabrielle Bonheur Chanel. Ia adalah pengusaha desainer yang lahir pada tahun 1883, di Saumur, Maine-et-Loire, Perancis. Coco Chanel adalah seorang putri dari perempuan bernama Eugene Jeanne Devolle, yang bekerja sebagai tukang cuci di rumah sakit amal yang ditujukan untuk orang-orang miskin.

Coco adalah anak kedua Jeanne dengan Albert Chanel. Ia memiliki kakak perempuan yang bernama Julia, yang mana berjarak dua tahun dengan dirinya. Ayahnya sendiri bekerja sebagai vendor untuk alas pakaian dan juga garmen. Usaha yang ayahnya tekuni memaksa mereka untuk berpindah-pindah tempat tinggal.

Biografi Coco Chanel

Perlu Anda pahami bahwa kehidupan Coco Chanel tidak seindah yang kita bayangkan. Dia pernah hidup di dalam kemiskinan setelah ibunya meninggal dunia dan ayahnya menelantarkan keluarganya, dimana Chanel akhirnya ditempatkan di panti asuhan.

Ketika tinggal di panti asuhan, Chanel belajar banyak hal tentang menjahit dari salah satu biarawati yang ada di panti asuhan tersebut. Kemampuan tersebutlah yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Coco Chanel dalam mengembangkan usahanya di bidang busana.

Chanel sendiri tidak serta merta menggeluti profesi sebagai perancang busana. Di awal karirnya, Chanel sempat menjadi penyanyi di kafe. Profesinya sebagai penyanyi tersebut membuat Chanel akhirnya mempunyai hubungan dengan beberapa pria kaya. Dari hubungan tersebut, Chanel mulai mengembangkan relasi dan kepekaannya terhadap dunia fashion.

why people coco chanel

Chanel Mulai Merintis Usaha di Bidang Fashion

Chanel pertama kali memulai usahanya di bidang fashion saat Ia berumur 20 tahun. Etienne Balsan yang merupakan rekan Chanel menjadi salah satu orang yang pertama kali membantunya mendirikan bisnis topi untuk para perempuan di Paris. Akan tetapi, kerja sama itu tidak berlangsung lama dan Chanel pun memutuskan untuk beralih untuk bergabung dengan Arthur “Boy” Capel yang lebih kaya.

Chanel berhasil membuka toko topi pertamanya di Paris’s Rue Cambon di tahun 1910. Usahanya tersebut berkembang sehingga Ia membuka cabang di Biarritz dan Deaville. Setelah berhasil membuka dua cabang tersebut, Chanel mulai mengembangkan bisnis ke bidang busana.

Kesuksesannya dalam bidang fashion diawali dengan sebuah gaun yang didesain dari jersey tua yang sukses menyita perhatian masyarakat. Busana yang dirancang oleh Chanel mempunyai ciri khas tersendiri yang sangat digemari oleh kaum perempuan pada masa itu. Kemudian Ia selalu membuat busana yang sederhana tapi tetap terlihat elegan dan tidak membatasi gerakan tubuh.

Busana yang dibuat oleh Coco Chanel sangat cocok untuk digunakan dalam suasana formal ataupun untuk acara non formal. Hal tersebut sama persis seperti quotes dari Chanel sendiri yang berbunyi seperti ini “Kemewahan harus nyaman, jika tidak maka hal itu bukan sebuah kemewahan”. Kemudian di akhir tahun 1920-an, industri atau usaha miliki Coco Chanel ini bernilai jutaan dollar dan sudah berhasil mempekerjakan lebih dari 20.00 orang. Pekerja tersebut tak hanya modiste, namun juga pekerja yang ada di pabrik tekstil, pekerja di bagian perhiasan, dan laboratorium parfum.

Ketenaran dan juga kekayaan Coco Chanel semakin meningkat setelah Ia meluncurkan parfum pertamanya yaitu Chanel no.5. Adapun wangi dari Chanel no.5 ini tidak terlalu manis sehingga banyak masyarakat yang menyukainya. Selain parfum, Chanel juga memperkenalkan little back dress atau gaun malam hitam di tahun 1920. Desain dari gaun tersebut adalah sebuah revolusi brilian yang merubah warna hitam yang identik dengan suasana berkabung menjadi warna yang cocok untuk acara yang berkelas.

Gaun malam yang berwarna hitam karya Chanel tersebut membuat warna berkabung itu mulai populer digunakan, terlebih di gaun-gaun malam dan juga pesta. Tapi sayangnya, Perang Dunia II memaksa bisnis fashion Chanel ditutup. Ia terpaksa memberhentikan banyak sekali pegawainya dan menutup semua toko-toko fashionnya. Chanel kemudian meninggalkan Perancis setelah perang berakhir dan memutuskan untuk tinggal di Swiss selama beberapa tahun.

Chanel Kembali ke Dunia Fashion

Di tahun 1954, Coco Chanel berusaha kembali terjun ke dunia fashion yang telah membesarkan namanya. Ia pun kembali menggeluti dunia fashion walaupun umurnya sudah hampir 70 tahun. Adapun “dosa” Chanel pada saat Perang Dunia II yakni berkaitan dengan diplomat Jerman yang mana membuat kemunculannya menuai kritikan. Desain busana yang cukup feminin dan mudah serta cukup nyaman digunakan menuai banyak sekali kritikan. Walaupun begitu, banyak masyarakat yang justru menerima mode fashion yang dibuat oleh Coco Chanel.

Meskipun memiliki hubungan dengan beberapa laki-laki, tapi Chanel tidak pernah menikah sampai Ia meninggal dunia. Coco Chanel meninggal dunia pada bulan Januari tahun 1971 di apartemennya yang berada di Hotel Ritz. Banyak orang yang datang ke Gereja Madeleine untuk mengucapkan belangsungkawa dan selamat tinggal pada Coco Chanel.

Tak sedikit juga yang menggunakan busana karya Chanel sebagai bentuk penghargaan. Sekarang, perusahaan milik Coco Chanel telah dipegang oleh keluarga Wertheimer. Perusahaan Chanel terus berkembang dengan angka penjualan mencapai ratusan juta dolar setiap tahunnya.

coco chanel

Perjalanan Karir dan Cinta Pertamanya

Coco Chanel lahir dari keluarga pedagang, dimana pada saat itu mereka tidak memiliki rumah untuk tinggal menetap. Ketika kondisi negara mulai membaik, terkadang mereka tinggal di sebuah lahan peternakan dan gubuk tua yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Ibu Coco sendiri adalah seorang tukang cuci dan sang ayah adalah pedagang yang menjual berbagai barang di pinggir jalan yang ada di pasar.

Mademoiselle Chanel yang cukup legendaris sebenarnya malu dengan kisah masa kecilnya itu yang penuh haru. Ia takut, jika banyak wartawan tahu mengenai status masa kecilnya yang merupakan anak diluar nikah. Selain itu, Chanel juga malu jika banyak orang yang tahu tentang kematian ibunya yang disebabkan oleh penyakit Bronkitis di umur 31 tahun. Kemudian tentang ayahnya yang dengan mudah menitipkan Chanel ke penampungan anak atau panti asuhan saat Ia masih berumur 12 tahun.

Coco Chanel justru menemukan versi lain dari kisah hidupnya yang menyebutkan bahwa ketika ibunya meninggal dunia, ayahnya kemudian pindah ke Amerika dan Coco tinggal di dalam rumah yang bersih dan nyaman bersama dengan dua tantenya. Yang mana sebenarnya hal tersebut adalah bohong. Ia tinggal di penampungan Aubazine selama enam tahun.

Coco pun sempat belajar keterampilan menjahit. Sehingga pada akhirnya Ia dapat memperoleh pekerjaan sebagai tukang jahit. Selama Ia tidak memperoleh orderan menjahit, maka Coco Chanel biasanya akan bernyanyi di sebuah kafe. Disanalah Gabrielle menemukan nama Coco sebagai nama panggilannya yang diambil dari sebuah lagu yang cukup terkenal yang biasa Ia nyanyikan yakni “Qui Qu’a Vu Coco?”

Ketika menginjak umur 20 tahun, Coco Chanel mengambil sebuah kesimpulan bahwa yang utama di dalam hidup ini adalah uang. Lalu kemudian pada tahun 1905, ketika seorang pemuda borjuis dan kaya raya bernama Etienne Balsan hadir di dalam hidupnya. Coco Chanel menyambutnya dengan senang hati.

Baginya, Balsan merupakan sosok laki-laki sejati dan senang berfoya-foya dengan uangnya demi kesenangan. Saat Ia diajak untuk tinggal di dalam katil milik Balsan, Coco memanfaatkannya sebaik mungkin. Ia kadang seharian penuh hanya berbaring sembari minum secangkir kopi susu dan membaca sebuah novel. Tapi sayangnya, Etienne memandang Coco hanya seorang gadis biasa yang belum pantas untuk diberikan banyak uang.

Di musim semi pada tahun 1908, Coco Chanel bertemu dengan salah seorang teman Balsan yang bernama Arthur Edward “Boy” Capel CBE, yakni seorang atlet Polo yang berasal dari Inggris. Penampilan laki-laki ini yaitu berambut hitam lurus dan berkulit kusam. Arthur Capel kemudian menyarankan supaya Coco membuka usaha Toko Topi dan Ia berjanji akan mendanai pembangunan toko tersebut. Tidak lama kemudian, mereka berdua menjadi rekan bisnis dan menjalin hubungan percintaan.

Tapi bagaimanapun juga, Coco Chanel tetap harus mengabdi kepada Eitenne Balsan yaitu orang yang sudah menolongnya ketika merintis karirnya untuk pertama kali. Eitenne ini ternyata suka melibatkan Coco Chanel ke dalam segala hal dengan alasan supaya Ia dapat keluar dari kastil miliknya. Coco kemudian tinggal di apartemen yang berada di Malesherbes Boulevard, Paris, dimana Ia dapat bersenang-senang dengan pacar-pacar Balsan lainnya.

[algolia_carousel page=2]

Di tempat tersebut, Coco Chanel mulai membuat dan menjual topi buatannya. Hal menarik lainnya yaitu bahwa semua mantan perempuan simpanan Balsan ternyata adalah pelanggan pertama Mademoiselle Chanel. Mereka juga yang mempromosikan topi buatan Chanel ke teman-teman mereka. Tidak lama setelah itu, usaha Coco Chanel sukses sampai apartemen miliknya tidak sanggup lagi untuk menampung para pembeli.

mademoiselle chanel

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Coco Chanel

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah