in

Cara Mengatasi Hoaks Beserta Penyebab dan Dampaknya

Cara Mengatasi Hoaks – Hoaks adalah informasi yang dipalsukan, melenceng dari kebenaran. Berita bohong yang dibuat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab ini memiliki tujuan untuk memperkeruh suasana dan mengalihkan isu.

Hal ini terjadi karena berita akan terus disebar ke berbagai sosial media sehingga banyak orang membaca dan percaya. Kita sebagai masyarakat yang cerdas di era industri 4.0 tentunya harus lebih kritis dalam membaca, khususnya membaca berita.

Pada era ini berita hoaks mudah tersebar karena telah banyak media online untuk mempercepat berita untuk masuk ke dalam gawai setiap orang. Kita sudah tidak dapat mengontrol berita yang masuk, setiap orang dapat membuat berita dan menyebarkannya. Namun hal yang dapat kita lakukan adalah dengan memilah berita yang kita baca kemudian mencari sumber lain terkait berita yang kita terima.

Berita hoaks dikemas secara menarik seolah-olah berita tersebut adalah berita benar. Mulai dari judul, pendahuluan, isi, dan penutup pada berita hoaks dikemas dengan sangat rapi dan meyakinkan. Banyak orang yang langsung percaya ketika mendapat sebuah berita yang disebarkan, sehingga yang menyebarkan juga terhitung banyak.

Masyarakat akan percaya jika banyak yang menyebarkan berita tersebut. Padahal banyaknya penyebar berita juga belum bisa menjadi tolok ukur kebenaran berita. Mengetahui hal seperti ini, sebaiknya masyarakat diedukasi agar tidak mudah percaya dengan satu berita saja. Hadirnya tulisan ini juga membantu kalian agar tidak termakan oleh berita hoaks.

Buku ini memberikan pemahaman utuh mengenai masalah hoaks, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Acapkali kita menganggap remeh masalah-masalah tersebut, terutama di ranah media sosial. Dengan memahami konsep tindak pidana ini, Anda dapat lebih berhati-hati ketika bersosialisasi di era teknologi, sekaligus mampu bertindak cerdas sesuai hukum yang berlaku, ketika Anda sendiri menjadi korbannya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai bagaimana cara mengatasi hoax, penyebab hoax, dan dampak dari hoax. Yuk Grameds, simak ulasan berikut!

Cara Mengatasi Hoaks

Sebagai netizen yang cerdas tentunya kita harus mengetahui perbedaan antara berita faktual dan berita hoaks. Hal tersebut adalah tindakan preventif agar tidak termakan berita hoaks. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa cara untuk mengatasi hoaks.

1. Hindari Judul yang Provokatif

Umumnya berita hoaks  yang tersebar melalui media massa memiliki judul yang sangat mengundang perhatian banyak orang. Judul pada berita tersebut terlihat sensasional dan provokatif yang langsung menyudutkan pihak tertentu. Hal tersebut merupakan langkah awal yang harus diperhatikan dalam membaca judul berita.

Isi dari berita hoaks juga biasanya diambil dari media yang resmi dan terpercaya, namun ada beberapa narasi yang diubah sesuai dengan keinginan oknum pembuat berita hoaks. Isi berita akan dilebih-lebihkan agar pembaca percaya dengan apa yang sedang diberitakan. Ini akan membuat hal-hal sebenarnya terjadi tertutup dengan berita hoaks

2. Periksa Sumber Berita

Cara lain untuk mengatas berita hoaks adalah dengan memeriksa sumber berita yang aktual dan faktual. Kamu bisa melihat sumber dari berita yang kamu baca, jika menemukan sumber dari aktor ormas, pengamat, tokoh politik serta situs web yang tidak resmi maka jangan percaya berita tersebut.

Selain itu kamu juga bisa membandingkan antara berita yang kamu baca dengan berita lain. Kita tidak dapat membaca berita hanya satu sumber saja, kita juga harus membandingkannya dengan sumber yang lain agar tahu apakah berita tersebut benar atau tidak. Kita harus menggali informasi secara dalam agar tidak termakan hoaks.

banner-promo-gramedia

Membandingkan sumber berita juga dapat membuat kita mengetahui perspektif lain dari sebuah permasalahan. Setelah membandingkannya, kita dapat mengetahui informasi siapa yang paling tepat tentang suatu kejadian yang diberitakan.

3. Periksa Kebenaran Foto

Berita tidak hanya disajikan dalam bentuk teks saja, namun foto juga disajikan untuk mendukung sebuah konten dari berita. Tidak hanya itu foto juga dapat dijadikan bukti yang kuat dari sebuah berita. Namun, foto bisa saja disalahgunakan dalam pemberitaan dan dijadikan sebagai bahan untuk berita hoaks.

Dengan adanya berita hoaks yang menggunakan foto tidak sesuai dengan berita kalian bisa menggunakan teknologi dari Google untuk memeriksanya. Kalian bisa melakukannya dengan menggunakan mesin pencarian Google dengan mencari informasi yang ingin kalian telusuri. Setelah itu, kalian dapat melihat apakah foto itu sesuai dengan foto yang digunakan oleh berita yang serupa. Jika tidak maka dapat dipastikan bahwa itu adalah berita hoaks.

4. Periksa Alamat Situs Web

Beberapa berita yang terpercaya kebenarannya biasanya menggunakan situs web yang resmi dari sebuah perusahaan media massa. Namun, situs-situs lain juga bisa saja mengunggah berita yang mirip dengan berita dari situs resmi tersebut. Bahkan jika mereka niat untuk menyebar hoaks, mereka bisa saja membuat situs yang mirip. Hal tersebut harus diwaspadai agar tidak mudah tertipu.

Kamu harus menulusuri situs yang kamu curigai, periksa apakah situs tersebut sudah diverifikasi oleh lembaga pers resmi atau belum. Berdasarkan catatan dari Dewan Pers, ada 43.000 situs yang mengaku sebagai portal berita, namun hanya 300 situs saja yang sudah diverifikasi. Situs sisanya bisa saja dengan mudah menyebarkan hoaks, kalian harus berhati-hati dengan hal tersebut.

5. Gabung dengan Grup Anti Hoaks

Cara selanjutnya untuk mengatasi hoaks adalah dengan bergabung ke dalam grup anti hoaks. Grup ini tentunya dapat membantu kamu agar terhindar dari berita-berita hoaks yang tersebar di berbagai media. Kamu juga dapat belajar membedakan berita faktual dan hoaks di sana.

Grup anti hoaks ini juga pasti sangat banyak ada Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Selain itu, kalian juga dapat membuka situs web kominfo serta akun sosial medianya, dan kalian bisa mengikuti akun Instagram @turnbackhoaxid.

6. Berpikir Logis dan Kritis

Dalam membaca sebuah informasi, tentunya kita harus berpikir secara logis dan kritis agar informasi tidak kita telan secara mentah. Kita harus mencari tahu apakah informasi yang kita dapat ini sudah valid kebenarannya atau bisa saja hoaks. Bersikap kritis sangat penting bagi kita ketika mendapat suatu berita dan informasi terkini.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya berita hoaks yang mudah tersebar di media sosial maka sangat penting sekali untuk berpikir logis dan kritis. Jika kita tidak melakukannya maka informasi hoaks akan mudah memengaruhi diri kita tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

7. Membaca Keseluruhan Berita

Dalam membaca informasi, kita harus membacanya secara keseluruhan dari awal hingga selesai agar tidak terjadi kesalahpahaman. Membaca menyeluruh artinya semua harus dibaca dengan teliti, bukan hanya membaca poin-poin dari sebuah berita atau informasi yang didapatkan. Banyak artikel dengan judul menarik agar orang mau membacanya, dan ada juga judul yang membuat kita menjadi salah paham terhadap suatu kasus yang disajikan di dalam berita.

Kita tentunya harus waspada dalam membaca berita, selalu pahami isi berita, baca dari awal sampai selesai. Jika masih kurang paham, kalian boleh mencari sumber lainnya terkait berita yang kalian baca sebelumnya agar kalian tidak terkena hoaks. Jika kalian teliti dalam membaca tentunya akan menghindarkan kalian dari bahaya hoaks.

Buku ini memuat rekam jejak Sabilul Alif selama bertugas sebagai abdi Bhayangkara. Beberapa kasusnya dalam menangkal hoaks dengan kiprah dan langkahnya dalam menangani berbagai kasus tersebut, patut menjadi teladan bagi banyak orang. Dedikasi, loyalitas, dan kreativitas Kombespol Sabilul Alif membuatnya layak terpilih menjadi ajudan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 K.H. Ma’ruf Amin. la terpilih setelah menjalani serangkaian tes seleksi bersama beberapa kandidat lain.

Apa Penyebab Hoaks

Terjadinya hoaks tentunya ada faktor penyebabnya. Faktor-faktor tersebut terjadi karena banyak hal, yang terutama adalah karena perkembangan teknologi pada saat ini di mana setiap orang mudah untuk menerima informasi dari mana saja. Berikut adalah faktor-faktor penyebab hoaks.

1. Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu manusia ini dapat menyebabkan tersebarnya berita hoaks. Sesuatu yang menarik perhatian akan membuat rasa ingin tahu semakin tinggi. Seseorang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tidak ada salahnya, namun jika rasa ingin tahu itu membuatnya dapat menyebar hoaks maka hal tersebut memiliki dampak negatifnya.

Contohnya seperti penyebaran teori konspirasi. Teori konspirasi awalnya disebabkan oleh rasa ingin tahu, ketika mencari hal-hal terkait konspirasi lalu seseorang menyebarkan kepada orang lain hingga orang lain yang mendapat informasi tersebut ikut percaya. Hal ini yang membuat hoaks dapat tersebar dengan cepat.

2. Teknologi Modern

Ada banyak hal yang memicu dalam penyebaran hoaks, terutama karena teknologi yang sudah modern ini. Hal-hal tersebut meliputi gawai, internet, jaringan seluler, dan lain-lain. Semua itu memudahkan penyebaran informasi berlangsung cepat dengan alat komunikasi.

Walaupun memiliki kelebihan dengan mudah menyampaikan informasi. Semua orang dapat mudah mengemas informasi dan menyebarkannya melalui sosial media. Namun, dampak negatifnya siapa pun dapat membuat dan menyebarkan informasi yang salah. Hal tersebut berpotensi tersebarnya hoaks yang dibuat oleh oknum tertentu.

Tidak seperti media massa yang memiliki kode etik dan aturannya sendiri dalam membuat berita. para wartawan hingga editor harus melakukan verifikasi berita yang akan diunggah ke suatu portal berita untuk meminimalkan terjadinya persebaran hoaks. Tentunya sosial media tidak memiliki penjaga untuk mencegah terjadinya persebaran hoaks.

banner-promo-gramedia

Oleh karena itu kita sebagai pengguna sosial media tentunya harus sangat berhati-hati dengan penyebaran hoaks. Di mana penyebaran hoaks di media sosial ini mudah sekali terjadi. Kita harus tetap berpikir logis dan kritis agar dapat terhindar dari hoaks yang tersebar melalui teknologi modern.

3. Bias Informasi

Mudahnya mengakses internet karena ada teknologi yang modern ini membuat orang hanya membaca dan menyebarkan informasi tanpa mengecek informasi tersebut sudah benar atau belum. Bahkan informasi yang didapat akan sangat banyak dan kesulitan dalam mengolahnya.

Bias informasi ini sebuah fenomena di mana para pembaca hanya condong pada apa yang mereka yakini saja. Jika ada informasi lain yang lebih faktual maka seseorang yang bias informasi ini akan lebih percaya dengan informasi lain yang sesuai dengan apa yang ia yakini.

Bias informasi ini bisa dengan mudah berkembang di sosial media. Informasi bohong dan tipuan atau hoaks adalah suatu hal yang mudah tersebar di sosial media. Sosial media yang biasa menerima hoaks seperti Whatsapp.

Sosial media tersebut menjadi sarang penyebarluasan hoaks. Target hoaks dalam aplikasi Whatsapp adalah para kaum tua yang sulit mengerti teknologi dan tidak mencari informasi lain seputar berita yang mereka temukan. Dengan demikian, hoaks tersebut akan terus tersebar luas.

Orang-orang yang memiliki aplikasi Whatsapp dan menerima berita hoaks biasanya langsung percaya begitu saja. Opini dan informasi yang kurang kredibel akan mudah sekali diterima oleh orang-orang yang tidak berpikir kritis. Bahkan informasi palsu tersebut didukung dan sulit bagi mereka untuk menerima perspektif lain untuk mendapat kebenaran informasi.

Apa Dampak Hoaks?

Hoaks memiliki dampak negatif yang dapat terjadi jika informasi palsu tersebar luas tanpa adanya pikiran kritis dari seseorang untuk mencari sumber berita yang kredibel. Dalam hal ini hoaks akan meracuni pemikiran setiap orang yang membacanya dan menimbulkan beberapa dampak buruk. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan dari hoaks.

1. Menimbulkan Perpecahan

Berita hoaks atau berita bohong dapat menimbulkan perpecahan individu atau antar kelompok. Hal ini terjadi karena kesalahan informasi yang didapat dan tidak mencari sumber informasi yang lebih kredibel. Perpecahan ini bisa ditimbulkan karena seseorang membenarkan informasi yang salah namun orang lain tidak percaya akan kebenaran tersebut karena ia memiliki bias informasi.

Selain itu perpecahan juga dapat terjadi karena suatu kelompok yang dijadikan sebagai objek dalam berita hoaks. Hal ini dapat terjadi keributan karena suatu kelompok tersebut merasa dirugikan karena berita hoaks. Mereka yang tidak terima akan mencari seseorang yang menulis berita dan tentunya akan protes sehingga berpotensi terjadinya perpecahan.

2. Tidak Percaya Fakta

Masyarakat yang terlalu sering menerima berita hoaks lama kelamaan akan bingung membedakan berita faktual dan hoaks. Bahkan masyarakat tidak akan lagi percaya dengan situs berita yang benar dan lebih mempercayai hoaks. Hal ini terjadi karena paparan berita hoaks yang terlalu sering terkena pada pembaca. Dengan demikian masyarakat akan terus  terprovokasi oleh berita-berita palsu itu.

3. Menimbulkan Opini Negatif

Berita bisa saja membuat masyarakat geram terhadap seseorang yang dibicarakan dalam berita jika ia merugikan masyarakat. Hal tersebut akan memiliki dampak negatif jika berita tersebut adalah bohong. Masyarakat akan memiliki sudut pandang negatif terhadap objek yang diberitakan, padahal yang diberitakan itu salah.

Opini negatif ini tentunya akan menjatuhkan pihak tertentu karena kesalahpahaman masyarakat karena berita hoaks ini. Biasanya oknum yang membuat berita ini memiliki rencana untuk menjatuhkan pesaing agar masyarakat membenci suatu pihak tertentu dan tidak mempercayainya lagi.

4. Merugikan Masyarakat

Hoaks sama saja dengan penipuan, dengan hoaks masyarakat bisa saja rugi dalam hal materi. Banyak terjadi kasus penipuan mengenai undian berhadiah yang diterima oleh masyarakat dari suatu merek atau perusahaan tertentu yang menjanjikan hadiah kepada pemenang yang dipilih. Tidak hanya dalam hal merek ternama, namun juga perusahaan yang membuat promosi untuk penerimaan karyawan baru di suatu perusahaan.

Mereka yang terkena hoaks seperti ini tentu akan sangat rugi dalam hal materi. Dalam undian berhadiah biasanya hoaks diterima melalui telepon. Penipu akan menghubungi korban dan menjanjikan bahwa akan mendapat hadiah yang menggiurkan, namun korban harus membayar sejumlah uang untuk administrasi. Hal tersebut lah yang menimbulkan kerugian karena pembayaran yang tidak masuk akal.

banner-promo-gramedia

Lalu dalam penipuan perusahaan dalam mencari karyawan biasanya suatu perusahaan meminta pelamar untuk membayar biaya pendataran dalam proses lamaran kerja. Jika pelamar menyetujui maka ia akan dirugikan karena perusahaan tersebut adalah penipu. Perusahaan tentunya tidak akan meminta uang sepeserpun jika ingin melakukan pencarian karyawan untuk perusahaannya. Hal-hal tersebut sangat merugikan masyarakat yang menjadi korban hoaks tersebut.

Baca juga artikel “Cara Mengatasi Hoaks” :

Seperti itulah penjelasan mengenai cara mengatasi hoaks beserta penyebab dan dampaknya. Kalian harus cermat dalam menerima segala informasi. Periksa kembali informasi yang kalian dapat dengan teliti dan cermat agar tidak mudah terkena hoaks.

Selain itu, kalian juga dapat menemukan hal-hal lain di Gramedia yang jauh dari hoaks. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan berbagai buku bacaan yang kredibel dan dapat membantu menambah ilmu pengetahuan serta menghibur kalian. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang juga!

Ebook ini mengulas seputar etika dan etiket dalam berkomunikasi serta mengungkap rahasia dalam sadap menyadap, ujaran kebencian, dan juga hoaks.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ricky Atthariq