in

Cara Membuat Makalah: Pengertian, Struktur, Jenis dan Contohnya

Cara Membuat Makalah yang Sesuai dengan Kaidah Penulisan Ilmiah dan Tips Membuat Makalah untuk Pemula

Seorang dosen, peneliti, mahasiswa dan siswa semua pernah mendapatkan tugas rumah dari sang pengajar atau pembimbing untuk membuat karya ilmiah berupa makalah yang diberikan dalam bentuk individu maupun kelompok.

Menyusun makalah pekerjaan yang gampang-gampang susah, karena harus memperhatikan kaidah menulis makalah yang benar seperti apa. Tak gampang juga untuk menentukan sebuah tema makalah yang nantinya akan menjadi pokok permasalahan yang dibahas di dalam isi makalah.

Namun, setiap anak didik (pelajar) pernah salah dalam membuat makalah hingga harus merevisinya dan mengkonsultasikan kembali hasilnya kepada pembimbing. Kesalahannya pun beragam misalnya seperti menentukan kerangka pembahasan yang kurang tepat, ada kalimat rancu yang kurang dimengerti, atau membuat kalimat yang tidak to the point, format penulisannya salah,  bahkan menata kembali dari awal karena subjek yang akan dibuat serupa dengan makalah terdahulu dan masih banyak lagi rintangan yang mesti dilalui.

Salah satu diantara kamu pernah mengalami hal serupa, kan? Pasti perlu tenaga dan mengerahkan isi otak untuk membetulkannya. Nah, kamu tak perlu risau, sekarang kita akan bahas gimana cara membuat makalah yang benar dan juga contoh-contohnya. Yuk, disimak, ya!

A. Pengertian Makalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makalah diartikan dalam dua pengertian yakni tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan; karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Sederhananya makalah itu karya tulis bersifat ilmiah yang pembahasannya difokuskan pada suatu masalah tertentu, telah melalui proses penelitian, observasi dan riset lapangan secara benar dan aktual. Pembahasan isi masalah dalam makalah berhubungan dengan suatu mata kuliah, atau bidang spesialisasi tertentu.

B. Manfaat Membuat Makalah

Biar tambah yakin menulis makalah, ketahuilah manfaat membuat makalah yang bisa kamu rasakan setelah karyamu berhasil ditayangkan di situs jurnal ilmiah resmi seperti di laman perpustakaan kampus atau sekolah, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, SageJournal, ScienceDirect dan lain sebagainya.

Bagi penulis: Tentunya manfaat yang dirasakan oleh pembuat karya ilmiah semakin kaya wawasan, secara langsung otak dilatih untuk berpikir secara fokus, menjadi teliti dan jeli karena setiap penulisan pasti ada yang dikoreksi, tahu mana yang harus diperbaiki atau diubah.

Membuat karya tulis ilmiah, penulis dituntut untuk menguasai materi atau subjek penelitian. Maka tak ayal, penulis melakukan riset pencarian sumber yang tepat untuk dijadikan bahan referensi bisa dari jurnal yang mirip, buku dan artikel kredibel jadi bertambah ilmu yang dikuasai pada bidang tersebut. Secara tak langsung, penulis dilatih menjadi pribadi yang sabar karena harus melewati serangkaian proses agar karyamu layak untuk ditayangkan.

Bagi pembaca: Siapapun yang membaca karya makalahmu akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman baru dari makalah tersebut. Terkadang pembaca membutuhkan informasi tambahan dengan subjek serupa, dan menemukan karyamu yang dijadikan referensi untuk memecahkan suatu masalah atau sebagai perbandingan dengan tulisan lain yang mirip dengan penelitian yang ada di dalam makalahmu. Menjadikan karyamu sebuah contoh untuk pembaca menulis karya ilmiahnya.

Bagi pembimbing: Seorang pembimbing pun memperoleh manfaat dari makalah yang kamu buat. Kenapa demikian? Karena dari setiap karya ilmiah akan tercipta pemahaman baru dari sebuah bidang, memberikan sumbangan pemikiran mengenai perkembangan keilmuan dan pemecahan suatu topik rumusan masalah.

Berkat kamu sebagai anak didiknya, dia akan belajar memahami karakter dari setiap anak didik bagaimana menerima dan memahami bidang yang diteliti dan punya cara khusus untuk membimbing, agar tersampaikan dengan jelas, mudah dan tetap memerhatikan pedoman penulisan ilmiah. Para pembimbing juga akan mempelajari dari setiap tulisan anak didiknya, menganalisis dimana letak kesalahan atau kekurangan di dalam makalah yang sedang dikerjakan.

Oleh karenanya, pembimbing juga bisa banget dijadikan sarana pelengkap untuk diskusi bersama, anggap saja sebagai temanmu sendiri tak perlu takut ataupun segan kalau mau karyamu mendapatkan hasil yang terbaik.

gramedia back to kampus

C. Kategori Makalah

Berdasarkan dari jenis kajian makalah terdapat tiga jenis makalah:

  1. Makalah Deduktif yaitu makalah yang didasarkan pada kajian teoritis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas
  2. Makalah Induktif yaitu makalah yang ditulis berdasarkan data empiris yang bersifat objektif berdasarkan apa yang diperoleh dari lapangan namun tetap relevan dengan pembahasan
  3. Makalah Campuran yaitu makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan kajian toritis dan data empiris. artinya makalah campuran ini adalah penggabungan antara makalah deduktif dan makalah induktif.

Di dalam makalah campuran terdapat enam kategori berdasarkan subjek rumusan masalah yang dibahas berupa:

  • Makalah Ilmiah merupakan makalah yang isinya membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah dan jenis makalah ini tidak berdasarkan pendapat atau opini dari penulis yang bersifat subyektif.
  • Makalah Kerja merupakan makalah dengan kajian yang  diperoleh dari hasil sebuah penelitian dan memungkinkan seorang penulis makalah tersebut berargumentasi dari permasalahan yang dibahas yang diperolehnya melalui sebuah proses penelitian dan itu artinya opini yang bersifat subyektif dari penulis.
  • Makalah Kajian merupakan makalah yang isinya sebagai suatu sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial.
  • Makalah Posisi merupakan makalah yang disusun atas permintaan suatu pihak yang fungsinya sebagai alternatif pemecahan masalah yang kontroversial. Prosedur yang digunakan sebagai pembahasan dan penulisannya dilakukan secara ilmiah
  • Makalah Analisis merupakan makalah bersifat objektif-empiris. Makalah yang didapatkan berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari penemuan, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan.
  • Makalah Tanggapan merupakan makalah yang sering dijadikan sebagai tugas mata kuliah bagi mahasiswa yang isinya merupakan reaksi terhadap suatu bacaan.

Karakteristik Makalah yang Baik

Sebuah makalah yang baik harus terdapat karakteristik di dalamnya ada:

  • Merupakan hasil kajian literatur dan laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan pokok suatu bidang ilmu tertentu atau bahasan.
  • Mendistribusikan sebuah pemahaman tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan seseorang dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan studi kasus yang ditelaah
  • Menonjolkan kemampuan terhadap pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan
  • Menjadi alat pengukur kemampuan seorang dosen, peneliti, mahasiswa dan siswa mampu memadupadankan beberapa informasi menjadi satu karya tulis yang utuh. Serta melatih fokus dalam penggunaan tata bahasa, memperhatikan kaidah puebi secara benar dan tepat, etika mengutip dalam penulisan dan menyimpulkan inti dari bahasan.
  • Isi makalah harus mempunyai sistematika dan tidak acak-acakan dengan kaidah penulisan ilmiah yang telah diatur oleh lembaga pendidikan terkait.

Ciri-ciri Makalah yang baik

Pemilihan atau penetapan masalah yang dikatakan baik dalam penelitian perlu menjadi pertimbangan peneliti. Masalah dapat dikatakan baik jika memiliki:

1. Kontribusi

Salah satu ciri masalah yang baik adalah dapat memberi kontribusi kepada beberapa aspek, antara lain:

  • pengembangan teori baru
  • perbaikan metode
  • manfaat dan implikasi aplikatif

2. Orisinalitas

Bukan merupakan pengulangan terhadap penelitian lain, seperti:

  • masalah yang diteliti
  • kerangka konsep
  • pendekatan

3. Pernyataan Permasalahan

  • pernyataan penelitian
  • gambaran asosiasi dua atau lebih fenomena terukur

4. Aspek Kelayakan (Feasibility)

  1. dapat dijawab
  2. pertimbangan waktu dan biaya
  3. tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki
  4. daya dukung fasilitas dan sumber daya lain

Syarat-syarat isi makalah

Dalam penulisan sebuah makalah harus memiliki syarat-syarat khusus yang wajib dipenuhi oleh penulis makalah yang memiliki kriteria-kriteria tertentu. Berikut beberapa kriteria syarat yang harus dipenuhi:

  1. Cermat, sebuah makalah yang sedang digarap, harus dikuasai segala isinya dengan cara penuh perhatian terhadap objek yang diteliti, diperhatikan secara seksama dan bekerjanya memakai ketelitian yang kuat.
  2. Tepat waktu, proses pengerjaan untuk menyelesaikan sebuah makalah mestinya sesuai dengan jadwal/ on time. Tidak boleh menunda waktu penggarapannya, karena setiap makalah memiliki rentan waktu yang telah ditentukan, bisa saja makalah yang masih dalam proses pembuatan yang belum selesai tepat waktu, objek penelitian yang digunakan sudah basi atau tak layak untuk diteruskan proses penelitiannya.
  3. Memadai, artinya isi makalah harus berisi informasi yang memadai, lengkap, akurat dan berdasarkan fakta yang ada, datanya pun diperoleh berdasarkan hasil observasi bukan semata-mata diambil dari sana-sini memakai sumber yang tidak kredibel dari berbagai segi cakupan.
  4. Sederhana, menggunakan tata bahasa yang formal, namun mudah dipahami dan memenuhi sistematika yang sederhana.
  5. Jelas, artinya makalah harus mampu menyajikan fakta dengan penyampaian yang jelas, ringkas, padat gaya yang tepat, agar isi makalahnya tersampaikan dengan benar oleh pembaca.

Struktur Makalah

Sebelum menggarap makalah simak lebih dulu seperti beberapa kelengkapan struktur-struktur makalah yang wajib banget ada di dalam penyusunan makalahmu nanti.

1. Cover/Sampul Makalah

Cover adalah sampul dari makalah yang memuat judul logo, identitas penulis, serta tempat dan tahun terbit. Untuk bagian cover, sebaiknya kamu menggunakan pengaturan rata tengah (center) agar cover terlihat lebih rapi.

2. Kata pengantar

Kata pengantar sebagai pengantar agar pembaca memiliki pandangan umum terhadap makalah yang kamu buat dan berisikan sambutan atau ucapan syukur karena telah menyelesaikan  makalah tersebut  terselesaikan dengan baik .

3. Daftar isi

Daftar isi susunan sebuah halaman yang memuat informasi halaman dari isi makalah yang kamu buat. Untuk memudahkan pembaca dalam menemukan informasi tertentu, kamu harus memberikan keterangan halaman pada setiap bab maupun sub-bab di makalah kamu.

4. Bab I : Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan biasanya terdiri atas 3 sub-bab yaitu latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan. Latar belakang harus ditulis dengan jelas dan mudah dimengerti, selain memuat jawaban dari sebuah pertanyaan, latar belakang juga harus memuat data-data atau fakta yang mendukung. Di bagian rumusan masalah, kamu bisa mengisinya dengan beberapa pertanyaan yang nantinya akan kamu jelaskan di bagian pembahasan nanti. Pada  isi tujuan, kamu bisa menuliskannya secara singkat dan menggambarkan secara jelas manfaat dari makalah yang kamu buat

5. Bab II : Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian yang paling penting dari sebuah makalah. Ini adalah bagian yang berisi uraian pokok dari permasalahan yang akan kamu bahas. Bagian pembahasan harus sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan membuat makalah. Biasanya pembahasan mencakup tentang landasan teori uraian materi, solusi dan penyelesaian dari suatu permasalahan.

6. Bab III : Penutup

Pada bagian penutup biasanya berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisikan tentang ringkasan dari hasil pembahasan rumusan makalah. Pada bagian ini, kamu bisa mengambil poin penting pada setiap bagian sebelumnya untuk menghasilkan sebuah kesimpulan. Saran merupakan suatu bagian dalam makalah yang ditujukan untuk si penulis. Saran dapat berisikan harapan kamu sebagai penulis makalah agar makalah yang kamu buat bisa bermanfaat untuk pembaca. Berikut adalah contoh kesimpulan dan saran.

7. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisikan daftar referensi yang kamu pakai sebagai sumber atau bahan penelitian di dalam penulisan makalah. Referensinya bisa dari buku, jurnal, atau informasi valid yang kamu dapatkan dari internet maupun dari perpustakaan.

Cara-cara Membuat Makalah dan Persiapannya Apa Saja

Sebelum membuat makalah perlu melakukan beberapa hal dalam menyusunnya agar isi dan pembahasannya runtut sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah, berikut langkah-langkah dalam penyusunan makalah:

1. Siapkah Segala Hal yang Dibutuhkan Data, Referensi, Prasarana yang Lengkap

Pada tahap persiapan ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan makalah, yaitu:

  • Mengumpulkan referensi-referensi yang terkait dengan judul makalah yang akan dibuat.
  • Membaca buku-buku yang dijadikan referensi dalam penulisan makalah agar dapat membentuk kerangka rumusan masalah dan memperluas pengetahuan yang berhubungan dengan judul makalah atau topik pembahasan makalah berupa landasan-landasan teori yang mesti dikuasai.
  •  Mengembangkan kerangka makalah yang kompleks.
  • Pastikan laptop/PC yang kamu kenakan dalam kondisi sehat dan mempunyai memori cadangan yang dapat menyimpan semua data-data secara utuh, diluar memori internal laptop/PC.
  • Mempunyai koneksi jaringan internet yang stabil.
  • Mempunyai teman atau seseorang yang ahli dalam bidang yang ingin kamu teliti supaya nantinya bila sudah selesai membuat akan mendapatkan opini dan kritikan mengenai isi, kelengkapan dan isi pembahasan menjadi yang baik dan lengkap diluar supervisor kamu ya.

2. Penulisan yang sesuai dengan pedoman

Pada tahap ini merupakan kegiatan pengembangan kerangka makalah menjadi suatu perumusan masalah yang kompleks atau terisi. Hal ini dapat dilakukan melalui hal-hal berikut ini:

  • Mengkaji berbagai sumber yang didapat terkait dengan judul makalah.
  • Memperhatikan teknik penulisan dalam penyajian makalah.
  • Menguraikan intisari pemahaman penulis terhadap informasi yang dituangkan dalam makalah berdasarkan sumber yang didapat.

3. Pemeriksaan kelengkapan hasil tulisan

Pada tahap ini penulis melakukan pemeriksaan isi makalah terkait dengan ejaan, penggunaan kata, kalimat dan bahkan tanda baca sesuai dengan PUEBI yang baik dan benar. Tak lupa, untuk mengecek kembali apakah data ada yang masih kurang, penulisan yang masih typo, format penulisannya sesuai dengan pedoman dan sudah runtut struktur makalahnya.

4. Pahami Kerangka Makalah

Dikutip dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) bahwa menulis sebuah karya tulis disebut makalah jika memenuhi beberapa syarat berikut; makalah merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur kekinian dan bersifat ilmiah. Terdapat standarisasi dalam menyusun kerangka masalah yang benar dan valid.



Nah, ini dia susunan makalah yang harus penuhi di dalamnya terdapat

  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar Isi
  4. Bab I Pendahuluan
  5. Latar Belakang
  6. Rumusan Masalah
  7. Tujuan
  8. Bab II Pembahasan
  9. Bab III Penutup
  10. Kesimpulan
  11. Saran
  12. Daftar Pustaka
  13. Lampiran

5. Cara Menemukan Masalah Penelitian dan Membuat Rumusan Masalah

Dalam makalah penelitian, mengenal dan merumuskan masalah dengan jelas adalah kunci utama dan termasuk yang paling menantang bagi peneliti. Makalah penelitian yang masalahnya tidak jelas dirumuskan akan menghasilkan temuan penelitian yang tidak logis. Perumusan masalah umumnya ditulis dalam bentuk kalimat tanya, paling sedikit dua rumusan masalah yang digunakan

Namun, adapula peneliti yang merumuskan masalah hanya memformulasikan hanya satu masalah atau lebih dari dua perumusan masalah bergantung pada objek yang diteliti. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perumusan masalah atau pertanyaan penelitian harus disusun secara efektif.

a. Ciri-ciri Rumusan Masalah yang Efektif

Berikut ciri-ciri perumusan masalah yang efektif adalah:

  • Pertanyaan penelitian harus menarik, aktual, terdapat paradoks dan sejauh mungkin bisa diterapkan pendekatan yang berbeda.
  • Pertanyaan penelitian harus relevan dengan topik penelitian yang dikaji dan diperkuat dengan maksud untuk mengisi potongan teka-teki yang hilang atau membuat hubungan antara fenomena sosial yang ditelaah.
  • Pertanyaan penelitian harus diformulasikan dengan jelas dan batasi variabel yang diteliti.
  • Pertanyaan yang diajukan harus membawa implikasi penelitian yang dapat dilanjutkan, tidak berhenti ditengah jalan.

Misalnya jika ingin membahas topiknya tentang dampak sosial anak-anak karena tidak bisa sekolah atau bersosialisasi langsung kepada teman dan guru nya:

  • Perumusan masalah nya: Apa masalah sosial yang akan ditimbulkan setelah lama belajar secara daring di rumah dalam proses menerima untuk memahami materi pelajaran? Melihat situasi yang disebutkan, perlu ada tindakan lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  • Bila perumusah masalah yang ditanyakan seperti diatas, maka pada latar belakang penelitian mengungkapkan fakta-fakta yang dilakukan siswa dalam melakukan kegiatan mengerjakan pekerjaan rumah, konsep-konsep apa yang siswa apa dalam menyerap isi materi pelajaran selama di rumah tanpa ada guru ataupun orang tua yang mendampingi dan hubungan antar variabel yang terkait dengan topik sistem pembelajaran daring di rumah bersama orang tua dan guru yang diteliti dengan merujuk pada data, literatur, laporan hasil penelitian dan sebagainya. Cara termudah untuk memperpanjang bagian ini dengan mengkonstruksikan atau membandingkan antara kebijakan, teori atau konsep-konsep terkait di satu pihak dengan fenomena atau masalah yang terjadi dengan pihak lain

Mengingat pentingnya perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian, sampai harus memilih rumusan masalah tepat yang dapat menyatakan suatu masalah itu layak untuk diteliti lebih lanjut.

Penentuan masalah sangatlah penting dan berfungsi dalam menetapkan sebuah penelitian baru atau melengkapi hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya maupun memperbaiki penelitian karena landasan teori yang dipakai sudah direvisi seiring dengan perkembangan dunia pendidikan. Tidaklah mudah untuk membuat sebuah perumusan masalah, maka yang harus diperhatikan ialah sebelum membuatnya:

  • Buatlah dan kembangkanlah kerangka konsep.
  • Buat konseptualisasi dan operasionalisasi yang akan dipakai dalam penelitan yang berlanjut.
  • Buat desain Penelitian baik itu prediksi keberhasilan penelitan, memilih judul dan menuliskan tujuan penelitian maupun menilai orisinalitas studi versus plagiarisme yang akan muncul ketika sedang mengeksekusi membuat laporan penelitian.

b. Tips Memilih Masalah Penelitian

Memilih Masalah Penelitian sebaiknya peneliti harus:

  1. Memastikan apakah masalah yang akan dipilih itu sudah atau akan ada jawabannya?
  2. Mempertimbangkan relevansinya.
  3. Mempertimbangkan manfaat teoritisnya kedepannya seperti apa, karena sebuah penelitian yang bagus bisa dipakai dari masa ke masa.
  4. Mempertimbangkan aspek aktualitas masalah.
  5. Mempertimbangkan jelajah atau wilayah pengembangan ilmu yang berkaitan apakah kamu sanggup untuk menaklukannya.

Setelah menemukan rumusan masalah yang dirasa tepat untuk makalah nya, ketika dalam proses perjalan menuntaskan sebuah laporan penelitian bisa saja ditemukan kesalahan ataupun kekurangan yang dilakukan oleh sang pemilik judul seperti:

c. Kesalahan Umum dalam Perumusan Masalah

1) Konsep yang dibuat atau sudah disusun ternyata belum matang (immature)

Peneliti menemukan masalah ketika menelaah hasil-hasil penelitian sebelumnya dengan topik yang serupa dan tidak membahas teori dan konsep yang dipakai sehingga penelitiannya tidak mendukung oleh kerangka teoritis yang baik, kesulitan untuk meneruskan sampai pada kesimpulan.

2) Gagasan yang ditawarkan belum akurat

Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis untuk kedepannya.

3) Kurang memberi kontribusi untuk masa depan



Peneliti memilih masalah penelitian yang hasilnya kurang memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah yang di lingkungannya.

4) Ketidaktepatan fenomena penelitian dengan metode analisis yang dipakai

Sifat fenomena yang ingin diteliti tidak sesuai dilakukan menggunakan metode analisis yang dipilih. Misalnya meneliti suatu fenomena yang dianalisis secara kuantitatif, padahal sebaiknya lebih tepat dilakukan secara kualitatif.

Adapun jenis-rumusan rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (level of explanation). Jenis masalah dapat dikelompokkan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.

d. Jenis-jenis Rumusan Masalah

Berikut definisi dan contoh rumusan masalah dari tiap jenisnya:

1) Rumusan Masalah Deskriptif

rumusan masalah berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Dalam hal ini peneliti hanya membeberkan atau menjelaskan data hasil penelitian melalui bantuan tabel dan diagram atau grafik, sehingga hasil temuan tersebut lebih mudah dimengerti oleh pembaca. Contoh rumusan masalah deskriptif berupa:

  1. Bagaimana peningkatan pasien positif yang terkena virus corona selama sebulan terakhir di Jakarta?
  2. Bagaimanakah tanggapan masyarakat terhadap rencana pemerintah yang membuka kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah ditengah pandemi yang belum usai?

2) Rumusan Masalah Komparatif

Rumusan masalah penelitian yang membandingkan (komparasi) keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa dinilai dari metoda, perlakuan lain atau pada waktu yang berbeda. Contoh rumusan masalah komparatif berupa

  • Adakah perbedaan kesulitan belajar antar siswa setelah mengikuti sistem belajar daring di rumah dengan belajar di sekolah karena pandemi?

Sebagai variabel penelitian adalah kesulitan  belajar berdasarkan perbandingan dua sampel yaitu situasi belajar di rumah dan  sekolah selama pandemi

  • Adakah perubahan dan perbedaan kebiasaan atau tatanan kerja dengan sistem work from home antara work from office?

Sebagai variabel penelitian adalah perubahan dan perbedaan kebiasaan kerja atau produktivitas kerja ketika sedang menjalankan work from home dan work from office berdasarkan satu ruang lingkup perusahaan.

3) Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/timbal balik.

  1. Hubungan Simetris, merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih yang munculnya bersamaan atau diartikan sejajar. Contoh rumusan masalah dalam bentuk hubungan simetris:
  • Adakah hubungan antara tingkat kasta seseorang  dengan kecerdasan?
  • Adakah hubungan antara ukuran berat badan dengan keinginan untuk sehat?
  1. Hubungan Kausal, merupakan hubungan yang bersifat sebab akibat masalah. Contoh rumusan masalah dalam bentuk hubungan kausal:
  • Seberapa besar pengaruh kurikulum dan media pendidikan terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan sekolah?
  1. Hubungan Interaktif/Timbal Balik, merupakan hubungan yang saling mempengaruhi antar satu dan yang lain. Contoh rumusan masalah dalam bentuk hubungan interaktif:
  • Adakah pengaruh antara kualitas kinerja dan loyalitas karyawan layanan yang diberikan suatu perusahaan dengan tingkat kepuasan pelanggan? (Dalam kasus ini variabel X adalah kualitas kinerja, variabel Y adalah loyalitas karyawan dan variabel Z adalah kepuasan pelanggan).

Buat kamu yang mau tahu dan perlu contoh beberapa makalah, ini dia…

Contoh Makalah Kuliah

Ini untuk kamu yang lagi kuliah, bisa banget melihat contoh makalah kuliah yang ku kasih

Cover Makalah


MAKALAH

SEANDAINYA INDONESIA TANPA PANCASILA

 

[Logo Universitas]

 

DOSEN : Dr. Made Pramono, M.Hum

Mata kuliah : Pendidikan Pancasila

 

 

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN KESEHATAN DAN REKREASI

2017


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang Seandainya Indonesia Tanpa Pancasila.

Makalah ilmiah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang Seandainya Indonesia Tanpa Pancasila ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Surabaya, 16 Februari 2018

Abdulloh Faliqul Isbach

 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 2

BAB I  PENDAHULUAN 4

  1. LATAR BELAKANG 4
  2. Rumusan Masalah 4
  3. Tujuan 4

BAB II PEMBAHASAN 5

  1. Manfaat Pancasila Untuk Indonesia 5
  2. Seandainya Indonesia Tanpa Pancasila 6

BAB III PENUTUP 99

3.1 Kesimpulan 99

DAFTAR PUSTAKA 100


BABI PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pancasila adalah dasar ideologi bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa.

Pancasila terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistem filsafat. Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan bagian–bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Kesetiaan, nasionalisme, dan patriotisme warga Negara kepada bangsa dan negaranya dapat diukur dalam bentuk kesetiaan mereka terhadap filsafat negaranya secara formal diwujudkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan (Undang- undang Dasar 1945, dan peraturan perundang-undangan lainnya). Kesetiaan warga Negara tersebut tampak dalam sikap dan tindakan, menghayati, mengamalkan dan mengamankan peraturan Perundangan-Undangan itu.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa manfaat pancasila untuk indonesia ?
  2. Bagaimana jika indonesia tanpa pancasila?

C. Tujuan

  1. Memahami pentingnya pancasila bagi bangsa indonesia.
  2. Memahami dampak bila indonesia tanpa pancasila.

BAB II PEMBAHASAN

A. Manfaat Pancasila Untuk Indonesia

Selain sebagai lambang negara kita (indonesia). Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia Pancasila memiliki manfaat bagi masyarakatnya. Pancasila memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi bangsa indonesia salah satu fungsi pancasila sebagai sila .

1. Pancasila Menjadi Cara Pandang Bangsa

Pancasila sebagai cara pandang bangsa berfungsi agar Bangsa Indonesia harus berpedoman pada Pancasila dalam kehidupan sehari – hari . Segala bentuk budaya dan cita – cita moral Indonesia harus bersumber dari Pancasila. Hal ini dilakukan demi tercapainya kesejahteraan lahir dan batin.

2. Pancasila Menjadi Jiwa Bangsa

Pancasila sebagai jiwa bangsa berfungsi agar Indonesia tetap hidup dalam Jiwa Pancasila .Setiap bangsa dan negara tentu memiliki jiwa. Dalam hal ini , Pancasila menjadi jiwa Bangsa Indonesia. Pancasila sendiri telah ada sejak Bangsa Indonesia lahir yaitu sejak proklamasi kemerdekaan.

3. Pancasila Menjadi Kepribadian Bangsa

Pancasila sebagai pribadi Bangsa Indonesia memiliki fungsi yaitu sebagai hal yang memberikan corak khas Bangsa Indonesia dan menjadi pembeda yang membedakan bangsa kita dengan bangsa yang lain.

4. Pancasila Menjadi Perjanjian Luhur

Pancasila sebagai perjanjian luhur telah berfungsi dan disepakati melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia tanggal 18 Agustus 1945. Walaupun disahkannya Pancasila hanya oleh PPKI , PPKI sebenarnya hanyalah suatu badan yang mewakili suara rakyat. Jadi pancasila merupakan hasil perjanjian bersama rakyat.

5. Pancasila Menjadi Sumber Hukum

Pancasila sebagai sumber hukum berfungsi untuk mengatur segala hukum yang

berlaku di Indonesia. Semua hukum harus tunduk dan bersumber dari Pancasila. Setiap hukum tidak boleh bertentangan dengan pancasila. Setiap sila – sila di pancasila adalah nilai dasarnya sedangkan hukum – hukum adalah nilai instrumental ( penjabaran dari nilai dasar ).

6. Pancasila Menjadi Cita – Cita Bangsa

Pancasila sebagai cita – cita bangsa memiliki fungsi yaitu untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

7. Pancasila Menjadi Falsafah Hidup Bangsa

Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa berfungsi untuk mempersatukan Bangsa Indonesia. Pancasila dianggap memiliki nilai yang paling benar , adil , dan bijaksana yang diharap dapat mempersatukan bangsa.

8. Pancasila Menjadi Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara memiliki fungsi sebagai pengatur segala sesuatu kehidupan Indonesia seperti rakyat , wilayah , dan pemerintah. Selain itu pancasila juga menjadi penyelenggaraan negara dan kehidupan negara.

9. Pancasila Menjadi Ideologi Bangsa

Pancasila sebagai ideologi memiliki fungsi yaitu menjadi cara berpikir Bangsa Indonesia. Pancasila menjadi bahan renungan dalam kehidupan sehari – hari.

B. Seandainya Indonesia Tanpa Pancasila

Pancasila kita tahu digunakan sebagai dasar negara dan tidak dapat diganggu gugat, pancasila merupakan rumusan bersama secara demokrasi dan telah disetujui oleh banyak orang pada saat pengesahannya sehingga memiliki kedudukan yang sangat kuat.

Tetapi, bagaimana kalau Indonesia tanpa adanya Pancasila ?? Semua orang pasti akan beranggapan pasti akan hancur, kacau, dan sebagainya, tetapi tidak sedikit orang juga yang berkata Indonesia bisa tetap berdiri tanpa adanya Pancasila termasuk saya salah satunya.

Kita lihat contoh banyak sekali negara-negara diluar sana yang hingga sekarang tetap berdiri kuat dan maju bahkan melebih Indonesia tanpa adanya Pancasila, hanya Malaysia saja yang memiliki Pancasila seperti Indonesia, berdasarkan beberapa analisis saya mengenai Pancasila ini, Pancasila hanya sebuah kontrak sosial bagi masyarakat Indonesia.Pertama-tama saya ingin menanggapi kekeliruan pandangan yang dicetuskan banyak pihak dengan menyatakan, Pancasila adalah sebuah ideologi. Ini adalah pendapat yang keliru.

Seperti terungkap dalam notulen Badan Penyelidik Usaha- usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, rumusan Pancasila ada dalam dokumen yang disiapkan dalam proses pembentukan negara baru, yakni Republik Indonesia.

Dengan demikian, jelas sekali, ia merupakan suatu dokumen politik, bukan falsafah atau ideologi. Sebuah dokumen politik dalam proses pembentukan negara baru biasanya merupakan sebuah kontrak sosial, artinya persetujuan atau kompromi antara sesama warga negara tentang asas-asas negara baru itu.

Berdasarkan risalah badan persiapan itu terlihat juga jalannya perundingan (musyawarah) menuju tercapainya sebuah kompromi itu. Asas-asas persetujuan mendirikan negara baru itulah yang lalu disebut Pancasila. Ia dapat disamakan dengan dokumen-dokumen penting negara-negara lain seperti Magna Carta di Inggris, Bill of Rights di Amerika Serikat, Droit de l’homme di Perancis dan seterusnya.

Bila prinsip- prinsip yang terkandung dalam kontrak sosial itu dilanggar, maka pada hakikatnya terjadi pembubaran negara. Begitu pula sebenarnya dengan perubahan-perubahan terhadap Pancasila mensyaratkan pembubaran negara lebih dahulu. Pertanyaannya kemudian, apabila kini muncul gagasan-gagasan untuk melakukan perubahan terhadap Pancasila-sebuah bentuk hak mengemukakan pendapat yang dijamin oleh Pancasila itu sendiri-bukankah itu berarti merupakan suatu langkah menuju pembubaran negara?

Pertanyaan selanjutnya, apakah pemerintah berhak memberlakukan prinsip-prinsip kehidupan politik selain Pancasila, seperti pemberlakuan syariah di Aceh, atau DI Yogyakarta memproklamirkan diri sebagai kerajaan, atau daerah lain di Indonesia ingin menjadi daerah Katolik dan lainnya.

Apa yang kemudian terjadi dengan daerah-daerah yang menyatakan berdiri di luar Pancasila atau Republik Indonesia? Jawaban terhadap pertanyaan ini bukan wewenang penulis untuk menjawabnya, tetapi merupakan wewenang Mahkamah Agung atau badan-badan konstitusional lainnya di Indonesia.

Berdasarkan proses sejarahnya, embrio gagasan menjadikan Pancasila sebagai ideologi muncul tahun 1950-an. Saat itu terjadi konflik antara pemerintah pusat dan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia. Namun, proses penafsiran Pancasila menjadi ideologi baru berkembang pada masa Orde Baru. Dalam periode ini, Pancasila menjelma menjadi ideologi negara dan menjadi slogan melalui proses indoktrinasi P-4 disusul lahirnya peringatan Hari Kesaktian Pancasila (permulaan Orde Baru = 1 Oktober).

DENGAN menjadikan Pancasila sebagai ideologi, maka dengan sendirinya Pancasila mendapatkan saingan dengan gagasan-gagasan lain di masyarakat majemuk seperti Indonesia yang sudah tentu memiliki berbagai macam ideologi masing-masing. Ini adalah jeratan yang menjerumuskan rezim Orde Baru, yang mengubah kontrak sosial menjadi ideologi negara.

Ini menjadikan Pancasila harus bersaing dengan ideologi-ideologi lain dalam masyarakat. Akan berbeda persoalannya bila rezim itu sadar sejarah dan tetap menjadikan Pancasila sebagai suatu kontrak sosial.

Sebagai kontrak sosial, Pancasila layak berdiri di atas berbagai ideologi karena ia merupakan suatu kontrak pembentukan negara. Apabila memang ingin diubah, berarti negaranya harus dibubarkan lebih dulu. Dengan demikian, bila kontrak sosial itu tetap disepakati, maka selama itu pula negara Republik Indonesia bisa tegak berdiri.

Sejarah telah membuktikan, asas-asas kontrak sosial ini di sebagian besar wilayah Indonesia berhasil menyatukan dan mengonsolidasi negara terhadap banyak rongrongan seperti gerakan separatisme dan lainnya. Dari sejarah rumusan diatas menunjukan bahwa pancasila memberikan dorongan yang luar biasa dengan nilai-nilai serta makna didalamnya. Serta berdampak buruk apabila nilai-nilai pancasila di atas / tidak adanya pancasila di Indonesia.


BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Pancasila merupakan ideologi yang sesuai dengan Indonesia karena mampu mewadahi heterogenitas Indonesia yang tinggi dengan beragamnya agama, adat, budaya dan lain-lain. Pancasila memiliki arti penting bagi Indonesia sebagai identitas nasional yang kemudian menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia yang berbeda dari bangsa yang lainnya namun bukan berarti menganggap rendah bangsa lain, tetapi harus tetap menjunjung persaudaraan dunia. Dalam perkembangannya, pancasila juga mengalami berbagai dinamika interpretasi dari masa ke masa.

Bila benar Pancasila itu masih ada pada setiap sanubari kita, Insya Allah persatuan dan kesatuan negeri ini tetap ada. Dan memang bila benar Pancasila itu masih melekat kuat di jiwa raga kita ini, Insya Allah kita selalu mau untuk bertoleransi dalam kehidupan yang damai dan indah. Apabila pancasila tidak ada dalam diri bangsa Indonesia maka negara ini akan keluar dari jalur kebenaran.

Demikian artikel tentang cara membuat makalah dan strukturnya. Baca juga artikel yang lain berikut :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ahmad