susunan acara maulid nabi – Halo, Grameds! Maulid Nabi menjadi salah satu momen yang sering diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw.
Acara ini biasanya diselenggarakan di masjid, sekolah, pesantren, lingkungan masyarakat, hingga berbagai lembaga. Supaya kegiatan berjalan tertib, diperlukan susunan acara yang jelas.
Lantas, seperti apa susunan acara Maulid Nabi yang bisa digunakan? Yuk, simak contoh lengkapnya berikut ini.
Table of Contents
Apa Itu Acara Maulid Nabi?
Maulid Nabi merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan pembacaan selawat, pengajian, ceramah keagamaan, dan berbagai kegiatan lain yang bertujuan mengingat serta meneladani kehidupan Rasulullah saw.
Bentuk acaranya dapat disesuaikan dengan tempat, jumlah peserta, dan konsep kegiatan yang dibuat oleh panitia.
Tujuan Mengadakan Acara Maulid Nabi
Sebelum menentukan susunan acara, penting untuk memahami tujuan kegiatan agar rangkaian acara memiliki arah yang jelas.
- Mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw.
Kegiatan menjadi momentum untuk mengingat sejarah kehidupan Rasulullah saw.
- Meneladani akhlak Rasulullah saw.
Peserta diajak menerapkan sifat dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
- Meningkatkan kecintaan kepada Nabi.
Pembacaan selawat dan kisah Rasul dapat menjadi bagian dari kegiatan.
- Mempererat silaturahmi.
Acara dapat menjadi kesempatan untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga.
- Menambah pengetahuan keagamaan.
Ceramah atau tausiah dapat memberikan wawasan kepada peserta.
Susunan Acara Maulid Nabi
Berikut contoh susunan acara Maulid Nabi yang bisa digunakan untuk kegiatan di lingkungan masyarakat, sekolah, maupun organisasi.
1. Pembukaan
Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara atau MC. MC dapat menyampaikan salam, ucapan selamat datang, serta menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung.
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari atau qariah yang telah ditunjuk.
Ayat yang dibacakan dapat disesuaikan dengan tema kegiatan dan dilanjutkan dengan terjemahannya agar lebih mudah dipahami peserta.
3. Sambutan Panitia
Perwakilan panitia menyampaikan sambutan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada tamu undangan dan peserta yang telah hadir.
Sambutan juga dapat berisi laporan singkat mengenai tujuan serta pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi.
4. Sambutan Tokoh atau Pimpinan
Jika acara diadakan di sekolah, masjid, organisasi, atau lingkungan masyarakat, sambutan dapat diberikan oleh kepala sekolah, ketua pengurus, ketua panitia, atau tokoh masyarakat.
Bagian ini biasanya berisi pesan singkat sekaligus dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan.
5. Pembacaan Selawat dan Maulid
Peserta bersama-sama membaca selawat atau teks Maulid Nabi yang dipimpin oleh orang yang telah ditunjuk.
Rangkaian ini menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Maulid Nabi karena dapat menciptakan suasana yang lebih khidmat.
6. Penyampaian Tausiah
Acara utama dapat dilanjutkan dengan tausiah dari ustaz atau penceramah yang telah diundang.
Materi ceramah biasanya berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad saw., akhlak Rasulullah, perjuangan dakwah, serta nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
7. Sesi Tanya Jawab
Jika waktu memungkinkan, acara dapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada penceramah mengenai materi yang telah disampaikan.
8. Doa Bersama
Setelah tausiah selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustaz atau tokoh agama.
Doa dapat berisi permohonan kebaikan, keberkahan, keselamatan, serta harapan agar peserta dapat menerapkan keteladanan Nabi Muhammad saw.
9. Pengumuman atau Pembagian Hadiah
Jika kegiatan Maulid Nabi disertai perlombaan atau kegiatan khusus, pembagian hadiah dapat dilakukan setelah acara utama.
Bagian ini dapat menjadi bentuk apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti kegiatan.
10. Penutup
Acara diakhiri dengan penutup dari MC. Pembawa acara dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkontribusi dalam kegiatan.
Setelah itu, acara dapat dilanjutkan dengan ramah tamah atau makan bersama jika memang sudah disiapkan oleh panitia.
Contoh Susunan Acara Maulid Nabi dalam Tabel
| No. | Susunan Acara | Keterangan |
| 1. | Pembukaan | Dibawakan oleh MC |
| 2. | Pembacaan Al-Qur’an | Oleh qari atau qariah |
| 3. | Sambutan panitia | Penyampaian tujuan kegiatan |
| 4. | Sambutan pimpinan atau tokoh | Pesan dari pihak yang mewakili |
| 5. | Pembacaan selawat | Dilakukan bersama-sama |
| 6. | Tausiah | Disampaikan oleh penceramah |
| 7. | Tanya jawab | Jika tersedia dalam konsep acara |
| 8. | Doa | Dipimpin oleh tokoh agama |
| 9. | Pembagian hadiah | Jika terdapat perlombaan |
| 10. | Penutup | Disampaikan oleh MC |
Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah
Untuk kegiatan di sekolah, susunan acara bisa dibuat lebih sederhana agar sesuai dengan usia peserta dan waktu yang tersedia.
- Pembukaan.
MC membuka acara dan menyampaikan salam.
- Pembacaan Al-Qur’an.
Siswa yang ditunjuk membacakan ayat suci Al-Qur’an.
- Sambutan kepala sekolah.
Kepala sekolah menyampaikan pesan terkait kegiatan Maulid Nabi.
- Pembacaan selawat.
Siswa dan guru membaca shalawat bersama.
- Ceramah.
Penceramah menyampaikan materi tentang keteladanan Nabi Muhammad saw.
- Kegiatan tambahan.
Acara dapat diisi dengan penampilan islami atau pembagian hadiah.
- Doa dan penutup.
Acara ditutup dengan doa dan salam dari MC.
Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid
Kegiatan di masjid biasanya lebih berfokus pada pembacaan selawat, pengajian, dan tausiah.
- Pembukaan.
MC membuka acara dan menyampaikan rangkaian kegiatan.
- Pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Dilakukan oleh qari yang telah ditentukan.
- Pembacaan Maulid dan selawat.
Dipimpin oleh tokoh agama atau kelompok pengajian.
- Sambutan.
Disampaikan oleh ketua panitia atau pengurus masjid.
- Tausiah.
Ustaz menyampaikan kajian mengenai Nabi Muhammad saw.
- Doa bersama.
Dipimpin oleh ustaz atau tokoh agama.
- Penutup.
MC mengakhiri rangkaian acara.
Tips Membuat Susunan Acara Maulid Nabi
Agar kegiatan berjalan lancar, susunan acara sebaiknya dibuat dengan mempertimbangkan beberapa hal.
- Sesuaikan dengan waktu.
Tentukan durasi setiap kegiatan agar acara nggak berlangsung terlalu lama.
- Tentukan petugas sejak awal.
Pastikan MC, qari, pembaca selawat, penceramah, dan petugas lainnya sudah ditentukan.
- Sesuaikan dengan peserta.
Gunakan konsep yang sesuai jika peserta terdiri dari anak-anak, remaja, atau masyarakat umum.
- Siapkan susunan cadangan.
Buat alternatif jika terdapat perubahan pada waktu atau pengisi acara.
- Lakukan koordinasi.
Panitia perlu berkomunikasi sebelum acara agar setiap bagian dapat berjalan sesuai rencana.
Tema yang Bisa Diangkat dalam Acara Maulid Nabi
Pemilihan tema dapat membantu menentukan arah kegiatan dan materi yang disampaikan selama acara.
- Meneladani akhlak Rasulullah.
Mengajak peserta menerapkan sifat jujur, amanah, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.
- Menumbuhkan kecintaan kepada Nabi.
Mengajak peserta mengenal kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad saw.
- Membangun kepedulian sosial.
Menghubungkan keteladanan Rasul dengan pentingnya membantu dan menghargai sesama.
- Membentuk generasi berakhlak.
Menjadikan nilai-nilai kehidupan Rasul sebagai contoh bagi anak-anak dan generasi muda.
Rundown Waktu Acara Maulid Nabi
Pembagian waktu dapat membantu panitia memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana.
| Waktu | Kegiatan | Durasi |
| 19.00–19.10 | Pembukaan | 10 menit |
| 19.10–19.20 | Pembacaan Al-Qur’an | 10 menit |
| 19.20–19.35 | Sambutan | 15 menit |
| 19.35–20.00 | Pembacaan selawat | 25 menit |
| 20.00–20.45 | Tausiah | 45 menit |
| 20.45–20.55 | Doa | 10 menit |
| 20.55–21.00 | Penutup | 5 menit |
Waktu tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi tempat dan konsep acara yang dibuat panitia.
Peran Panitia dalam Acara Maulid Nabi
Setiap panitia memiliki tugas yang berbeda agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.
- Ketua panitia.
Mengkoordinasikan seluruh persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
- MC.
Memandu acara dari pembukaan hingga penutup.
- Seksi acara.
Mengatur urutan kegiatan dan memastikan setiap pengisi acara siap.
- Seksi konsumsi.
Menyiapkan makanan dan minuman untuk tamu serta peserta.
- Seksi perlengkapan.
Menyiapkan sound system, tempat duduk, dan kebutuhan teknis lainnya.
- Seksi dokumentasi.
Mengabadikan berbagai momen selama kegiatan berlangsung.
Ide Kegiatan Tambahan dalam Maulid Nabi
Selain tausiah dan pembacaan selawat, acara dapat dibuat lebih menarik dengan menambahkan kegiatan yang sesuai dengan peserta.
- Lomba islami.
Bisa berupa lomba azan, hafalan surah, atau ceramah.
- Kuis seputar Nabi.
Menguji pengetahuan peserta tentang kehidupan Rasulullah saw.
- Penampilan selawat.
Diisi oleh kelompok anak-anak, remaja, atau komunitas.
- Santunan.
Menjadikan kegiatan sebagai kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
- Bazar makanan.
Dapat menjadi kegiatan tambahan yang melibatkan masyarakat sekitar.
Persiapan Tempat untuk Acara Maulid Nabi
Tempat yang nyaman dapat membuat peserta lebih mudah mengikuti seluruh rangkaian acara.
- Atur posisi tempat duduk.
Susun kursi atau area duduk sesuai jumlah peserta yang diperkirakan hadir.
- Siapkan area panggung.
Sediakan tempat untuk MC, penceramah, dan pengisi acara.
- Periksa sound system.
Pastikan mikrofon dan pengeras suara berfungsi dengan baik.
- Sediakan tempat khusus tamu.
Pisahkan area tamu undangan jika diperlukan.
- Jaga kebersihan lokasi.
Pastikan tempat acara bersih sebelum dan sesudah kegiatan.
Contoh Tema Maulid Nabi untuk Berbagai Acara
Tema dapat disesuaikan dengan karakter peserta dan tujuan kegiatan agar acara terasa lebih relevan.
| Jenis Acara | Contoh Tema Maulid Nabi |
| Sekolah | 1. Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Membentuk Generasi Berkarakter.
2. Menumbuhkan Generasi Berprestasi dengan Akhlak Rasulullah. 3. Membangun Karakter Siswa melalui Keteladanan Nabi Muhammad saw. |
| Remaja | 1. Menjadi Generasi Muda yang Mengikuti Teladan Rasulullah.
2. Menjadi Remaja Inspiratif dengan Meneladani Akhlak Rasulullah. 3. Menumbuhkan Semangat Remaja melalui Keteladanan Nabi Muhammad saw. |
| Masyarakat | 1. Menumbuhkan Cinta kepada Rasul dan Mempererat Silaturahmi.
2. Meneladani Rasulullah untuk Membangun Masyarakat yang Harmonis. 3. Memperkuat Ukhuwah melalui Peringatan Maulid Nabi. |
| Masjid | 1. Menghidupkan Selawat dan Meneladani Kehidupan Rasulullah.
2. Menumbuhkan Kecintaan kepada Rasulullah melalui Selawat dan Kajian. 3. Menjadikan Masjid sebagai Tempat Meneladani Akhlak Rasulullah. |
| Anak-anak | 1. Mengenal Nabi Muhammad dan Mencontoh Akhlaknya.
2. Belajar Mencintai Rasulullah melalui Kisah dan Teladan. 3. Menjadi Anak Saleh dengan Meneladani Nabi Muhammad saw. |
Kesimpulan
Grameds, di atas merupakan susunan acara Maulid Nabi yang dapat dibuat dengan sederhana sesuai kebutuhan kegiatan.
Umumnya, rangkaian acara terdiri dari pembukaan, pembacaan Al-Qur’an, sambutan, selawat, tausiah, doa, hingga penutup. Hal terpenting adalah memastikan setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas dan dapat memberikan manfaat bagi peserta.
Rekomendasi Buku Terkait
1. Komik 25 Nabi & Rasul
Komik ini mengisahkan perjalanan hidup 25 Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Nggak cuma membahas mukjizat, kisah-kisah di dalamnya juga menampilkan keteladanan akhlak, kesabaran, keteguhan, dan perjuangan para nabi dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah SWT.
Disusun berdasarkan sumber yang sahih, buku ini hadir dalam format komik full color sehingga lebih menarik untuk dibaca, sekaligus dilengkapi silsilah para nabi dan bonus doa Nabi dan Rasul dalam Al-Qur’an.
2. Nabi Ulul Azmi: Nabi Nuh AS Tenggelamnya Kaum yang Durhaka Kepada Allah
Nabi Nuh AS terus mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT dan meninggalkan perbuatan yang menyimpang. Namun, dakwahnya justru mendapat penolakan, hinaan, dan ejekan. Meski begitu, Nabi Nuh AS tetap sabar berdakwah selama ratusan tahun. Hingga akhirnya, Allah SWT memerintahkannya untuk membuat sebuah perahu besar sebagai persiapan menghadapi banjir dahsyat yang akan menimpa kaum yang durhaka.
Mengapa Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS membuat perahu? Siapa saja yang akan diselamatkan dari banjir tersebut? Yuk, ikuti kisah perjuangan dan keteguhan Nabi Nuh AS selengkapnya dalam buku ini.
3. Kisah Menakjubkan Nabi Muhammad
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Kisahnya dimulai sejak masa sebelum kelahirannya, kehidupan di masa jahiliah, masa kanak-kanak dan remaja, hingga turunnya wahyu pertama serta perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Islam sampai akhir hayat.
Disusun berdasarkan Al-Qur’an dan hadis dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak, buku ini menghadirkan kisah penuh hikmah tentang kesabaran, kasih sayang, keteguhan, dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Dilengkapi ilustrasi menarik, buku ini cocok menjadi sarana bagi anak, remaja, maupun orang tua untuk mengenal dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
4. Nabi Tak Pernah Mengajarkan Malas
Buku Nabi Tak Pernah Mengajarkan Malas karya Zaka Putra R. dan Husna Widyani berisi catatan-catatan singkat yang mengajak pembaca menjalani hari dengan lebih baik melalui ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Setiap tulisan mendorong pembaca untuk lebih bersyukur, memperbaiki diri, meninggalkan kemalasan, serta terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan bahasa yang ringan dan reflektif, buku ini mengajak pembaca melihat kembali diri sendiri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW agar menjadi muslim yang lebih baik, produktif, dan berprestasi.
5. Kisah Inspiratif Penuh Hikmah Nabi Ulul Azmi
Buku ini mengajak pembaca mengenal kisah perjuangan lima Nabi Ulul Azmi, yaitu Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW. Mereka merupakan nabi pilihan Allah SWT yang dikenal memiliki kesabaran, keteguhan, kejujuran, ketabahan, serta semangat pantang menyerah dalam menyampaikan ajaran Allah kepada umatnya.
Kisah perjuangan mereka disajikan dengan bahasa yang ringan dan dilengkapi ilustrasi berwarna yang menarik. Di akhir setiap cerita, pembaca juga dapat menemukan kisah mukjizat serta hikmah yang bisa direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Aliran Mu’tazilah
- Berpikir Kritis Menurut Islam
- Cara Mandi Wajib
- Cara Menjadi Seorang Ihsan
- Contoh Tawakal
- Doa Kelahiran Anak
- Doa Akhir Tahun Islam
- Doa Setelah Adzan
- Hukum Puasa Saat Maulid Nabi
- Sistem Ekonomi Islam
- Sujud Sahwi
- Susunan Acara Maulid Nabi
- Takabur
- Tanda-Tanda Kiamat Kecil
- Tokoh Ilmuwan Islam (Muslim)






