Lifestyle Psikologi

Ini Suka Duka LDR dengan Pasangan, Kalian Gitu Juga?

Hubungan ldr
Written by Rifda Arum

Suka Duka LDR dengan Pasangan – Pada era seperti ini, LDR (Long Distance Relationship) atau yang biasa kerap disebut sebagai hubungan jarak jauh biasa ditemui di wilayah manapun. Hubungan jarak jauh baik itu antar kota atau bahkan antar negara sama-sama memberikan suka dan duka yang menguji kesetiaan!

Suka Duka LDR dengan Pasangan

Lalu, apa saja ya suka dan duka yang dialami oleh para pejuang LDR ini? Yuk kita simak!

1. Jika rindu kepada pasangan, sulit untuk bertemu

Jarak geografis adalah penghalang utama yang kerap ditemui oleh setiap pejuang LDR ini. Baik itu jarak antar kota atau antar negara, tetap saja jarak menjadikan kedua insan seolah mempunyai sekat atau batas di antara keduanya.

Jika kedua insan merasa rindu kepada satu sama lain, mau tidak mau ya harus menahan rindu terlebih dahulu. Apabila ingin bertemu pun tidak langsung spontan hari itu juga bisa bertemu karena jarak yang harus ditempuh tidak dekat sehingga dapat menghabiskan banyak biaya dan waktu.

2. Komunikasi kadang terhalang kesibukan dan hambatan lain

Pejuang LDR pasti setuju dengan menjadikan komunikasi intens sebagai kunci langgengnya hubungan mereka. Saat ini dengan adanya kecanggihan teknologi yang ada, komunikasi dengan pasangan dapat dilakukan melalui sosial media. Baik itu via text (chatting), via telfon, atau bahkan via video call.

[algolia_carousel]

Namun, tak jarang komunikasi tersebut juga dapat terhambat oleh beberapa perkara, seperti kesibukan masing-masing yang tentu saja berbeda. Misalnya, kamu tengah rindu dengan pasanganmu lalu melakukan komunikasi kepadanya, tetapi pasanganmu ternyata sedang sibuk mengerjakan urusan pekerjaannya sehingga komunikasi antar kedua belah pihak tidak berjalan mulus. Hal tersebut bisa saja terjadi secara sebaliknya.

Hambatan lain yang terjadi dalam komunikasi pasangan adalah sinyal. Apabila kamu atau pasanganmu sedang berada di daerah yang jarang memiliki sinyal jaringan maka pasti akan mengganggu proses komunikasi.

3. Menjadi cepat bosan dengan pasangan

Pasangan LDR memang selalu dihadapkan oleh kata putus yang menyebabkan keduanya berpisah. Mengapa? Karena pasangan LDR biasa merasakan bosan kepada pasangan karena jarangnya melakukan tatap muka atau ketemuan.

Rasa jenuh dan bosan memang bisa terjadi kepada semua pasangan, tidak hanya pasangan LDR saja. Namun, banyaknya pengalaman dari mereka mantan pejuang LDR mengatakan bahwa hubungan jarak jauh yang mereka alami ternyata dapat menyebabkan munculnya rasa bosan kepada pasangan sehingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.

Beli Buku di Gramedia

4. Menjadi lebih posesif kepada pasangan

Setelah komunikasi antar keduanya terhambat, pasti kamu atau pasanganmu bisa saja merasakan curiga. Timbul pertanyaan-pertanyaan negatif yang memenuhi pikiran kita seperti “Mengapa dia tidak mengangkat teleponku, apakah dia sedang berselingkuh dariku?”

Munculnya negative thinking dalam benak pejuang LDR secara tidak sadar menyebabkan rasa posesif dan curiga kepada pasangan. Hal itu dapat terjadi karena kita tidak tahu mengenai apa yang sedang dilakukan oleh pasangan kita di sana.

Bahkan beberapa pasangan ada yang mewajibkan untuk memberikan “laporan” mengenai apa kegiatannya hari ini, dengan siapa dirinya akan pergi, kemana tujuannya saat ini, kepada pasangan. Hal tersebut justru tidak hanya menjadi sekadar kabar saja tetapi malah menjadi laporan yang seolah-olah harus dilakukan. Jika tidak, besar kemungkinan pasangan kita akan marah dan menambah kecurigaan.

5. Menjadi mudah marah kepada pasangan

Setelah munculnya rasa curiga dan posesif kepada pasangan akibat komunikasi yang terhambat, maka bisa saja kamu atau pasanganmu menjadi kesal lalu marah. Marah kepada pasangan lalu menyalahkannya karena tidak cepat membalas pesanmu, misalnya, justru dapat memperkeruh masalah.

Padahal belum tentu negative thinking yang berlalu-lalang dalam benakmu itu adalah kenyataan. Turunkanlah egomu sedikit untuk meminta maaf kepada pasangan atas kecurigaan dan posesifmu itu yaaa…

6. Menjadi iri kepada pasangan lain

Saat di tengah perjalanan menuju kampus atau kantor, misalnya, kita menemui pasangan lain yang sedang bersama-sama memadu kasih. Kamu pasti akan merasa iri dan memikirkan “Kenapa mereka bisa bersama-sama seperti itu sementara aku dan pasangan kok malah jarak jauh seperti ini?”

Pikiran seperti itu biasa ditemui oleh para pejuang LDR. Rasa iri kepada orang lain tidak hanya berlaku kepada aspek kemewahan atau kepintaran saja, tetapi juga dapat terjadi pada keharmonisan pasangan lain.

7. Peluang godaan untuk berselingkuh lebih besar

Kamu pasti sering menemui cerita dari mereka para pejuang LDR yang terpaksa harus mengakhiri hubungan karena pasangannya ketahuan berselingkuh. Untuk hal itu, sebenarnya adalah bergantung kepada individu masing-masing. Tidak semua pejuang LDR akan dihadapkan oleh cerita perselingkuhan karena nyatanya banyak lho pejuang LDR yang masih setia kepada pasangannya.

Namun, mengapa ya rata-rata pejuang LDR itu mengakhiri hubungan karena masalah perselingkuhan. Jawaban sederhananya, karena kita tidak tahu apa yang pasanganmu lakukan di sana sehingga peluang untuk bermain api di belakang bisa saja terjadi karena tidak ketahuan secara gamblang.

Beli Buku di Gramedia

8. Terhalang biaya untuk agenda ketemu

Dalam poin sebelumnya, rintangan yang sering ditemui oleh pejuang LDR dalam berkomunikasi adalah waktu kesibukan dan sinyal jaringan. Namun, masalah finansial ternyata juga bisa lho menjadi momok menakutkan dalam memperjuangkan hubungan jarak jauh ini.

Hal itu bisa saja terjadi apabila kamu atau pasanganmu sedang dalam kondisi finansial yang tidak stabil. Misalnya, kamu dan pasanganmu sama-sama belum mapan dan sedang bekerja dengan gaji yang tidak terlalu tinggi. Sementara jarak geografis antara kamu dan pasanganmu cukup jauh. Apabila menggunakan transportasi umum dan bolak-balik, menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Tentu saja itu menjadi penghambat bukan dalam agenda ketemuanmu dengan pasangan?

Lalu, bagaimana kita mengakali hal tersebut? Jawabannya adalah menabung. Atur agenda ketemu dengan pasangan misalnya tiga atau empat bulan sekali saja. Sehingga kehidupan asmara dan finansialmu dapat sama-sama langgeng serta tidak membebanimu seutuhnya.

9. Tidak bisa bersama pasangan setiap saat

Karena terhalang jarak tentu saja para pejuang LDR ini tidak bisa bersama pasangan setiap waktu dan setiap hari. Untuk bertemu saja terkadang sulit karena ada saja rintangannya, apalagi untuk bersama setiap saat.

Sesuai namanya yakni hubungan jarak jauh maka proses hubungannya ya secara berjarak dengan jarak yang tidak dekat.

10. Kemungkinan putus lebih besar

Sebenarnya, peluang putus itu bisa saja terjadi kepada setiap pasangan, tidak hanya untuk para pejuang LDR saja. Hal tersebut bergantung kepada kesetiaan yang dimiliki oleh kamu dan pasanganmu. Jika kamu dan pasanganmu mempunyai komitmen yang besar untuk setia kepada satu sama lain supaya dapat meneruskan ke jenjang yang lebih serius, tentu saja kata “putus” ini tidak akan muncul dari kedua belah pihaknya.

Memang tidak menutup kemungkinan bahwa pejuang LDR dapat langgeng dan awet. Namun, banyaknya kasus yang kerap ditemui saat ini mengenai pejuang LDR yang harus mengikhlaskan hubungannya berakhir karena jarak, banyak terjadi.

Adanya rasa bosan, curiga, dan tidak kuat menahan rindu seperti itu adalah penyebab umum terjadinya putus antara pasangan hubungan jarak jauh tersebut. Mungkin bagi beberapa orang, LDR ini dapat menjadi bumbu-bumbu dalam kisah asmara, tetapi bagi sebagian orang lagi, LDR ini dapat menjadi momok menakutkan yang sebisa mungkin dapat dihindari.

Dampak Positif Hubungan LDR

Dalam pembahasan manapun, LDR ini sering dianggap sebagai momok menakutkan bagi setiap pasangan. Hal tersebut karena lebih banyaknya duka yang dialami akibat dari proses LDR. Padahal ternyata, banyak juga lho aspek suka yang didapatkan dari proses LDR ini! Apa saja ya dampak positif yang bisa didapatkan dari hubungan jarak jauh? Yuk kita simak!

1. Menjadi sosok yang lebih berhemat

Para pejuang LDR, apakah kamu pernah menyadari bahwa dari hubungan jarak jauh yang kamu lakukan tersebut ternyata dapat menjadikanmu sebagai sosok yang jauh lebih berhemat dari sebelumnya?

Tentu saja iya!

Kira-kira mengapa ya? Karena untuk pasangan LDR, untuk bertemu saja jarang, sehingga pengeluaran untuk kencan dengan pasangan menjadi berkurang. Lalu, biaya yang biasanya kita gunakan untuk kencan tersebut sebaiknya digunakan untuk apa?

Jawabannya ya gunakanlah untuk menabung! Dengan menabung, secara tidak sadar akan menolongmu saat berada di situasi sulit, kelak. Menabung untuk menuju ke jenjang yang lebih serius juga bisa.

2. Menjadi pribadi yang mandiri

Pada umumnya, pasangan muda-mudi kerap melakukan aktivitas apapun bersama dengan pasangannya. Namun, bagaimana dengan pejuang LDR yang bahkan untuk bertemu saja sulit?

Nah, jangan khawatir bagi kalian pejuang LDR, karena ternyata hubungan jarak jauh yang kamu lakukan tersebut justru akan banyak mendapatkan dampak positif. Salah satunya adalah menjadikan kamu dan pasanganmu sebagai pribadi yang lebih mandiri dari sebelumnya.

Kamu bisa melakukan kegiatan sehari-hari sendiri. Jangan takut untuk bepergian dan beraktivitas sendiri, karena ternyata lebih seru lho! Kamu bisa mengerjakan tugas di perpustakan sendirian yang mana dapat membuatmu lebih fokus. Kamu juga bisa mengajak teman-temanmu untuk membantu mendekor kamar dan lain-lain.

Pokoknya, dari hubungan jarak jauh ini kamu bisa menjadi sosok yang tidka bergantung kepada orang lain (termasuk pasanganmu) dan kamu dapat melakukan quality time ala kamu sendiri!

Beli Buku di Gramedia

3. Lebih dapat menghargai waktu

[algolia_carousel page=2]

Saat jadwal ketemuan dengan pasangan terlaksana, kamu jangan sibuk bermain ponsel. Kamu dan pasanganmu bisa bertukar cerita mengenai kesibukan masing-masing, menyelesaikan masalah yang terjadi pada hari lampau, mengobrol tentang hal-hal random, bercanda, berfoto bersama, dan lainnya.

Ketika akhirnya kamu bisa bertemu pasanganmu setelah dipisahkan oleh jarak dan waktu, kamu harus menghargai waktu yang kalian miliki untuk bertemu satu sama lain tidaklah lama. Setelah itu, kamu dan pasanganmu akan kembali ke aktivitas masing-masing seperti sebelumnya.

Maka dari itu, pergunakanlah waktu yang kamu miliki tersebut sebaik-baiknya supaya quality time yang dihabiskan lebih terasa romantisnya.

4. Dapat berproses menjadi versi yang lebih baik

LDR biasanya terjadi karena alasan-alasan tertentu, misalnya alasan pekerjaan atau pendidikan. Apabila kamu dan pasanganmu dipisahkan oleh dengan alasan yang sama yaitu pendidikan, maka kamu dan pasanganmu dapat berproses menjadi versi yang lebih baik.

Bagaimana caranya? Yakni dengan mengembangkan potensi dan bakat masing-masing, baik kamu maupun pasanganmu. Kamu dan pasanganmu pasti mempunyai impian dan cita-cita yang tentu tidaklah sama. Misalnya, kamu mempunyai impian untuk menjadi penulis sebuah buku sementara pasanganmu ingin menjadi seorang graphic designer.

Nah, kamu dan pasanganmu dapat fokus untuk mengembangkan diri melalui impian-impian tersebut. Beri motivasi kepada dirimu dan pasanganmu bahwa kelak impian-impian tersebut pasti akan terwujud. Misalnya dengan berpikir bahwa kelak kamu dan pasanganmu dapat menciptakan sebuah buku cerita anak dengan menjadikan kamu sebagai penulis dan pasanganmu sebagai graphic designer -nya.

5. Melatih kepercayaan kepada pasangan

Dalam komitmen berhubungan dengan lawan jenis, kepercayaan adalah kunci langgengnya suatu hubungan. Kamu dan pasanganmu harus percaya satu sama lain, ya…

Kamu harus percaya bahwa pasanganmu akan setia dan tidak akan mengkhianatimu, begitu juga sebaliknya. Kepercayaan tersebut memang harus dibangun secara perlahan. Buang negative thinking yang kerap berlalu-lalang di otakmu itu.

Namun ingat, apabila kamu telah diberikan kepercayaan seutuhnya oleh pasangan, jangan mengkhianati kepercayaan itu ya!

Beli Buku di Gramedia

6. Lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu

Ketika kamu memiliki kesibukan, misalnya sibuk mengerjakan tugas, katakan pada pasanganmu bahwa kamu sedang tidak bisa diganggung sejenak supaya tugas tersebut selesai. Setelah itu, kamu pasti akan merasa “tenang” dan fokus ketika mengerjakan sesuatu tersebut.

Jangan anggap remeh kefokusan tersebut dalam proses pengerjaan sesuatu. Apabila kamu fokus dan konsentrasi saat mengerjakan sesuatu, baik itu tugas kuliah maupun tugas kantor, hasilnya pasti akan maksimal dan jauh lebih baik.

Ingat poin sebelumnya, walaupun kamu dan pasanganmu tengah berada dalam hubungan jarak jauh, tidak akan menyurutkan proses berkembangnya dirimu dan pasanganmu.

7. Lebih bijak mengatur waktu

Ketika melakukan LDR atau hubungan jarak jauh, komunikasi antara kamu dan pasanganmu hanyalah melalui sosial media saja. Maka dari itu, kamu dapat lebih berfokus untuk beraktivitas. Selain itu, kamu juga akan menjadi cerdas dalam mengatur waktu antara kesibukan dan berkomunikasi dengan pasangan.

Misalnya, aturlah waktu untuk berkomunikasi dengan pasangan ketika siang hari tepat saat istirahat dan malam hari pukul 19.00. Di luar waktu tersebut, dapat kamu gunakan untuk mengembangkan diri, belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain-lain.

Baca Juga: 

Nah, itulah suka duka yang sering diperoleh dari hubungan jarak jauh atau LDR ini. Baik itu LDR atau tidak, ingatlah bahwa kunci kelanggengan suatu hubungan adalah dengan komunikasi. Jangan ragu untuk mengucapkan kata maaf apabila kamu memang melakukan kesalahan.

Semangat para pejuang LDR!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien