IPA

Pengertian Logam: Unsur-Unsur, Sifat, Klasifikasi, dan Jenis-Jenisnya

pengertian logam
Written by M. Hardi

Pengertian logam – Ketika mendengar kata logam pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita ya grameds. Tanpa disadari kita bisa menemukan benda-benda disekitar kita yang memiliki unsur logam. Material ini sudah sangat umum dipakai dan digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah grameds sudah tahu apa itu pengertian logam? Untuk mengetahui lebih dalam tentang logam, maka grameds bisa simak penjelasan artikel ini tentang apa itu logam.

Pengertian Logam

pengertian logam

Sumber: Pixabay

Logam adalah sebuah unsur kimia yang memiliki sifat yang kuat, liat, keras dan mampu menghantarkan listrik atau energi panas. Logam juga memiliki titik cair yang tinggi. Selain itu, logam berasal dari bijih logam dan untuk mendapatkannya dengan cara penambangan.

Umumnya, hanya dilakukan dan dicari di dalam bumi baik yang murni ataupun yang memiliki campuran logam. Bijih logam ditemukan dalam keadaan murni contoh seperti emas, perak, platina. Selain itu, juga ada yang bercampur dengan unsur-unsur lain seperti karbon, sulfur, fosfor, silikon, tanah dan pasir.

Kata logam itu sendiri berasal kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu matallon, yang berarti bahwa suatu unsur kimia yang siap bergabung menjadi ion. Kemudian, memiliki suatu ikatan logam dan dianggap sebuah logam mirip dengan kaiton yang ada di bawah elektron.

Teknik Fabrikasi Pengerjaan Logam

https://www.gramedia.com/products/teknik-fabrikasi-pengerjaan-logam?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/teknik-fabrikasi-pengerjaan-logam?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Unsur-Unsur Logam

pengertian logam

Sumber: Pexels

Dalam penjelasan di atas sudah kita ketahui bahwa logam adalah suatu unsur kimia yang keras dan dapat mencair pada titik didih yang sangat tinggi. Unsur-unsur logam yang banyak dikenal antara lain adalah logam, non logam, dan semi logam. Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur logam.

1. Unsur Logam

Pada unsur ini, material bahan bersifat sangat mengkilap dan mampu menjadi penghantar listrik dan panas yang baik. Untuk logam umumnya akan berbentuk padat pada tekanan dan suhu yang normal kecuali menggunakan air raksa. Pada dasarnya, logam sangat mudah untuk ditempa hal ini yang memudahkan untuk dijadikan berbagai benda.

Untuk jenis unsur logam seperti aluminium (Al), besi (Fe), Emas (Au), Barium (Ba), Kalsium (Ca), Kalium (K), Kromium (Cr), Nikel (N), Natrium (Na), Mangan (Mn) dan Magnesium (Mg).

2. Unsur Non Logam

Pada unsur ini, logam tidak memiliki sedikitpun sifat logam. Kebanyakan unsur non logam ini memiliki ciri fisik dan bentuk yang berbeda satu sama lainnya. Umumnya unsur non logam berbentuk gas seperti layaknya oksigen. Ada yang berwujud cair seperti bromin. Selain itu, ketika unsur non logam berwujud padat maka teksturnya getas dan keras.

Untuk jenis unsur non logam seperti Oksigen (O), Iodin (I), Silikon (Si), Neon (Ne), Nitrogen (N), Karbon (c), Klorin (Ci), Helium (He), Hidrogen (H), Fosforus (P), Fluorin (F), belerang (S) dan Bromin (Br).

3. Unsur Semi Logam

Tak hanya ada unsur logam dan non logam, satu unsur lainnya yaitu semi logam. Unsur ini pada umumnya masih memiliki sedikit sifat logam yang dikenal dengan metaloid. Pada unsur ini, biasanya memiliki sifat semi konduktor yang mana tidak dapat menghantarkan listrik pada suhu yang rendah. Namun, akan menjadi sangat baik apabila berada pada suhu yang lebih tinggi.

Untuk jenis unsur semi logam sendiri terdiri dari telurium (Te), Polonium (Po), Antimon (Sb), Germanium (Ge), Arsen (As), Silikon (Si) dan Boron (B).

Electroplating Teknik Pelapisan Logam dengan Cara Listrik

https://www.gramedia.com/products/electroplating-teknik-pelapisan-logam-dengan-cara-listrik?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/electroplating-teknik-pelapisan-logam-dengan-cara-listrik?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Sifat yang Terdapat pada Logam

pengertian logam

Sumber: Pixabay

Menurut sifatnya, logam dibagi menjadi dua yaitu logam dan non logam. Sifat logam tentunya memiliki berbagai keistimewaan yang telah mendasar kecuali raksa. Sesuai dengan konfigurasi elektron, sifat logam cenderung melepas elektron. Berbeda dengan sifat non logam yang lebih cenderung menangkap logam.

Berikut adalah sifat-sifat yang mendasar pada berbagai jenis logam seperti :

1. Memiliki Tingkat Kekuatan dan Kekerasan Berbeda

Tiap jenis logam umumnya memiliki tingkat kekerasan yang berbeda. Umumnya, kekerasannya dapat ditingkatkan dengan mencampur logam lainnya. Perlu diketahui bahwa logam dikenal sangat kuat. Hanya saja tidak dengan air raksa.

2. Dapat dengan Mudah untuk Ditempa

Logam memiliki sifat mudah untuk dibentuk dengan cara ditempa dan direnggangkan. Adanya sebuah elektron valensi membuat logam menjadi mudah bergerak dalam kristal. Sesuai dengan sifatnya, logam mampu ditempa menjadi lempeng tipis dan bila ditarik dapat juga untuk dibengkokkan.

3. Menjadi Sebuah Konduktor Listrik yang Baik

Mampu menjadi penghantar daya listrik yang baik. Bila suatu logam dialirkan listrik akan elektronnya akan membawa suatu muatan valensi ke seluruh bagian logam. Sehingga mampu menimbulkan aliran listrik dalam logam.

4. Mampu Menghantarkan Panas

Elektron valensi yang bergerak bebas dapat menyebabkan logam menjadi penghantar panas yang baik. Apabila suatu jenis logam, satu sisinya dipanaskan, maka elektron yang ada akan menerima panas. Sehingga mampu menyebabkan logam menjadi penghantar listrik. Semakin energi kinetiknya bertambah dan bergerak dengan cepat maka akan semakin baik.

5. Bersifat Mengkilap

Semua jenis logam tentunya akan mengkilap apabila terkena cahaya dalam permukaannya. Maka dari itu dalam masa ini maka sifat logam akan memancarkan kembali energi cahaya yang didapatnya dari gelombang tertentu.

6. Kerapatan Relatif Tinggi

Terkenal dengan kerapatan yang relatif tinggi, sifat logam yang dapat menentukkan atau menunjukkan struktur logam.

  • Pada tipe a, menunjukkan struktur kubus sederhana. (sc = simple cubic).
  • Tipe b, menunjukkan struktur berpusat tubuh. (bcc = body centered cubic).
  • Sedangkan tipe c, struktur berpusat muka.(fcc = face centered cubic).

Klasifikasi Jenis Logam

pengertian logam

Sumber: Pexels

Seperti yang diketahui bahwa logam juga terdiri dari berbagai banyak jenis. Oleh sebab itu, banyak penggolongan sesuai dengan ciri fisik atau bahkan bahan dasarnya. Dalam klasifikasinya, logam dikelompokkan secara umum dan sesuai dengan bahan dasarnya.

Pengelompokkan Logam Secara Umum

Dalam pengelompokkan logam secara umum, terbagi menjadi 4 kelompok berdasarkan jenisnya. berikut adalah pembahasannya :

1. Logam Berat

Dalam kelompok logam berat, secara umum berasal dari logam secara seluruhnya. Sebagai contohnya adalah logam berupa nikel, besi, krom, timah, tembaga, seng timah hitam dan juga putih serta masih ada banyak yang lainya.

2. Logam Ringan

Dalam kelompok logam ringan, tersusun dari logam juga hanya saja tidak tersusun sepenuhnya atau juga bisa dikatakan bahwa logam penyusunnya ringan. Contoh dari logam ringan ini seperti magnesium, aluminium, titanium, kalsium, natrium, barium dan kalium.

3. Logam Tahan Api

Adapun yang dimaksud dengan logam tahan api adalah jenis logam ini mampu menahan atau mampu tahan terhadap api dengan kisaran suhu tertentu. Contohnya dari logam tahan api ini adalah titanium, zirkonium, wolfram, dan molibden.

4. Logam Mulia

Terakhir adalah logam mulia, biasanya jenis logam ini sering dipakai dan digunakan untuk perhiasan atau peralatan lainnya. tak hanya itu untuk jenis logam mulia ini biasanya berikan harga yang cukup mahal. Contoh dari logam mulia ini adalah emas, platina, dan perak.

Pengelompokkan Logam Berdasarkan Bahan Dasarnya

Pengelompokkan logam dari bahan dasar penyusunnya terbagi menjadi dua kelompok, Umumnya suatu jenis logam tersusun dari besi ataupun non besi. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Logam Besi (Ferrous)

Jenis logam yang paduannya terdiri dari bahan penyusunnya berupa campuran unsur karbon dengan besi. Untuk jenis logamnya berupa besi tuang, besi tempa, baja karbon sedang dan tinggi, baja lunak dan baja karbon campuran.

2. Logam Non Besi (Non Ferrous)

Jenis logam non besi ini memiliki paduan atau campuran yang mengandung Fe. Dalam logam ini antara lain alumunium, tembaga, timbel dan timah.

Contoh Jenis Logam dan Fungsinya

pengertian logam

Sumber: Pixabay

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa logam memiliki banyak sekali jenis dan juga pengelompokannya, maka tak heran jika logam merupakan unsur yang memiliki jumlah yang paling banyak di bumi. Namun setiap jenis logam memiliki kegunaannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa jenis logam yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

1. Seng

Seng adalah logam yang memiliki warna putih kebiruan, dimana berasal dari sebuah mineral sfalerit. Biasanya, seng digunakan untuk melapisi besi agar tidak mudah berkarat atau galvanisasi. Selain itu, seng juga bisa digunakan untuk baterai listrik.

2. Tembaga

Tembaga merupakan logam yang memiliki ciri khas dengan warnanya yang kemerah-merahan. Selain itu, logam ini sangat mudah dibentuk. Umumnya, digunakan untuk membuat kabel listrik, aloi kuningan, perunggu, kupronikel dan tangki air panas.

3. Solder

Solder adalah salah satu jenis aloi dari timah dan timbal. Terkenal dengan titik lebur yang sangat rendah. Biasanya, digunakan untuk menyambungkan kabel untuk suatu barang elektronik.

4. Raksa

Raksa adalah logam yang memiliki bentuk yang cair tetapi juga berat. Raksa memiliki warna putih keperakan dan tak lupa raksa ini termasuk zat yang beracun. Raksa umumnya dipakai pada sebuah termometer dan beberapa bahan peledak.

5. Platina

Platina adalah logam yang memiliki warna putih keperakan. Selain itu, platina sangat mudah untuk dibentuk-bentuk. Platina sering dimanfaatkan untuk membuat sebuah perhiasan, barang-barang elektronik atau juga dapat menjadi katalisator.

6. Plutonium

Selanjutnya, ada logam radioaktif yaitu plutonium, yang mana dihasilkan dari suatu proses uranium pada sebuah reaktor nuklir. Umumnya, plutonium digunakan untuk membuat sebuah senjata nuklir.

7. Titanium

Selanjutnya adalah titanium, titanium termasuk ke dalam jenis logam yang kuat, yang mana memiliki ciri khas berupa warna putih dan sangat mudah untuk dibentuk. Titanium ini sangat tahan terhadap korosi. Biasanya titanium digunakan untuk aloi pada pesawat luar angkasa, kerangka sepeda dan pesawat terbang.

8. Timah

Timah merupakan suatu logam lunak, yang mana sangat mudah untuk dibentuk dan memiliki warna putih keperakan. Timah sering dipakai untuk menyepuh sebuah baja dan menghentikan sebuah korosi pada aloi perunggu.

9. Timbal

Timbal adalah jenis logam berat yang memiliki warna biru keputihan dan mudah untuk dibentuk. Untuk timbal sendiri termasuk jenis yang beracun. Biasanya, timbal digunakan untuk baterai, atap, dan perisai radiasi.

10. Alumunium

Aluminium mempunyai ciri fisik berupa warnanya yang putih keperak-perakan, sangat ringan dan juga tahan terhadap korosi. Alumunium ini berasal dari sebuah bijih bauksit yang didapat dari proses elektrolisis. Aluminium sering dipakai untuk kabel listrik di udara, kapal, pesawat terbang, mobil dan botol minuman kaleng.

11. Besi

Selanjutnya adalah besi, jenis logam ini memiliki ciri fisik berupa warnanya abu keputihan. Besi dihasilkan dari sebuah proses peleburan bijih hematit. Besi umumnya dimanfaatkan untuk bangunan dan aloi baja.

12. Baja

Baja merupakan logam yang sangat banyak digunakan dan berperan penting dalam sektor industri. Hal ini karena pada penyusunan baja terdiri dari aloi besi dan karbon yang mana kedua bahan tersebut sering dibutuhkan dalam perindustrian.

13. Emas

Emas adalah logam yang termasuk logam mulia, emas memiliki sifat yang sangat lunak dan memiliki warna kuning terang. Pastinya grameds sudah tahu bahwa emas sering dimanfaatkan untuk suatu perhiasan dan alat elektronik.

14. Kalium

Kalium ini termasuk dalam logam ringan dimana memiliki ciri fisik berupa warna keperakan dan sangat reaktif dengan bahan atau unsur lainnya. Kalium umumnya digunakan untuk campuran pupuk kimia dan dapat digunakan untuk pembuatan kaca.

15. Kalsium

Kalsium memiliki warna putih keperakan dan termasuk dalam logam yang sangat mudah untuk dibentuk. Dalam penggunaannya sendiri, kalsium biasa dipakai untuk membuat semen atau baja dengan kualitas yang tinggi.

16. Magnesium

Magnesium sendiri termasuk dalam jenis logam yang ringan. Magnesium memiliki warna perak keputihan dan jika dibakar akan menimbulkan api putih yang terang. Magnesium sering dipakai untuk suar penyelamatan dan pembuatan kembang api.

17. Kromium

Logam yang satu ini memiliki warna abu-abu dan sifatnya adalah sangat keras. Kromium bisa digunakan akan menimbulkan warna yang mengkilap. Kromium juga sering dipakai untuk membuat baja yang tahan karat serta dapat melapisi berbagai logam lainnya.

18. Kupronikel

Kupronikel merupakan salah satu jenis aloi yang terbuat dari tembaga serta nikel. Kupronikel dipakai dan dimanfaatkan untuk membuat uang logam.

19. Perak

Perak adalah logam yang sangat mudah untuk dibentuk dan memiliki warna putih abu-abu. Perak juga mampu menjadi konduktor panas dan listrik yang baik. Perak juga sering dipakai untuk membuat perhiasan dan peralatan fotografi.

20. Perunggu

Perunggu berasal dari sebuah aloi tembaga dan timah yang sudah ada sejak zaman dahulu. Perunggu terkenal dengan sifatnya yang tahan terhadap korosi dan sangat mudah untuk dibentuk. Perunggu biasanya dipakai untuk membuat uang logam yang bernilai rendah.

21. Kuningan

Kuningan termasuk salah satu jenis aloi, yang mana terbuat dari tembaga dan seng. Kuningan biasanya digunakan untuk barang hiasan, alat musik, paku-pakuan dan sekrup.

22. Wolfram

Wolfram adalah logam yang keras, yang mana memiliki warna abu-abu keputihan. Wolfram juga sering dipakai untuk filamen lampu, barang elektronik atau bahkan sebuah alat-alat pemotong yang tajam.

23. Natrium

Natrium merupakan logam yang sangat reaktif dan memiliki sifat yang lunak serta warna putih keperakan. Natrium sering digunakan untuk lampu jalanan dan dimanfaatkan pada sebuah industri kimia.

24. Uranium

Uranium adalah salah satu logam yang memiliki warna putih keperakan dan termasuk dalam radioaktif. Uranium sendiri banyak dipakai untuk tenaga nuklir atau bahkan senjata nuklir.

25. Vanadium

Vanadium termasuk dalam jenis logam yang keras dan beracun. Vanadium sering dipakai untuk meningkatkan tingkat kekerasan pada aloi baja. Selain itu, sering juga digunakan sebagai katalisator pembuatan asam sulfat.

Prinsip-Prinsip Kimia Anorganik: Pengantar Kimia Unsur Non Logam

https://www.gramedia.com/products/prinsip-prinsip-kimia-anorganik-pengantar-kimia-unsur-non?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Penutup

Nah, itu dia grameds penjelasan mengenai pengertian logam, jenis jenis, dan unsur serta sifat logam. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan bagi Grameds.

Jika Grameds tertarik dengan buku tentang logam atau batu-batuan lainnya atau buku lainnya, maka Grameds bisa mencari tahu lebih lanjut dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com. Gramedia menyediakan buku-buku untuk memperkaya wawasan agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Christin Devina

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien