Ekonomi

Latar Belakang Berdirinya ASEAN dan Tujuannya

tujuan asean
Written by Umam

Tujuan ASEAN dan Latar Belakang Berdirinya – Association of Southeast Asian Nations atau biasa kita sebut ASEAN merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. ASEAN sendiri berdiri kali pertama pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Pada waktu itu, kesepakatan tersebut lahir sebagai hasil dari penandatangan delapan negara pada Deklarasi Bangkok.

Tujuan didirikannya organisasi multinasional yang bernama ASEAN ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara di Asia Tenggara. Perasaan senasib sepenanggungan sebagai negara yang baru berdiri di tengah mencekamnya perang antar kedua negara adidaya membuat para pemimpin negara di Asia Tenggara berinisiatif menyatukan diri untuk menciptakan kedamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan Asia bagian tenggara.

Pada tahun 1960-an, kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan hijau atau kawasan yang sangat rawan bagi negara adidaya untuk bertemu melakukan perang militer maupun perang ideologis. Kondisi yang sangat mengkhawatirkan tersebut sangat berpotensi menimbulkan gejolak yang dapat mengganggu stabilitas negara pada saat masih masa pembangunan. Hal tersebutlah yang menjadi alasan utama para pemimpin dari negara ASEAN terdahulu untuk bekerja sama mewujudkan cita-cita bersama dengan tujuh tujuannya, yaitu:

A. Tujuan ASEAN

1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2. Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang-bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.
3. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk saran-saran pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi.
5. Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri mereka, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat.
6. Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara
7. Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan berbagai organisasi internasional dan regional yang mempunyai tujuan yang serupa, serta menjaga segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara erat di antara mereka sendiri.

Beli Buku di Gramedia
B. Latar Belakang Dibentuknya ASEAN

Setelah memahami tujuan dari ASEAN, selanjutnya kita akan mencoba kembali memahami latar belakang paling utama dan mendasar berdirinya organisasi multinasional ASEAN. Berikut ini adalah beberapa latar belakang yang sangat mendorong terjadinya kerja sama antar negara di Asia Tenggara:

1. Persamaan Geografis

Persamaan geografis negara-negara di kawasan Asia Tenggara merupakan rasa senasib sepenanggungan itu muncul. Kawasan Asia Tenggara yang sejatinya terletak di antara dua benua yaitu Benua Australia dan daratan Benua Asia. Selain dua benua, kawasan Asia Tenggara diapit oleh dua samudra besar yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

2. Persamaan Budaya

Mayoritas penduduk Asia Tenggara pada sebenarnya adalah keturunan dari ras Malayan Mongoloid. Ras Malayan Mongoloid dalam perkembangannya banyak mendapatkan pengaruh budaya seperti warna kulit, makanan, hingga adat istiadat dari wilayah Cina, India, hingga Arab (Gujarat).

3. Persamaan Kepentingan

Sebagai kawasan negara yang masih terhitung baru merdeka, negara-negara Asia Tenggara memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Tujuan dan cita-cita ASEAN diantaranya adalah kesejahteraan, keamanan, ketertiban, dan kedamaian, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.

4. Persamaan Nasib

Pada masa itu, hampir seluruh dari negara di Asia Tenggara merupakan negara jajahan dari negara lain, seperti Indonesia oleh Belanda, Filipina oleh Spanyol dan Amerika, hingga Malaysia dan Singapura oleh Inggris. Hanya negara Thailand yang bebas dari penjajahan.

10 Negara Anggota ASEAN

Dikutip dari media daring Sekretariat Nasional ASEAN-Indonesia, berikut ini adalah 10 negara yang tergabung dalam ASEAN beserta tanggal bergabungnya yang perlu diketahui:
1. Indonesia: 8 Agustus 1967
2. Malaysia: 8 Agustus 1967
3. Singapura: 8 Agustus 1967
4. Thailand: 8 Agustus 1967
5. Filipina: 8 Agustus 1967
6. Brunei Darussalam: 8 Januari 1984
7. Vietnam: 28 Juli 1995
8. Laos: 23 Juli 1997
9. Myanmar: 23 Juli 1997
10. Kamboja: 30 April 1999

C. ASEAN Saat Ini

Seperti yang sebelumnya sudah di atas, ASEAN kali pertama disahkan melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok tahun 1967. Di mana dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti, Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, Thanat Khoman dari Thailand, Narciso Ramos dari Filipina, dan S. Rajaratnam dari Singapura.

Beli Buku di Gramedia

Setelah hampir 5 dekade lebih berdiri, negara-negara yang masih aktif tergabung di dalam ASEAN diantaranya adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, hingga Kamboja.

Merujuk pada informasi yang terdapat pada situs Kementrian Luar Negeri negara Indonesia menyebutkan, bahwa saat ini ASEAN sudah memiliki Piagam ASEAN atau disebut ASEAN Charter. Tujuan Piagam ASEAN sendiri adalah untuk mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi politik yang longgar menjadi organisasi internasional yang berdasarkan hukum yang legal dan kuat (legal personality), dengan peraturan yang mengikat dan jelas, serta mempunyai struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Maksud dari Piagam ASEAN atau ASEAN Charter adalah untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip yang sudah termuat dalam seluruh deklarasi, kesepakatan, hingga perjanjian ASEAN. Piagam ASEAN sendiri ditandatangani pada saat KTT ke-13 ASEAN yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2007 di Singapura oleh 10 Kepala Negara atau pemerintahan negara anggota ASEAN. Piagam ASEAN terhitung mulai efektif berlaku atau enter into force per tanggal 15 Desember 2008. Berlakunya piagam ini tepatnya adalah 30 hari setelah diratifikasi oleh 10 negara anggota ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia telah melakukan ratifikasi Piagam ASEAN melalui UU No. 38 Tahun 2008.

D. Prinsip Dibentuknya ASEAN

ASEAN tidak hanya tentang tujuan pembentukannya. Selain tujuan ASEAN yang telah disepakati, berikut ini adalah prinsip dibentuknya ASEAN yang menggunakan dasar Treaty of Amity and Cooperation of South East Asian (TAC) pada tahun 1976:

1. Prinsip Utama

a. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
b. Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
c. Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
d. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
e. Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
f. Kerja sama efektif antara anggota

Prinsip Dasar

a. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh negara anggota ASEAN
b. Berbagi komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran di kawasan regional
c. Menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum internasional yang tertulis
d. Ketergantungan pada penyelesaian damai sengketa
e. Tidak campur tangan dalam urusan internal negara anggota ASEAN
f. Menghormati hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan
g. Konsultasi ditingkatkan mengenai hal-hal serius memengaruhi kepentingan bersama ASEAN
h. Kepatuhan terhadap aturan hukum, tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional
i. Menghormati kebebasan dasar, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial
j. Menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui oleh negara anggota ASEAN
k. Tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota ASEAN atau non-ASEAN Negara atau aktor nonnegara, yang mengancam kedaulatan, integritas wilayah atau kestabilan politik dan ekonomi ASEAN Negara-negara Anggota
l. Menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama dari masyarakat ASEAN, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman;
m. Sentralitas ASEAN dalam hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke luar, inklusif dan tidak diskriminatif;
n. Kepatuhan terhadap aturan-aturan perdagangan multilateral dan aturan berbasis ASEAN rezim bagi pelaksanaan efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar.

Beli Buku di Gramedia

E. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Berbagai Bidang

Selama hampir lebih dari lima dekade, negara-negara di kawasan Asia Tenggara dibawah ASEAN telah melakukan kerja sama secara aktif di berbagai bidang. Kerja sama yang dilakukan negara-negara ASEAN diantaranya pada bidang ekonomi, politik, pendidikan, keamanan, hingga sosial dan budaya. Kerja sama yang dilakukan negara-negara ASEAN sangatlah beragam, kerja sama ini menjadi cara setiap negara untuk saling bantu membantu dalam upaya mewujudkan tujuan dan cita-cita negara-negara anggota ASEAN.

Secara singkat, tujuan dari beragam bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di berbagai bidang adalah seperti berikut:

  • Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial: Setiap negara anggota ASEAN diharuskan memiliki peran aktif dan ikut serta dalam upaya membangun kerja sama guna mendukung kesejahteraan negaranya sendiri.
  • Kerja Sama ASEAN di Bidang Politik dan Keamanan: Kerja sama di bidang politik dan keamanan ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas, dan perdamaian antar negara di kawasan Asia Tenggara.
  • Kerja Sama ASEAN di Bidang Pendidikan: Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saing internasional.
  • Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi: Seluruh kerja sama berlangsung sebagai langkah untuk menciptakan dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkesinambungan di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Merujuk dari modul Ilmu Pengetahuan Sosial dari Kemendikbud, berikut ini adalah bentuk-bentuk kerja sama antar negara ASEAN di berbagai bidang.

1. Bentuk Kerja Sama ASEAN pada Bidang Politik dan Keamanan

Salah satu contoh pasti kerja sama negara-negara ASEAN pada bidang politik dan keamanan adalah kesepakatan adanya ZOPFAN, Traktat Persahabatan dan Kerja sama (Treaty of Amity and Cooperation/TAC in Southeast Asia), dan Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asian Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ). Tidak hanya itu, kerja sama yang selama ini telah terjadi dari negara-negara ASEAN di bidang politik adalah terwujudnya ASEAN Regional Forum (ARF). ARF sendiri adalah bentuk perhatian ASEAN terkait kasus-kasus terbaru di Asia Tenggara.

Berikut adalah bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di bidang politik dan keamanan:

a. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT).

b. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).

c. Perjumpaan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) dengan tujuan melakukan promosi perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

d. Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.

e. Kerja sama penegakkan dan penghapusan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, pencucian uang penyelundupan, perdagangan obat terlarang, dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.

f. Kerja sama di bidang hukum, bidang migrasi & kekonsuleran, kelembagaan antarparlemen.

2. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial dan Budaya

Tujuan utama kerja sama yang dilakukan negara-negara ASEAN di bidang sosial-budaya adalah untuk menciptakan kerukunan dan kemajuan bersama. Kerja sama ASEAN di bidang sosial-budaya ini diselenggarakan oleh COSD (Committee on Social Development).

Berikut ini adalah bentuk kerja sama ASEAN di bidang sosial-budaya:

a. Pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar;

b. Membantu kaum perempuan dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan;

c. Menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan;

d. Pengembangan sumber daya manusia;

e. Peningkatan kesejahteraan;

f. Program peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan);

g. Pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN;

h. Penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement (ATA));

i. Penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.

3. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Pendidikan

Bentuk kerja sama antara negara-negara ASEAN di bidang pendidikan selama ini selalu dijalankan dengan bentuk bilateral dan multilateral. Kerja sama di bidang pendidikan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saing internasional negara-negara anggota ASEAN.
Berikut ini adalah bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di bidang pendidikan:

a. ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/12/2012), dengan tema ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity. Forum guru terbesar di Asia Tenggara ini dihadiri oleh organisasi guru dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, bahkan Korea Selatan.

Beli Buku di Gramedia

b. Penawaran beasiswa pendidikan. Bentuk kerja sama pendidikan pernah dilakukan Singapura dengan memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industri, hingga komunikasi bahari, dan lain-lain. Sementara, bentuk kerja sama yang terjadi di Indonesia yaitu beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni ke pelajar beberapa negara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.

c. Pemanfaatan beasiswa oleh para mahasiswa dari negara ASEAN untuk belajar di berbagai kampus di negara-negara ASEAN dan Jepang menggunakan biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang).

d. Olimpiade di bidang pendidikan sering digelar di level regional Asia Tenggara. Indonesia melalui Pertamina pernah menjadi penyelenggara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2015.

4. Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi

Kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN di bidang ekonomi selama ini berkembang dengan cepat. Puncak keberhasilan kerja sama di bidang ekonomi adalah ketika pemimpin negara-negara ASEAN telah menyepakati untuk membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015. Istilahnya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Beli Buku di Gramedia

Sebagai bentuk persaingan dengan kebangkitan ekonomi Tiongkok dan India, MEA memiliki tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan daya saing ASEAN di ekonomi Asia. Ditambah lagi, MEA berdiri untuk lebih menarik investasi asing. Asia Tenggara saat ini masih sangat membutuhkan penanaman modal asing untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perkembangan industri.

Pembentukan MEA sebenarnya adalah untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN, yakni: tercapainya wilayah ASEAN yang aman dengan tingkat dinamika pembangunan yang lebih tinggi dan terintegrasi; pengentasan masyarakat ASEAN dari kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kemakmuran yang merata dan berkelanjutan.

Hal itu dikarenakan MEA memiliki 4 karakteristik utama, yakni pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi, dan kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata, serta kawasan yang terintegrasi penuh dengan ekonomi global.

Secara bertahap, MEA membuka kemungkinan antar negara untuk saling menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara anggota ASEAN lainnya. Tidak hanya itu, bakal diinisiasi adanya pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, guru, akuntan, ahli keteknikan, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, kegiatan ekonomi berupa produksi, konsumsi, hingga distribusi, semakin luas dan berkembang bebas antar negara-negara ASEAN.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait