Pendidikan Jasmani

Alat-Alat Yang Dipakai pada Senam Lantai

Written by Laeli Nur Azizah

Alat Senam Lantai – Senam lantai adalah salah satu olahraga yang seringkali dilakukan oleh masyarakat di dalam ruangan. Senam lantai ini dilakukan di atas lantai dan umumnya memakai matras sebagai alasnya. Karena cocok dilakukan di dalam ruangan, maka Anda perlu mencoba senam lantai ini sebagai alternatif olahraga bila tidak dapat berolahraga di luar ruangan.

Namun, sebelum Anda mencoba senam lantai satu ini Anda perlu mengenali dan memahami tentang senam lantai. Berikut telah disajikan beberapa pembahasan terkait senam lantai mulai dari pengertian senam lantai, alat pada senam lantai, hingga macam-macam senam lantai beserta gerakannya.

Pengertian Senam Lantai

Senam lantai adalah salah satu jenis senam lantai yang disenangi oleh banyak orang, sebab olahraga ini mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Sejumlah manfaat itu seperti menjaga keseimbangan, membakar lemak, melatih fokus, dan masih banyak lagi lainnya.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian senam lantai merupakan senam yang memperagakan gerakan akrobatik dengan mengikuti irama lagu. Dimana, senam lantai mengutamakan keseimbangan, kelenturan, kekuatan, dan keluwesan. Dalam melakukan senam lantai biasanya diperlukan ruangan berukuran 12×12 meter.

Mengingat unsur-unsur utama dalam gerakan senam lantai terdiri dari gerakan menggulung, melompat, meloncat, sampai bertumpu di udara. Sehingga, dibutuhkannya ruangan yang cukup luas guna melakukan senam lantai tersebut.

Dikutip dari bentuk-bentuk dasar gerakan senam oleh Sapto Adi, bahwa pengertian senam lantai secara umum yaitu latihan senam yang dilakukan pada matras. Senam lantai mempunyai unsur-unsur gerakan misalnya mengguling, berputar di udara, dan lain sebagainya.

Jenis senam lantai juga disebut dengan nama latihan bebas sebab pesenam tidak wajib memakai peralatan khusus. terkadang pesenam memakai alat berupa pula maupun pita guna meningkatkan fungsi gerakan, namun tidak wajib digunakan. Gerakan tetap dapat dilakukan meski tanpa alat bantu.

Pengertian Senam Lantai Berdasarkan Para Ahli

Selain pengertian senam lantai secara umum, senam lantai juga mempunyai beberapa pengertian berdasarkan beberapa ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menurut Merriam & Webster

Menurutnya, senam lantai merupakan salah satu cabang kompetisi senam yang terbagi atas gerakan balet dan lentur misalnya melompat handstand dan jungkir balik yang dapat dilakukan tanpa alat bantu.

2. Menurut Muhajir

Dikutip dari Muhajir dalam situs bernama siat.ung.ac.id, bahwa senam lantai merupakan salah satu cabang olahraga yang mempunyai unsur gerakan contohnya mengguling ke rumah melenting, keseimbangan lompat dan loncat yang dilakukan di lantai.

3. Menurut Budi Sutrisno

Budi Sutrisno, mengatakan bahwa Senam lantai adalah salah satu bagian dari senam artistik dan salah satu cabang olahraga yang mengandalkan aktivitas seluruh anggota badan.

Sejarah Senam Lantai

Dikutip dari situs britanica, senam lantai mulai diperkenalkan pada olimpiade tahun 1936 untuk pria. Sementara itu untuk wanita diperkenalkan pada olimpiade tahun 1952. Kegiatan senam lantai untuk pria dan wanita secara rutin berbeda. Pada kategori pria durasi senam lantai berkisar antara 50 hingga 70 detik pergerakan. Sementara itu, untuk wanita durasi senam lantai berkisar antara 70 hingga 90 detik persatu gerakan dengan diiringi musik.

Sedangkan menurut situs Gymmedia, senam lantai masuk ke kompetisi kelas dunia di tahun 1930 World Championship di Luxemburg. Dimana, sebelumnya senam lantai ini dikembangkan dari senam bebas yang memakai alat bantu tangan.

Senam lantai sendiri sebetulnya telah dikenal dalam akrobat Italia. Di tahun 1599, sebuah buku berjudul Arial Jumpa yang diterbitkan di Prancis memuat tentang akrobat Italia tersebut. Rutin akrobatik yang digambarkan dalam buku tersebut dilakukan di lantai. Archange Tuccaro dikenal sebagai sosok yang mengembangkan gerakan akrobatik.

Alat Senam Lantai

Guna melakukan senam lantai diperlukan beberapa alat yang menunjang kesuksesan senam lantai. Berikut adalah sejumlah alat pada senam lantai, antara lain:

1. Lantai

Sesuai dengan namanya, senam lantai pastinya memerlukan alat utama yakni lantai. Lantai yang dipakai untuk senam lantai mempunyai ukuran yaitu 12 meter x 12 meter. Perlu diketahui juga bahwa lantai sebaiknya dalam kondisi atau keadaan yang halus dan tidak licin agar tidak terjadi cedera.

2. Kuda-kuda Pelana

Alat pada senam lantai yang kedua yaitu kuda-kuda Pelana. Alat satu ini memiliki fungsi untuk melatih lompatan. Bentuk dari alat ini mirip dengan dudukan yang berada di punggung kuda.

3. Palang Tunggal

Alat pada senam lantai selanjutnya yaitu palang tunggal. Alat tersebut dipakai untuk menunjang berbagai gerakan yang menantang. Ketinggian dari palang tunggal ini disesuaikan dengan gerakan yang dilakukannya.

4. Gelang-gelang

Gelang-gelang juga menjadi salah satu alat yang dipakai untuk senam lantai. Alat ini memiliki tinggi yakni 2,8 meer hingga 3 meter dengan diameter sebesar 13cm. Alat ini akan dihubungkan dengan dua tali sehingga pesenam bisa bergantung pada alat tersebut. Dimana, jarak antara gelang yaitu 50cm.

5. Matras

Alat pada senam lantai yang tidak kalah penting diperlukan yaitu matras. Dimana, matras memiliki fungsi sebagai alas agar bisa terhindar dari cedera.

Macam-macam Gerak Senam Lantai

Senam lantai terbagi atas gerakan yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat dan tanpa alat. Nah, berikut ini adalah macam-macam gerak senam lantai yang dikutip dari Sapta Adi dalam bentuk-bentuk senam dasar gabungan.

1. Gerakan Guling Depan atau Forward Roll

Gerakan guling depan atau forward roll ini dilakukan dengan cara berguling ke depan dengan urutan bagian tubuh menyentuh lantai mulai dari tengkuk, punggung, pinggang, dan belakang panggul.

2. Gerakan Guling Belakang atau Back Forward

Gerakan kedua ini dilakukan dengan cara berguling ke belakang dengan urutan bagian tubuh yang menyentuh lantai mulai dari pinggul pinggang belakang, punggung, kepala bagian belakang, dan kedua kaki.

3. Gerakan Berdiri Dengan Kepala atau Headstand

Gerakan satu ini berupa sikap berdiri terbalik dengan kepala dan kedua tangan sebagai tumpuannya.

4. Gerakan Berdiri Dengan Kedua Tangan atau Handstand

Gerakan berdiri dengan kedua tangan atau dikenal dengan istilah handstand merupakan sikap berdiri terbalik dengan kedua tangan sebagai tumpuan.

5. Guling Lenting (Neck Spring)

Gerakan guling lenting dilakukan dengan cara melenting ke depan atas yang dimulai dari dahi, lalu ke kepala, bahu, pinggang, pinggul, dan kedua tungkai serta lengan ikut melenting ke atas. kemudian gerakan ini diakhiri dengan kedua kaki mendarat bersama.

6. Gerakan Kayang (Bridge)

Gerakan kayang merupakan gerakan yang dilakukan dengan cara meregangkan dan mengangkat perut dan panggul dalam posisi terbalik. Dimulai dengan posisi berbaring, mengangkat perut dan panggul bersamaan. Kemudian tubuh bertumpu pada tangan dan kaki.

7. Gerakan Salto atau Summer Vault

Salto merupakan gerakan melompat dengan cara memutar tubuh dengan urutan layaknya berguling atau rolling.

8. Gerakan Lompat Harimau atau Tiger Sprong

Gerakan Lompat Harimau atau Tiger Sprong ini dilakukan dengan cara melompati benda dengan posisi tangan menjulur ke depan dan tubuh membujur lurus ketika melompat.

9. Gerakan Lompat Kangkang atau Straddle Vault

Gerakan Lompat Kangkang merupakan gerakan yang dilakukan dengan cara melompati benda misalnya Tiger Sprong namun posisi kaki membuka ke samping ketika melompat.

10. Gerakan Stut

Gerakan Stut merupakan gerakan yang diawali dengan sikap duduk di matras dengan kedua kaki rapat atau sikap berbaring terlentang. Kemudian, dilanjutkan dengan mengangkat kedua kaki ke belakang dan kedua kaki kebelakang dan kedua tangan bertumpu pada matras di sisi telinga. Posisi akhir tersebut dinamakan handstand.

Manfaat dan Gerakan Senam Lantai

Senam lantai mempunyai banyak sekali manfaat untuk tubuh, baik secara fisik atau mental. Secara fisik, senam lantai sangat berguna untuk menjaga kekuatan otot, meningkatkan kelenturan tubuh, sampai membakar lemak di dalam tubuh.

Sedangkan, secara mental senam lantai mempunyai manfaat utama untuk mengatur emosi. Karena dalam melakukan senam lantai diperlukan kesabaran dan ketelitian supaya gerakan-gerakan yang dilakukan telah sesuai standar.

Lantas, seperti apa gerakan dasar dalam senam lantai. Berikut adalah delapan gerakan senam lantai yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1. Gerakan Guling Depan atau Forward Roll

Gerakan Guling Depan atau Forward Roll merupakan gerakan berguling kedepan memakan bagian atas belakang badan berupa tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang. Latihan guling ke depan bisa dilakukan dengan 2 (dua) cara, yakni guling kedepan dengan awalan sikap berdiri dan dengan awalan jongkok.

Langkah Melaksanakan Guling Depan Dengan Awalan Berdiri

– Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
– Angkat kedua tangan kedepan, membungkukkan badan, meletakkan kedu telapak tangan diatas matras, posisi kaki lurus.
– Siku ke samping, masukan kepala diantara dua tangan.
– Sentuhkan bahu ke matras.
– Lalu, berguling ke depan.
– Lipaat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut.
– Sikap akhir guling depan yaitu jongkok kemudian berdiri tegak.

Langkah Melakukan Guling Depan Dengan Awalan Jongkok:

– Diawali dengan sikap jongkok dengan kedua kaki rapat, meletakkan lutut ke dada, dan kedua tangan bertumpu di depan ujung kaki kira-kira 40cm.
– Setelah itu, bengkokan kedua tangan, letakkan pudak pada matras dengan menentukan kepala dan dagu hingga ke dada.
– Lanjutkan dengan memakai gerakan berguling kedepan.
– Saat panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering dengan kedua tangan menuju posisi jongkok.

2. Gerakan Guling Belakang atau Back Roll

Gerakan guling belakang atau back Roll merupakan menggulingkan badan ke belakang dengan posisi badan tetap harus membulat yakni kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, dan kepala ditundukkan hingga dagu melekat di dada.

Langkah Melakukan Gerakan Guling Belakang:

– Posisi jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
– Kepala menunduk, dagu rapat ke dada, lalu kaki menolak ke belakang.
– Pada saat punggung menyentuh matras, kedua tangan serta dilipat ke samping telinga dan telapak tangan menghadap ke bagian atas untuk siap menolak.
– Kaki segera diayunkan ke belakang melalui kepala dibantu oleh kedua tangan menolak kuat dan kedua kaki dilipat hingga ujung kaki bisa mendarat diatas matras ke sikap jongkok.

3. Gerakan Guling Lenting

Gerakan guling lenting merupakan suatu gerakan melentingkan badan ke atas depan yang dikarenakan oleh lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Latihan gerakan guling lenting ini dibagi menjadi 2 (dua) jenis menurut tumpuannya, yakni bertumpu pada tengkuk dan kepala.

Langkah Melakukan Gerakan Guling Lenting Tengkuk:

– Sikap permulaan berbaring terlentang atau duduk telunjur
– Mengguling ke belakang, tungkai lurus, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan menumpu disamping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
– Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak badan melayang dan membusur, kepala pasif.
– Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur lengan lurus ke atas.

Langkah Melakukan Gerakan Guling Lenting Kepala:

– Membungkuk bertumpu pada kaki dan membentuk segitiga sama sisi punggung tegak lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jaati kaki bertumpu di lantai.
– Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuatnya, kepala pasif badan melayang dan membusur.
– Mendarat dengan kaki rapat badan membusur dan lengan ke atas.

4. Gerakan Kayang

Kayang merupakan gerakan dengan posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul.

Langkah Melakukan Gerakan Kayang:

– Sikap permulaan berdiri, dan kedua tangan menumpu pada pinggul.
– Lalu, kedua kaki ditekuk, suku tangan ditekuk, kepala dilipat ke belakang.
– Kedua tangan diputar ke belakang hingga menyentuh matras sebagai tumpuannya.
– Posisi badan melengkung bagai busur.

5. Berdiri Dengan Memakai Tangan atau Hand Stand

Berdiri dengan memakai tangan atau hand stand merupakan sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan dengan siku- siku lurus ke atas. Hal yang wajib Anda perhatikan ketika melakukan hand stand yaitu harus dilakukan diatas alas yang keras atau datar supaya seimbang.

Langkah Melakukan Gerakan Hand Stand:

– Sikap permulaan berdiri tegak, satu diantara kaki sedikit ke depan.
– Membungkuk kan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan, lalu pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai belakang lurus.
– Ayunkan tungkai belakang ke atas, dan kencangkan otot perut.
– Kedua tungkai rapat dan lurus adalah satu garis dengan badan dan lengan, kemudian pandangan diantara tumpuan tangan, kemudian badan dijulurkan ke atas.

6. Berdiri Dengan Memakai Kepala atau Head Stand

Berdiri dengan memakai kepala atau head stand merupakan sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan kedua taangan dengan siku-wiku ditekuk dan telapak tangan sebagai tipuannya. Serupa halnya dengan hand stand, gerakan head stand juga wajib dilakukan diatas landasan maupun alas supaya dapat bertumpu dengan seimbang.

Langkah Melakukan Gerakan Head Stand:

– Berdiri dengan kepala merupakan sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
– Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dimana, dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
– Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga supaya badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
– Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.

7. Gerakan Lompat Jongkok

Teknik gerakan untuk loncat jongkok pada dasarnya serupa dengan loncat Kangkang. Sebab tahap latihannya sama, yakni awalan, tolakan, melalui peti lompat dan mendarat.

Langkah Melakukan Gerakan Lompat Jongkok:

– Awalan dilakukan dengan lari secepat mungkin dan badan condong ke depan
– Kedua kaki menolak pada papan tolakan disertai ayunan lengan ke atas, badan melayang dan tangan menumpu pada pangkal peti, lengan lurus, pandangan ke depan tangan.
– Segera kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga, lutut dilipat ke dada, luruskan tungkai ketika berada dilipat ke dada, luruskan tungkai ketika berada diatas bagian ujung peti.
– Mendarat dengan ujung kaki, lutut mengeper, dan lengan direntangkan keatas.

Nah, itulah beberapa penjelasan terkait senam lantai. Mulai dari pengertian secara umum, pengertian menurut paa ahli, alat pada senam lantai, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengannya. Semoga informasi diatas bisa membantu bermanfaat bagi para pembacanya.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien