in ,

Review Buku Rain Karya Tere Liye

Rain – Hai Grameds! Apakah kamu pernah membaca sebuah novel yang mampu membuat diri kamu tersenyum, terharu, sekaligus merenungkan makna pertemuan dan perpisahan dalam hidup?

Jika belum, Rain karya Tere Liye bisa menjadi bacaan yang cocok untuk masuk ke dalam daftar baca kamu. Novel ini menawarkan kisah yang hangat, emosional, dan penuh makna, dengan latar masa depan yang berpadu apik bersama sentuhan drama, persahabatan, dan romansa.

Kisah dalam Rain bercerita tentang perjalanan hidup Lail, seorang gadis yang harus kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana dahsyat yang melanda kotanya.

Di tengah masa-masa sulit tersebut, ia bertemu dengan Esok, sosok yang perlahan menjadi tempatnya berbagi harapan dan semangat untuk melanjutkan hidup.

Seiring berjalannya waktu, hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan yang begitu erat. Namun, perjalanan hidup membawa mereka pada pilihan dan jalan yang berbeda, sehingga mereka harus menghadapi kenyataan yang tidak selalu sejalan dengan harapan mereka.

Buku Rain diterbitkan oleh Sabak Grip Nusantara pada 7 April 2025 dengan ketebalan 318 halaman. Lewat gaya bertutur yang puitis dan menyentuh, Tere Liye akan membawa Grameds untuk merenungkan makna cinta, harapan, kehilangan, serta keberanian untuk merelakan seseorang yang pernah begitu berarti.

Lantas, seperti apa kisah yang ditawarkan novel ini hingga mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para pembacanya? Gramin sudah menyiapkan ulasan lengkap mengenai Rain di bawah ini. Yuk, simak sampai selesai!

Profil Tere Liye – Penulis Buku Rain

Tere Liye adalah seorang novelis terkenal di Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya dengan berbagai genre. Sejak mulai menulis novel pada tahun 2005, jumlah karyanya terus bertambah, begitu pula dengan jumlah penggemarnya.

Tere Liye lahir di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, pada 21 Mei 1979. Nama “Tere Liye” hanyalah nama pena, sementara nama aslinya adalah Darwis. Ia berasal dari keluarga sederhana, di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan memiliki tujuh anak, dengan Tere Liye sebagai anak keenam.

Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tetap berusaha mendidik anak-anak mereka dengan baik agar menjadi pribadi yang cerdas dan berilmu. Tere Liye menghabiskan masa kecilnya di desa bersama keluarga dan teman-temannya.

Ketika mencapai usia sekolah, ia mulai mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Kikim Timur, yang terletak di Kecamatan Kikim Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan ke SMP Negeri 2 Kikim yang berada di Kabupaten Lahat. Pendidikan tingkat menengah pertama ini dilaluinya dengan baik hingga ia berhasil lulus dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Untuk pendidikan SMA, ia memilih bersekolah di luar kampung halamannya, tepatnya di SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Lampung.

Tinggal di Bandar Lampung membawa perubahan dalam dirinya, terutama dalam kebiasaannya mencari informasi dan memperluas wawasan. Ia mulai rajin membaca berbagai buku untuk menambah pengetahuan.

Setelah lulus SMA, ia bertekad melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dengan Universitas Indonesia (UI) sebagai target utamanya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, ia terus berusaha meningkatkan ilmu dan wawasan hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Banyak orang mungkin mengira ia mengambil jurusan sastra karena kiprahnya sebagai penulis, namun ternyata ia memilih bidang ekonomi dan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UI. 

 

Sinopsis Buku Rain

Elijah menarik napas dalam-dalam sebelum membenarkan posisi duduknya. “Baiklah, Lail. Pertanyaan pertama, kenangan apa yang ingin kamu hapus dari ingatanmu?”

Suasana di dalam ruangan berbentuk kubus itu begitu sunyi.

“Lail, apakah kamu mendengarkanku?” tanya Elijah dengan suara tenang. Gadis yang duduk di hadapannya masih menundukkan kepala tanpa memberikan jawaban.

Perlahan, Lail mengangkat wajahnya dan mengusap air mata yang menggenang di sudut matanya. Sejak beberapa saat lalu, ia berusaha keras menahan luapan kesedihan.

“Kamu tidak perlu menahan tangismu,” ucap Elijah penuh empati sambil mengetuk layar tabletnya. “Aku berjanji, ini akan menjadi tangisan terakhirmu.”

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku Rain

Pros & Cons

Pros
  • Kisah emosional yang menyentuh.
  • Mengangkat pesan kehidupan.
  • Karakter utama berkembang dengan baik.
  • Perpaduan romansa dan fiksi ilmiah yang unik.
  • Dipenuhi kutipan yang inspiratif.
Cons
  • Ritme cerita cenderung lambat.
  • Penggambaran dunia masa depan belum tergali maksimal.

Kelebihan Buku Rain

Buku Rain karya Tere Liye merupakan karya yang direkomendasikan karena menyajikan berbagai kelebihan sebagai berikut.

1. Kisah emosional yang menyentuh

Salah satu kelebihan utama Rain terletak pada kemampuannya untuk membangun kisah yang penuh emosi.

Perjalanan hidup para tokohnya dipenuhi berbagai peristiwa yang menyentuh hati sehingga pembaca dapat ikut merasakan kesedihan, harapan, hingga kebahagiaan yang mereka alami.

Setiap fase perjalanan tokohnya mampu meninggalkan kesan yang mendalam sehingga pembaca akan diajak terus untuk terhubung dengan emosi cerita.

2. Mengangkat pesan kehidupan

Di balik kisah romansa yang disajikan, novel ini memuat banyak refleksi mengenai kehidupan. Tere Liye mengangkat tema tentang menerima kehilangan, memaafkan, bertumbuh setelah mengalami masa sulit, hingga pentingnya tetap mengejar cita-cita meskipun dihadapkan pada berbagai cobaan. Pesan-pesan tersebut membuat cerita terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari.

3. Karakter utama berkembang dengan baik

Perkembangan karakter, terutama Lail, menjadi salah satu aspek yang menarik untuk diikuti. Tere Liye berhasil membangun karakter utama dengan perkembangan yang terasa alami.

Setiap pengalaman yang dilalui para tokohnya memberikan dimensi baru pada kepribadian mereka sehingga terasa semakin hidup dari bab ke bab.

Sementara itu, sosok Esok digambarkan sebagai karakter yang cerdas, dewasa, dan peduli melalui tindakan-tindakannya, sehingga berhasil meninggalkan kesan positif bagi banyak pembaca.

4. Perpaduan romansa dan fiksi ilmiah yang unik 

Tidak banyak novel Indonesia yang menggabungkan kisah romansa dengan latar dunia masa depan.

Rain menghadirkan berbagai inovasi teknologi, bencana global, serta gambaran kehidupan pada masa mendatang sebagai latar yang memperkaya cerita.

Perpaduan tersebut memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan novel romansa pada umumnya.

5. Dipenuhi kutipan yang inspiratif

Sepanjang cerita, pembaca akan menemukan banyak dialog dan kutipan yang membahas kenangan, hujan, cinta, serta proses merelakan seseorang.

Kalimat-kalimat tersebut tidak hanya memperkuat suasana emosional, tetapi juga menjadi bahan refleksi yang mudah diingat bahkan setelah novel selesai dibaca.

Kekurangan Buku Rain

Meskipun Buku The Rain karya Tere Liye menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

1. Ritme cerita cenderung lambat
Sebagian pembaca merasa perkembangan konflik utama berlangsung cukup perlahan sehingga tempo cerita pada bagian awal hingga pertengahan terasa tenang.

Novel ini lebih banyak berfokus pada pembangunan karakter dan hubungan antar tokoh sebelum memasuki konflik yang lebih besar.

Bagi pembaca yang menyukai cerita dengan ketegangan sejak awal, ritme tersebut mungkin terasa kurang sesuai.

2. Penggambaran dunia masa depan belum tergali maksimal
Latar cerita yang mengambil waktu di masa depan menghadirkan berbagai teknologi canggih yang menarik. Namun, beberapa pembaca merasa penjelasan mengenai sistem teknologi maupun kondisi dunia pada masa tersebut masih belum dieksplorasi secara mendalam.

Akibatnya, latar futuristik yang sebenarnya memiliki potensi besar terkadang lebih berfungsi sebagai pendukung cerita dibandingkan menjadi elemen yang benar-benar dikembangkan.

Apa Itu Petrichor? 

Rain. Sebuah judul yang sangat singkat, tetapi dipilih Tere Liye dengan makna yang begitu dalam. Novel ini tidak hanya mengisahkan tentang cinta, kehilangan, dan harapan, tetapi juga membuat kita kembali mengingat hal-hal sederhana yang sering hadir saat hujan turun.

Nah, Grameds, apakah kalian termasuk orang yang senang ketika hujan turun? Pernahkah kalian mencium aroma khas yang muncul ketika tetes hujan pertama menyentuh tanah? Jika pernah, ternyata aroma tersebut memiliki nama ilmiah, yaitu petrichor.

Istilah petrichor berasal dari bahasa Yunani, yaitu petra yang berarti batu dan ichor yang merujuk pada cairan yang dipercaya mengalir dalam tubuh para dewa dalam mitologi Yunani.

Secara harfiah, petrichor dapat diartikan sebagai “cairan dari batu”. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuwan Australia, Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas, melalui sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada tahun 1964 untuk menjelaskan aroma khas yang muncul ketika hujan pertama membasahi tanah yang kering.

Aroma tersebut sebenarnya dihasilkan oleh proses ilmiah yang cukup menarik. Saat cuaca kering, tumbuhan melepaskan minyak alami yang tersimpan di permukaan tanah dan bebatuan. Pada saat yang sama, bakteri tanah, terutama dari kelompok Actinobacteria, menghasilkan senyawa bernama geosmin yang menjadi penyebab utama aroma tanah basah.

Ketika hujan mulai turun, tetesan air menghantam permukaan tanah dan melepaskan gelembung-gelembung udara berukuran sangat kecil yang membawa partikel geosmin serta minyak alami tersebut ke udara. Campuran inilah yang kemudian tercium oleh hidung kita sebagai aroma hujan yang begitu khas.

Menariknya, aroma petrichor bukan hanya menyenangkan untuk dihirup, tetapi juga berkaitan dengan cara kerja otak manusia. Indra penciuman memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem limbik, yaitu bagian otak yang mengatur emosi dan memori. Itulah sebabnya aroma hujan sering kali membangkitkan kenangan tertentu, menghadirkan rasa tenang, atau bahkan memunculkan perasaan nostalgia yang sulit dijelaskan. Tidak sedikit orang yang merasa lebih damai ketika mencium aroma hujan pertama setelah musim kemarau.

Fenomena sederhana ini menjadi pengingat bahwa sains selalu hadir di sekitar kita, bahkan dalam momen yang sering dianggap biasa.

Di balik aroma hujan yang menenangkan, terdapat perpaduan proses biologi, kimia, dan fisika yang bekerja secara alami. Mungkin itulah alasan mengapa judul Rain terasa begitu tepat.

Sama seperti petrichor yang meninggalkan kesan mendalam setelah hujan turun, kisah dalam novel ini juga meninggalkan kenangan yang akan terus melekat di benak pembacanya.

Penutup

Buku Rain menjadi pilihan bacaan yang tepat bagi Grameds yang menyukai novel dengan cerita yang hangat, emosional, dan sarat akan makna kehidupan. Perpaduan antara drama, romansa, dan sentuhan fiksi ilmiah membuat novel ini mampu menghadirkan pengalaman membaca yang menghibur serta mengajak kita untuk berhenti sejenak merenungkan berbagai hal yang sering luput dari perhatian kita.

Setelah lembar terakhir ditutup, mungkin yang akan tertinggal bukan hanya kisah para tokohnya, melainkan juga berbagai pertanyaan tentang kenangan, harapan, dan arti melepaskan.

Lantas, jika suatu hari Grameds diberi kesempatan untuk menghapus satu kenangan dari hidup, apakah kalian benar-benar akan memilih untuk melupakannya, atau justru menyimpannya sebagai bagian yang membentuk diri kalian hari ini?

Buku Rain karya Tere Liye ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Sang Eksekutor

Sang Eksekutor

Di sebuah negeri, penegakan hukum kacau balau.

Pada yang kecil hukum sangat bengis, pada yang kuat hukum bisa diatur semaunya. Maka seorang eksekutor datang menghabisi petinggi negeri. Mulai dari menteri, jenderal polisi, jaksa, hakim, pengacara, dibunuh satu per satu.

Negeri itu menjadi chaos, rakyat terinspirasi dari pembunuhan berantai itu, demonstrasi besar meletus di mana-mana.

Siapa Sang Eksekutor ini?

Apa masalahnya dengan masa lalu?

Dan, apakah nasib Presiden berakhir sama di tangan Sang Eksekutor?

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya.

Cinta Antara Jakarta & Kuala Lumpur 

Cinta Antara Jakarta & Kuala Lumpur

James adalah tipe cowok green flag, jomblo berkualitas tinggi. Pintar, lulusan kampus top luar negeri, punya pekerjaan dan karier yang cemerlang, tampan, baik hati. Dengan keluarga yang spesial.

Masalahnya, dia pemalu, terlalu sibuk kerja, fokus pada kariernya. Jadilah dia tidak kunjung mendapat jodoh.

Hingga suatu hari, dia jatuh cinta. Pada wanita yang benar-benar di luar dugaan. Dan dimulailah semua kekacauan cerita ini.

 

Written by Dzikri N. Hakim