perbedaan Chevening dan LPDP – Grameds, perbedaan Chevening dan LPDP bukan cuma soal negara tujuan atau durasi kuliah, tapi juga soal kepribadian dan arah karier yang kamu tuju! Dua beasiswa ini sering banget dibanding-bandingkan, tapi mana sih yang paling matching sama kamu?
Biar peluang lolosmu makin besar dan nggak salah pilih, yuk bedah detail perbedaan kedua beasiswa bergengsi ini di bawah ini!
Table of Contents
Perbedaan Chevening dan LPDP secara Umum
Perbedaan utama Chevening dan LPDP terletak pada penyelenggara, negara tujuan, dan cakupan pendidikan yang didukung. Chevening berfokus pada program magister di Inggris, sedangkan LPDP memiliki beragam program dengan pilihan jenjang dan tujuan studi sesuai kebijakan yang berlaku.
| Aspek | Chevening | LPDP |
| Penyelenggara | Pemerintah Inggris melalui program Chevening | Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di bawah Kementerian Keuangan RI |
| Jenjang utama | Magister (S2) satu tahun | Magister (S2), doktor (S3), dan program khusus tertentu |
| Negara tujuan | Inggris | Dalam negeri dan luar negeri, sesuai program |
| Sasaran pendaftar | Warga negara dari negara yang memenuhi syarat Chevening | Warga Negara Indonesia yang memenuhi ketentuan program |
| Fokus seleksi | Potensi kepemimpinan, pengalaman kerja, rencana studi, dan kontribusi setelah studi | Persyaratan akademik dan administrasi serta tahapan seleksi sesuai program |
| Cakupan pendanaan | Beasiswa penuh dengan komponen pendanaan sesuai ketentuan Chevening | Pendanaan penuh atau parsial, bergantung pada program yang dipilih |
Informasi tersebut mengacu pada panduan resmi masing-masing penyelenggara. Persyaratan dan jenis program dapat berubah mengikuti periode pendaftaran, Grameds.
Perbedaan Negara dan Pilihan Universitas
Salah satu hal yang paling mudah membedakan Chevening dan LPDP adalah pilihan negara tujuan studinya.
- Chevening
Dikhususkan untuk pendidikan magister di universitas Inggris. Pendaftar harus memilih tiga program studi yang memenuhi ketentuan Chevening.
- LPDP
Menawarkan pilihan studi di dalam maupun luar negeri sesuai kategori beasiswa, daftar program, dan persyaratan yang berlaku. Pilihan universitas serta program studi harus sesuai dengan ketentuan LPDP.
Jika Grameds ingin merasakan pengalaman akademik di Inggris, Chevening bisa menjadi pilihan yang relevan. Namun, jika ingin mempertimbangkan universitas di Indonesia atau negara lain, LPDP menyediakan pilihan yang lebih beragam sesuai program yang dibuka.
Perbedaan Persyaratan Pendaftaran Chevening dan LPDP
Chevening dan LPDP sama-sama memiliki persyaratan yang perlu dipenuhi calon penerima beasiswa. Namun, kriteria kelayakan dan dokumen yang diminta tidak sepenuhnya sama.
Persyaratan Chevening
Secara umum, calon pendaftar Chevening harus memenuhi beberapa ketentuan berikut.
- Kewarganegaraan: Berasal dari negara atau wilayah yang memenuhi syarat program Chevening.
- Pendidikan: Memiliki gelar sarjana yang memenuhi persyaratan masuk program magister di Inggris.
- Pengalaman kerja: Memiliki pengalaman kerja minimal 2.800 jam yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
- Pilihan universitas: Mendaftar ke tiga program magister yang memenuhi ketentuan Chevening.
- Penawaran penerimaan: Memperoleh minimal satu unconditional offer dari pilihan program yang diajukan sebelum tenggat yang ditentukan.
- Komitmen setelah studi: Bersedia kembali ke negara asal selama minimal dua tahun setelah beasiswa berakhir.
Ketentuan tersebut tercantum dalam panduan kelayakan resmi Chevening.
Persyaratan LPDP
Persyaratan LPDP berbeda berdasarkan kategori beasiswa dan jenjang pendidikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kewarganegaraan: Memenuhi ketentuan sebagai Warga Negara Indonesia.
- Jenjang pendidikan: Memiliki kualifikasi pendidikan sebelumnya sesuai jenjang yang dituju.
- Kemampuan akademik: Memenuhi persyaratan IPK dan ketentuan akademik yang berlaku untuk kategori pilihan.
- Kemampuan bahasa: Memenuhi persyaratan sertifikat bahasa jika diwajibkan.
- Dokumen pendaftaran: Menyiapkan dokumen identitas, ijazah, transkrip, esai, dan dokumen pendukung lain sesuai panduan.
- Ketentuan khusus: Memenuhi persyaratan tambahan apabila mendaftar melalui kategori tertentu, seperti program afirmasi atau program khusus.
Grameds perlu membaca buku panduan LPDP untuk kategori yang dituju karena persyaratan dapat berbeda antara satu program dan program lainnya.
Perbedaan Cakupan Pendanaan Beasiswa
Baik Chevening maupun LPDP menyediakan dukungan pendanaan untuk membantu penerima menjalani pendidikan. Perbedaannya terletak pada komponen biaya yang ditanggung dan ketentuan program.
Cakupan pendanaan Chevening
Berdasarkan informasi resmi Chevening, komponen pendanaan beasiswa dapat mencakup:
- Biaya kuliah
- Tiket perjalanan ekonomi pergi dan pulang melalui rute yang disetujui
- Tunjangan kedatangan dan kepulangan
- Biaya pengajuan visa
- Tunjangan hidup bulanan untuk akomodasi dan kebutuhan sehari-hari
- Dukungan biaya tertentu lainnya sesuai ketentuan program
Jumlah tunjangan hidup dapat berbeda berdasarkan lokasi studi, termasuk perbedaan antara London dan luar London.
Cakupan pendanaan LPDP
LPDP menyediakan skema pendanaan sesuai jenis beasiswa yang dipilih. Pada program tertentu, pendanaan dapat mencakup biaya pendidikan dan dana pendukung. Namun, ada pula program dengan skema pendanaan parsial yang membagi tanggungan biaya antara LPDP dan penerima beasiswa.
Karena itu, Grameds sebaiknya memeriksa rincian komponen biaya dalam panduan resmi program yang dituju. Jangan langsung menganggap semua jenis beasiswa LPDP memiliki cakupan pendanaan yang sama.
Perbedaan Fokus Seleksi Chevening dan LPDP
Selain persyaratan administrasi, kedua beasiswa memiliki karakter seleksi yang perlu dipahami sejak awal.
- Chevening
Menekankan potensi kepemimpinan, pengalaman profesional, kemampuan membangun relasi, alasan memilih program studi, serta rencana kontribusi setelah kembali ke negara asal.
- LPDP
Menilai kelayakan pendaftar berdasarkan persyaratan program dan tahapan seleksi yang berlaku. Pada program LPDP 2026, tahapan seleksi yang tercantum meliputi seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi, dengan ketentuan tertentu bagi kategori pendaftar yang memenuhi pengecualian.
Artinya, Grameds perlu menyesuaikan strategi persiapan dengan karakter masing-masing beasiswa. Untuk Chevening, pengalaman kerja dan cerita kepemimpinan perlu disusun secara kuat. Untuk LPDP, penting untuk memastikan seluruh persyaratan kategori terpenuhi dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi sesuai panduan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Fresh Graduate?
Fresh graduate tetap bisa mempertimbangkan beasiswa sesuai persyaratan masing-masing. Namun, Chevening memiliki ketentuan pengalaman kerja yang perlu diperhatikan.
- Chevening
Kurang sesuai bagi pendaftar yang belum memenuhi persyaratan minimal 2.800 jam pengalaman kerja setelah lulus sarjana. Pengalaman tersebut perlu dihitung dan dibuktikan sesuai panduan resmi.
- LPDP
Bisa menjadi pilihan bagi fresh graduate yang memenuhi persyaratan kategori dan jenjang studi yang dituju. Namun, kelayakan tetap bergantung pada ketentuan program, termasuk persyaratan akademik dan dokumen.
Jadi, Grameds sebaiknya nggak hanya memilih beasiswa berdasarkan popularitasnya. Periksa terlebih dahulu persyaratan yang paling menentukan kelayakan pendaftaranmu.
Tips Memilih antara Chevening dan LPDP
Sebelum menentukan pilihan, pertimbangkan beberapa hal berikut.
- Tentukan negara tujuan
Jika ingin kuliah di Inggris, Chevening bisa dipertimbangkan. Jika ingin pilihan negara atau universitas yang lebih beragam, pelajari program LPDP yang tersedia.
- Periksa pengalaman kerja
Pastikan kamu memenuhi ketentuan pengalaman kerja Chevening atau persyaratan kategori LPDP yang dituju.
- Sesuaikan dengan jenjang pendidikan
Chevening berfokus pada S2 selama satu tahun, sedangkan LPDP menyediakan pilihan S2, S3, dan program khusus tertentu.
- Bandingkan komponen pendanaan
Pelajari biaya yang ditanggung masing-masing program agar sesuai dengan kebutuhan selama studi.
- Siapkan rencana setelah lulus. Pikirkan kontribusi yang ingin kamu berikan setelah menyelesaikan pendidikan dan pastikan kamu memahami kewajiban penerima beasiswa.
Perbedaan Esai Pendaftaran Chevening dan LPDP
- Chevening
Esai menjadi sarana untuk menunjukkan pengalaman kepemimpinan, kemampuan membangun relasi profesional, alasan memilih program studi, dan rencana karier setelah lulus.
- LPDP
Pendaftar perlu menyusun esai sesuai ketentuan program, yang dapat mencakup komitmen kembali ke Indonesia, rencana setelah studi, serta kontribusi bagi masyarakat dan negara.
Apakah Chevening dan LPDP Bisa Dilamar Bersamaan?
- Mendaftar keduanya
Kamu dapat mempertimbangkan pendaftaran ke kedua program selama memenuhi persyaratan masing-masing dan tidak ada ketentuan yang melarangnya.
- Memperhatikan jadwal seleksi
Periksa jadwal pendaftaran, pengumuman, dan tenggat penerimaan beasiswa agar persiapan dokumen tidak berbenturan.
- Memeriksa aturan pendanaan
Jika lolos keduanya, pelajari ketentuan penerimaan dan penggunaan pendanaan sebelum menentukan pilihan. Jangan menganggap dua beasiswa dapat digunakan sekaligus untuk membiayai studi yang sama.
Perbedaan Durasi Studi yang Didukung
- Chevening
Program ini mendukung pendidikan magister di Inggris yang umumnya berlangsung selama satu tahun akademik.
- LPDP
Durasi pendanaan mengikuti jenjang pendidikan, program studi, dan ketentuan beasiswa yang dipilih. Studi magister dan doktor dapat memiliki durasi yang berbeda.
- Dampaknya bagi pendaftar
Pertimbangkan durasi studi berdasarkan bidang yang ingin dipelajari, rencana karir, serta kesiapan menyelesaikan pendidikan sesuai batas waktu pendanaan.
Bagaimana Peluang Beasiswa bagi Pendaftar dengan Pengalaman Organisasi?
- Chevening
Pengalaman organisasi dapat membantu menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan membangun relasi. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis menggantikan persyaratan jam kerja yang ditetapkan Chevening.
- LPDP
Pengalaman organisasi, kegiatan sosial, atau kontribusi di masyarakat dapat membantu menjelaskan motivasi dan rencana kontribusi jika relevan dengan esai atau tahapan seleksi.
- Tips mempersiapkan diri
Pilih pengalaman yang paling relevan, jelaskan peranmu, tindakan yang dilakukan, dan hasil yang dicapai. Hindari hanya mencantumkan jabatan tanpa menunjukkan kontribusi nyata.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Setelah Mendapatkan Beasiswa?
- Chevening
Penerima perlu mengikuti instruksi penyelenggara terkait penerimaan beasiswa, dokumen perjalanan, visa, dan persiapan keberangkatan ke Inggris.
- LPDP
Penerima perlu memenuhi prosedur sebelum studi sesuai ketentuan LPDP, termasuk penyelesaian administrasi dan persiapan keberangkatan jika studi dilakukan di luar negeri.
- Perencanaan sebelum kuliah
Buat anggaran pribadi, pelajari lingkungan kampus dan negara tujuan, serta pahami hak dan kewajiban penerima beasiswa agar proses adaptasi berjalan lebih lancar.
Kesimpulan
Grameds, perbedaan Chevening dan LPDP terletak pada negara tujuan, jenjang pendidikan, persyaratan pendaftar, cakupan pendanaan, serta fokus seleksinya.
Chevening menawarkan kesempatan menempuh S2 selama satu tahun di Inggris dan mensyaratkan pengalaman kerja tertentu. Sementara itu, LPDP menyediakan berbagai pilihan program pendidikan bagi WNI, termasuk S2 dan S3, dengan ketentuan yang berbeda sesuai kategori.
Nggak ada satu beasiswa yang paling cocok untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan studi, pengalaman, kesiapan dokumen, dan rencana karier Grameds. Pelajari panduan terbaru dari masing-masing penyelenggara sebelum memulai pendaftaran agar persiapanmu lebih terarah.
Rekomendasi Buku Terkait
Taklukkan Wawancara Beasiswa
Taklukkan Wawancara Beasiswa membahas berbagai persiapan yang diperlukan untuk menghadapi wawancara beasiswa, mulai dari memahami jenis beasiswa dan model wawancaranya, mempelajari 55 pertanyaan yang sering diajukan, hingga mengetahui hal-hal yang perlu dihindari selama proses wawancara. Buku ini juga mengulas strategi menjawab pertanyaan untuk beasiswa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan luar negeri, serta memberikan informasi puluhan program beasiswa beserta tautan aksesnya. Selain itu, pembaca dapat mempelajari pengalaman lima penerima beasiswa dari berbagai negara, mengenal lebih dalam program LPDP, Chevening, Fulbright, dan Australia Awards Scholarship, serta memahami etika berpakaian, berjabat tangan, posisi duduk, dan bahasa tubuh yang tepat agar lebih percaya diri dan siap menaklukkan wawancara beasiswa.
Beasiswa Kuliah di Amerika Serikat
Beasiswa Kuliah di Amerika Serikat hadir untuk membantu masyarakat Indonesia mengenal lebih jauh peluang pendidikan tinggi di Amerika Serikat, terutama melalui berbagai program beasiswa yang tersedia. Berangkat dari potensi prestasi pelajar Indonesia dan banyaknya kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri, buku ini berupaya menyediakan informasi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat, termasuk kalangan akademisi, pekerja industri, dan pemerintahan. Selain membahas peluang pendidikan, buku ini juga mengajak pembaca melihat Amerika Serikat dari sudut pandang yang lebih luas, tanpa hanya berfokus pada kebijakan politik luar negerinya. Dengan begitu, pembaca diharapkan dapat memperoleh wawasan baru sekaligus mempertimbangkan Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan untuk mengembangkan pendidikan dan kemampuan diri.
5 Negara, Ratusan Beasiswa, Beribu Cerita
Buku ini mengajak pembaca menjelajahi peluang pendidikan di berbagai negara melalui informasi beasiswa, panduan memilih jurusan, serta kisah pengalaman yang dapat memotivasi perjuangan meraih pendidikan tinggi. Pembaca diajak mengenal Prancis, Jepang, Polandia, Rusia, dan Taiwan, sekaligus memahami karakteristik masing-masing negara sebagai tujuan studi. Dengan perpaduan informasi praktis dan dorongan motivasi, buku ini membantu pembaca memperluas wawasan, menemukan peluang belajar di luar negeri, dan membangun keberanian untuk mengejar impian hingga ke berbagai belahan dunia.
Elite Berilmu dengan Beasiswa Polandia dan Kazan
Menempuh pendidikan di luar negeri bisa menjadi langkah besar untuk memperluas wawasan dan meraih cita-cita. Elite Berilmu dengan Beasiswa Polandia dan Kazan menghadirkan informasi seputar peluang beasiswa, pemilihan jurusan, serta pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi calon mahasiswa internasional. Polandia dan Kazan diperkenalkan sebagai pilihan untuk melanjutkan studi sekaligus membuka kesempatan mengenal lingkungan dan budaya baru. Dilengkapi pesan motivasi dan refleksi spiritual, buku ini mendorong para pejuang ilmu agar berani merantau, memanfaatkan kesempatan yang ada, dan terus berusaha meraih impian melalui pendidikan.
Awardee Stories: Kisan dan Kiat Para Penerima Beasiswa LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan dan berpedoman pada kebijakan Dewan Penyantun yang terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri Ristek-Dikti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Agama. Lembaga ini memberikan layanan pembiayaan pendidikan yang meliputi program beasiswa, pendanaan penelitian, pengelolaan dana cadangan, dan rehabilitasi sarana pendidikan yang rusak karena bencana alam. Agar berhasil memperoleh beasiswa tersebut, setiap pelamar harus mempersiapkan diri dengan baik, antara lain dengan memahami nilai-nilai budaya LPDP dan mempelajari kiat-kiat lolos seleksi LPDP seperti yang dipaparkan dalam buku ini. Buku ini juga secara lengkap membahas berbagai persiapan yang harus dilakukan, program-program beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP, dan program Persiapan Keberangkatan (PK). LPDP hanya akan menginvestasikan dana pendidikan pada mereka yang unggul secara akademik, memiliki keterampilan dan kepemimpinan yang andal, berintegritas, serta memiliki kepekaan, dan daya inovasi untuk membangun Indonesia.






