in , ,

Review Novel City Lite: Di Seberang Rumah Karya Wulanfadi None

Di Seberang Rumah – Bagaimana jika kamu tidak bisa membedakan antara imajinasi dan realita? Pastinya, hidupmu akan lebih sulit dibuatnya. Apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar, apa yang kamu rasakan, ternyata semua itu belum tentu nyata. Tak ada lagi batas yang jelas antara kenyataan dan gambar dalam pikiranmu.

Itu dia yang dirasakan Adit, tokoh utama dalam novel Di Seberang Rumah. Dalam novel tersebut, ia digambarkan mengidap depresi dengan episode psikosis.

City Lite: Di Seberang Rumah adalah sebuah novel karya Wulanfadi None yang mengangkat isu kesehatan mental dan romansa yang mengiringinya. Kisah ini bukan hanya menambah awareness akan mental health, melainkan juga memberi penguatan dan motivasi untuk kembali pulih.

Kisah Di Seberang Rumah mulanya dipublikasi di Wattpad @wulanfadi pada 2023 dan sudah dibaca sebanyak 371 ribu kali (per Juli 2026). Karya ini kemudian diadaptasi menjadi novel dan diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo pada 12 September 2024 dengan ketebalan 296 halaman.

Penasaran akan perjalanan Adit dalam masa pemulihan dan kisah cinta yang menunggunya? Simak dulu informasi lengkapnya di bawah ini ya!

Profil Wulanfadi None – Penulis Novel City Lite: Di Seberang Rumah

Wulanfadi None adalah seorang novelis yang telah menghasilkan lebih dari belasan karya, dengan tiga di antaranya berhasil diadaptasi menjadi film layar lebar. Tulisan-tulisannya banyak mengangkat tema pengembangan diri, romansa, persahabatan, dan keluarga.

Penulis yang lahir pada Agustus 1999 ini masih aktif membagikan karya dan aktivitasnya melalui akun Instagram @wulan.fadi. Di Seberang Rumah menjadi novel keduanya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo setelah Privileges.

Sinopsis Novel City Lite: Di Seberang Rumah

Kehidupan Adit berubah drastis setelah ia mengalami episode psikosis yang membuatnya kesulitan membedakan antara imajinasi dan kenyataan.

Demi memulihkan kondisi mentalnya, Adit memutuskan tinggal sementara di rumah sang Nini di Sukabumi. Di sana, ia bertemu dengan Mona, tetangga yang tinggal tepat di seberang rumah dan ternyata memiliki pengalaman serupa. Mona hidup seorang diri karena kakaknya bekerja di luar pulau, sementara kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia.

Pertemuan mereka menjadi awal perjalanan untuk saling menguatkan dan menghadapi luka batin yang tidak terlihat, tetapi nyata adanya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku City Lite: Di Seberang Rumah

Pros & Cons

Pros
  • Mengangkat isu kesehatan mental.
  • Penjelasan yang baik.
  • Roller coaster emosi.
  • Slowburn romance.
  • Kisah yang hangat dan page turner.
Cons
  • Penyelesaian konflik yang terasa terlalu mudah.

Kelebihan Novel City Lite: Di Seberang Rumah

Novel City Lite: Di Seberang Rumah karya Wulanfadi None merupakan novel yang direkomendasikan bagi kamu remaja dewasa yang menginginkan bacaan hangat dan bermakna!

  • Mengangkat isu kesehatan mental

Salah satu kelebihan utama novel ini adalah keberaniannya mengangkat isu kesehatan mental, khususnya psikosis, yang masih cukup jarang dijadikan tema utama dalam novel populer.

Wulanfadi None juga memadukan tema tersebut dengan kisah romansa antara dua tokoh yang sama-sama berjuang menghadapi gangguan psikosis sehingga ceritanya terasa unik sekaligus menyentuh.

  • Penjelasan yang baik

Penulis berhasil menggambarkan perjalanan seseorang dalam menghadapi gangguan mental beserta proses pemulihannya secara meyakinkan. Kamu diajak memahami bahwa pemulihan bukan hanya bergantung pada usaha pasien, tetapi juga membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Melalui perjalanan Adit, pembaca melihat bagaimana ia perlahan memahami kondisinya, belajar menerima kenyataan, hingga akhirnya mampu kembali menulis. Proses tersebut disajikan secara bertahap sehingga terasa lebih alami.

  • Roller coaster emosi

Sepanjang cerita, kamu akan dibawa melewati berbagai emosi yang silih berganti. Ada momen yang menyedihkan, membingungkan, membuat kesal, hingga menghangatkan hati.

Pergantian emosi tersebut membuat pengalaman membaca terasa hidup dan mampu meninggalkan kesan yang mendalam.

  • Slowburn romance

Hubungan Adit dan Mona berkembang dengan tempo yang lambat, tetapi justru terasa realistis. Tidak ada perkembangan yang dipaksakan sehingga setiap perubahan dalam hubungan mereka terasa lebih bermakna.

Pendekatan slow burn ini juga membuat pembaca semakin penasaran menantikan perkembangan kisah keduanya.

  • Kisah yang hangat dan page turner

Meskipun membahas tema yang cukup berat, novel ini menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Suasana cerita terasa hangat, tenang, dan tidak berlebihan dalam menggambarkan konflik. Alurnya juga mengalir dengan baik sehingga membuat pembaca ingin terus membuka halaman demi halaman hingga cerita berakhir.

Kekurangan Novel City Lite: Di Seberang Rumah

Meskipun novel City Lite: Di Seberang Rumah karya Wulanfadi None menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi masukan bagi penulis.

  • Penyelesaian konflik yang terasa terlalu mudah

Bagian penyelesaian konflik menjadi salah satu aspek yang terasa kurang meyakinkan. Setelah para tokohnya berhasil melewati luka batin masing-masing, kehidupan mereka seolah menjadi jauh lebih mudah. Padahal, proses hidup dengan gangguan mental umumnya masih penuh tantangan meski telah mengalami kemajuan.

Akibatnya, kompleksitas psikosis yang sebelumnya dibangun dengan baik terasa sedikit berkurang pada bagian akhir cerita sehingga penyelesaiannya menjadi kurang realistis.

Apa itu Depresi?

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, serta berbagai gejala lain yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Sementara itu, depresi dengan episode psikosis adalah bentuk depresi berat yang disertai munculnya halusinasi atau delusi sehingga penderitanya kesulitan membedakan antara kenyataan dan apa yang ada di dalam pikirannya.

Berikut penjelasan mengenai kedua kondisi tersebut beserta penanganannya:

Perbedaan Medis

  1. Depresi (Major Depressive Disorder): Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Kondisi ini umumnya ditandai dengan perasaan sedih yang berlangsung setidaknya selama dua minggu, disertai kelelahan berlebihan, gangguan tidur, hilangnya motivasi, hingga munculnya perasaan tidak berharga.
  2. Depresi dengan Episode Psikosis (Psychotic Depression): Depresi dengan episode psikosis merupakan kondisi yang lebih berat dibandingkan depresi biasa. Selain mengalami gejala depresi, penderitanya juga dapat mengalami halusinasi atau delusi. Mereka mungkin mendengar suara, melihat sesuatu yang tidak ada, atau mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi, seperti merasa menjadi penyebab suatu bencana atau yakin sedang dikejar pihak tertentu.

Proses Penanganan Medis

Pengobatan wajib melibatkan tenaga profesional (Psikiater dan Psikolog) melalui kombinasi tiga pilar:

  1. Farmakoterapi: Pasien akan diberikan kombinasi obat antidepresan dan antipsikotik untuk membantu mengurangi gejala depresi sekaligus mengatasi halusinasi atau delusi yang muncul.
  2. Psikoterapi: Salah satu terapi yang paling sering digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini membantu pasien mengenali pola pikir negatif, mengelola emosi, serta memahami gejala psikosis yang dialaminya.
  3. Terapi Elektrokonvulsif (ECT): Pada kondisi tertentu, terutama ketika pengobatan tidak memberikan hasil yang optimal atau pasien berada dalam risiko tinggi melukai diri sendiri, dokter dapat merekomendasikan terapi elektrokonvulsif sebagai pilihan penanganan.

Langkah Penanganan dari Sisi Pengidap dan Orang Sekitar

Bagi Pengidap (Pasien)

  • Kepatuhan Obat: Pasien perlu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu, meskipun kondisi sudah mulai membaik.
  • Mencatat Pemicu: Mencatat perubahan suasana hati atau gejala yang muncul setiap hari dapat membantu pasien mengenali tanda-tanda ketika kondisinya mulai memburuk sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
  • Menjaga Komunikasi: Tetap berbicara dengan orang yang dipercaya mengenai apa yang dirasakan, dilihat, atau didengar dapat membantu mengurangi beban psikologis sekaligus menjadi langkah awal untuk memperoleh dukungan.

Bagi Orang di Sekitar (Keluarga/Teman)

  • Jangan Mendebat Halusinasi: Ketika penderita menceritakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, hindari langsung membantah atau menyalahkannya. Lebih baik berikan rasa aman dengan mengakui emosinya tanpa membenarkan isi halusinasi atau delusi tersebut.
  • Buat Lingkungan Aman: Saat gejala psikosis muncul, keluarga sebaiknya memastikan lingkungan sekitar bebas dari benda-benda yang berpotensi membahayakan agar risiko cedera dapat diminimalkan.
  • Bantuan Pendampingan: Dukungan dari keluarga dan teman sangat penting selama proses pemulihan. Mulai dari menemani kontrol ke tenaga kesehatan, mengingatkan jadwal minum obat, hingga menjadi pendengar yang baik dapat memberikan dampak besar bagi proses penyembuhan.

Penutup

City Lite: Di Seberang Rumah karya Wulanfadi None menceritakan tentang perjuangan untuk bertahan, menerima diri sendiri, dan perlahan bangkit dari luka yang tidak terlihat.

Jika Grameds menyukai cerita bertema kesehatan mental, proses penyembuhan trauma, dan romansa slow burn yang berkembang secara alami, novel ini layak masuk dalam daftar bacaanmu.

Lewat perjalanan Adit dan Mona, Grameds akan diajak untuk memahami bahwa proses pulih tidak pernah mudah dan tidak selalu berjalan lurus. Namun, selalu ada harapan selama seseorang tidak berhenti melangkah dan memiliki orang-orang yang mau tetap menemani.

Novel City Lite: Di Seberang Rumah karya Wulanfadi None ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya!

Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

City Lite: Fit and Proper Test

Fit and Proper Test

“Cari pasangan hidup ya nggak boleh asal. Pengennya nggak ada penyesalan dan satu untuk selamanya, kan? Disusun dong Fit and Proper Test-nya. Kriterianya harus jelas dan terukur.”

Celetukan Papi waktu berkumpul di rumah Eyang terus berputar di kepala Anggun. Apalagi dia punya target menikah sebelum usia 28. Sementara usianya kini sudah 26 tahun lebih 6 bulan.

Dibantu kakak sepupunya yang juga jomblo gagal move on, Anggun bertekad menyusun Fit and Proper Test dalam Mencari Pasangan Hidup Ideal.

“Kalau ternyata pasangan yang lo pilih nggak lolos tes, sementara lo udah cinta sama dia gimana, Nggun?”

“Basically, perasaan itu yang ngontrol otak, Mas. Gimana lo cinta sama orang yang nggak memenuhi kriteria lo? Nggak mungkin!”

 

City Lite: Zoom in Zoom Out Dunia Trisa

Zoom in Zoom Out Dunia Trisa

Hidup itu seperti circle. Ya, bulat, berputar. Kadang kita mengalami kembali kejadian-kejadian yang dulu pernah kita rasakan. Seperti bulatan yang berawal dari satu titik dan kembali bertemu dengan titik awal untuk menyempurnakan bentuknya.

Karier Trisa sebagai aktris dimulai dari nol, merayap perlahan hingga nyaris menyentuh titik seratus. Ya, nyaris, karena semua tidak terjadi akibat skandal murahan yang dibuat Bian, si vokalis band yang namanya tengah surut. Efeknya, popularitas Trisa menurun. Beberapa PH memutus kontrak sepihak, mengembalikan Trisa ke titik nol dalam kariernya.

 

City Lite: Endgame

Endgame

Christel tergila-gila pada Raldi. Jason tergila-gila pada Andara. Masalahnya? Semua orang yakin kalau Raldi dan Andara adalah endgame. Tapi endgame macam apa kalau mereka bahkan tak pernah benar-benar bersama?

Christel dan Jason pun menantang takdir—mereka akan membuktikan bahwa endgame itu cuma mitos. Bahwa cinta bisa diperjuangkan, yang ‘katanya’ ditakdirkan bersama belum tentu tak tergantikan. Rencana mereka berjalan mulus, sampai tiba-tiba semuanya berantakan.

Di titik akhir, mereka harus bertanya, jodoh itu soal takdir, atau pilihan?

 

Written by Dzikri N. Hakim