Sosial Budaya

Rumah Adat di Indonesia yang Unik dan Jarang Diketahui

Written by Laeli Nur Azizah

Rumah Adat Di Indonesia – Wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke adalah sebuah negara yang amat luas. Tak hanya terdiri dari berbagai macam pulau saja, kekayaan budaya Indonesia juga terbentang luas. Adat dan budaya tersebut tak terlepas dari campur tangan para leluhur.

Sehingga setiap daerah masih memegang teguh warisan budaya tersebut. Hal ini juga termasuk dalam pelestarian rumah adat di Indonesia yang sangat banyak. Setiap rumah adat dipertahankan oleh masyarakat setempat.
Tak hanya itu saja, setiap rumah juga memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Karena banyaknya rumah adat di Indonesia, barangkali Anda belum mengetahui seluruhnya. Berikut adalah rangkuman beberapa rumah adat dari pulau-pulau yang ada di Indonesia.

Rumah Adat dari Nusa Tenggara Barat (NTB)

Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu provinsi yang kaya akan budaya. Berbagai macam suku di sana memiliki rumah adat masing-masing. Berikut adalah beberapa rumah adat di NTB yang jarang diketahui masyarakat Indonesia.

1. Rumah Adat Bale Jajar

Rumah adat NTB yang pertama adalah Bale Jajar. Bale Jajar menjadi tempat hunian bagi masyarakat. Jenis rumah ini dipakai oleh suku Sasak sebagai sudah sejak zaman dahulu. Bale Jajar terbuat dari bahan-bahan alami, terutama material pokoknya yang berasal dari kayu. Dinding rumah dibuat dari anyaman bambu dan bagian atap juga memakai bahan dari alam, yaitu dengan jerami.

Jika melihat struktur ruangan, akan ada dua ruang utama di sana. Yang pertama adalah Sesangkong, yang difungsikan sebagai tempat menyimpan persediaan makanan. Berdasarkan adat NTB, sesangkong ini hampir sama fungsinya dengan dapur.

Lalu bagian kedua adalah dalem bale, yang berfungsi sebagai ruang utama pemilik rumah. Di sinilah anggota keluarga biasa bercengkrama dan berkumpul bersama.

2. Bale Bonder

Rumah kedua dari NTB yaitu Bale Bondar. Rumah adat ini menjadi salah satu rumah yang paling besar di NTB. Ukurannya bisa mencapai 50 meter, sehingga sangat mudah untuk dikenali. Bale Bonder ini biasa dipakai oleh para pembesar suku.

Pembesar suku ini, jika di tempat lain sama saja kedudukannya dengan perangkat desa atau dusun. Maka dari itu, di setiap daerah NTB, rumah ini cukup terbatas.

Meski dipakai oleh pembesar suku, akan tetapi bangunan rumahnya tak jauh beda dengan rumah bale jajar. Meski begitu, ada satu ruang khusus yang dibuat di dalam Bale Bonder. Ruang ini akan dipakai untuk berkumpul ketika hendak memutuskan suatu perkara. Fungsinya hampir sama dengan ruang sidang, di mana ketika terjadi suatu permasalahan di masyarakat, maka masalah tersebut akan diputuskan di bale bonder.

3. Berugak Sekapat

Selanjutnya ada rumah adat Berugaq Sekapat dari NTB. Tempat ini menjadi yang cukup terkenal bagi masyarakat. Sebab jaman dahulu, Berugaq Sekapat menjadi salah satu rumah yang dipakai untuk menerima tamu asing dari luar yang baru saja memasuki NTB.

Ukuran rumahnya sendiri tidak terlalu besar, hampir mirip dengan pondok kecil atau saung. Bangunannya dibuat tidak lebih besar dari 5 meter persegi, lalu tiang penyangganya ada sekitar empat buah.

Seperti saung, rumah adat ini tidak memiliki dinding sama sekali. Maka dari itu, beberapa orang bahkan berpendapat bahwa berugaq Sekapat bukan merupakan rumah adat NTB.

Rumah Adat Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tak hanya Nusa Tenggara Barat (NTB) saja, Nusa Tenggara Timur juga tak kalah kaya adat dan budaya. Masyarakat di sana masih sangat memegang teguh adat dan kepercayaan. Salah satunya diterapkan pada rumah adatnya, yang kaya makna filosofis dan dibangun dengan kepercayaan adat setempat.

1. Rumah Sao Ria Tenda Bewa Moni

Rumah adat dari NTT pertama yaitu Sao Ria Tenda Bewa Moni. Dilihat dari namanya saja sudah sangat unik. Tak hanya namanya saja, jika dilihat secara langsung pun rumah ini nampak sangat unik, beda dari yang lain.

Kemudian, untuk fungsinya sendiri, tak ada fungsi paten. Beberapa masyarakat menjadikannya sebagai rumah tinggal. Sebagian lagi menjadikan Sao Ria Tenda Bewa Moni sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda adat sampai untuk menyimpan tulang belulang para leluhur mereka.

2. Rumah adat Mbaru Niang

Mbaru Niang menjadi salah satu rumah adat di Indonesia yang mungkin keberadaannya kurang diketahui. Rumah adat satu ini berasal dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya dari desa Wae Rebo. Desain rumahnya sangat unik, berbeda dari rumah adat dari daerah lain. Rumah ini dibuat oleh masyarakat NTT, dan disesuaikan dengan kepercayaan yang mereka anut.

Mbaru Niang tak hanya dikhususkan bagi kepala suku saja, melainkan dapat digunakan atau ditempati oleh berbagai kalangan. Jadi, jika berkunjung ke NTT, Anda mungkin masih akan menemukan beberapa rumah adat ini.
Arsitektur Mbaru Niang dibuat kerucut, dan bentuk inilah yang kemudian menjadi ciri khas pada rumah adat NTT. Selain itu, bangunannya juga dibuat sangat besar, sehingga terlihat seperti tenda yang besar.

3. Rumah adat Musalaki

Terakhir, ada rumah adat Musalaki. Rumah adat satu ini ternyata menjadi salah satu ikon dari NTT, dan dijadikan sebagai lambang provinsi Nusa Tenggara Timur. Musalaki memiliki arsitektur yang amat unik. Terdapat pembagian struktur rumah yang terdiri dari bagian atas dan bagian bawah. Pembagian ini memberikan kesan tersendiri bagi rumah adat Musalaki.

Rumah Adat dari Papua

Rumah adat di Indonesia sangatlah beragam. Papua juga memiliki rumah adat yang juga unik dan sarat makna. Berikut adalah beberapa rumah adat yang ada di Papua:

1. Rumah Honai

Rumah adat di Indonesia yang masih belum banyak diketahui adalah rumah adat dari Papua. Honai ini menjadi salah satu ikon dari Papua. Arti kata Honai berasal dari suku kata Hun yang berarti laki-laki, dan ai yang artinya rumah.

Sesuai dengan arti namanya, maka rumah adat Honai ini merupakan rumah khusus bagi kaum laki-laki. Jika dilihat bagian luar, rumah adat ini nampaknya sangatlah kecil. Akan tetapi, bisa menampung sekitar 5-10 orang. Kemudian di bagian dalam biasanya akan dibuat menjadi dua tingkat.

Fungsi dari tingkat pertama yaitu sebagai tempat tidur, baru di lantai 2 digunakan untuk makan, berkumpul, dan bercengkrama bersama. Rumah Honai ini memang sengaja didesain tidak memiliki jendela.

Tujuannya adalah untuk menahan angin, sehingga rasa dingin dari pegunungan tidak akan masuk ke rumah. Selain itu juga untuk melindungi dari binatang buas. Sementara bagian atapnya dibuat mengerucut dengan tujuan menahan air hujan, supaya tidak mengenai dinding.

2. Rumah Wamai

Rumah adat kedua dari Papua adalah Rumah Wamai. Rumah adat ini dikhususkan untuk menyimpan hewan ternak masyarakat. Jika dibandingkan dengan rumah Honai, maka Wamai ini bisa jauh lebih besar. Sebab biasanya rumah akan disesuaikan dengan jumlah dan besarnya ternak yang dimiliki.

3. Rumah adat Kariwari

Rumah adat Papua berikutnya adalah Kariwari, yang merupakan rumah khas suku Tobati – Enggros. Suku tersebut bermukim di dekat Danau Sentani. Rumah Kariwari sama dengan rumah Honai, yang dikhususkan untuk kaum laki-laki.

Namun untuk rumah adat ini, harus ditempati laki-laki setelah usianya 12 tahun. Bentuk bangunanya adalah limas segi delapan dengan atap berbentuk kerucut. Meski cukup sederhana, namun Kariwari sangat kokoh untuk menahan angin.

4. Rumah adat Ebai atau Ebei

Rumah keempat yang ada di Papua yaitu Ebai atau Ebei. Jika Honai dan Kariwari dikhususkan untuk laki-laki, maka sebaliknya, Ebai dikhususkan bagi perempuan. Di rumah Ebai lah anak gadis Papua akan dididik berbagai ilmu kehidupan.

Mulai dari memasak, mengurus rumah, mengurus anak, dan lain-lain. Apabila dalam keluarga ada anak laki-laki dan perempuan, maka anak laki-laki diperbolehkan untuk berada di rumah Ebai sampai ia beranjak dewasa. Ebai atau Ebei ini biasanya berada di sebelah kiri atau kanan rumah Honai.

5. Rumah adat Rumsram

Jika anak perempuan memiliki rumah Ebei sebagai tempat belajar, maka anak laki-laki Papua juga memiliki rumah Rumsram sebagai tempat belajar kehidupan. Di sinilah laki-laki Papua akan diajari berbagai keterampilan dan mengasah bakat masing-masing.

Seperti memahat, membuat perahu, atau keterampilan lainnya. Rumah adat ini merupakan milik suku Biak Numfor. Bentuknya cukup unik, seperti perahu terbalik. Bentuk tersebut tentunya dipengaruhi pula oleh gaya hidup masyarakat Biak Numfor, yang mendiami pantai utara Papua.

Rumah Adat dari Sumatera

Pulau Sumatera pun tak kalah dari pulau lainnya. Berbagai daerah di Sumatera memiliki rumah adat khas masing-masing. Setiap rumah juga mempunyai makna filosofis tersendiri. Berikut adalah rumah adat dari masing-masing daerah:

1. Rumah Limas dari Palembang

Rumah Limas merupakan rumah adat khas Sumatera Selatan. Seperti namanya, rumah ini memiliki bentuk limas dengan bahan material baik lantai maupun dinding menggunakan kayu besi dan kayu tembesu. Untuk tiangnya dipakailah campuran kayu tembesu dengan semen, sehingga lebih kuat dan tahan air.

Jika memasuki rumah ini, maka akan sangat terasa nilai budaya Palembang lewat ornamen yang menghiasi dinding. Dalam pembangunan rumah pun masih kental dengan adatnya, di mana ada tiga tingkatan yang disebut kijing. Semua itu menjadi simbol dalam jenjang kehidupan bermasyarakat. Mulai dari usia, bakat, pangkat, dan juga martabat.

2. Rumah Krong Bade dari Aceh

Di Aceh, ada rumah adat Krong Bade. Rumah yang sering disebut dengan Rumoh Aceh ini berkonsep rumah panggung. Ruang bagian bawah akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat menyimpan bahan makanan. Kemudian wanita Aceh juga akan melakukan aktivitas menenun di tempat tersebut.

Untuk bahan materialnya yaitu memakai beragam jenis kayu, sementara atapnya menggunakan anyaman daun enau atau daun rumbia. Lantainya pun dibuat dari bahan alami, yaitu dari bambu. Keunikan dari rumah ini ada pada tangga depan yang jumlahnya ganjil, serta hiasan atau ornamen di dalam rumah yang menunjukkan tingkat sosial pemilik rumah.

3. Rumah Nuwo Sesat dari Lampung

Lampung juga memiliki rumah adat, yaitu Rumah Nuwo Sesat. Akan tetapi, rumah ini hanya dipakai untuk bermusyawarah atau berkumpul. Nuwo Sesat ini juga dikenal dengan Sesat Balai Agung.

Bangunan nuwo sesat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Ijan Geladak atau tangga masuk, Anjungan untuk tempat pertemuan kecil, Pusiban untuk pembicaraan resmi, dan juga Tetabuhan sebagai tempat menyimpan berbagai peralatan musik tradisional.

4. Rumah Gadang dari Sumatera Barat

Rumah Gadang menjadi salah satu ikon dari Provinsi Sumatera Barat yang sudah banyak dikenal. Jika Anda melihat uang koin 100 rupiah yang dikeluarkan tahun 70-an, Anda akan melihat rumah ini.

Rumah Gadang berbentuk segi empat, dengan bangunan yang tampak menukik ke atas, dan bagian luar bangunan nampak miring ke luar. Rumah ini dibangun sesuai dengan kepercayaan adat setempat. Di mana alurnya dimulai dari ibu atau perempuan, yang memiliki derajat paling tinggi.

Rumah Adat dari Kalimantan

Kalimantan terdiri dari beberapa daerah, yang juga mempunyai rumah adat unik dan menarik. Rumah-rumah tersebut memiliki konsep yang berbeda-beda. Selain itu, rumahnya juga tampak megah dan unik. Berikut beberapa rumah adat di sana.

1. Rumah adat Betang

Rumah pertama yaitu Rumah Betang, yang masih banyak dijumpai di Kalimantan. Jika berkunjung ke Kalimantan, rumah ini dapat ditemui di daerah hulu sungai, tempat tinggal dari Suku Dayak.

Suku ini memang banyak bermukim di daerah hulu sebab mereka menjadikan sungai sebagai jalur transportasi utama. Mereka juga berdagang di sungai sebagai aktivitas sehari-hari. Adapun bentuk rumah Betang amat beragam, rata-rata panjangnya 150 m dengan lebar 30 m.

Karena berada di hulu sungai, rumah Betang dibuat dengan konsep panggung. Tujuannya supaya dapat bertahan ketika terjadi banjir. Betang menjadi jantung dari struktur sosial Suku Dayak.

Sehingga fungsinya tidak hanya sekedar tempat tinggal bagi masyarakat. Nilai utama yang ditonjolkan adalah kebersamaan. Suku Dayak sangat menghargai perbedaan, baik suku, ras, agama, maupun latar belakang sosial.

2. Rumah Adat Lamin

Rumah adat di Indonesia dari Kalimantan berikutnya adalah Rumah Lamin. Rumah ini juga menjadi rumah adat Suku Dayak, terutama yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Rumah ini berukuran sangat besar, hampir sama dengan rumat adat panjang. Maka dari itu, di satu rumah biasa ditempati oleh banyak kepala keluarga. Rumah berkonsep panggung ini memiliki kolong sekitar 3 meter.

Rumah Lamin memiliki dua tiang yang memiliki fungsi Masing-masing. Kedua tiang tersebut biasanya akan diukir dengan bentuk patung-patung. Tujuan dari ukiran tersebut yaitu untuk mengusir gangguan dari roh-roh jahat. Hiasan pada rumah ini juga memiliki makna tersendiri. Biasanya warna yang dipakai juga sudah ditentukan.

Warna kuning memiliki arti kewibawaan, lalu merah berarti keberanian, biru berarti loyalitas, dan warna putih yang melambangkan kebersihan jiwa. Lalu di rumah Lamin juga akan ditemui tonggak kayu yang diukir bentuk patung.

Adapun tiang yang ada di bagian tengah disebut dengan sambang lawing. Tiang ini akan dipakai untuk mengikat hewan kurban ketika sedang berlangsung upacara adat Suku Dayak.

Indonesia adalah negara yang kaya, tak hanya alamnya, namun juga budayanya. Dilihat dari berbagai rumah adat di atas, setiap rumah memiliki filosofi tersendiri. Di mana semuanya disesuaikan dengan kepribadian dan kepercayaan yang dianut oleh para leluhur dan masyarakat setempat.

Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih jauh tentang rumah adat, tak hanya melalui artikel saja. Sudah banyak buku-buku kumpulan budaya yang tersebar. Untuk mempelajari rumah adat di Indonesia, Anda bisa membaca ebook Gramedia berjudul Ensiklopedia Mini Rumah-Rumah Adat Nusantara, dan dapatkan pula melalui link ini.

Lalu masih ada buku berjudul Seni Budaya SMA Kelas X dan Seni Budaya Kelas XI. Dapatkan keduanya melalui link ini dan ini.

Beli Buku di Gramedia

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien