Sosial Budaya

Rumah Adat Kalimantan Barat: Sejarah, Jenis, Keunikan

Written by Edwin

Rumah Adat Kalimantan Barat  – Tahukah Kamu penggunaan rumah adat Kalimantan tidak hanya digunakan hunian tetapi juga sebagai pusat-pusat kebudayaan, ruang musyawarah dan berkumpul baik untuk pertemuan hingga penentuan berbagai nilai-nilai sanksi dan norma adat.

Kian banyaknya jumlah kepala keluarga yang tinggal dalam satu rumah akan menambah nilai baik pada rumah khas Kalimantan. Simak lebih lengkapnya mengenai Rumah Adat Kalimantan Barat berikut ini:

 

Tentang Rumah Adat Kalimantan Barat

Kalimantan Barat merupakan provinsi yang ditinggali oleh beragam suku, dengan dua suku terbesar yaitu Suku Dayak dan Suku Melayu. Keduanya kemudian mempengaruhi beragam bentuk rumah adat tradisional di provinsi ini. Setiap rumah adat khas Kalimantan barat atau dikenal sebagai rumah Radakng kemudian menjadi rumah khas suku Dayak.

Hingga saat ini rumah adat tersebut dapat kita temukan di berbagai komplek perkampungan budaya di Jl Sutan Syahrir, Pontianak, dan menjadi rumah adat terbesar yang di Indonesia. Rumah adat Kalimantan Barat ini kemudian juga menjadi landmark Kalimantan Barat selain Landmark Tugu Khatulistiwa. Sebagai rumah adat terbesar, rumah adat ini terbagi ke sekitar 50 ruangan memiliki panjang 138 meter dengan lebar 6-7 meter serta.

Ukuran rumah adat ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rumah-rumah adat lainnya, karena luas dan konstruksi bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu serta ketinggian mencapai 5-8 meternya ini rumah adat khas Kalimantan kemudian mendapat rekor MURI dunia, selain itu rumah adat ini juga ditopang oleh tiang penyangga yang  berfungsi sebagai penghalang serangan binatang liar, juga bencana alam seperti banjir.

 

Jenis Rumah Adat Kalimantan Barat

Rumah Adat Betang Radakng

Berkunjung ke Pontianak, maka rumah adat inilah yang akan paling sering akan kita temui. Memiliki ketinggian sekitar 7m dan panjang rumah sekitar 138 m rumah ini kemudian menjadi salah satu bangunan termewah. Rumah Radakng sendiri dibangun dengan tujuan menjadi replika sehingga tidak dihuni oleh suku Dayaknya.

Tak hanya dijadikan sebagai destinasi wisata, Rumah Betang Radakng juga menjadi pusat kesenian suku Dayak. Rumah adat ini juga dirancang khusus untuk menampung penghuni dalam jumlah yang banyak hingga 600 orang pada bagian ruang utamanya. Rumah adat ini dikenal juga sebagai rumah Panjang atau rumah betang yang Namanya diambil dari bahasa suku Dayak Kanayatn.

Rumah Adat Baluk

Rumah Adat Baluk merupakan salah satu rumah adat khas Kalimantan Barat memiliki suku Dayak yang memiliki ciri khas dari bentuknya yang unik jika dibandingkan dengan rumah dayak lainnya. Difungsikan sebagai ruang ritual tahunan nibakng. Nibakng adalah musim setelah penggarapan ladang untuk tahun berikutnya.

Umumnya dilakukan setiap tanggal 15 Juni setiap tahun. Hal inilah yang kemudian menjadikan rumah adat Baluk cukup menarik diketahui. Memiliki bentuk lingkaran dengan diameter 10 m dan tinggi 10 meter. Selain itu tinggi Rumah Adat Baluk mencapai 12 meter karena disanggah dengan 20 tiang kayu juga penopang di bagian lainnya.

Selain itu terdapat juga satu batang tiang yang kerap digunakan sebagai titin tangga. Rumat adat ini memiliki makna tersendiri pada ketinggiannya yaitu memberi gambaran mengenai tempang kamang triyuh atau kedudukan penghuninya yang harus dihormati. Hingga kini rumah adat baluk masih dapat kita temukan di Kec. Siding, Desa Hli Buei.

Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Suku Melayu dapat ditemui di Pontianak umumnya berbentuk rumah panggung. Khas dari rumah adat suku Melayu adalah fungsinya sebagai ruang  Pertemuan Bali Rakyak, Balai Kerja, taman bermain dan tempat berniaga. Setiap ruang pada rumah adat ini kemudian memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari acara adat hingga penginapan.

Rumah Adat khas Melayu ini sendiri juga dijadikan sebagai pusat kebudayaan dan telah diresmikan sebagai destinasi wisata. Atap rumahnya banyak terpengaruh dari bangunan Jawa dengan bentuk segitiga, dengan tinggi mencapai 30 derajat serta difungsikan sebagai tempat mengalirnya udara.

Sehingga kemudian tidak akan memberikan efek panas jika berada di dalam rumah. Pada bagian bawahnya juga diberikan kolong yang kemudian difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan.

sumber: flickr

Rumah Adat Panjang

Keberadaan rumah adat Panjang kian mendekati kepunahan karena pada tahun 1960an, pemerintah banyak menghancurkan keberadaannya. Hal ini dikarenakan rumah adat Panjang kerap dicurigai sebagai tempatnya para penganut komunis. Padahal rumah adat ini sering dijadikan sebagai pusat kehidupan masyarakat Dayak Kalbar.

Bentuknya yang jika ditelisik lebih mirip dengan rumah-rumah adat di Kalimantan Tengah, memiliki ukurannya yang tidak biasa rumah adat Panjang, dibangun menggunakan bahan kayu, dan ukuran rumah mencapai 180 meter, lebarnya mulai dari 6 – 30 meter. Sementara ketinggiannya mencapai 5-8 meter.

Bentuk rumah adat ini sendiri merupakan rumah panggung sehingga harus menaiki  tangga untuk dapat sampai di dalam rumah. Biasanya tangga ini memiliki jumlah ganjil dan disesuaikan juga berdasarkan dengan luas rumah. Kian besar ukuran rumah maka akan semakin banyak juga jumlah tangganya.

Tangga sendiri terbuat dari kayu ulin yang telah terkenal dengan kekuatannya. Sementara pada bagian lantainya terbuat dari bahan belahan bambu atau kayu belahan pinang yang sengaja dibentuk lingkaran. Pada bagian dindingnya akan disekat menggunakan papan dengan beberapa ruangan di dalamnya.

 

 Keunikan Rumah Adat Kalimantan Barat

Dengan keanekaragaman budaya serta adat istiadatnya, rumah adat Kalimantan Barat kemudian memiliki sejarah panjang, simbol dan filosofi yang mendalam di setiap sudut bangunanya. Berikut ini beberapa keunikan rumah adat Kalimantan Barat yang perlu kamu ketahui:

Dihuni Puluhan Kepala Keluarga

Rumah Radakng dikenal juga sebagai Rumah Panjang karena bentuknya yang memanjang hingga 300 m. Dengan ukuran rumah yang fantastis, Rumah Radakng ini kemudian dapat dihuni hingga 60 kepala keluarga (KK) di dalamnya. Karena hal ini Rumah Radakng juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan antar masyarakat. Selain itu, Rumah Radakng juga menjadi alternatif persatuan masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan suku Dayak.

Penuh Makna dan Filosofi

Hulu rumah menghadap ke timur, sementara bagian hilirnya menghadap ke arah barat. Hulu diartikan sebagai arah matahari yang bermakna kerja keras sementara hilirnya yang menghadap ke barat bermakna tempat matahari terbenam yang berfilosofi tidak akan pulang atau berhenti kerja sebelum matahari terbenam.

Karakteristik dan Bentuk Rumah Radakng

Rumah Radakng tak hanya dikenal sebagai rumah adat terpanjang, tapi juga tertinggi dengan ketinggian tak umum sebab mencapai 3-7 m sebagai bentuk antisipasi banjir dan menghindari bahaya binatang buas Sementara itu, lebar rumah adat Kalimantan Barat sendiri dapat berkisar hingga 300 m, dengan atap pelana berbentuk memanjang.

Atap ini kemudian digunakan secara bertingkat. Pada area pelataran rumah, digunakan sebagai jalur lalu lintas penghubung antara kamar satu dengan yang lainnya. Keunikan lain dari rumah adat khas Kalimantan Barat diantaranya pada jumlah anak tangganya yang ganjil dan bentuk melebar di bagian depan rumah adat Kalimantan Barat.

Sebutan Rumah Radakng

Rumah Radakng memiliki beragam sebutan yang berbeda-beda sesuai dengan sub suku atau bagian rumpunya. Setidaknya terdapat enam rumpun Dayak besar atau induk yang tersebar di seluruh Pulau Kalimantan yaitu diantaranya rumpun Dayak Apo Kayan, rumpun Dayak Punan, rumpun Dayak Ot Danum, rumpun Dayak Iban, rumpun Dayak Murut, dan rumpun Dayak Kalimantan.

Rumah Radakng sendiri tersebar di berbagai penjuru Pulau Kalimantan terutama di daerah hulu sungai yang umumnya menjadi pusat pemukiman Suku Dayak.

Pusat Kebudayaan

Bagi masyarakat Suku Dayak Rumah adat Kalimantan Barat Rumah Radakng tak hanya ditinggali saja tapi juga kerap digunakan sebagai pusat kebudayaan. Hal ini dikarenakan banyaknya kepala keluarga yang tinggal di dalam satu Rumah, tentunya rumah adat ini kemudian menjadi media dan sarana interaksi bermasyarakat yang apik.

Selain itu, Rumah Radakng juga sering digunakan sebagai ruang pertemuan hingga musyawarah adat dalam menentukan berbagai hal penting seperti sanksi, nilai, dan norma adat. Rumah Radakng sebagai salah satu cagar budaya yang penting untuk mempertahankan adat istiadat, warisan Nusantara, dan nilai-nilai luhur yang tak boleh dilupakan meskipun hidup di zaman yang kini telah serba modern.

 

Ciri Khas Rumah Adat Kalimantan Barat

Karakteristik serta keunikan dari rumah adat ini ada pada jumlah tangganya yang harus ganjil. Burung Enggang sebagai pandemik khas Kalimantan Barat kerap dijadikan simbol kegagahan dan kekuatan dari rumah ini. Rumah adat Radakng atau Panjang ini juga terbagi ke dalam empat bagian utama, diantaranya:

  • Pante – Bagian depan rumah yang dijadikan sebagai teras
  • Samik – Kerap digunakan sebagai ruang tamu sekaligus ruang keluarga atau dijadikan juga sebagai tempat musyawarah adat
  • Bilik – Merupakan kamar tidur bagi penghuni rumah
  • Uakng Mik – Bagian belakang rumah yang kerap difungsikan sebagai dapur

Filosofi Rumah Radakng sendiri Tak hanya digunakan sekedar bangunan untuk berlindung saja, tetapi juga memiliki filosofi sesuai dengan bentuk serta peruntukannya yang mendeskripsikan toleransi antar anggota keluarga dan sikap kebersamaan.

Hulu dan hilir rumah juga harus searah dengan matahari terbit dan matahari terbenam, hal ini kemudian melambangkan kerja keras dalam mengarungi kehidupan, dimulai dari fajar tiba hingga senja dan menutup hari. Pada bagian depan rumah ini juga biasanya terdapat patung dari kayu ulin yang menyerupai manusia, patung ini digunakan dalam suatu ritual mengusir roh-roh jahat atau mengantar arwah leluhur ke alam surga, serta. Secara garis besar rumah Radakng ini mengutamakan keharmonisan dalam bermasyarakat.

Material Kayu sendiri mendominasi, Jenis kayu ulin yang kokoh dipadukan pada lantai berbahan kayu maupun bambu membuat rumah radakng terlihat hangat dan tentunya menarik. Kayu ulin sendiri biasa digunakan pada rumah radakng merupakan kayu yang berasal dari Kalimantan yang kini mulai jarang ditemui atau bisa disebut langka.

Kayu ini juga terkenal anti rayap selain ketahanannya untuk menampung beban yang cukup berat. Itulah beberapa penjelasan mengenai karakteristik bangunan dan juga filosofi rumah adat Kalimantan Barat. Pins dapat menemui secara langsung di Kota Pontianak tepatnya di Jalan Sutan Syahrir. Rumah adat tersebut juga menjadi salah satu ikon baru setelah Tugu Khatulistiwa.

 

Contoh Gambar Rumah Adat Kalimantan Barat

sumber: Prasstyle

Buku Terkait Rumah Adat Kalimantan Barat yang perlu kamu ketahui diantaranya:

Ensiklopedia mini : Rumah-rumah adat nusantara

Rumah adat bagi bangsa Indonesia sebagai ciri khas tiap-tiap suku daerah. Hal Ini merupakan salah satu bukti bahwa kebudayaan kita  sungguh sangat beraneka ragam. Namun meski berbeda-beda bukan berarti terpecah belah, melainkan justru Bersatu dalam kesatuan yang kokoh dengan keanekaragaman suku adat budaya masyarakat Indonesia atau lebih kita kenal juga dengan Bhineka Tunggal Ika.

Bangunan rumah adat sendiri kerap dipelajari nilai manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Meski demikian, kini rumah-rumah adat nusantara nyaris terlupakan karena masyarakat cenderung membuat rumah dengan model baru yang lebih modern. Pemerintah kemudian membangun miniatur rumah-rumah adat di taman mini indonesia indah, jakarta. Lebih lengkap tentang ebook ini, miliki sekarang, klik di sini

Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Wilayah perbatasan antar-Negara seharusnya menjadi beranda terdepan dari Negara Indonesia, dan tentunya harus memiliki keunggulan dan daya saing yang mampu meningkatkan keunggulan-keunggulan lokal dan regional sehingga wilayah perbatasan memiliki posisi tawar-menawar ketika berhadapan dengan Negara tetangga. Namun, pada kenyataannya, wilayah perbatasan justru menjadi halaman belakang yang tidak terurus, kondisinya miskin infrastruktur dan masyarakatnya cenderung tertinggal.

Sementara itu, wilayah perbatasan Negara tetangga Malaysia dibangun dengan cukup baik, penataan ruang sosial dan ekonominya sangat terintegrasi, penduduk yang mau bekerja dan menetap di wilayah ini disubsidi oleh Negara, sehingga kondisi ekonomi dan kesejahteraannya sejajar dengan penduduk di perkotaan.

Kajian dalam buku ini difokuskan pada analisis terhadap ketahanan air untuk kebutuhan pangan masyarakat dan upaya meningkatkan daya saing wilayah. Pendekatan kajian ini kuasi kualitatif dan kuantitatif dengan output berupa model pemberdayaan masyarakat yang dapat direkomendasikan sebagai kebijakan tata kelola air dan kelembagaan air untuk pangan. Miliki buku ini, beli sekarang klik di sini

 

Provinsi Kalimantan Barat : Jelajah Wisata Budaya Negeriku

Beli Buku di Gramedia

Saat ini jumlah provinsi di Indonesia adalah 34 provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat adalah Pontianak. Kalimantan Barat dijuluki “Provinsi Seribu Sungai”. Itu dikarenakan mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang sering dilayari. Ragam budaya Kalimantan Barat. Pakaian daerah, King Baba dan King Bibinge Suku Dayak, Baju Burung Suku Dayak.

Arsitektur bangunan (rumah panjang), senjata tradisional (mandau, sumpit dan kumpang), suku (Suku Dayak), upacara (Gawai Dayak), wisata sejarah (Monumen Khatulistiwa), wisata kota (Singkawang), wisata alam (Cagar Alam Bukit Sintang Kelam, Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Danau Sentarum, Lanjak, Taman Nasional Gunung Palung, Pantai Pasir Panjang). Miliki buku ini, beli sekarang klik di sini

Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Beli Buku di Gramedia

Wilayah perbatasan antar-Negara seharusnya menjadi beranda terdepan dari Negara Indonesia, dan tentunya harus memiliki keunggulan dan daya saing yang mampu meningkatkan keunggulan-keunggulan lokal dan regional sehingga wilayah perbatasan memiliki posisi tawar-menawar ketika berhadapan dengan Negara tetangga. Namun, pada kenyataannya, wilayah perbatasan justru menjadi halaman belakang yang tidak terurus, kondisinya miskin insfrastruktur dan masyarakatnya cenderung tertinggal.

Sementara itu, wilayah perbatasan Negara tetangga Malaysia dibangun dengan cukup baik, penataan ruang sosial dan ekonominya sangat terintegrasi, penduduk yang mau bekerja dan menetap di wilayah ini disubsidi oleh Negara, sehingga kondisi ekonomi dan kesejahteraannya sejajar dengan penduduk di perkotaan.

Kajian dalam buku ini difokuskan pada analisis terhadap ketahanan air untuk kebutuhan pangan masyarakat dan upaya meningkatkan daya saing wilayah. Pendekatan kajian ini kuasi kualitatif dan kuantitatif dengan output berupa model pemberdayaan masyarakat yang dapat direkomendasikan sebagai kebijakan tata kelola air dan kelembagaan air untuk pangan. Miliki buku ini, beli sekarang klik di sini

Buku Aktivitas Cerita Rakyat Kalimantan Barat : Batu Menangis

Beli Buku di Gramedia

Cerita rakyat nusantara dengan konsep aktivitas. Anak-anak akan mengenal cerita rakyat khas Indonesia dengan aktivitas yang menyenangkan. Miliki buku ini, beli sekarang klik di sini

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber: dari berbagai sumber



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien