Tokoh

Pendiri Kerajaan Singosari : Asal-Usul dan Sejarah Singkat

pendiri kerajaan singosari
Written by Laeli Nur Azizah

Pendiri Kerajaan Singosari – Di wilayah Malang, Jawa Timur, pernah berdiri sebuah kerajaan besar yang bernama Kerajaan Singosari atau Singhasari. Kerajaan tersebut bercorak Hindu – Budha. Sementara pendiri dari kerajaan tersebut adalah Ken Arok, dimana Ia merupakan Raja pertama yang memiliki gelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabumi pada 1222 Masehi. Melalui serangkaian peristiwa yang Ken Arok hadapi, Kerajaan Singosari hadir dan mencapai masa kejayaannya sampai terkenal hingga sekarang.

Kerajaan agung itu sempat meninggalkan beberapa bukti sejarah, mulai dari kitab-kitab, prasasti, dan candi. Walaupun terkenal dengan nama Kerajaan Singosari, namun sesungguhnya Singosari bukanlah sebuah kerajaan melainkan sebuah ibu kota dari Kerajaan Tumapel yang dipimpin oleh Raja Wisnuwardhana yaitu Kertanegara. Sebab, pada awalnya Kerajaan Tumapel memiliki pusat pemerintahan di Kutaraja. Walaupun begitu, nama Singosari tetap jauh lebih dikenal dibandingkan dengan Tumapel. Oleh karena itu, kerajaan tersebut lebih terkenal dengan nama Singosari.

Masa keemasan Kerajaan Singosari tercapai ketika dipimpin oleh Raja Kertanegara. Hal tersebut terbukti dengan luasnya wilayah kerajaan yaitu mencakup Bali, sebagian Sunda, Kalimantan, Sumatera. Hal ini juga menjadi salah satu dasar dari Negara Indonesia sekarang ini.

Pendiri Kerajaan Singosari Adalah Ken Arok

Kitab Pararaton dan Kitab Negarakertagama beserta prasasti-prasastinya menjadi saksi bisu dan juga sumber sejarah dari Kerajaan Singosari. Menurut Kitab Pararaton, Singosari telah berdiri berkat dari perjuangan Ken Arok. Siapakah Ken Arok? Jika menurut informasi yang beredar, Ken Arok adalah seseorang yang berasal dari kalangan bawah.

Dimana Ia memulai karirnya sebagai pengawal Tunggul Ametung yang merupakan seorang yang menjabat sebagai Akuwu atau semacam camat untuk wilayah Tumapel. Pada saat itu, Tumapel masih berstatus sebagai daerah kekuasaan Kerajaan Kediri. Namun hal tersebut justru membuatnya menjadi tertarik dengan istri dari Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Karena memang penampilan Ken Dedes yang sangat cantik dan menarik.

Keinginannya itu semakin besar sehingga membuat Ken Arok memutuskan untuk membunuh Tunggul Ametung menggunakan Keris Empu Gandring. Hal tersebut menjadi semakin kuat setelah Ken Arok mendengar sebuah ramalan bahwa Ken Dedes suatu saat akan menurunkan raja-raja yang ada di Tanah Jawa. Oleh karena itu, Ken Arok berkeinginan untuk menikahi Ken Dedes dan mendeklarasikan dirinya sebagai akuwu atau camat yang baru di wilayah Tumapel.

Beli Buku di Gramedia

Asal Usul dan Sejarah Singkat Kerajaan Singosari

Singosari merupakan sebuah kerajaan yang bercorak Hindu, dimana kerajaan tersebut berkembang dengan pesat di wilayah Jawa Timur, tepatnya di daerah Malang. Kerajaan Singosari pada awalnya adalah bernama Tumapel yang beribu kota Singosari. Akan tetapi nama ibukota tersebut yang justru lebih dikenal luas. Sehingga sampai sekarang, kerajaan tersebut tetap dikenal dengan nama Kerajaan Singosari.

Kerajaan tersebut berdiri pada tahun 1222 Masehi oleh raja pertamanya yang bernama Ken Arok. Dimana Kerajaan Singosari awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Kediri yang pada saat itu masih dipimpin oleh Tunggul Ametung. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada saat itu Ken Arok terpikat dengan istrinya Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Oleh karena itu, Ken Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung dan menikahi Ken Dedes.

Namun Ken Arok merasa tidak puas dan semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu, Ken Arok kemudian memutuskan untuk menyerang Kerajaan Kediri yang pada saat itu masih dipimpin oleh Raja Kertajaya hingga akhirnya kerajaan tersebut dapat ditaklukkan. Semua wilayah Kediri kemudian disatukan ke dalam Kerajaan Tumapel yang kemudian lebih populer dengan sebutan Kerajaan Singosari.

Letak dan Pendiri Kerajaan

Pusat pemerintahan Kerajaan Singosari terletak di Jawa bagian Timur dengan wilayah kekuasaannya meliputi Sunda, Bali, sebagian Kalimantan, sebagian Sumatera, dan kawasan Selat Malaka. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pendiri Kerajaan Singosari adalah Ken Arok yang pada awalnya hanyalah seorang Bupati di wilayah Tumapel. Setelah menjadikan Ken Dedes sebagai istrinya yang dimana tadinya adalah istri dari Tunggul Ametung atau bupati Tumapel sebelumnya. Ken Arok pada saat itu terobsesi memisahkan Tumapel dari Kerajaan Kediri dan memilih untuk mendirikan kerajaannya sendiri. Keinginannya tersebut bisa terwujud setelah Ia berhasil mengalahkan Raja Kertajaya yang pada saat itu menjadi pemimpin Kerajaan Kediri. Kemudian Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja untuk Kerajaan Tumapel dengan menggunakan gelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi.

Beli Buku di Gramedia

Kehidupan Kerajaan Singosari

Berikut ini adalah beberapa kisah kehidupan pada masa kekuasaan Kerajaan Singosari.

1. Kehidupan Politik Kerajaan Singosari

Kehidupan politik yang terjadi di Kerajaan Singosari berkembang dengan cepat, khususnya ketika masa pemerintahan Raja Kertanegara. Hal tersebut dapat kita lihat dari pelaksanaan politik yang ada di dalam maupun di luar negeri pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Adapun politik dalam negeri yang dilakukan antara lain yaitu dengan mengganti pejabat pembantunya. Tak hanya itu, untuk memperkuat lagi kekuasaannya, Ia juga melakukan pernikahan politik dan memperkuat aspek angkatan perang.

Sedangkan untuk politik luar negeri yang mereka lakukan diantaranya yaitu dengan melakukan sebuah ekspedisi Pamalayu yang bertujuan untuk menguasai Kerajaan Melayu dan melemahkan kekuasaan dari Kerajaan Sriwijaya. Sementara itu, keberhasilan lain yang diperoleh selama masa pemerintahan Raja Kertanegara yaitu salah satunya berhasil menguasai wilayah Sunda, Bali dan juga Kalimantan, serta Malaka.

2. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Singosari

Untuk kehidupan ekonomi saat zaman Kerajaan Singosari tergolong cukup maju. Karena letaknya yang sangat strategis yaitu berada di lembah sungai Brantas, hal ini menjadikan tanah yang ada di kawasan tersebut menjadi sangat subur. Oleh karena itulah, mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai seorang petani. Tidak hanya berada di lembah yang subur, Sungai Brantas pada saat itu juga menjadi salah satu lalu lintas perdagangan antar daerah dan wilayah.

Oleh sebab itu, tidak sedikit dari masyarakatnya yang bekerja sebagai pedagang. Walaupun begitu, pada kenyataannya kehidupan ekonomi pada masa Kerajaan Singosari sempat mengalami fluktuasi atau naik turun. Saat dipimpin oleh Ken Arok, kehidupan ekonomi di Kerajaan Singosari tergolong sangat makmur. Tapi kemudian saat dipimpin oleh Anisapati, kehidupan ekonomi masyarakat menjadi terabaikan. Setelah itu, kehidupan ekonomi mulai membaik ketika dipimpin oleh Wisnuwardhana. Hingga pada akhirnya saat masa pemerintahan Raja Kertanegara, kehidupan ekonomi Kerajaan Singosari mencapai puncak kejayaannya.

3. Kehidupan Sosial Kerajaan Singosari

Tidak jauh dari kehidupan ekonominya, kehidupan sosial dari Kerajaan Singosari juga mengalami pasang surut. Ketika masih dipimpin oleh Ken Arok, kehidupan sosial pada saat itu tergolong cukup maju. Hal itu dibuktikan dengan adanya daerah yang bergabung ke dalam wilayah Kerajaan Tumapel. Lalu, ketika dipimpin oleh Anusapati, kehidupan sosial dari Kerajaan Singosari justru menjadi terabaikan. Sebab, sang raja memiliki untuk sibuk dengan sabung ayamnya. Sampai saat Kerajaan Singosari dipimpin oleh Wisnuwardhana, kehidupan sosialnya mulai sedikit rapi. Kemudian saat dipimpin oleh Raja Tarumanegara, kehidupan sosial Kerajaan Singosari menjadi semakin maju.

4. Kehidupan Keagamaan Kerajaan Singosari

Kehidupan keagamaan di Kerajaan Singosari tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan Agama Hindu dan Budha di Indonesia pada saat itu. Dimana saat itu penganut Agama Hindu dan Budha bisa hidup secara berdampingan dengan damai.

5. Kehidupan Budaya Kerajaan Singosari

Kehidupan budaya yang ada di Kerajaan Singosari tergolong cukup maju. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya prasasti yang ditinggalkan sebagai salah satu bukti dari kejayaan Kerajaan Singosari pada waktu itu. Ada banyak sekali produk kebudayaan yang dihasilkan dari kerajaan tersebut. Selain peninggalan prasasti, ada pula patung dan juga candi yang ditemukan diseluruh wilayah Kerajaan Singosari. Adapun peninggalan yang cukup terkenal dari Kerajaan Singosari yaitu Candi Singosari, Candi Jago, dan Candi Kidal. Selain itu, ada juga peninggalan lain yang cukup populer yaitu Patung Ken Dedes yang biasanya disebut sebagai Dewi Kesuburan dan Patung Tarumanegara.

Beli Buku di Gramedia

Sistem dan Perkembangan Pemerintahan Kerajaan Singosari

Pemerintahan dari Kerajaan Singosari berpusat di Jawa bagian timur. Dimana sistem pemerintahan tersebut sempat mengalami perkembangan yang sangat pesat, tapi juga harus mengalami kemunduran karena adanya sengketa karena terjadi perebutan kekuasaan. Hal itu terjadi karena pada saat berdirinya kerajaan tersebut, sistem pemerintahan dan juga kehidupan politik yang diterapkan lebih fokus kepada pengembangan wilayah kekuasaan. Tentunya, hal tersebut tidak bisa dipungkiri karena membawa kesuksesan tersendiri. Terbukti dengan adanya keberhasilan dalam menguasai wilayah Sunda, Malaka, Bali, dan Kalimantan. Akan tetapi, disisi lain, dalam kerajaan itu sendiri justru mengalami pengeroposan karena adanya perebutan kekuasaan.

Beli Buku di Gramedia

Silsilah Raja Kerajaan Singosari

Jika berdasar pada sumber prasasti yang ditemukan, maka silsilah raja yang memerintah Kerajaan Singosari dibagi menjadi dua versi. Berikut ini adalah silsilah yang paling banyak dipercaya yaitu yang diambil dari Prasasti Kudadu.

1. Ken Arok (1222-1227 M)

Berdasarkan cerita yang terukir di prasasti Kudadu, Ken Arok merupakan pendiri Kerajaan Singosari yang sebelumnya dikenal dengan nama Kerajaan Tumapel. Ken Arok yang merupakan pendiri dan juga raja pertama dari Kerajaan Singosari memiliki gelar yaitu Sri Rangga Rajasa Sang Amurwabhumi. Kehadiran Ken Arok sebagai raja pertama juga menjadi penanda munculnya suatu dinasti baru, yaitu Dinasti Rajasa atau yang disebut juga Rajasawangsa. Di Kerajaan Singosari, Ken Arok hanya berkuasa selama 5 tahun saja sebelum akhirnya dibunuh oleh suruhan dari Anusapati.

2. Anusapati (1227-1248 M)

Setelah membunuh Ken Arok, tahta Kerajaan Singosari selanjutnya digantikan oleh Anusapati yang merupakan salah satu anak tiri dari Ken Arok. Walaupun berkuasa dan menjadi raja cukup lama di Kerajaan Singosari. Tapi Anusapati tidak banyak membawa perubahan, baik dalam kehidupan politik ataupun ekonomi. Hal itu disebabkan karena Anusapati lebih sering bermain sabung ayam. Sehingga tidak ada perkembangan ataupun pembaruan selama masa kepemimpinannya. Berita kematian Ken Arok kemudian sampai ke telinga Tohjoyo yaitu anak kandung dari Ken Arok. Setelah itu, Tohjoyo membalaskan dendam kepada Anusapati. Ia menjebak Anusapati dengan mengundangnya ke kediaman Tohjoyo untuk bermain sabung ayam. Tapi ketika sampai disana, Anusapati justru dibunuh dengan keris Mpu Gandring.

3. Tohjoyo (1248 M)

Setelah kematian Anusapati, tahta Kerajaan Singosari jatuh ke tangan Tohjoyo. Akan tetapi kekuasaan Tohjoyo tidak berlangsung lama. Sebab, pembalasan dendam dilakukan oleh Ranggawuni atas kematian ayahnya yaitu Anusapati. Dibantu oleh Mahesa Cempaka, Ranggawuni berhasil menggulingkan kekuasaan Tohjoyo dan menggantikannya menjadi raja selanjutnya.

4. Ranggawuni (1248-1268 M)

Setelah kematian Tohjoyo, Ranggawuni resmi menjadi raja selanjutnya di Kerajaan Singosari dan mendapatkan gelar Sri Jaya Wisnuwardana. Ketika memerintah, Ranggawuni membawa banyak kejayaan dan juga ketentraman bagi seluruh masyarakat dan Kerajaan Singosari. Pada tahun 1254, Wisnuwardana mengangkat Kertanegara yaitu salah satu putranya sebagai raja muda atau yuwaraja. Maksud dari pengangkatan Kertanegara ini yaitu untuk menyiapkan raja selanjutnya dari Kerajaan Singosari. Sampai kemudian di tahun 1268 Wisnuwardhana meninggal dunia dan dimakamkan di Candi Jago.

5. Kertanegara (1268-1292 M)

Kertanegara merupakan raja terakhir dari Kerajaan Singosari yang berkuasa pada tahun 1268 hingga 1292. Ia naik tahta untuk pertama kalinya pada tahun 1268, Kertanegara mendapatkan gelar dengan sebutan Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Pada masa kekuasaannya, Kerajaan Singosari mengalami masa kejayaannya. Saat memimpin kerajaan tersebut, Kertanegara dibantu oleh tiga mahamenteri dan mengganti semua pejabat pemerintahan yang memiliki sifat kolot. Pergantian pejabat tersebut dilakukan dengan tujuan agar bisa menyatukan Nusantara dengan lancar. Kertanegara kemudian berhasil memperluas daerah kekuasaannya hingga ke Sunda, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Malaka. Kekuasaan Kertanegara akhirnya harus berakhir karena adanya serangan dari pasukan Mongol dan terjadilah perebutan kekuasaan di dalam kerajaan tersebut.

Masa Kejayaan Kerajaan Singosari

Di pembahasan di atas, kita sudah tahu bahwa masa kejayaan Kerajaan Singosari terjadi saat masa pemerintahan Kertanegara. Sementara raja-raja sebelumnya seperti Ken Arok dan juga Ranggawuni juga mengalami kejayaan tapi tidak sama seperti saat dipimpin oleh Kertanegara. Dimana semua aspek kehidupan yang ada di Kerajaan Singosari mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Salah satu tanda dari kejayaan Kerajaan Singosari pada waktu itu ada di bidang politik dan ekonomi. Jika dilihat dari bidang ekonomi, bisa dibuktikan dengan meningkatnya kemakmuran para petani dan pedagang.

Sedangkan peningkatan yang paling menonjol ada di bidang politik. Dimana terjadi ekspansi secara besar-besaran oleh Kertanegara sampai ke wilayah Malaka. Kepemimpinan Kertanegara yang cukup tegas dan tidak segan untuk mengganti beberapa pejabat kerajaan yang tidak bekerja dengan baik. Itulah yang menjadi salah satu faktor meningkatnya kejayaan kerajaan tersebut. Selain itu, Kertanegara juga lebih pintar untuk menjalin persahabatan dengan negara lain. Itulah yang menjadi salah satu keunggulannya ketika menjabat sebagai raja sehingga Kerajaan Singosari bisa lebih sukses.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Singosari

Walaupun Kertanegara merupakan salah satu raja yang membawa Kerajaan Singosari pada masa puncak kejayaannya. Namun Ia juga menjadi raja yang membawa Kerajaan Singosari pada masa keruntuhannya. Hal itu terjadi karena Kertanegara justru lebih fokus pada strateginya dalam mengembangkan kekuasaan Kerajaan Singosari melalui sistem ketahanan lautnya.

Oleh karena itu, Ia justru abai dengan pertahanan yang berasal dari dalam kerajaan itu sendiri. Saat Kertanegara sedang fokus dengan misinya dalam mengembangkan kekuasaannya, Jayakatwang yang masih mempunyai garis keturunan Kerajaan Kediri mulai memberikan serangan kepada Kerajaan Singosari. Usaha tersebut semakin dilancarkan karena Jayakatwang dibantu oleh Wiraraja yang sebelumnya sudah pernah dijatuhkan dari keraton.

Dari Wiraraja, akhirnya Jayakatwang mengetahui waktu yang tepat untuk melaksanakan serangan ke Kerajaan Singosari. Pada saat itu, Singosari diserang dari dua arah sekaligus, yaitu dari arah utara dan selatan. Akan tetapi, ternyata serangan yang berasal dari arah utara justru malah mengecoh pasukan yang dipimpin oleh Ardharaja dan juga Raden Wijaya. Sementara serangan yang berasal dari arah Selatan justru yang paling berdampak sampai menewaskan Kertanegara. Meninggalnya Kertanegara kemudian menjadi akhir dari masa kejayaan Kerajaan Singosari. Kemudian wilayah Singosari dikuasai oleh Jayakatwang dan Ia membuat ibukota baru.

Peninggalan Kerajaan Singosari

Berikut ini adalah beberapa peninggalan Kerajaan Singosari yang bisa kamu temukan keberadaannya.

1. Candi Singosari

Candi Singosari berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Lokasinya berada di lembah antara Pegunungan Arjuna dan Pegunungan Tengger. Candi tersebut adalah tempat pendharmaan dari Raja Kertanegara. Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa candi tersebut tidak selesai dibangun.

2. Prasasti Mula Malurung

Peninggalan Kerajaan Singosari selanjutnya yang menjadi salah satu bukti keberadaan Kerajaan Singosari adalah Prasasti Mula Malurung. Prasasti tersebut berbentuk lempengan tembaga yang diterbitkan oleh Kertanegara yang pada saat itu masih berstatus sebagai raja yang muda. Selain itu, prasasti tersebut juga merupakan piagam untuk mengesahkan Desa Malurung dan Desa Mula.

3. Candi Kidal

Peninggalan selanjutnya adalah Candi Kidal. Ini adalah salah satu bentuk penghormatan terakhir untuk Raja Anusapati. Meninggalnya Anusapati karena dibunuh oleh Tohjaya membawa cerita bahwa kematiannya tersebut merupakan bagian dari kutukan keris Mpu Gandring. Tak hanya itu saja, masih ada banyak peninggalan lainnya yang dapat kita jadikan sebagai bukti keberadaan dan juga kejayaan Kerajaan Singosari yang berpusat di Jawa bagian timur.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Pendiri Kerajaan Singosari



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien