in , , ,

Membedah Proses Terbentuknya Kawah, Seperti Apakah?

Proses Terbentuknya Kawah – Grameds! Pernahkah kamu berdiri di tepi puncak gunung berapi atau melihat foto danau raksasa berair biru kehijauan yang dikelilingi tebing-tebing terjal? 

Lanskap megah berupa cekungan raksasa di permukaan bumi tersebut sering kali membuat kita takjub sekaligus penasaran. Dalam dunia geografi dan sains kebumian, cekungan melingkar ini dikenal dengan nama kawah.

Kehadiran kawah di berbagai penjuru bumi bukan sekadar kebetulan estetika alam semata. Kawah merupakan bukti fisik paling nyata dari dinamika energi berskala raksasa yang terjadi di planet kita. 

Ada kawah yang terbentuk akibat desakan magma dari perut bumi, ada pula yang menjadi jejak “luka” akibat hantaman batuan luar angkasa bernilai sejarah miliaran tahun.

Memahami bagaimana proses terbentuknya kawah akan membuka cakrawala kita mengenai sejarah geologi bumi yang penuh warna. Yuk, Simak pembahasannya sampai selesai ya, Grameds!

Proses Terbentuknya Kawah Vulkanik 

kawah gunung berapi

Sumber: Tournesia.com

Sebagian besar kawah yang kita jumpai di Indonesia seperti Kawah Ijen, Kawah Bromo, atau Kawah Kelud, merupakan tipe kawah vulkanik. Proses terbentuknya kawah vulkanik sangat erat kaitannya dengan tekanan gas, pergerakan magma, dan jenis letusan gunung api.

Dikutip dari publikasi ilmiah United States Geological Survey (USGS), berikut adalah tingkatan dan mekanisme utama yang menjelaskan proses terbentuknya kawah vulkanik secara runtut:

1. Akumulasi Magma dan Penumpukan Tekanan Gas

Proses ini dimulai jauh di dalam mantel bumi. Magma cair yang panas merayap naik melalui celah-celah batuan menuju dapur magma (magma chamber) di bawah gunung berapi. 

Di dalam dapur magma, terkandung gas-gas bertekanan tinggi seperti uap air (H2?O), karbon dioksida (CO2?), dan sulfur dioksida (SO2?). Seiring bertambahnya pasokan magma, tekanan gas di dalam kantong tersebut akan terus meningkat dan menekan batuan penutup di atasnya.

2. Peledakan Saluran Utama (Vent Explosion)

Ketika tekanan gas melebihi batas kekuatan batuan penutup kawah, terjadi letusan (erupsi). Tekanan raksasa ini mendobrak dan menghancurkan lapisan batuan teratas, membuka saluran utama (vent/conduit). Material berupa batu, debu vulkanik, dan lava cair terlempar kencang ke udara bebas.

3. Pembentukan Dinding Kawah (Crater Rim)

Material piroklastik dan lelehan lava yang terlempar saat letusan tidak semuanya meluncur jauh. Sebagian material padat tersebut jatuh kembali di sekitar bibir lubang letusan. 

Seiring berulangnya proses erupsi selama bertahun-tahun, tumpukan lava yang membeku dan batuan tersebut membentuk tebing atau dinding melingkar yang mengelilingi lubang utama, menciptakan bentuk menyerupai mangkuk.

Plants vs Zombies - Gunung Api dan Gempa Bumi

Apa Itu Kawah?

Sumber: Traveloka.com

Secara geologis, kawah adalah cekungan berbentuk mangkuk, lingkaran, atau corong yang terletak di permukaan padat suatu benda langit, termasuk planet Bumi, Bulan, hingga Mars.

Ukuran kawah sangat bervariasi, mulai dari cekungan kecil berdiameter beberapa meter saja, hingga cekungan raksasa yang membentang sepanjang ratusan kilometer. 

Meskipun dari luar terlihat mirip, penyebab utama yang memicu terbentuknya cekungan tersebut berasal dari mekanisme yang sama sekali berbeda.

Di planet Bumi, kawah secara umum terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan agen pembentuknya:

1. Kawah Vulkanik

Terbentuk akibat aktivitas internal gunung berapi (magmatisme dan erupsi).

2. Kawah Impak (Tabrakan Meteor)

Terbentuk akibat hantaman benda luar angkasa (meteoroid, asteroid, atau komet) dari eksternal bumi.

Fenomena Khusus: Bagaimana Kaldera Terbentuk?

Sumber: Detik.com

Sering kali kita mendengar istilah kawah dan kaldera tertukar. Padahal, meskipun sama-sama berbentuk cekungan, kaldera memiliki ukuran yang jauh lebih raksasa dengan mekanisme pembentukan yang berbeda dari kawah letusan biasa.

Dikutip dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kaldera terbentuk melalui proses runtuhan (collapse).

Ketika sebuah gunung api mengalami letusan eksplosif berskala super-dahsyat (super eruption), sebagian besar isi dapur magma akan terkuras habis dalam waktu singkat. 

Akibatnya, terjadi kekosongan rongga raksasa di bawah tanah. Karena tidak ada lagi tumpuan cair yang menahan beban berat batuan di atasnya, atap gunung berapi tersebut runtuh memusat ke dalam dapur magma.

Runtuhnya struktur gunung ini menyisakan cekungan raksasa berdiameter lebih dari 2 kilometer yang disebut Kaldera. Contoh paling fenomenal di Indonesia adalah Kaldera Toba di Sumatera Utara dan Kaldera Bromo-Tengger di Jawa Timur.

Proses Terbentuknya Kawah Impak (Meteor)

Berbeda dari kawah vulkanik yang dipicu oleh tenaga dari dalam bumi (endogen), kawah impak tercipta akibat tenaga luar bumi (eksogen), yaitu hantaman meteoroid berkecepatan hyper-velocity.

Dilansir dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), pembentukan kawah impak melewati tiga fase fisika yang sangat dramatis:

Tahap Kontak dan Kompresi (Contact & Compression)

Benda langit meluncur memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan antara 11 km/detik hingga 72 km/detik. 

Saat menabrak permukaan tanah, energi kinetik raksasa dari meteor berubah seketika menjadi gelombang kejut (shockwave) dan panas ekstrem. Batuan di titik impak langsung meleleh atau menguap dalam hitungan milidetik.

Tahap Ekskavasi (Excavation Phase)

Gelombang kejut yang merambat ke dalam tanah mendorong batuan ke segala arah. Terjadi proses penggalian alami secara masif. Material batuan tanah terlempar keluar secara simetris membentuk tirai lontaran (ejecta curtain), menciptakan lubang cekungan primer yang sangat dalam.

Tahap Modifikasi (Modification Phase)

Setelah gelombang kejut mereda, gravitasi bumi mengambil alih. Dinding kawah yang terlalu curam dan tidak stabil akan runtuh meluncur ke dalam. 

Di bagian tengah kawah kompleks, batuan dasar yang tertekan hebat akan membal balik ke atas membentuk puncak tengah (central peak).

Salah satu contoh kawah impak paling utuh dan terkenal di dunia adalah Barringer Meteor Crater di Arizona, Amerika Serikat, yang berdiameter 1,2 kilometer.

Transformasi Kawah: Dari Lubang Api Menjadi Danau Kawah

Setalah aktivitas vulkanik mereda atau periode erupsi berakhir, kawah tidak lantas menjadi area mati yang membosankan. Banyak kawah berukuran besar mengalami transformasi menjadi Danau Kawah (Crater Lake)

Bagaimana proses perubahan ini terjadi?

  • Akumulasi Air Hujan

Batuan basalt dan andesit yang melapisi dasar kawah sering kali bersifat kedap air setelah membeku rapat. Seiring berjalannya waktu, air hujan dan lelehan salju terperangkap di dalam cekungan tanpa ada alur pembuangan keluar.

  • Interaksi Gas Fumarol

Jika di dasar kawah masih terdapat saluran gas aktif, gas sulfur (SO2?) dan asam klorida (HCl) akan terlarut ke dalam air. Hal ini menciptakan danau kawah asam dengan warna kebiruan atau kehijauan yang dramatis, seperti yang terdapat di Kawah Ijen (Jawa Timur) atau Kelimutu (Nusa Tenggara Timur).

Dr. Robot Teo

Tabel Perbandingan Ringkas: Kawah Vulkanik vs Kawah Impak

Agar Grameds lebih gampang memahami perbedaan mendasar dari kedua jenis kawah ini, yuk simak tabel rangkuman berikut:

Parameter Geologi Kawah Vulkanik Kawah Impak (Meteor)
Sumber Energi Tenaga Endogen (Magma & Gas Bumi). Tenaga Eksogen (Benda Luar Angkasa).
Mekanisme Utama Erupsi, ledakan gas, atau runtuhan dapur magma. Hantaman fisik berkecepatan hyper-velocity.
Keberadaan Material Dikelilingi lava, batu apung, dan abu vulkanik. Ditemukan batuan tektit dan mineral terdeformasi (shocked quartz).
Bentuk Fisik Puncak gunung berapi atau kompleks kaldera. Cekungan simetris dengan dasar relatif rata / puncak tengah.
Kedalaman & Diameter Proporsional dengan skala gunung/dapur magma. Tergantung pada ukuran dan kecepatan meteoroid.
Contoh Terkenal Kawah Bromo (Indonesia), Kilauea (Hawaii). Barringer Crater (USA), Chicxulub (Meksiko).

 

Kawah yang Terkenal Menjadi Objek Wisata di Indonesia dan Dunia

Sumber: Javatravel.net

Kawah Objek Wisata di Indonesia dan Dunia

1. Kawah Ijen (Jawa Timur)

  • Daya Tarik

Terkenal secara internasional dengan fenomena Blue Fire (Api Biru) alami yang hanya ada dua di dunia (selain di Islandia). Api biru ini tercipta dari reaksi gas sulfida tinggi bersuhu hingga 600? yang menyala saat kontak dengan udara malam.

  • Keunikan

Memiliki danau kawah tingkat keasaman terkuat di dunia dengan warna air hijau toska yang kontras dengan dinding tebing batuannya.

2. Kawah Bromo (Jawa Timur)

  • Daya Tarik

Menyajikan pemandangan kawah aktif yang berada di tengah hamparan laut pasir seluas lebih dari 5.000 hektar. Wisatawan dapat menaiki tangga khusus hingga ke bibir kawah untuk melihat dan mendengar gemuruh dapur magma dari dekat.

  • Keunikan

Menjadi pusat atraksi budaya tahunan upacara adat Yadnya Kasada masyarakat suku Tengger.

3. Kawah Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

  • Daya Tarik

Terkenal dengan fenomena tiga danau kawah yang dapat berubah warna secara periodik (seperti merah, biru, hijau, hingga hitam).

  • Keunikan

Perubahan warna air disebabkan oleh reaksi kimia mineral, komposisi gas vulkanik, serta interaksi mikroorganisme di dasar kawah yang dipicu oleh aktivitas magma.

4. Kawah Putih Ciwidey (Jawa Barat)

  • Daya Tarik

Danau kawah dengan air berwarna putih kehijauan yang dikelilingi oleh pasir putih dan hutan cantigi yang eksotis.

  • Keunikan

Tingginya kadar belerang di area ini membuat suasana kawah sering diselimuti kabut tebal yang menghasilkan atmosfer unik dan populer sebagai lokasi fotografi.

5. Kawah Sikidang, Dieng (Jawa Tengah)

  • Daya Tarik

Menampilkan fenomena geotermal berupa kolam lumpur belerang mendidih yang selalu berpindah-pindah tempat dalam rentang beberapa tahun, menyerupai karakter kijang (sikidang).

  • Keunikan

Wisatawan dapat melihat langsung aktivitas uap panas bumi dan mencoba tradisi unik merebus telur hingga matang di kolam air mendidih alami

6. Kawah Ngorongoro (Tanzania)

  • Daya Tarik

Merupakan kaldera vulkanik utuh (tidak runtuh/terisi air) terbesar di dunia dengan luas sekitar 260 km persegi.

  • Keunikan

Bertindak sebagai tempat penangkaran dan habitat alami raksasa (natural enclosure) bagi puluhan ribu satwa liar Afrika, termasuk Big Five (singa, gajah, badak hitam, macan tutul, dan kerbau).

7. Crater Lake / Kawah Mazama (Oregon, Amerika Serikat)

  • Daya Tarik

Danau kawah terdalam di Amerika Serikat (sekitar 594 meter) yang terbentuk dari runtuhnya Gunung Mazama akibat erupsi super dahsyat sekitar 7.700 tahun lalu.

  • Keunikan

Air danau ini berasal murni dari lelehan salju dan hujan tanpa pasokan sungai keluar/masuk, menjadikannya salah satu danau dengan air tersuci dan terjelas di bumi.

8. Kawah Kilauea / Halema?uma?u (Hawaii, USA)

  • Daya Tarik

Berada di kawasan Hawaii Volcanoes National Park, kawah ini menawarkan pemandangan danau lava aktif dengan lelehan sungai api basaltik yang mengalir relatif aman untuk diamati dari titik pengamatan.

  • Keunikan

Salah satu kawah paling aktif sekaligus paling banyak diteliti di dunia karena sifat erupsinya yang efusif (lelehan).

9. Kawah Diamond Head (Oahu, Hawaii, USA)

  • Daya Tarik

Kawah mati berbentuk corong raksasa yang terbentuk dari erupsi hidrovulkanik ribuan tahun lalu.

  • Keunikan

Menjadi landmark ikonik Kota Honolulu dengan rute hiking yang membawa wisatawan ke puncak bibir kawah untuk menikmati pemandangan Samudra Pasifik 360 derajat.

10. Kawah Vesuvius (Campania, Italia)

  • Daya Tarik

Gunung berapi legendaris yang terkenal karena letusan dahsyatnya meratakan Kota Pompeii pada tahun 79 M.

  • Keunikan

Wisatawan dapat melakukan hiking menyusuri jalan setapak hingga tepat di tepi puncak kawah aktif untuk melihat pemandangan Teluk Napoli dari ketinggian.

Plants vs Zombies - Gunung Api dan Gempa Bumi

Do’s and Dont’s Bermain di Kawah

Berlibur ke kawasan kawah gunung berapi menawarkan pemandangan spektakuler, namun lingkungan vulkanik memiliki risiko keselamatan tersendiri. 

Agar liburan bersama keluarga atau teman tetap aman dan menyenangkan, berikut adalah panduan panduan hal yang boleh (Do’s) dan tidak boleh dilakukan (Don’ts):

Do’s (Hal yang Harus Dilakukan)

  • Gunakan Masker Standar (N95/KN95)

Bau belerang dan gas vulkanik di area kawah dapat menyebabkan iritasi pernapasan hingga pusing. Masker tebal membantu menyaring partikel dan uap menyengat.

  • Pakai Pakaian dan Alas Kaki yang Tepat

Kenakan pakaian hangat/jaket (suhu kawah umumnya dingin) serta sepatu dengan tapak bergigi/anti-selip (outdoor/sneakers). Permukaan tanah di sekitar kawah sering kali licin, berpasir, atau berbatu curam.

  • Patuhi Batas Aman & Pagar Pembatas

Selalu berada di dalam jalur wisatawan resmi dan di belakang pagar pengaman. Pagar tersebut dipasang untuk mencegah wisatawan terperosok ke tebing yang rapuh atau kolam kawah yang asam/mendidih.

  • Cek Status Keaktifan Gunung Sebelum Berangkat

Pantau informasi resmi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) atau pengelola wisata setempat. Pastikan status gunung berada di Level I (Normal) atau Level II (Waspada) dengan radius aman yang diperbolehkan.

  • Bawa Air Minum Secukupnya

Uap belerang dan udara dingin dapat membuat tenggorokan cepat kering dan memicu dehidrasi.

  • Perhatikan Batas Waktu di Dasar Kawah

Batasi waktu berada di titik terdekat dengan kawah (sekitar 15–30 menit), terutama jika membawa anak-anak, lansia, atau memiliki riwayat asma.

Don’ts (Hal yang Dilarang)

  • Jangan Melompati Pagar Pengaman

Dinding tebing di sekitar kawah aktif sering kali tidak stabil (instable slope) dan rawan longsor. Terperosok ke dalam kawah bersuhu tinggi atau berair asam sangat mematikan.

  • Jangan Melempar Benda Apapun ke Dalam Kawah

Melempar batu, sampah, atau benda lain ke dalam danau/lubang kawah dapat merusak ekosistem alami dan memicu letusan freatik kecil jika mengenai celah gas bertekanan.

  • Jangan Mengabaikan Gejala Tubuh

Jika mulai merasa pusing, mual, mata perih, atau sesak napas akibat bau belerang yang menebal, segera berjalan menjauh menuju area yang lebih tinggi atau berudara segar.

  • Jangan Menggunakan Lensa Kontak (Contact Lenses)

Debu vulkanik dan uap asam belerang dapat terperangkap di bawah lensa kontak dan menggores kornea mata, yang berisiko memicu iritasi berat hingga infeksi. Gunakan kacamata biasa atau goggles.

  • Jangan Merokok atau Menyalakan Api Sembarangan

Area di sekitar kawah mengandung konsentrasi gas alam dan belerang yang tinggi. Menyalakan api di titik tertentu berpotensi memicu percikan berbahaya.

  • Jangan Meninggalkan Sampah

Lingkungan pegunungan dan kawah membutuhkan waktu sangat lama untuk menguraikan sampah plastik. Selalu bawa pulang sampahmu.

Kesimpulan

Grameds, memahami proses terbentuknya kawah memberi kita sudut pandang baru dalam memandang keindahan sekaligus keperkasaan alam semesta. Baik melalui hembusan ledakan magma dari dalam perut bumi maupun hantaman dahsyat meteor dari angkasa luar, kawah adalah monumen geologi yang mencatat perjalanan panjang pembentukan wajah planet kita.

Dengan mempelajari sains geografi dan sains kebumian, kita tidak hanya diajak mengagumi pemandangan danau kawah yang indah, tetapi juga diajar untuk lebih peka, kritis, dan tanggap terhadap potensi serta dinamika alam di sekitar kita.

Perluas Literasi Geologi dan Sains Kebumianmu di Gramedia!

Ingin memperdalam pengetahuanmu tentang rahasia perut bumi, teori tektonik lempeng, sejarah erupsi gunung berapi legendaris, hingga ilmu astronomi terlengkap? Yuk, jangan tahan rasa ingin tahumu!

Temukan berbagai pilihan buku edukasi geografi, sains populer, ensiklopedia kebumian, hingga literatur geologi terbaik hanya di Gramedia.com. Nikmati beragam promo menarik, diskon hemat, serta kemudahan berbelanja buku fisik maupun e-book berkualitas kapan saja dan di mana saja. Mari tambah wawasanmu dan terus belajar bersama Gramedia!

 

Penulis: Widya

 

Written by Dzikri N. Hakim