in ,

Review Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi

Maaf Aku Lahir ke Bumi – Pernahkah Grameds merasa begitu dekat dengan sebuah kisah sampai seolah-olah cerita itu sedang berbicara tentang dirimu sendiri? Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau NKCTHI adalah salah satu fenomena yang berhasil menciptakan perasaan itu sejak kemunculannya pada 2018, mengguncang dunia sastra sekaligus perfilman Indonesia.

Maaf Aku Lahir ke Bumi hadir sebagai novel ketujuh karya Marchella FP sekaligus menjadi bagian dari pengembangan semesta NKCTHI. Resmi dirilis pada 18 Desember 2025, novel ini menyuguhkan suasana yang lebih matang dan reflektif dibanding karya-karya sebelumnya.

Maaf Aku Lahir ke Bumi diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia dengan jumlah 208 halaman.Novel ini dikemas sebagai adult picture book yang menggabungkan prosa, puisi, dan ilustrasi dalam satu kesatuan. Ceritanya berfokus pada perjalanan batin Nuvola, sosok dengan karakter people pleaser yang berusaha menyeimbangkan hubungan dengan keluarga, lingkungan sekitar, dan dirinya sendiri. Apakah Grameds juga merasa memiliki sisi yang serupa dengan Nuvola?

Novel ini menyoroti budaya people pleaser dan sikap tidak enakan yang masih sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, Grameds juga akan diajak untuk memahami rasa bersalah lintas generasi serta proses pencarian jati diri di tengah tekanan sosial dan tuntutan keluarga. Kisahnya terasa dekat dengan kehidupan banyak orang, bahkan mungkin mencerminkan pengalaman pribadi pembacanya.

Profil Marchella FP – Penulis Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi  

Marchella Febritrisia Putri, lahir pada 16 Februari 1990, dikenal sebagai penulis asal Indonesia. Namanya mulai mendapat perhatian luas setelah menerbitkan novel flash fiction Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini pada tahun 2018. Karya tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Penulis Terbaik Tahun Ini dari IKAPI Awards 2019. Kesuksesan NKCTHI menjadi fenomena nasional dengan penjualan mencapai 120 ribu eksemplar dan bertahan di jajaran sepuluh besar buku terlaris selama lebih dari delapan bulan.

Perempuan yang akrab disapa Cecel ini lahir di Jakarta dari keluarga Muslim. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Ibrahim Sofyan dan Evie. Marchella memiliki seorang kakak laki-laki bernama Michael Sofyan dan seorang kakak perempuan bernama Mechio. Riwayat pendidikannya ditempuh pada jenjang sarjana di Universitas Bina Nusantara dengan mengambil program studi Desain Komunikasi Visual.

Sejak 2008, Marchella telah berkecimpung di dunia industri kreatif sebagai desainer grafis dan fotografer hingga tahun 2012. Debut bukunya berjudul Generasi 90an terbit pada tahun 2013 dan langsung mendapat sambutan positif. Dalam waktu satu setengah bulan saja, buku tersebut telah mengalami cetak ulang sebanyak tiga kali.

Setelah mengenal penulisnya, mari kita lanjutkan dengan sinopsis dan ulasan novel ini, Grameds.

Sinopsis Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi  

Novel ini menjadi ruang perayaan bagi rasa bersalah yang kerap dipendam, kebiasaan memaklumi segala hal, serta kata setuju yang sering kali tidak sejalan dengan isi hati. Ia berbicara tentang perasaan yang sengaja disimpan demi mendahulukan perasaan orang lain, dan tentang kebiasaan menuliskan nama mereka lebih dulu sebelum berani menempatkan nama sendiri. Lewat buku ini, kita akan menyelami sebuah kisah reflektif yang mengajak untuk menengok ulang hubungan dengan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi

Pros & Cons

Pros
  • Diperkaya dengan ilustrasi.
  • Kolaborasi dengan figur yang berpengaruh.
  • Relevan dengan pengalaman pribadi.
  • Refleksi dan inspirasi.
Cons
  • Bacaan yang singkat.
  • Sangat personal.

 

Kelebihan Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi  

Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi karya Marchella FP memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat novel ini menarik untuk ditelusuri lebih jauh lagi.

  • Diperkaya dengan ilustrasi

Marchella FP bekerja sama dengan ilustrator Rezza Rainaldy untuk menghadirkan elemen visual yang kuat dalam novel ini. Ilustrasi yang ditampilkan tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan berperan penting dalam memperdalam makna cerita.

Porsi visual yang cukup dominan membantu menyampaikan emosi dan pesan novel secara lebih utuh, sehingga pengalaman membaca terasa lebih hidup dan menyentuh.

  • Kolaborasi dengan figur yang berpengaruh

Novel ini terdiri dari lima bab berjudul Dimulai, Rumah Tanpa Tapi, Kue Ulang Tahun, Api Dingin, dan Di Akhir. Setiap bab diisi dengan kontribusi dari enam kolaborator, yaitu Marcel Lukman, Mechio DAC, Michael Sofyan, Nazril Irham, Reza Chandika, dan Sal Priadi. Para kolaborator ini merupakan sosok yang telah lama mengenal Marchella dan perjalanan hidupnya, sehingga kehadiran mereka memberikan perspektif baru sekaligus warna emosional yang memperkaya isi novel.

  • Relevan dengan pengalaman pribadi

Sejak awal, novel ini memang dirancang untuk terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Tema rasa tidak enakan dan kebiasaan mendahulukan perasaan orang lain menjadi hal yang akrab bagi pembaca. Kedekatan tersebut memudahkan pembaca untuk memahami tokoh utama dan ikut merasakan pergulatan batin yang digambarkan.

  • Refleksi dan inspirasi

Karya ini membuka ruang refleksi, terutama bagi pembaca dengan kecenderungan people pleaser. Melalui narasi dan potongan pemikiran yang disajikan, pembaca diajak untuk belajar lebih berani menetapkan batasan dan memprioritaskan diri sendiri. Pesan yang disampaikan mendorong kesadaran akan pentingnya menghargai kebutuhan pribadi tanpa merasa bersalah.

Kekurangan Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi  

Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi masih memiliki hal yang dinilai menjadi kelemahan atau menjadi masukan bagi karya penulis selanjutnya.

  • Bacaan yang singkat

Bagi pembaca yang terbiasa dengan alur cerita panjang dan narasi mendetail, novel ini mungkin terasa cepat selesai. Gaya penulisan Marchella yang banyak mengandalkan kutipan singkat dan kalimat puitis membuat sebagian pembaca merasa kedalaman teksnya belum cukup eksploratif.

  • Sangat personal

Isi novel ini sarat dengan pengalaman dan perasaan personal penulis. Apabila pembaca tidak sedang berada dalam kondisi emosional yang selaras, seperti menghadapi rasa bersalah atau kelelahan batin, pesan-pesan yang disampaikan bisa terasa terlalu melankolis atau kurang mengena.

Ciri-Ciri People Pleaser dan Cara untuk Memperbaikinya!

People pleaser adalah istilah untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kecenderungan kuat untuk menyenangkan orang lain, meskipun harus mengorbankan kebutuhan, waktu, dan kebahagiaan pribadinya.

Pola perilaku ini umumnya terbentuk sebagai cara untuk mendapatkan penerimaan atau menghindari pertentangan.

Berikut beberapa ciri umum yang sering dimiliki oleh seorang people pleaser.

  • Sulit Berkata “Tidak

People pleaser kerap merasa bersalah atau takut kehilangan penerimaan sosial ketika menolak permintaan orang lain. Akibatnya, mereka sering menyetujui sesuatu yang sebenarnya tidak sanggup atau tidak diinginkan.

  • Sering Meminta Maaf

Kata maaf diucapkan berulang kali, bahkan dalam situasi yang tidak diperlukan. Kebiasaan ini biasanya muncul dari rasa takut mengecewakan orang lain atau merasa diri selalu berada di posisi yang salah.

  • Mengabaikan Diri Sendiri

Demi memenuhi harapan orang lain, people pleaser sering mengesampingkan kondisi diri sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu kelelahan emosional maupun fisik karena terus memaksakan diri.

  • Takut Akan Konflik

Untuk menjaga suasana tetap nyaman, people pleaser cenderung menyetujui pendapat orang lain meskipun tidak sejalan dengan isi hati. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari, apa pun risikonya bagi diri sendiri.


Berdasarkan berbagai pendekatan psikologi yang berkembang hingga awal 2026, terdapat beberapa langkah yang bisa diterapkan secara bertahap untuk mengurangi kebiasaan people pleasing.

  • Tetapkan Batasan (Personal Boundaries)

Mulailah dengan mengenali kemampuan dan batas diri sendiri. Tentukan hal-hal yang bisa dan tidak bisa kamu lakukan, lalu komunikasikan dengan jelas kepada orang lain. Dengan begitu, mereka belajar menghargai batasan yang kamu miliki.

  • Berhenti Meminta Maaf Secara Berlebihan

Latih diri untuk hanya meminta maaf ketika memang melakukan kesalahan. Menghentikan permintaan maaf yang berlebihan membantu membangun rasa percaya diri dan memperkuat posisi diri dalam berinteraksi.

  • Berikan Jeda Sebelum Menjawab

Saat seseorang meminta bantuan, tidak ada kewajiban untuk langsung mengiyakan. Ambil jeda sejenak untuk mempertimbangkan apakah permintaan tersebut sesuai dengan kondisi dan keinginanmu.

  • Mulai dari Hal Kecil

Keberanian berkata “tidak” bisa dilatih dari hal-hal kecil. Misalnya: menolak ajakan nongkrong saat sedang lelah atau memilih istirahat daripada memaksakan diri demi menyenangkan orang lain.

  • Ubah Pola Pikir

Penting untuk menyadari bahwa kamu tidak bertanggung jawab atas perasaan dan kebahagiaan semua orang. Kekecewaan orang lain adalah hal yang wajar dan bukan berarti kamu adalah pribadi yang buruk.

  • Fokus pada Nilai Diri

Alihkan fokus dari mencari pengakuan eksternal ke upaya menghargai diri sendiri. Mengenali nilai dan kebutuhan pribadi akan membantu kamu mengambil keputusan yang lebih sehat secara emosional.

 

Jadi, Grameds, itulah beberapa ciri people pleaser sekaligus langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk berhenti terjebak dalam pola tersebut. Prosesnya memang tidak instan, tetapi dengan kesadaran dan latihan yang konsisten, kamu bisa belajar menempatkan diri sendiri sebagai prioritas tanpa harus merasa bersalah.

Penutup

Novel Maaf Aku Lahir ke Bumi hadir sebagai ajakan bagi para pembaca setia NKCTHI yang kini berada di tahap kehidupan yang berbeda, entah itu bekerja, membangun keluarga, maupun merintis usaha, untuk kembali terhubung lewat tulisan yang tumbuh seiring perjalanan hidup mereka. Novel ini terasa seperti teman lama yang memahami perubahan tanpa perlu banyak penjelasan.

Kisah di dalamnya menjadi ruang refleksi atas rasa bersalah yang sering dipendam, kebiasaan memaklumi segalanya, serta kata setuju yang kerap diucapkan meski bertentangan dengan isi hati. Ia mengajak pembaca menengok kembali perasaan yang selama ini disimpan demi menjaga orang lain, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk membayangkan hidup yang lebih jujur pada diri sendiri, termasuk saat harus mengatakan tidak.

Bagi Grameds yang siap terkesima dengan barisan kata-kata reflektif dengan sentuhan yang emosional, novel Maaf Aku Lahir ke Bumi ini wajib untuk kalian baca! Novel karya Marchella FP ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya.

Sebagai teman untuk #TumbuhBermakna, Gramedia siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk mendampingi perjalanan membaca kamu.

Rekomendasi Buku

Tabi

Tabi

Katanya, manusia hanya mengalami jatuh cinta 3 kali sepanjang hidupnya. Tabi dalam bahasa Jepang berarti perjalanan. Tabi sibuk penuhi ekspektasi raga lain selama hidupnya. Sampai tiba pada sebuah keraguan yang membuatnya memutuskan untuk memulai perjalanan sendirian ke Jepang, sesuai do’a dalam namanya.

Perjalanan yang membawanya menyusun ulang senang dan luka yang acak di memorinya itu, membuat ia memutuskan untuk menulis perjalanan cinta yang hampir tidak pernah dibicarakan. Semua tersimpan jadi potongan-potongan pelajaran yang membawa Tabi ke dalam wahana yang tidak terduga.

Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda ini adalah buku adalah kompilasi dari isi surat-surat yang ditulis oleh Awan, salah satu tokoh dari buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Isi dalam surat berisikan tentang waktu yang ia alami saat dirinya tidak bisa untuk ikut tertawa, sebuah perasaan ketika Awan merasa sedang dijadikan bahan canda oleh hidup.

Di dalam buku ini, berisikan kutipan-kutipan dari surat yang ditulis oleh Awan. Kumpulan dari catatan yang ditulis oleh Awan sendiri tentang berbagai perasaan negatif yang ia rasakan dalam dirinya. Alur cerita digambarkan dalam rentang waktu selama sekitar 10 tahun, dengan membaca catatan yang ditulis oleh Awan ini, kita akan membayangkan bagaimana Awan menjalani hari kelabunya, dan kemudian Awan memutuskan untuk menuliskan perasaannya yang ia curahkan dalam catatan harian.

 

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah. Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu. Pada satu waktu, impianmu akan dipukul mundur, harapanmu terpatahkan, dan langkahmu dihentikan paksa. Dunia yang luas terasa begitu menyesakkan. Ramai, tapi sepi. Ingin terus melangkah, takut terjatuh. Ingin putar balik, sudah tak mungkin tertempuh. Ingin menyerah, tetap saja tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Setiap pilihan nyaris tak mampu kamu tanggung konsekuensinya.

 

Penulis: Gabriel