in , , ,

Review Buku Logic vs Feelings Karya Aurellia Sapphire

Logic vs Feelings – Grameds, apakah kamu pernah mendengar tentang “mothering”? Sebuah istilah yang kerap kali didengar ketika membahas hubungan romantis. Umumnya, hal ini merujuk pada kebiasaan untuk bertindak seperti seorang ibu yang melindungi, merawat, dan mendukung.

Mungkin kedengarannya baik, ya. Namun, kenyataannya mothering dalam hubungan bisa menjadi sebuah pertanda bahwa ada yang tidak sehat dalam hubungan itu sendiri.

Kebiasaan mothering bisa jadi membuat pasangan melupakan perannya atau malah membuat pasangan menjadi merasa tidak dihargai. Meskipun niatnya baik, yang perlu diingat adalah pasangan bukan anakmu. Sosok pasangan bukan untuk selalu diatur bagai anak yang belum mengerti batasan-batasan. Laki-laki juga tak harus selalu kamu rawat dan temani, karena perannya justru melindungi dan menjaga perempuan.

Lalu, bagaimana tindakan yang seharusnya? Jawabannya bisa kamu dapatkan di buku yang akan Gramin bahas di bawah ini. Buku Logic vs Feelings karya Aurellia Sapphire ini akan membangkitkan energi feminine dengan kemampuan perempuan untuk mengembangkan kualitas diri sendiri. Tujuannya supaya perempuan bisa mendapatkan pasangan yang berkualitas sekaligus membangun sebuah hubungan yang berkualitas juga. Never forget, Girls. Never settle for the less!

Buku Logic vs Feelings diterbitkan oleh Penerbit Media Kita pada 20 Juni 2025 dengan tebal 172 halaman. Sebelum melanjutkan membaca ulasannya, kita berkenalan lebih dekat terlebih dahulu dengan penulis buku ini, Grameds.

 

Profil Aurellia Sapphire – Penulis Buku Logic vs Feelings

Aurellia Sapphire adalah seorang content creator dan public speaker yang telah membantu banyak perempuan kembali sadar dan waras dalam menghadapi dinamika kehidupan. Lewat video dan tulisan yang ia bagikan di Instagram @aurelliasapphire serta TikTok @sapphireaurellia, Aurellia konsisten menyuarakan bagaimana seharusnya perempuan menggunakan logikanya.

Melalui buku perdananya berjudul Logic vs Feelings, ia berharap pesannya menjangkau lebih luas agar perempuan mampu melatih logika tanpa mengabaikan fitrahnya sebagai perempuan yang tetap menggunakan perasaan.

Sinopsis Buku Logic vs Feelings

button cek gramedia com

Selama ini sering terdengar bahwa perempuan lebih mengutamakan perasaan; sementara laki-laki lebih mengandalkan logika. Pola pikir seperti itu membuat banyak perempuan terjebak dalam perasaannya sendiri.

Tidak jarang, perempuan menjadi pihak yang tersakiti dalam hubungan karena terlalu mengikuti apa yang ia rasakan. Padahal, kebahagiaan justru bisa diraih ketika perempuan mampu menyeimbangkan perasaan dan logika.

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk tidak lagi pasrah menerima luka; melainkan bergerak untuk memahami cara berpikir yang lebih sehat untuk menjalani hubungan dengan lebih bijak.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Logic vs Feelings

Pros & Cons

Pros
  • Penulis yang kredibel.
  • Pembahasan yang mendetail.
  • Penuh dengan tips yang berguna.
  • Bisa merubah mindset.
Cons
  • Menuai pro dan kontra.

Kelebihan Buku Logic vs Feelings

Buku Logic vs Feelings karya Aurellia Sapphire ini memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat buku ini menarik untuk Grameds dalami. Mari bahas beberapa di antaranya!

  • Penulis yang kredibel

Buku ini ditulis oleh seorang content creator sekaligus public speaker yang sudah lama berkecimpung dalam isu pengembangan diri perempuan. Pengalaman Aurellia dalam memberikan edukasi seputar cara berpikir yang sehat membuat setiap tulisannya terasa dapat dipercaya dan mudah dipahami.

  • Pembahasan yang mendetail

Aurellia mengurai beragam permasalahan yang kerap muncul dalam hubungan, terutama yang sering dihadapi perempuan. Ia tidak hanya menjelaskan penyebabnya, tapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana cara merespons persoalan tersebut dengan lebih logis dan bijak.

  • Penuh dengan tips yang berguna

Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan berbagai tips self development dan penguatan feminine energy. Setiap tips membantu perempuan untuk menarik pasangan yang berkualitas, mendapatkan perlakuan yang lebih baik dalam hubungan, serta membangun relasi yang lebih harmonis dan bermakna.

  • Bisa merubah mindset

Buku ini cocok bagi perempuan yang ingin mengubah cara pandang mereka, terutama dalam memahami dinamika hubungan. Melalui penjelasan yang lugas, pembaca diajak memahami pola pikir laki-laki dan belajar menyeimbangkan perasaan serta logika agar tidak lagi terjebak dalam pola hubungan yang merugikan.

Kekurangan Buku Logic vs Feelings

Buku Logic vs Feelings karya Aurellia Sapphire memang bacaan yang sangat menarik dengan segala kelebihannya, akan tetapi buku ini masih memiliki kekurangan yaitu:

  • Menuai pro dan kontra

Tema tentang feminisme memang seringkali menuai pro dan kontra. Tak terkecuali dalam buku ini, di mana ada bahasan yang rancu mengenai peran laki-laki. Contohnya, pembahasan tentang bagaimana laki-laki pasif dalam hubungan menjadi “masalah” bagi pasangannya.

Meskipun dibahas perilaku ini bisa ditimbulkan akibat refleksi dari tindakan mothering dari pihak perempuan, tapi terkesan secara tak langsung menyalahkan pihak laki-laki juga. Penulis dinilai sudah sangat netral dalam menuliskan buku yang membangkitkan energi feminine ini. Namun, memang ada hal-hal yang tidak dapat terhindar dari kontra akibat pola pikir dan opini yang berbeda-beda.

Mengenal Mothering dan Fathering dalam Hubungan

Mothering dan fathering adalah pola perilaku dalam hubungan asmara ketika salah satu pihak mengambil peran seperti orang tua terhadap pasangannya. Sikap ini muncul saat seseorang bertindak seolah pasangannya adalah anak kecil yang harus diarahkan, dijaga, dan dipenuhi kebutuhannya. Semua itu sering dilakukan atas nama perhatian atau rasa sayang, padahal justru menciptakan hubungan yang tidak setara.

Mothering lebih berfokus pada perilaku keibuan seperti merawat dan memberi perlindungan emosional, sementara fathering lebih berkaitan dengan peran kebapakan seperti membuat keputusan dan memberikan nasihat. Kedua pola ini menimbulkan ketidakseimbangan karena pihak yang merasa mengasuh menganggap dirinya lebih mampu, sedangkan pihak yang diasuh menjadi merasa kurang kompeten dan tidak dihargai.

Ciri seseorang yang melakukan mothering antara lain suka mengatur, memberi nasihat tanpa diminta, tidak percaya pada kemampuan pasangan, mengurus segalanya untuk pasangan, dan merasa memiliki kuasa lebih. Sementara ciri fathering terlihat dari sikap mengontrol dengan dalih menolong, merasa diri paling tahu, hingga menganggap pasangan belum cukup matang atau kurang mampu.

Contoh perilaku yang termasuk mothering dan fathering antara lain:

  • Mengatur pakaian pasangan setiap kali akan pergi.
  • Membatasi pasangan untuk bepergian atau bertemu teman.
  • Menentukan jam pulang pasangan.
  • Mengajukan pertanyaan yang tidak wajib dilakukan dalam hubungan, seperti harus mengucapkan selamat malam atau memastikan pasangan sudah makan.
  • Mengancam akan marah ketika pasangan tidak mengikuti keinginan diri.
  • Meragukan kemampuan pasangan.
  • Merasa diri lebih dewasa atau lebih benar.
  • Terlalu memanjakan pasangan hingga pasangan kehilangan ruang untuk mandiri.

Perilaku ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Hubungan berubah menjadi seperti hubungan orang tua dan anak, bukan dua individu yang setara. Pasangan yang terlalu diurus bisa merasa terkekang dan tidak dihargai. Kemandirian mereka terhambat, dan pola ini dapat menjadi bentuk kontrol yang tersembunyi di balik niat baik.

 

Penutup

Buku Logic vs Feelings adalah panduan yang dapat membantu Grameds untuk memahami cara kerja otak laki-laki agar tidak lagi menjadi korban perbedaan pola pikir dan perasaan. Melalui penjelasannya yang jujur dan mudah untuk dicerna, buku ini mengajak kamu untuk menyelami diri sendiri lebih dalam sekaligus melihat hubungan dengan pasangan dari sudut yang lebih bijak.

Gramin percaya buku ini bukan hanya sekadar bacaan saja, tetapi teman yang dapat menemani proses Grameds untuk lebih mengenal diri, memahami apa yang benar-benar diinginkan, dan menemukan kebahagiaan yang lebih tulus dalam sebuah hubungan.

Buku ini sangat wajib untuk menjadi pegangan bagi setiap perempuan yang ingin menjadi lebih kuat, lebih sadar, dan lebih bahagia dalam menjalani kehidupan maupun cinta.

Nah Grameds, itu dia sinopsis dan ulasan dari Buku Logic vs Feelings Karya Aurellia Sapphire. Yuk langsung saja dapatkan buku ini hanya di Gramedia.com! Sebagai medium untuk #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Rekomendasi Buku

Little Women : Istri -Istri Yang Baik

Little Women : Istri -Istri Yang Baik

button cek gramedia com

Gadis-gadis March—Meg, Jo, Beth, dan Amy, kini telah dewasa. Ayah mereka, Mr. March, telah pulang dengan selamat dari medan perang. Begitu pula John Brooke, kekasih Meg. Jo yang tomboy sedang belajar untuk menjadi lebih anggun. Beth semakin ramping dan pendiam, dan matanya yang indah itu selalu menyorotkan kebaikan. Sedangkan Amy, pada usia enam belas tahun, memiliki pembawaan seperti wanita dewasa.

Keempat gadis March, dengan didampingi ibu mereka yang bijak, akan menemukan cinta mereka masing-masing dan menyambut masa depan.

 

Cantik Itu Luka

Cantik Itu Luka

button cek gramedia com

Hidup di era kolonialisme bagi para wanita dianggap sudah setara seperti hidup di neraka. Terutama bagi para wanita berparas cantik yang menjadi incaran tentara penjajah untuk melampiaskan hasrat mereka. Itu lah takdir miris yang dilalui Dewi Ayu, demi menyelamatkan hidupnya sendiri Dewi harus menerima paksaan menjadi pelacur bagi tentara Belanda dan Jepang selama masa kedudukan mereka di Indonesia.

Kecantikan Dewi tidak hanya terkenal dikalangan para penjajah saja, seluruh desa pun mengakui pesona parasnya itu. Namun bagi Dewi, kecantikannya ini seperti kutukan, kutukan yang membuat hidupnya sengsara, dan kutukan yang mengancam takdir keempat anak perempuannya yang ikut mewarisi genetik cantiknya.

 

The Power

The Power

button cek gramedia com

Di dalam buku ini, dunia adalah tempat yang lazim, dengan seorang pemuda berkebangsaan Nigeria yang bersantai di kolam keluarganya; anak asuh dengan orangtua yang berpura-pura religius; seorang politikus Amerika yang ambisius; serta gadis London yang tangguh dari keluarga yang rumit. Lalu muncullah satu kekuatan besar yang berakar dan terus berkembang, menyatukan hidup sekaligus membuatnya hancur berantakan.

Para perempuan menjadi titik utama kisah ini, dengan kekuatan yang menaungi mereka. Luka dan kematian ada di tangan kaum perempuan, tapi dengan sedikit perubahan ini, dunia direset

 

Penulis: Gabriel