in ,

13+ Atlet Bulutangkis Indonesia yang Sukses Meraih Kemenangan

Atlet Bulutangkis Indonesia – Sama halnya dengan sepakbola, sepertinya bulutangkis ini juga menjadi olahraga terpopuler di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kiprah atlet bulutangkis Indonesia memang terbilang cukup gemilang di mata pecinta olahraga, bahkan hingga mancanegara. Banyak sekali medali penghargaan yang didapatkan para atlet pebulu tangkis Indonesia dalam ajang olahraga di dunia. Tak hanya itu saja, negara kita ini juga berada di urutan kedua dalam daftar peraih gelar kejuaraan bulutangkis terbanyak setelah Cina, tepatnya dengan 67 medali emas! Wow, sangat membanggakan ya!

Eksistensi akan gemilangnya kemampuan bulutangkis Indonesia ini tentu saja tidak akan terlepas dari para atletnya. Disebut-sebut sejak tahun 1977, Indonesia sudah menunjukkan kemampuannya tersebut di mata dunia dengan perwakilan Tjun Tjun dan Johan Wahjudi. Setelah itu, Indonesia semakin disorot karena keterampilan cekatannya dalam memainkan olahraga bulutangkis ini. Lantas, siapa saja sih atlet bulutangkis Indonesia yang kerap meraih medali dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di pagelaran olahraga kancah internasional? Yuk simak ulasan berikut ini!

1. Johan Wahyudi

Johan Wahyudi adalah seorang mantan atlet bulutangkis Indonesia yang lahir pada 10 Februari 1953. Pada tahun 1977, dalam Kejuaran Dunia Bulu Tangkis yang diadakan di Malmo, Swedia, Beliau bersama rekannya, Tjun Tjun, menjadi pasangan ganda putra pertama yang mewakili Indonesia untuk meraih gelar juara bulutangkis dunia.

Setelah itu pada tahun 1974 dan 1980, pasangan ganda putra ini juga memenangkan 6 gelar All England dan turut menjadi ganda putra peringkat atas! Wahyudi juga ikut bermain untuk tim Thomas Cup di tahun 1976 dan 1979. Pada masa tersebut, pasangan ganda putra ini disebut-sebut menjadi tim yang tidak terkalahkan karena selalu menjuarai kejuaraan yang ada.

Pada November 2019 lalu, Johan Wahyudi menghembuskan nafas terakhirnya di usia ke-66 tahun. Kabar akan wafatnya mantan atlet bulutangkis paling dihormati ini tentu saja menjadi duka mendalam bagi para pecinta olahraga bulutangkis dan segenap keluarga besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia).

2. Tjun Tjun

Tjun Tjun adalah pemain bulutangkis Indonesia yang menjadi pasangan ganda putra bersama dengan Johan Wahyudi pada tahun 1977. Bersama dengan Yohan Wahyudi, dirinya berhasil memenangkan kejuaraan bulutangkis di ajang All England, yang kala itu menjadi ajang olahraga paling dihormati.

Tjun Tjun adalah adik dari Liang Chiu Sia yang ternyata merupakan mantan pelatih tunggal putri Indonesia. Maka dari itu, publik sempat heboh karena kakak-beradik ini sangat berbakat dalam dunia olahraga badminton dan mendapatkan banyak pujian karenanya.

3. Christian Hadinata

Christian Hadinata menjadi salah satu dari legenda atlet bulutangkis Indonesia yang berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih dua gelar sekaligus dalam kejuaraan bulutangkis dunia. Beliau pernah berpasangan dengan beberapa atlet lain, sebut saja ada Ade Chandra, Imelda Wiguna, Atik Jauhari, Retno Kustiyah, Lius Pongoh, Regina Masli, Icuk Sugiarto, Liem Swie King, Ivana Lie, Bobby Ertanto, dan Hadiwibowo Susanto. Bahkan setelah pensiun, Beliau masih berada dalam lingkup dunia bulutangkis, yakni sebagai pelatih sekaligus pengurus utama dari PBSI.

Pada masanya, Christian Hadinata dielu-elukan sebagai pebulutangkis terbaik sepanjang masa dan menjuarai Thomas Cup. Dari 6 kejuaraan sejak tahun 1973 hingga 1986, Beliau hanya kalah satu kali saja. Beliau juga banyak berkontribusi dalam kejuaraan bulutangkis atas nama Indonesia dengan membawa 4 piala Thomas Cup!

4.  Liem Swie King

Liem Swie King adalah atlet bulutangkis Indonesia yang juga pernah menjadi pasangan dalam ganda putra bersama dengan Christian Hadinata. Beliau pernah menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok, Thailand, pada tahun 1978. Kiprahnya di mata kejuaraan internasional cukup gemilang, Beliau telah 6 kali secara beruntun menjadi finalis dalam All England (1976 – 1981) dengan mendapatkan tiga juara. Kala itu, Beliau mendapatkan julukan sebagai Raja Smash.

Pada tahun 1988, Beliau mengundurkan diri sebagai atlet bulutangkis dan bahkan hampir menganggur karena tidak memiliki keahlian selain bulutangkis. Lantas, Beliau membuka bisnis di bidang perhotelan dan pijat kesehatan yang ternyata menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tidak hanya itu saja, selepas mengundurkan diri sebagai atlet bulutangkis, Beliau turut membintangi sejumlah film, diantaranya adalah Sakura Dalam Pelukan dan King.

The Architecture of Love | Di balik Pena

5. Rudy Hartono

Nama Rudy Hartono juga masuk dalam jajaran atlet bulutangkis Indonesia yang paling disegani. Beliau pernah memenangkan kejuaraan dunia pada tahun 1980 dan All England selama 8 kali berturut-turut. Bahkan dirinya juga mengalahkan Liem Swie King pada partai final dengan skor 15-9, 15-9.

Atas kemampuannya yang berhasil memenangkan kejuaraan All England selama 8 kali beruntun itulah, namanya masuk dalam Guinness Book of Records. Tidak hanya dalam kejuaraan All England saja, tetapi juga pada kejuaraan Thomas Cup dalam 4 kali beruntun!

Meskipun sudah mundur dari atlet bulutangkis Indonesia, tetapi Beliau masih sering menengok para atlet muda yang tengah latihan dan tetap memberikan motivasi kepada mereka supaya tetap semangat demi nama harum bangsa Indonesia.

6. Taufik Hidayat

Jika membicarakan tentang atlet bulutangkis Indonesia, tidak afdol rasanya jika tidak menyebut nama Taufik Hidayat. Yap, Taufik Hidayat berhasil menjuarai sejumlah pagelaran olahraga internasional, sebut saja ada medali emas pada Olimpiade 2004 yang digelar di Athena, 3 kali juara di Asian Games 2002 dan 2006, 3 kali juara di Juara Asia, hingga 2 kali mewakili nama Indonesia dalam meraih juara Thomas Cup. Namanya semakin dikenal publik setelah berhasil mengalahkan pemain peringkat 1 dunia, Lin Dan, dalam babak final BWF tahun 2005.

Pada Januari 2009, Taufik Hidayat memilih mundur dari Pelatnas Cipayung dan beralih sebagai pemain profesional. Tiga tahun setelah itu, dirinya membangun sebuah pelatihan bulutangkis yang diberi nama THA (Taufik Hidayat Arena) yang terletak di Ciracas, Jakarta Timur.

7. Susi Susanti

Nama legenda pebulutangkis Indonesia lainnya adalah Susi Susanti. Jika Grameds pernah menonton penyerapan api abadi dalam acara Asian Games yang diselenggarakan di Indonesia pada 2018 lalu, pasti menyadari ada Susi Susanti sebagai perwakilan atlet senior. Yap, Susi Susanti dianggap sebagai salah satu pemain tunggal putri terhebat sepanjang masa. Bahkan dirinya juga merupakan atlet bulutangkis yang pertama kali meraih medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Saat itu, dirinya berpasangan dengan Alan Budikusuma.

Sedikit trivia saja nih, Susi Susanti ternyata menikah dengan Alan Budikusuma lho… yang mana juga merupakan atlet bulutangkis Indonesia sekaligus pasangannya ketika meraih medali emas di Olimpiade tahun 1992 lalu. Bersama dengan Rudy Hartono, Christian Hadinata, Liem Swie King, dan Dick Sudirman, dirinya juga memperoleh penghargaan Badminton Hall of Fame oleh pihak Badminton World Federation pada tahun 2004.

8. Liliyana Natsir

Liliyana Natsir disebut-sebut sebagai spesialis ganda campuran satu-satunya di dunia yang juga sukses meraih 4 gelar dalam kejuaraan dunia. Salah satu diantaranya adalah Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016 yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad dan berhasil menyumbang medali emas untuk bangsa Indonesia.

Tidak hanya dalam pagelaran olahraga Olimpiade saja, Liliyana Natsir yang kerap disapa dengan nama Butet ini juga sukses memenangkan Piala Sudirman dan Piala Uber.

9. Ricky Soebagdja

Ricky Soebagdja juga menjadi salah satu atlet bulutangkis Indonesia yang namanya kian melegenda ketika berpasangan dengan Rexy Mainaky dan berhasil meraih medali emas dalam berbagai turnamen olahraga dunia. Sebut saja ada All England, Asian Games, Juara Dunia, hingga Olimpiade 1996. Setelah gantung raket, saat ini Ricky Soebagdja menjadi presenter olahraga di sebuah channel televisi.

10. Kevin Sanjaya

Satu lagi nama atlet bulutangkis Indonesia yang melegenda adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sebelumnya menjadi atlet Indonesia, dirinya sudah bergabung dalam klub bulutangkis Djarum yang ada di Kudus sejak tahun 2007. Bersama dengan rekan-rekan sesama atlet bulutangkis, dirinya pun berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas dalam turnamen Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015.

Kevin Sanjaya terkenal akan permainannya yang agresif, cepat, dan full attack terhadap lawan. Dirinya juga pernah mendapatkan penghargaan dari BWF sebagai pemain bulutangkis terbaik di seluruh dunia selama dua tahun berturut-turut!

11. Jonathan Christie

Nama atlet bulutangkis Jonathan Christie atau yang kerap disapa dengan nama Jojo ini kian melambung setelah dirinya masuk dalam jajaran atlet yang bermain di Asian Games 2018 lalu. Sebelum menjadi atlet seperti saat ini, Jonathan Christie telah melewati banyak rintangan. Meskipun dalam debut pertamanya, dirinya berhasil menjuarai Indonesia International Challenge 2013 di usia ke-13, tetapi dalam turnamen yang sama di tahun depannya, dirinya kalah.

Tahun 2015 hingga 2016 dapat disebut sebagai tahun yang memilukan baginya karena gagal menjuarai turnamen apapun, bahkan tak jarang tumbang di babak pertama. Namun, setelah mendapatkan motivasi dan dukungan dari ayahnya, dirinya semakin semangat. Akhirnya pada Sea Games 2017 dan Asian Games 2018 lalu, Jojo berhasil menyabet medali emas. Setelah itu, dewi fortuna seolah berpihak kepadanya dan mengantarkan dirinya sebagai perwakilan Indonesia dalam kemenangan Piala Thomas 2021!

12. Anthony Sinisuka Ginting

Hampir sama dengan Jonathan Christie, nama Anthony Sinisuka Ginting juga kian melambung setelah berjuang dalam Asian Games 2018 lalu, meskipun gagal menembus final. Sebelum menjadi atlet bulutangkis seperti saat ini, Ginting telah bergabung ke klub badminton SGS PLN Bandung, yakni klub yang sama dengan Taufik Hidayat. Nah, sejak diresmikan sebagai atlet pelatnas, dirinya semakin sukses dalam menorehkan prestasi di berbagai turnamen tingkat internasional, sebut saja ada Badminton Asia Team Championship 2016 dan Juara Korea Open 2017.

13. Greysia Polii

Atlet bulutangkis Indonesia selanjutnya adalah Greysia Polii semakin populer setelah dirinya berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Tokyo 2021 lalu bersama dengan pasangannya Apriyani Rahayu. Bahkan, keduanya juga sukses menjuarai Indonesia Masters pada tahun 2020. Sebelum debut menjadi atlet nasional, Greysia Polii telah bergabung dalam klub Jaya Raya Jakarta dan pelatihnya, Retno Koestijah, menyadari bahwa Greysia cocok menjadi atlet bulutangkis ganda.

Bulan Juni lalu, Greysia Polii berpamitan kepada seluruh peserta yang hadir dalam turnamen Indonesia Masters 2022 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Acara tersebut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua Umum PBSI, Ketua National Olympic Indonesia, dan beberapa rekan atlet bulutangkis lainnya.

14. Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu menjadi pasangan ganda putri bersama Greysia Polii dan berhasil memenangkan medali emas dalam Olimpiade Tokyo 2022. Sebelum menjadi atlet nasional, dirinya berlatih di Klub Pelita Bakrie dan diberikan kesempatan selama 3 bulan untuk menunjukkan kemampuannya. Dalam debut pertamanya di turnamen Sirnas Djarum 2012 yang diadakan di Banjarmasin, dirinya berhasil menang.

Hampir sama dengan Greysia Polii, pelatih di klub melihat bahwa Apriyani Rahayu lebih condong dalam bermain ganda, sehingga dirinya pun dipasangkan dengan Jauza Fadhila Sugiarto. Cukup banyak turnamen olahraga yang telah diikuti Apriyani Rahayu dan  memenangkan medali emas hingga perunggu, mulai dari BWF International 2015-2016, Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok, Asian Games 2018, Kejuaraan Dunia 2019, dan masih banyak lagi.

15. Bilqis Pratista

Atlet bulutangkis Indonesia yang saat ini tengah melambung namanya adalah Bilqis Pratista. Sedikit trivia saja nih, ternyata Bilqis adalah anak dari legenda bulutangkis Indonesia, Joko Suprianto yang pernah menjuarai turnamen IBF 1993. Bilqis Pratista disebut-sebut sebagai atlet muda yang akan sukses menjuarai berbagai turnamen setelah dirinya berhasil meraih kemenangan dalam Uber Cup 2022 lalu dan mendapatkan peringkat satu dunia! Sebelumnya, Bilqis mendapatkan peringkat 333 di dunia dan saat Uber Cup 2022, dirinya sukses mengalahkan Akane Yamaguchi, yang sebelumnya adalah peringkat satu dunia.

Sejak kecil, Bilqis memang sering menjuarai berbagai turnamen, sebut saja ada Jakarta Junior International Series 2019, Bangladesh Junior International Series 2021, BATC di Malaysia pada 2022, dan masih banyak lainnya.

Nah, itulah beberapa atlet bulutangkis Indonesia yang berhasil memenangkan medali di pagelaran olahraga internasional dan menjadi atlet panutan. Sebenarnya, atlet bulutangkis Indonesia tidak hanya itu saja kok. Masih ada Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Verawaty Fajrin, Ricky Soebagdja, Dick Sudirman, Antonius Budi Ariantho, Alan Budikusuma, dan lainnya.

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.