in

Penyebab Perut Buncit dan Langkah Untuk Menguranginya

Penyebab Perut Buncit dan Langkah Untuk Menguranginya – Berbagai hal dapat menyebabkan perut kita menjadi buncit, dari bagaimana cara kita makan, perubahan hormon hingga kebiasaan yang tidak kita sadari dapat membuat perut buncit jika dilakukan terus menerus.

Perut buncit seringkali menjadi sesuatu yang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri. Namun bukan hanya mempengaruhi penampilan saja, dengan adanya penumpukan lemak di perut tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

Perut buncit atau yang sering disebut dengan obesitas sentral umumnya bisa disebabkan dengan adanya penimbunan lemak diakibatkan pengonsumsian karbohidrat, kolesterol, hingga lemak dalam jumlah yang tinggi tanpa diimbangi dengan olahraga yang cukup. Namun, khususnya buncit, seringkali disebabkan oleh pengkonsumsian alkohol oleh sebab itu buncit juga sering disebut sebagai beer belly.

Lalu, apa penyebab perut buncit yang lain itu sendiri? Simak informasi berikut untuk memahaminya.

Penyebab Perut Buncit 

Berikut berbagai hal berupa kebiasaan atau pola makan seseorang yang dapat menyebabkan perut menjadi buncit.

1. Hormon & Usia

Penyebab dari perut buncit pada seseorang adalah hormon dan juga usia. Tubuh seorang pria dan seorang wanita memiliki tempat penyimpanan lemak utama yang berbeda. Dimana, pada seorang pria, penyimpanan lemak atau jaringan yang menampung lemak yang sering disebut dengan jaringan adiposa tersimpan pada bagian perut dan juga pinggang.

Sedangkan untuk seorang wanita, penyimpanan lemak utama lebih terkumpul di bagian pinggul dan juga paha. Karena hal tersebut, seiring bertambahnya usia seorang pria akan lebih mudah untuk memiliki perut buncit. Pria yang berumur lebih dari 40 tahun, proses produksi hormon testosteron akan berkurang drastis dimana yang menyebabkan penumpukan kalori yang berlebih yang lama kelamaan menjadi lemak visceral.

Dengan seiring bertambahnya usia juga, seseorang akan kehilangan massa otot pada tubuhnya dikarenakan menurunnya metabolisme tubuh yang biasa digunakan untuk mengolah kalori. Apalagi jika orang tersebut jarang berolahraga dan lebih banyak melakukan aktivitas duduk atau tiduran.

Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan beberapa organ tubuh dalam mengolah sel lemak yang membuat menurunnya juga fungsi organ dalam menyimpan lemak. Dengan semakin banyaknya lemak yang tidak dapat diolah, maka lemak yang ada dan berkumpul akan langsung pergi ke bagian perut, dimana yang menyebabkan perut menjadi buncit.

2. Stres Berlebihan

Penyebab dari perut buncit pada seseorang bisa jadi karena stres yang berlebihan. Seperti yang kita ketahui, stres seringkali menjadi faktor besar yang mempengaruh terhadap kenaikan berat badan seseorang. Stres yang berlebih juga dapat menyebabkan penumpukkan lemak di perut pada seseorang.

Banyak orang sering mengalami hal ini, dimana ketika mereka mengalami stres berlebih maka nafsu makannya akan meningkat, apalagi terhadap makanan manis dan juga makanan yang mengandung lemak seperti gorengan. Dengan banyak mengonsumsi makanan seperti itu, seseorang akan dapat dengan mudah menjadi buncit.

Stres berlebihan yang dihasilkan oleh hormon stres atau hormon kortisol juga dapat meningkatkan jumlah lemak yang ada dalam tubuh dan juga melebarkan sel lemak. Dengan semakin stres seseorang, maka hormon stres atau hormon kortisol ini juga meningkat yang menyebabkan perut menjadi buncit.

3. Kurang Berolahraga

Penyebab dari perut buncit pada seseorang selanjutnya adalah kurang dan malas berolahraga. Olahraga merupakan salah satu faktor besar yang dapat mempengaruhi dan mengurangi kamu dari resiko perut buncit. Jika kamu jarang beraktivitas yang membutuhkan tenaga fisik seperti olahraga, dan sehari-hari hanya duduk di meja atau tiduran saja maka resiko perut buncit akan semakin tinggi.

Dengan berolahraga secara teratur, kamu akan terjauh dari berbagai masalah kesehatan karena dengan berolahraga kamu dapat menstabilkan gula darah, tekanan darah yang tinggi hingga kadar kolesterol dalam tubuh.

gramedia obf

Selain itu, dengan tidak menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh, dan hanya menimbun lemak terus menerus, maka tidak akan ada lemak yang terbakar. Oleh sebab itu sangat penting untuk berolahraga untuk mengimbangi apa yang kamu makan.

Kamu dapat memulai aktivitas olahraga dengan intensitas yang rendah hingga sedang seperti berjalan cepat, aerobik, zumba, jogging, dan berbagai kegiatan lainnya yang dapat membantu kamu untuk menggerakan tubuh.

Selain itu, bagi kamu yang ingin mengencangkan kembali massa otot yang kendur akibat kehilangan berat badan yang banyak ataupun karena penuaan usia, kamu dapat mencoba latihan kekuatan otot yang dapat membantu.

Poster Let`s Get Healthy: Workout At Home
Poster Let`s Get Healthy: Workout At Home

tombol beli buku

Poster Let’s Get Healthy: Workout at Home adalah poster yang mengajarkan gerakan olahraga sederhana yang dapat anak-anak lakukan di rumah. Dengan begitu, anak-anak dapat tetap aktif bergerak meski di rumah.

4. Tidur yang Kurang Cukup

Penyebab dari perut buncit selanjutnya adalah waktu tidur yang kurang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terkait hal tersebut ditemukan bahwa dengan memiliki waktu tidur yang kurang dapat meningkatkan berbagai resiko kesehatan, termasuk lebih mudah naiknya berat badan yang juga berpengaruh terhadap adanya penumpukan lemak visceral pada tubuh.

Tidur yang cukup untuk satu orang dewasa adalah tidak kurang dari enam jam setiap harinya, dan jika waktu tidur kamu kurang dari enam jam maka kamu beresiko besar untuk memiliki perut buncit.

5. Mengonsumsi Alkohol

Penyebab dari perut buncit bisa jadi karena  mengonsumsi alkohol. Seperti yang kita ketahui, bahwa kenaikan berat badan seringkali dipengaruhi oleh pengonsumsian minuman beralkohol, hal tersebut juga berlaku pada perut buncit atau obesitas sentral ini, dimana orang yang meminum minuman beralkohol memiliki resiko besar akan perut buncit.

Ketika seseorang meminum minuman beralkohol, memicu adanya peningkatan aktivitas neuron otak yang membuat orang tersebut menjadi mudah merasa lapar. Hal tersebut berhubungan dengan bagaimana banyak orang yang suka mengonsumsi minuman beralkohol memiliki perut yang buncit dan masalah berat badan.

6. Menopause

Penyebab dari perut buncit pada seseorang yang keenam adalah menopause. Dengan semakin bertambahnya usia, maka metabolisme tubuh akan berkurang dan kita memasuki fase menopause. Hal ini paling sering dirasakan para wanita, dimana beberapa kasus menunjukkan bahwa wanita mengalami kenaikan lemak pada perut ketika berada di fase tersebut. Biasanya hal ini terjadi setelah seorang wanita berhenti mendapatkan periode menstruasi mereka selama setahun.

Pada fase menopause, kadar estrogen akan secara tiba-tiba menurun drastis, yang menyebabkan lemak yang tadinya disimpan pada pinggul dan paha menjadi tersimpan di perut.

7. Postur Tubuh yang Buruk

Penyebab dari perut buncit selanjutnya adalah postur tubuh yang buruk. Hal ini lebih ke kebiasaan seseorang, seperti memiliki postur tubuh yang bungkuk sehingga membuat tubuh terlihat lebih gemuk dan perut membuncit.

Hal yang dapat kamu lakukan adalah dengan memperbaiki postur tubuh kamu dengan duduk yang tegak, dan juga yang paling penting adalah berolahraga untuk memperbaiki postur tersebut.

8. Terdapat Bakteri pada Usus

Penyebab dari perut buncit bisa jadi karena memiliki bakteri pada usus yang merupakan organ penting untuk menjaga sistem kekebalan pada tubuh serta merendahkan resiko terkena masalah kesehatan dan penyakit lainnya.

Dalam usus kita, terutama usus besar terdapat banyak bakteri yang hidup di dalamnya hingga ratusan. Beberapa jenis bakteri memiliki manfaat bagi kesehatan kita, namun beberapa jenis bakteri lain yang ada dalam tubuh jika kita tidak rawat maka dapat berbahaya bagi tubuh.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap orang gemuk dan perut buncit, ditemukan bahwa orang gemuk dan perut buncit seringkali memiliki jumlah bakteri Firmicutes pada usus yang lebih banyak dibandingkan dengan orang lain yang memiliki berat badan ideal. Dalam penelitian ini juga memperlihatkan bahwa bakteri Firmicutes memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah kalori yang dapat diserap dari makanan yang masuk ke tubuh kita sehingga dapat dengan mudah mengalami kenaikan berat badan serta perut buncit.

9. Mengonsumsi Gula secara Berlebihan

Penyebab dari perut buncit selanjutnya adalah pengonsumsian gula yang berlebihan, dimana berdasarkan kementerian kesehatan menyatakan bahwa kadar gula yang dianjurkan kepada seseorang setiap harinya adalah 10 persen dari total energi yaitu sekitar 50 gram per hari, atau empat sendok makan.

Food Combining
Food Combining

tombol beli buku

Disesuaikan dengan gaya hidup dan pola makan masyarakat Indonesia, buku tentang Kombinasi Makanan Serasi ini memberikan pengetahuan tentang pola makan yang benar, yang diselaraskan dengan siklus pencernaan tubuh.

Dengan pola makan yang memanfaatkan naluri alami tubuh ini, Anda tak perlu menghitung-hitung kalori, apalagi mengurangi porsi makan. Anda hanya perlu tahu kapan harus makan dan kombinasi makanan apa yang serasi.

gramedia obf

Di dalam juga dilengkapi dengan informasi kombinasi makanan yang serasi dan tidak serasi beserta contoh menu sehari-hari dan resep-resep masakannya, sehingga memudahkan para pemula menerapkan pola makan ini.

Milikilah buku, kemudian terapkan Kombinasi Makanan Serasi dan rasakanlah manfaatnya.

10. Mengonsumsi Lemak Trans secara Berlebihan

Penyebab dari perut buncit terbesar karena pengonsumsian lemak trans yang berlebihan. Lemak trans dapat ditemukan di berbagai makanan seperti gorengan, mentega, margarin, keripik, biskut, kerupuk, hingga kue yang dipanggang, dan masih banyak lagi.

Selain dapat beresiko membuat perut menjadi buncit, lemak trans juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti peradangan, diabetes, hingga penyakit jantung.

11. Kurang Mengonsumsi Serat

Penyebab dari perut buncit berikutnya adalah kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung serat yang dapat membantu untuk menjaga kesehatan serta menjaga keseimbangan berat badan.

Berdasarkan penelitian yang ada menyatakan bahwa orang yang kekurangan atau tidak mengkonsumsi serat seringkali memiliki nafsu makan yang lebih tinggi dan beresiko memiliki perut buncit. Serat dapat ditemukan di berbagai makanan seperti buah, sayur, serta biji-bijian.

12. Kurang Mengonsumsi Protein

Penyebab dari perut buncit yang terakhir adalah kurangnya mengonsumsi makanan yang mengandung protein dimana kandungan yang dapat membantu tubuh untuk merasa kenyang, serta meningkatkan laju metabolisme serta mengurangi asupan kalori dalam tubuh.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, orang yang mengkonsumsi protein yang cukup memiliki resiko yang lebih rendah untuk memiliki perut buncit. Kandungan protein dalam bahan makanan dapat kamu temukan pada tahu, tempe, ayam tanpa kulit, ikan, hingga kacang-kacangan, dan masih banyak lagi.

Berbagai Penyakit atau Masalah Kesehatan yang Diakibatkan Perut Buncit

Perut buncit bukan hanya merusak penampilan seseorang, namun juga memiliki berbagai resiko mengakibatkan masalah kesehatan. Berikut beberapa penyakit yang dapat diakibatkan oleh perut buncit yang merupakan lemak yang menumpuk pada bagian perut.

1. Kolesterol Tinggi

Penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh perut buncit yang pertama adalah kolesterol. DImana lemak yang ada di bagian perut berhubungan dengan kadar lemak dalam darah khususnya kolesterol. Hal tersebut dikarenakan lemak yang ada pada bagian perut berlokasi dekat dengan pembuluh darah yang menjadi penghubung antara organ usus dan organ hati.

Lemak yang ada pada bagian perut seringkali melepaskan substansi yang mengandung asam lemak bebas yang ikut terbawa ke organ hati dan hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kolesterol total seseorang dan juga kolesterol jahat atau LDL. Oleh sebab itu, kita sering menemukan bahwa seseorang yang memiliki perut buncit bermasalah dengan kolesterol yang tinggi.

2. Tekanan Darah Tinggi

Penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh perut buncit yang kedua adalah tekanan darah tinggi. Dimana berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai hal tersebut, menunjukkan bahwa sel-sel lemak yang ada di bagian perut memproduksi sebuah jenis protein yang memiliki potensi untuk menyumbat pembuluh darah hingga menjadi penyebab meningkatnya tekanan darah.

Dengan banyaknya lemak di bagian perut, maka terdapat resiko lemak-lemak tersebut tersimpan di dekat organ penting di dalam tubuh. Salah satunya adalah Retroperitoneal fat, yang merupakan sebuah jenis lemak yang berlokasi di sekitar organ ginjal dan kelenjar adrenal dimana lemak tersebut dapat mempengaruhi kerja organ ginjal dalam tubuh.

Seperti yang kita ketahui, organ ginjal memiliki fungsi untuk menstabilkan tekanan darah dalam tubuh, sehingga dengan banyaknya lemak di bagian tubuh memiliki resiko mempengaruhi kinerja organ ginjal dalam tubuh.

3. Diabetes



Penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh perut buncit yang ketiga adalah diabetes atau yang lebih tepatnya diabetes mellitus tipe 2 yang memiliki salah satu faktor penyebabnya adalah perut buncit. Lemak yang ada di bagian perut dapat mensekresi suatu senyawa protein yang dikenal dengan sebutan RBP4 atau retinol-binding 4 (RBP4).

RBP4 ini memiliki peran dalam resistensi insulin yang merupakan awal mula seseorang terkena penyakit diabetes, dimana di dalam tubuh kita sel-sel yang ada tidak dapat merespon insulin seperti biasa dan seharusnya yang menyebabkan kadar gula yang ada dalam tubuh meningkat.

Cegah Diabetes Sebelum Terlambat
Cegah Diabetes Sebelum Terlambat

tombol beli buku

Apa saja faktor risiko diabetes? Mengapa rokok dan alkohol meningkatkan risiko diabetes? Apa hubungan antara diabetes dan kolesterol? Mengapa stres dapat memicu diabetes? Bagaimana pengobatan dan pencegahan diabetes? Bagaimana langkah-langkah pencegahan diabetes? Bagaimana diet bagi diabetes?

Semua pertanyaan di atas tentu akan dibahas secara tuntas di buku ini. Maka dari itu, mari beli dan baca bukunya.

4. Penyakit Jantung hingga Stroke

Penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh perut buncit yang keempat adalah penyakit jantung dan juga stroke. Hal tersebut dikarenakan lemak yang ada di bagian perut mengeluarkan senyawa sitokin yang memiliki peran faktor penyebab penyakit jantung dan berbagai jenis penyakit lainnya yang berhubungan dengan peradangan.

Saat tubuh seseorang mengalami peradangan, maka organ hati akan memproduksi kolesterol serta toksin-toksin lain yang dapat membuat sebuah plak didalam pembuluh arteri.

Dengan adanya produksi kolesterol dan peningkatan lemak darah seperti LDL, hingga trigliserida dalam tubuh menjadi salah satu faktor munculnya penyakit jantung dan juga penyakit stroke.

5. Demensia

Penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh perut buncit yang kelima adalah dementia. Pernyataan menurut penelitian yang dilakukan adalah, orang yang memiliki perut buncit beresiko lebih besar terkena penyakit demensia dibandingkan orang biasa.

Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya lemak yang menumpuk di perut maka volume otak akan semakin kecil berdasarkan Sudha Seshadri, seorang asisten profesor bidang neurologi Boston University School of Medicine. Selain itu, dengan volume otak yang mengecil memiliki hubungan dengan kemampuan kognitif seseorang yang memburuk serta resiko akan penyakit demensia di masa depan.

Langkah yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah atau Mengurangi Perut Buncit

1. Berolahraga secara teratur

Kamu dapat memulainya secara bertahap setiap harinya seperti berjalan cepat, jogging, bersepeda, dan olahraga lainnya yang memang kamu sukai.

2. Memperhatikan asupan makanan setiap hari

Hal ini bukan hanya untuk menurunkan berat badan kamu tapi juga membantu memberikan asupan zat gizi untuk kamu beraktivitas setiap harinya. Dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengantuk serat dan protein kamu juga bisa mencegah dan mengurangi perut buncit.

3. Memastikan memiliki tidur yang cukup

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bagaimana waktu tidur yang cukup adalah enam hingga tujuh jam per harinya. Dengan begitu kamu bisa menghindari produksi berlebih lemak visceral.

WASPADA SUSAH TIDUR
WASPADA SUSAH TIDUR

tombol beli buku

Tidur adalah kebutuhan utama seorang manusia untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran. Gangguan tidur ini bisa digolongkan sebagai penyakit yang dapat menimbulkan penyakit-penyakit lainnya. Oleh sebab itu, gangguan tidur tidak boleh disepelekan.

Jika Anda sedang mengalami gangguan tidur, buku ini adalah solusi yang tepat untuk memecahkan masalah gangguan tidur Anda. Di dalam buku ini dijelaskan secara detail mengenai sebab-sebab mengapa Anda sulit tidur dengan nyaman dan juga menawarkan solusi bagaimana agar dapat tidur dengan tenang tanpa terganggu.

4. Menghindari stres

dengan menjauh hal-hal yang membuat kamu stres juga akan sangat berpengaruh dalam menghindari dan mengecilkan perut buncit. Jika sedang dilanda masalah, cobalah tenangkan pikiran dan berhenti sejenak untuk bermeditasi atau jalan-jalan untuk menyegarkan pikiran dan menjauhkan diri dari stres.

Memperbanyak konsumsi cairan, dengan memperbanyak cairan seperti jus maupun smoothies dapat membuat kamu lebih kenyang serta memiliki khasiat untuk membantu melancarkan pencernaan.

Penulis : Andrew

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha