in ,

Review Novel Tuan Musim Hujan

Tuan Musim Hujan – Grameds, bagaimana jika hujan bukan sekadar cuaca, melainkan hukuman yang turun ribuan tahun lamanya? Dan bagaimana jika cinta justru menjadi celah yang membuat kutukan itu retak perlahan?

Bagi para pencinta kisah fiksi fantasi, novel berjudul Tuan Musim Hujan sangat layak untuk masuk ke dalam daftar bacaanmu. Kisah ini mengangkat cerita cinta terlarang antara seorang dewa dan manusia yang tentunya menghadirkan alur penuh kejutan serta emosi yang mendalam. Novel ini merupakan hasil adaptasi dari cerita Alternate Universe dan resmi diterbitkan oleh Penerbit Akad pada tanggal 7 Maret 2025 dengan jumlah halaman mencapai 340 lembar.

Cerita berpusat pada Sang Tuan, sosok yang telah diasingkan ke bumi selama ribuan tahun. Ia dikutuk menjadi iblis yang mendiami Durgasthala dan dianggap ancaman oleh manusia. Satu-satunya harapan untuk kembali ke masa lalu adalah memperoleh lonceng Dewa Agung, yang hanya bisa didapat jika ia berhasil menemukan Pedang Suci yang misterius.

Dalam perjalanannya yang penuh rintangan, Sang Tuan justru dipertemukan dengan seorang pria bernama Terra Wilingga. Terra adalah sosok yang tengah terpuruk hingga hampir mengakhiri hidupnya. Sang Tuan kemudian mengajaknya untuk bertukar tempat sementara, sebuah keputusan yang semula terlihat sederhana. Namun tanpa diduga, ketika menjalani kehidupan sebagai Terra, Sang Tuan justru merasakan sesuatu yang baru, yaitu cinta yang tumbuh kepada Lynne, istri Terra, yang mengubah arah perjalanan takdirnya.

 

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Mengenal Mitologi Dewa

Dewa dipandang sebagai sosok supranatural yang menguasai berbagai unsur alam serta aspek penting dalam kehidupan manusia. Mereka dipuja, diagungkan, disakralkan, dan senantiasa dihormati. Bagi yang berjenis kelamin laki-laki disebut dengan istilah “Dewa”, sementara untuk perempuan digunakan sebutan “Dewi”. Dalam banyak kepercayaan, keberadaan mereka dianggap sebagai bagian penting dari keseimbangan alam maupun kehidupan manusia sehari-hari.

Wujud para dewa sangat beragam, ada yang menyerupai manusia, ada pula yang mengambil bentuk hewan. Meski demikian, mereka dikisahkan hidup abadi dan memiliki sifat serta kepribadian yang berbeda-beda. Sama seperti manusia, para dewa juga memiliki kecerdasan, emosi, dan kehendak. Tidak jarang pula fenomena alam seperti hujan, badai, banjir, atau petir dihubungkan langsung dengan kuasa mereka sebagai pengatur dan pengendali jagat raya. Hal ini membuat dewa dipandang sebagai perantara yang mampu menghadirkan keajaiban di dunia.

Dalam kepercayaan masyarakat, para dewa dipercaya hidup di tempat-tempat yang suci atau jauh dari jangkauan manusia, misalnya di surga, neraka, langit yang tinggi, dasar bumi, lautan dalam, puncak gunung, maupun hutan belantara. Meski tak kasatmata, mereka diyakini dapat berhubungan dengan manusia melalui wujud manifestasi atau kekuatan gaibnya. Dalam beberapa ajaran monoteistik, Tuhan digambarkan bersemayam di surga, tetapi karena kemahakuasaan-Nya Ia hadir di segala tempat dan dapat berhubungan dengan umat kapan pun. Gambaran dewa dalam karya fiksi seringkali merujuk pada mitologi Yunani yang begitu populer. Grameds tentu mengenal tokoh-tokoh dewa dan dewi dari mitologi tersebut yang kerap hadir dalam film maupun kisah fantasi. Masing-masing dari mereka selalu memiliki peran tertentu, yakni melindungi sekaligus menguasai satu unsur khusus dalam jagat raya. Contohnya adalah, Zeus pemimpin para dewa, Hera Istri Zeus, Poseidon penguasa luatan, dan masih banyak lagi.

Sinopsis Novel Tuan Musim Hujan

Terlahir dari cinta terlarang antara seorang dewa dan manusia membuat Sang Tuan terusir dan dibuang dari dunia para dewa. Sejak kecil ia harus menjalani hidup sendirian di antara manusia sekaligus iblis. Kehidupan yang sepi itu berubah ketika hadir sosok iblis bergaun merah nan jelita, Gwenie Sanne, yang membawa warna baru ke dalam kisahnya.

Tak lama kemudian muncul Terra, seorang pria keturunan dari garis ibunya. Kehadirannya ternyata menjadi kunci penting yang bisa menuntun Sang Tuan menyelesaikan misi besar untuk kembali ke dunia para dewa. Demi tujuan tersebut, Sang Tuan dan Terra sepakat untuk bertukar kehidupan. Namun justru dalam keadaan itulah takdir mempertemukannya dengan Lynne, istri Terra, yang tanpa diduga mampu mengguncang hatinya.

Perasaan yang tumbuh semakin kuat membuat Sang Tuan dilanda kebimbangan yang tak tertahankan. Haruskah ia sekali saja menuruti keserakahan dan merebut Lynne sepenuhnya, atau tetap setia pada misi panjang yang telah ia perjuangkan selama ribuan tahun lamanya? Pilihan inilah yang akan menentukan arah perjalanan hidupnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Tuan Musim Hujan

Pros & Cons

Pros
  • Tampilan Sampul yang cantik.
  • Pembangun latar belakang yang apik.
  • Penulisan yang rapi dan mengalir.
  • Karakter yang realistis.
  • Interaksi antar tokoh menarik.
  • Bahasa puitis yang indah.
Cons
  • Alur cerita yang membingungkan di awal

Kelebihan Novel Tuan Musim Hujan

Novel Tuan Musim Hujan karya Karimatul J. memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat novel ini wajib sekali untuk Grameds miliki dan baca.

  • Tampilan sampul yang cantik

Sampul buku ini cukup mencuri perhatian karena menampilkan ilustrasi pedang yang berdiri di antara bunga-bunga. Visual ini terasa pas dengan isi cerita yang mengangkat tema cinta terlarang antara dewa dan manusia. Ditambah lagi, judulnya yang sederhana namun penuh misteri mampu membuat orang penasaran begitu melihatnya.

  • Pembangunan latar belakang yang apik

Penulis berhasil menghadirkan latar dunia dewa dan manusia dengan cukup detail. Baik melalui dialog, penggambaran karakter, maupun setting tempat, semuanya terasa hidup dan mendukung perkembangan cerita. Pembaca bisa membayangkan dengan jelas suasana yang dihadirkan tanpa harus merasa kebingungan.

  • Penulisan yang rapi dan mengalir

Sejak halaman awal, alur kisah sudah dibangun dengan narasi yang mengalir. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami, membuat pembaca bisa nyaman mengikuti jalannya cerita. Konflik pun berkembang secara bertahap, dimulai dari misi para tokoh utama hingga muncul berbagai peristiwa yang menegangkan.

  • Karakter yang realistis 

Tokoh Sang Tuan memang digambarkan sebagai iblis yang berhati baik, bahkan kebaikannya terasa hampir berlebihan. Meski begitu, penulis tetap memberi sisi rapuh pada dirinya, yaitu sifat egois yang membuatnya lebih manusiawi. Kehadiran Sanne juga menambah warna, dengan karakternya yang blak-blakan namun penuh rasa hormat dan kasih sayang kepada Sang Tuan.

  • Interaksi antar tokoh menarik

Kisah romansa antara Sang Tuan dan Lynne, istri Terra, menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dalam cerita ini. Meskipun tema cinta terlarang ini mungkin tidak semua orang bisa terima, interaksi keduanya tetap berhasil menarik perhatian pembaca. Selain itu, hubungan persaudaraan antara Terra dan Sang Tuan juga ditampilkan dengan cukup apik, menghadirkan nuansa bromance yang jarang ada di cerita fantasi sejenis.

  • Bahasa puitis yang indah

Karimatul J. menulis dengan bahasa yang terstruktur rapi, kadang diselipkan kalimat bernuansa puitis. Hal ini membuat beberapa dialog dan narasi terasa lebih indah dan mendukung citra Sang Tuan sebagai sosok setengah dewa. Gaya bahasa seperti ini memberi nilai tambah tersendiri pada keseluruhan cerita.

Kekurangan Novel Tuan Musim Hujan

Di samping banyaknya kelebihan yang ditawarkan Karimatul J. pada buku Tuan Musim Hujan: Misteri Pasar Gaib di Lereng Gunung Merapi masih terdapat kekurangan yang dirasakan. 

  • Alur cerita yang membingungkan di awal

Bagian pembuka novel ini terasa sedikit membingungkan dan membuat pembaca butuh waktu lebih lama untuk masuk ke alurnya. Bukan berarti jelek, hanya saja perkenalan tokoh dan latarnya terkesan kurang mulus sehingga bisa membuat sebagian pembaca bisa merasa bosan di awal. Namun setelah melewati beberapa bab, alurnya mulai lebih jelas dan perlahan membuat pembaca bisa tenggelam ke dalam cerita.

Selain itu, tidak ada hal yang mengganggu atau kurang di mata pembaca. 

Penutup

“Rindumu yang kau simpan itu akhirnya tersampaikan dengan jelas. Sama halnya dengan rinduku yang semakin hari kian tumbuh menjadi gelisah. Ia hadir layaknya duri yang menusuk daging, layaknya dengung yang tak berhenti di kepala. Aku sudah tak sanggup menahannya seorang diri. Karena itu, izinkan aku mengembalikan rindu ini padamu.” — Tuan Musim Hujan

Dari hidup ribuan tahun di dunia dewa, tiba-tiba harus hidup sebagai manusia yang fana menjadi tantangan bagi Sang Tuan. Namun, kehidupan seorang manusia ternyata memberikan dampak yang tak terduga yang tidak pernah ia rasakan selama hidupnya. Menemukan cinta menjadi salah satunya. Kamu bisa menelusuri kisah ini dengan mendapatkan novel Tuan Musim Hujan karya Karimatul J. ini di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Rekomendasi Buku

1. It Was Until It Wasn’t

  It Was Until It Wasn’t

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

It was love until it wasn’t. It was pain until it wasn’t. It was hope until it wasn’t. It was enough until it wasn’t.

Dimas tenggelam dalam luka cinta pertama yang membuatnya mencari penyembuh di mana-mana. Sementara Alana justru berusaha percaya bahwa luka cinta pertama tidak akan menghalanginya menemukan cinta yang lain. Luka membawa mereka bertemu sebagai President dan Producer di Pelita Jaya Radio. Dari ruang siaran itu, dua orang yang terluka berusaha menemukan bahagia dari pertemuan mereka. Namun, ada yang hanya coba-coba dan ada yang benar-benar jatuh cinta.

2. Patahnya Sayap Merpati

 

Patahnya Sayap Merpati

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Saya berjanji akan menjaga, melindungi dan menyayangi kalian selama hidup saya. Itulah janji Karel kepada Zefanya dan juga Erlangga putranya. Kalau orang bilang ayah tiri yang baik hanya akan ada 1 persen dari 1000 persen ayah tiri, Karel adalah orang itu. Bahkan mungkin dia mampu menguasai 1000 persen itu.

Kehidupan pernikahan yang awalnya harmonis dan hangat, mulai merenggang ketika hadirnya konflik di rumah tangga mereka. Munculnya mantan suami Zefanya, Agam dan masalah lainnya. Masalah yang timbul membuat jarak di antara mereka berdua. Perasaan menyerah dari Zefanya pun perlahan hadir. Mampukah Karel dan Zefanya mempertahankan pernikahan mereka atau takdir yang sebenarnya baru muncul sekarang?

3. Help! He’s a Stalker

Help! He's a Stalker

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.pngBalqis Queenza memiliki kehidupan yang amat tenang. Dia tumbuh oleh cinta yang cukup dari orang-orang terdekatnya, termasuk kekasihnya, Dirga Bagaskara. Mereka sudah berpacaran sejak SMA, hampir lima tahun lamanya, dan hubungan itu selalu tentram sampai akhirnya beberapa kejadian aneh mulai menghantui. Balqis merasa diawasi. Semua berawal dari pesan-pesan misterius yang dia terima.

Hingga datanglah Erlangga, pria asing yang mengaku dikirim untuk melindunginya dari ancaman. Balqis selalu percaya kepada Erlangga, tanpa dirinya tahu rahasia gelap yang Erlangga sembunyikan. Kebohongan, manipulasi, dan permainan psikologis kini menjadi makanan Balqis sehari-hari. Adakah hal atau seseorang yang dapat menyelamatkannya? Dirga cinta sejatinya? Atau Erlangga si laki-laki dengan rahasia kelamnya?

 

 

Written by Laura Saraswati