Pendidikan Jasmani

Konsep dan Jenis-Jenis Teknik Lay Up

Written by Alisa

Olahraga basket menjadi idola bagi kaum muda. Ia menjadi olahraga yang digandrungi muda mudi. Hal ini, lantaran cabang olahraga ini dianggap keren. Apalagi ditambah penggambarannya dalam film atau sinetron yang mana karakternya dikonstruksikan dengan keren dan gaya terkini anak muda.

Sama seperti olahraga-olahraga pada umumnya, basket membutuhkan teknik dan kecakapan yang untuk memenangkan pertandingan. Teknik dan kecakapan tersebut tidak serta merta dapat terwujud begitu saja. Ia butuh latihan yang panjang dan telaten.

Untuk melakukan latihan, Grameds harus mengetahui terlebih dahulu teknik-teknik dalam bermain basket. Jika Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai teknik dalam bermain basket. Grameds dapat menyimak penjelasan berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber di internet.

Konsep Olahraga Basket

Melansir dari laman id.wikipedia.org, bola basket dimaknai sebagai olahraga bola berkelompok yang terdiri dari dua tim yang masing-masing beranggotakan lima orang. Keduanya, saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan.

Permainan ini dapat dilakukan di lapangan terbuka ataupun tertutup. Adapun, standar peraturan internasional permainan bola basket adalah empat babak dengan setiap babaknya adalah 10 menit (4 x 10 menit). Setiap jeda dalam permainan diberikan waktu selama 10 menit.

Melansir dari laman bola.com, berikut peraturan dalam permainan basket.  

  1. Pemain ini dapat melemparkan bola dari segala arah, di mana menggunakan satu di antara atau kedua tangan.
  2. Pemain tidak bola berlari sambil memegang bola. Bola harus dilemparkan di titik pemain yang menerima bola.
  3. Bola harus dipegang, baik di dalam atau di antara telapak tangan.
  4. Pemain tidak diperbolehkan menjegal pemain lawan dengan cara apa pun. Tindakan menjegal lawan dapat dikenai sanksi pelanggaran yang berat.
  5. Jika salah seorang pemain melakukan kesalahan tiga kali berturut-turut, maka kesalahan tersebut akan dihitung poin untuk lawan.
  6. Poin ini akan diperoleh jika bola yang dilemparkan masuk ke keranjang.
  7. Jika bola akan terlempar keluar dari arena pertandingan, maka yang berhak memainkannya pertama kali merupakan seorang pemain pertama yang menyentuhnya.
  8. Waktu pertandingan ialah empat kuarter, yang masing-masing berdurasi 10 menit.
  9. Tim yang berhasil memasukkan bola ke ring dengan jumlah poin terbanyak itulah yang dinyatakan sebagai pemenang.

Adapun, ukuran lapangan basket sebagai berikut.

  • Panjang: 28 meter
  • Lebar: 15 meter
  • Diameter lingkaran tengah: 3,6 meter
  • Jarak garis tiga poin ke ring: 6,75 meter
  • Jarak garis busur ring basket: 1,25 meter

Sementara itu, ukuran ring dan tiang dari permainan basket sebagai berikut.

  • Tinggi ring: 3,05 meter
  • Diameter ring: 45cm
  • Jarak tiang ring ke endline: 1 meter
  • Panjang papan pantul: 1,8×1,05 meter
  • Ukuran kotak tengah papan pantul: 59x45cm
  • Jarak papan pantul ke endline: 1,2 meter

Z1 Sma/Ma/Smk/Mak Kl.X Pendd Jasmani Olahraga&Kes K/13 Rev20

https://www.gramedia.com/products/z1-sdmi-klv-tema-6-panasperpindahannya-k13-rev-2017?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Sejarah Bola Basket

Pada 1891, permainan olahraga bola basket diciptakan oleh James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada. Ia mengajar di sebuah perguruan tinggi Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat. Kala itu, ia harus membuat suatu permainan olahraga di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin.

Inspirasi dari permainan ini adalah permainan yang pernah ia mainkan pada masa kanak-kanak di Kanada. Pada awal kemunculannya, banyak sekali orang yang menentangnya karena berpikiran bahwa permainan ini terlalu keras. Tidak cocok dilakukan dalam ruangan tertutup. Oleh sebab itu, James Naismith memutuskan membuat peraturan dasar untuk bermain bola basket dan mulailah dimainkan oleh murid-muridnya.

Pertandingan pertama bola basket digelar pada 20 Januari 1892. Dalam pertandingan itu pula, nama basketball terlahir dari satu murid James Naismith. Sejak saat itu, olahraga bola basket mulai menyebar ke Amerika Serikat.

Banyak orang mulai memainkan permainan bola basket. Kemudian, diadakanlah pertandingan bola basket. Sekarang, Grameds dapat menjumpai permainan bola basket ini di negara bagian Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Pada 6 Juni 1946, diselenggarakan kompetisi bola basket, yakni National Basketball Association (NBA). Dalam perkembangannya, kompetisi ini menjadi pertandingan basket yang paling ditunggu dan ternama di dunia. Dari pertandingan ini lahirlah bintang-bintang basket NBA di antaranya ary Bird, Kareem Abdul-Jabbar, Michael Jordan Kobe Bryant, Stephen Curry, dan LeBron James.

Teknik-Teknik Dasar Permainan Basket

Permainan bola basket memiliki beberapa teknik dasar yang harus diketahui dan terus diasah. Berikut enam teknik dasar permainan bola basket yang harus Grameds kuasai.

1. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)

Teknik menggiring bola atau dribbling merupakan salah satu cara untuk membawa lari bola ke segala arah. Teknik ini menjadi usaha untuk membawa bola menuju depan atau lapangan lawan. Grameds perlu tahu cara menggiring bola dengan benar.

Caranya, yakni dengan satu tangan. Tujuan dari teknik menggiring bola adalah mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan, dan memperlambat tempo permainan. Melansir dari laman firstmedia.com, teknik menggiring bola memiliki beberapa jenis sebagai berikut.

  • Hesitation Move dilakukan dengan menahan bola sebentar untuk memecah konsentrasi lawan atau sambil berpikir melihat keadaan lawan didepan.
  • Change of pace adalah teknik dasar yang paling umum dilakukan dengan mengubah tempo dribbling untuk menyerang dan membuat strategi untuk menyerang lawan.
  • Crossover, dilakukan dengan cara mengubah posisi satu tangan ke tangan kedua lainnya. Teknik ini bertujuan untuk menghindari rebutan dari lawan.

3. Teknik Mengoper Bola (Passing)

Operan dalam dalam permainan bola basket dapat dilakukan secara lunak. Hal ini tetap dipengaruhi oleh situasi secara keseluruhan. Hal-hal yang harus diperhatikan berupa kedudukan situasi teman, taktik yang digunakan, dan timing.

Untuk memberikan operan dengan baik dalam berbagai situasi maka Grameds harus menguasai terlebih dahulu teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik.

Permainan bola basket tiga jenis passing yaitu chest pass dengan mendorong bola setinggi dada, kemudian bounce pass yakni operan bola yang memantul ke lantai, dan over head pass yaitu mengumpan bola dengan melambung di atas kepala.

3. Teknik Mengontrol Bola (Control)

Teknik kontrol bola bertujuan untuk menguasai bola ketika melakukan serangan. Gerakan ini untuk menangkap bola yang datang. Arah datangnya bola harus diperhatikan ketika hendak menangkap bola.

4. Teknik Gerakan Berporos (Pivot)

Pivot merupakan gerakan memutar badan dengan satu kaki sebagai tumpuan atau poros ketika bola masih dalam penguasaan. Dengan posisi satu kaki sebagai poros, pemain dapat berputar 3600 dengan memegang bola. Salah satu kaki tumpu sebagai poros ini tidak boleh bergeser atau terlepas ketika berputar. Ketika hal tersebut terjadi maka akan terjadi kesalahan (foul).

5. Teknik Menembak (Shooting)

Gerakan melempar bola ke ring dengan satu tangan disebut sebagai teknik menembak (shooting). Teknik ini memiliki bentuk-bentuk dasar di antaranya tembakan satu tangan di atas kepala, tembakan lay-up, menangkap dilanjutkan dengan menembak, tembakan meloncat dengan dua tangan (jump shoot), dan tembakan kaitan.

Melansir dari laman firstmedia.com, berikut beberapa teknik dasar dari menembak.

  • Jump shot adalah diawali dengan posisi tubuh dengan kaki terbuka dan bahu yang sejajar dengan kaki dan melompat sambil mengarahkan bola diatas kepala.
  • Lay Up, adalah menembak bola dari arah sebelah kanan atau kiri yang dilakukan dengan dua hitungan langkah kaki.
  • Free throw, sama seperti jump shot namun free throw tidak melompat melainkan, menekuk lutut dan melempar bola ke arah ring.

6. Teknik Menangkap Pantulan (Rebound)

Rebound merupakan teknik untuk mengambil bola yang gagal masuk ke dalam ring basket. Gerakan ini dilakukan dengan cara melompat kea rah bola. Kemudian, meraihnya secepat mungkin, dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan. Fungsinya, untuk mengamankan bola yang memantul dari ring basket.

Z1 Sma/Ma/Smk/Mak Kl.Xi Pendd Jasmani Olahraga&Kese K/13 Rev

https://www.gramedia.com/products/z1-sdmi-klv-tema-6-panasperpindahannya-k13-rev-2017?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Teknik dan Jenis-Jenis Lay Up

Teknik lay up adalah teknik tembakan sambil melompat yang sebelumnya dilakukan dengan cara melangkahkan dua langkah kea rah ring basket. Lay up menjadi metode tembakan yang paling aman untuk menghindari blok lawan

Ketika pemain melakukan teknik lay up maka harus menambah kecepatan ketika langkah terakhir dribel. Fungsinya untuk mendekatkan bola dengan ring basket. Lay up dapat dilakukan pada situasi yang terbuka, yakni pada momen transisi dari defense ke offense ataupun pergerakan tanpa bola yang mampu meloloskan diri dari penjagaan.

Perlu diketahui bahwa, teknik lay up memiliki dua jenis sebagai berikut.

1. Overhand Lay Up Shoot

Overhand lay up shoot adalah tembakan yang dilakukan dengan serangkaian gerakan. Mulai dari menangkap bola, lompat-langkah-lompat. Kemudian, melepaskan bola dengan cara langsung ke arah ring atau dipantulkan ke papan pantul dengan posisi tangan menekuk 900 di samping telinga, dan telapak tangan menghadap ke atas.

Sederhananya, overhand lay up shoot merupakan teknik lay up dengan posisi tangan berada di atas atau belakang bola. Telapak tangan menghadap ke bawah. Pelepasan bola terjadi karena gerakan ke bawah. Gerakan tersebut terjadi karena fleksi ke bawah dari pergelangan tangan dan menyebabkan back spin sesaat setelah bola lepas dari tangan.

Lay up ini lebih cocok dan menguntungkan ketika berlari tidak terlalu tinggi. Hal ini dikarenakan bola akan rawan jatuh jika dilakukan pada kecepatan tinggi. jika dimulai dari sisi kanan langkah secara umum sama dengan underhand lay up shoot. Yang menjadi pembeda adalah ketika pelepasan bola.

2. Underhand Lay Up Shoot

Underhand lay up shoot merupakan teknik dengan posisi tangan di bawah bola, telapak tangan menghadap ke atas dan jari-jari tangan menghadap ke depan. Pelepasan bola terjadi karena adanya gerakan dari tangan diikuti dengan gerakan fleksi pergelangan tangan.

Jika dimulai dari sisi kanan maka injakan kaki kiri. Kemudian, gunakan kaki dalam. Usahakan, posisi kepala tetap tegak dan pandangan mata terpusat pada kotak di atas keranjang. Posisi punggung dan pinggang harus lurus.

Untuk mendorong tubuh, gunakan lutut lain. Tembakan bola diarahkan lurus. Kemudian, gerakan tersebut diteruskan dengan meluruskan siku, pergelangan tangan, dan jari-jari. Ketika melepaskan bola, jangan membuat putaran bola atau spin. Tangan yang tidak dipakai maka digunakan untuk melindungi bola.

Pelepasan bola tidak dilakukan dengan tembakan sekuat tenaga. Namun, seperti meletakkannya ke keranjang. Ketika pemain bergerak atau berlari dengan kecepatan tinggi amaka lebih cocok menggunakan lay up dengan teknik underhand karena kontrol terhadap bola lebih mudah.

Smp/Mts Pr Buku Interaktif Kl.7 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

https://www.gramedia.com/products/z1-sdmi-klv-tema-6-panasperpindahannya-k13-rev-2017?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien