in

Senjata Tradisional Riau dan Fungsinya

Senjata Tradisional Riau – Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah yang termasuk ke dalam bagian dari Pulau Sumatera. Riau sendiri adalah wilayah yang sangat terkenal dengan kekayaan berbagai jenis sumber daya alamnya. Misalnya saja seperti kelapa sawit, gas alam, minyak bumi, emas, dan lain sebagainya. Tak hanya sumber daya alamnya saja, Provinsi Riau juga mempunyai keanekaragaman budaya yang tidak kalah menarik dari provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Termasuk juga dalam hal wisata budaya.

Adapun salah satu wisata budaya yang ada di Provinsi Riau yaitu Upacara Bakar Tongkang. Upacara yang satu ini merupakan salah satu upacara tradisional dari masyarakat keturunan Tionghoa yang menetap di Ibukota Kabupaten Rokan Hilir, yaitu Bagansiapiapi.

Upacara tersebut adalah upacara tahunan yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa yang ada di Bagansiapiapi. Uniknya, Upacara Bakar Tongkang ini justru menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang berasal dari luar negeri. Seperti misalnya Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan masih banyak lagi.

Selain adanya wisata budaya seperti upacara, Provinsi Riau juga mempunyai daya tarik lainnya yang masih berhubungan dengan buaya, yaitu berupa koleksi senjata tradisional Riau Kira-kira, senjata tradisional apa saja yang ada di Provinsi Riau? Untuk informasi lebih lengkapnya, simak penjelasannya di bawah ini ya.

Senjata Tradisional Riau

Senjata tradisional ini pada zaman dahulu digunakan untuk membantu dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Dimana biasanya penggunaanya dalam skala yang lebih luas, entah itu untuk kebutuhan hidup, pertahanan diri, ataupun untuk melaksanakan ritual keagamaan dan juga adat setempat.

Sekarang ini, pada umumnya senjata tradisional Riau lebih banyak digunakan sebagai koleksi ataupun antik dengan tujuan untuk melestarikan budaya nenek moyang dan juga menjaga nilai sejarah serta makna filosofis yang ada di dalamnya. Supaya tidak punah dan hilang ditelan zaman yang semakin modern.

Masyarakat Riau sendiri sebenarnya memiliki berbagai macam senjata tradisional. Namun sebagian besar diantaranya sudah punah. Sehingga hanya tersisa beberapa saja dan masih menjadi senjata tradisional yang tetap bertahan dan tetap eksis sampai sekarang. Di bawah ini, kita akan membahas mengenai nama-nama senjata tradisional Riau dan penjelasan lengkapnya.

1. Tumbuk Lada

Tumbuk Lada merupakan salah satu senjata tradisional yang berasal dari Provinsi Riau. Senjata tradisional ini merupakan senjata badik yang biasanya digunakan untuk menusuk musuh dari jarak yang tidak terlalu jauh. Tumbuk Lada mempunyai panjang sekitar 29 cm dengan lebar 4 cm. Di zaman dulu, Badik Tumbuk Lada ini tidak jarang dibubuhi dengan racun. Perlu dipahami bahwa sarung yang digunakan untuk membungkus senjata yang satu ini mempunyai ukuran yang sangat kompleks. Akan tetapi, hal itu justru membuat sarungnya terlihat indah.

Tak hanya dipakai sebagai senjata tradisional untuk bertempur saja. Pada zaman dahulu, senjata Tumbuk Lada juga digunakan sebagai aksesoris pelengkap pakaian adat yang ada di Provinsi Riau. Menurut Penuturan Selasar, sampai saat ini, senjata yang satu ini masih digunakan sebagai aksesoris pengantin yang menikah dengan menggunakan upacara adat Melayu. Tidak hanya di Provinsi Riau saja, senjata ini juga menjadi salah satu senjata tradisional yang dimiliki Provinsi Jambi.

2. Pedang Jenawi

Senjata tradisional Riau berikutnya adalah Pedang Jenawi. Pedang Jenawi pada zaman dulu merupakan sebuah senjata yang kerap digunakan oleh para panglima perang. Termasuk juga ketika bangsa Indonesia berperang melawan para penjajah dari Belanda. Katanya, senjata yang satu ini dipakai oleh pejuang Melayu di Provinsi Riau ketika agresi militer Belanda mulai merebak pada tahun 1940-an.

Adapun menurut pemaparan dari RiauBerbagi, Pedang Jenawi ini tidak dapat dipegang ataupun dikuasai oleh sembarang orang. Sesuai dengan nama senjatanya, penguna dari senjata tradisional Riau ini tentu adalah orang yang sangat cerdas, berwibawa, mempunyai kekuasaan, dan juga termasuk orang-orang yang dihormati. Mengapa? Karena pedang tersebut dibuat dengan penuh hati-hati dan penuh dengan perhitungan. Umumnya, panjang pedangnya pun mencapai satu meter. Pedang ini dibuat dari bahan baku seperti baja, besi, dan tembaga yang tentunya memiliki kualitas tinggi.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Pedang Jenawi bisa digunakan untuk menyerang musuh dari berbagai macam arah. Mulai dari arah depan, arah samping, dan arah belakang. Pastinya, musuh juga akan kelabakan apabila menghadapi senjata sehebat ini. Serupa dengan senjata Badik Tumbuk Lada, Pedang Jenawi ini juga digunakan sebagai aksesoris pelengkap untuk pakaian adat dari Provinsi Riau.

3. Beladau

Selanjutnya, ada senjata tradisional Riau yang bernama Beladau. Beladau merupakan senjata yang berukuran kecil yang dapat dikatakan mirip dengan belati. Akan tetapi, senjata ini mempunyai bentuk yang melengkung hingga ke ujungnya. Hampir sama dengan badik tumbuk lada, senjata yang satu ini biasanya digunakan untuk menyerang musuh dari jarak dekat. Karean ukurannya yang tidak terlalu besar, beladau termasuk ke dalam senjata tradisional yang sangat praktis dan mudah untuk dibawa kemana saja. Senjata yang dibuat dari campuran bahan berupa besi yang berkualitas ini bisa digunakan untuk melindungi diri dari situasi yang genting.

Perlu diketahui bahwa beladau ini dibagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah beladau yang memiliki satu sisi bagian yang tajam. Jenis beladau ini memiliki sisi tajam yang berada di bagian dalam. Maka dari itu, senjata tradisional yang satu ini sangat cocok untuk digunakan menyabet ataupun menggorok musuh. Sementara jenis yang kedua adalah beladau dengan dua sisi tajam, Tak hanya bisa digunakan untuk menggorok ataupun menyabet serta menyayat musuh, jenis beladau yang satu ini juga bisa digunakan untuk menusuk musuh.

4. Pemuras

Jika pembahasan di atas kita sudah menjelaskan mengenai senjata tradisional yang berupa badik dan juga pedang. Kali ini, kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang menggunakan peluru. Di zaman dulu, masyarakat Riau menggunakan senapan berkaliber besar yang memiliki laras pendek. Senjata tersebut dikenal dengan nama pemuras. Katanya, pemuras merupakan senjata yang dibawa oleh bangsa Eropa pada zaman dahulu.

Dalam Bahasa Inggris, pemuras dikenal dengan istilah blunderbuss. Nama tersebut sebenarnya diambil dari kosakata Bahasa Belanda, yaitu donder yang artinya halilintar, dan bus yang artinya pipa. Senjata tersebut diklaim mempunyai bunyi yang sangat kuat dan menggelegar.

5. Klewang

Senjata tradisional selanjutnya adalah senjata Klewang. Klewang atau Kelewang merupakan senjata tradisional Riau yang bentuk serta rupanya mirip dengan golok. Dimana ujung bilah dari senjata ini mempunyai ukuran yang lebar. Pada zaman dahulu, klewang dipakai sebagai senjata untuk berperang oleh prajurit kerajaan.

Sampai sekarang ini, senjata tradisional tersebut masih tetap dipakai oleh warga. Tapi pastinya, fungsi dari senjata tersebut sudah bukan lagi untuk berperang. Sekarang, senjata klewang masih digunakan untuk menunjang produktivitas masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang seringkali melakukan aktivitas kerjanya di sawah ataupun ladang mereka sendiri.

6. Rentaka

Pada zaman dahulu, bukan hanya bangsa Eropa saja yang memiliki senjata canggih berupa meriam. Tidak disangka-sangka, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Provinsi Riau juga menggunakan senjata yang serupa. Pada zaman dulu, masyarakat Riau juga menggunakan senjata yang mirip dengan meriam dengan nama rentaka.

Perbedaannya, rentaka ini memiliki bentuk dan ukuran yang relatif lebih kecil. Selain itu, beratnya juga lebih ringan dibandingkan dengan meriam pada umumnya. Ternyata selain di Riau, senjata ini juga kabarnya digunakan oleh masyarakat Malaysia dan Filipina. Umumnya senjata ini akan dipasang di kapal-kapal. Fungsinya sendiri yaitu untuk melawan para perompak yang pada saat itu kerap menagih upeti untuk para penguasa.

7. Lela Rentaka

Lela juga termasuk ke dalam salah satu senjata tradisional yang berupa meriam dengan bentuk dan ukuran yang lebih kecil lagi. Perbedaan antara lela dan juga rentaka ada pada lubang pelurunya. Dimana lubang peluru di dalam senjata lela berukuran lebih besar daripada rentaka. Nama lela sendiri juga diselipkan pada senjata yang sebelumnya sudah kita bahas. Jadi, kedua senjata ini kerap kali dikenal dengan sebutan yang sama, yaitu lela rentaka.

Katanya, nama dari senjata ini diambil dari tokoh cerita roman klasik Melayu yang cukup terkenal, yaitu cerita tentang Laila Majnun. Di kalangan bangsa Eropa, senjata ini dikenal dengan sebutan Lilla.

8. Keris

Sebagian besar dari kita seringkali menganggap bahwa keris hanya ada di Jawa saja. Tapi perlu diketahui bahwa keris sebenarnya tidak hanya ada di Jawa saja, melainkan juga ada di daerah Sumatera ataupun Negeri Jiran Malaysia. Sebab, dalam budaya masyarakat tersebut, senjata keris sudah menjadi warisan dari leluhur mereka. Keris juga bisa ditemukan dalam budaya masyarakat Riau. Meski begitu, keris Riau mempunyai keunikan tersendiri, yaitu jumlah luk atau lekukan cenderung lebih sedikit dan ukiran yang ada di gagang serta sarungnya lebih banyak bermotif flora atau tumbuhan.

9. Terakol

Terakol atau Tarkul merupakan senjata yang sangat populer dikalangan pelaut, pedagang, serta lanun-lanun Melayu. Pada awalnya, Tarkul menggunakan teknologi “wheel lock” atau kancing roda yang prosesnya yaitu dengan membakar serbuk bedil secara otomatis tanpa membutuhkan fius. Bentuknya yang mirip seperti pistol dan senjata ini merupakan perubahan dari Pemuras yang dikecilkan.

Fungsi Senjata Tradisional Riau

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari senjata tradisional Riau yang perlu dipahami:

1. Untuk Bertahan Diri

Salah satu fungsi dari senjata tradisional Riau yaitu untuk bertahan diri dari musuh atau orang-orang yang ingin melakukan kejahatan. Seperti yang kita semua pahami bahwa pada zaman dulu, kita belum memiliki polisi seperti sekarang ini.

2. Melawan Penjajah

Adapun fungsi selanjutnya dari berbagai macam senjata tradisional Riau adalah untuk melawan penjajah. Di zaman dulu, kita memang belum menemukan senjata api. Sehingga bangsa Indonesia melawan para penjajah dengan menggunakan senjata seadanya. Lalu, setelah bangsa Indonesia mengenal senjata api, kita pun mulai bertempur atau berperang dengan menggunakan senjata api.

3. Benda Pusaka

Selain digunakan untuk pertahanan diri, senjata tradisional tersebut juga digunakan sebagai benda pusaka ataupun sebagai bentuk strata sosial dari seseorang. Misalnya saja senjata keris yang sudah kita bahas di atas. Dimana keris banyak dipakai oleh para penguasa di zaman dulu. Selain sebagai pertahanan diri, keris juga digunakan sebagai simbol kehormatan dan juga kebanggaan.

Sekedar tambahan saja, bahwa di Riau sendiri ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Siak yang terkenal dengan rajanya yang bernama Sultan Sayyid Ibrahim yang sangat kaya raya. Pada saat bergabung dengan Indonesia di masa pemerintahan Presiden Soekarno, semua hartanya disumbangkan. Itu artinya, sangat mungkin bahwa Riau mempunyai berbagai macam senjata perang lainnya selain senjata yang sudah disebutkan di atas.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Senjata Tradisional Riau



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.