Renjana Azerbaijan – Renjana Azerbaijan karya Sania Rasyid terasa pas digambarkan sebagai “kisah petualangan pemuda kepo dan toddler vintage”. Novel ini berkisah tentang Iskandar, seorang pemuda asal Rokan Hulu yang hidupnya berangkat dari mimpi sederhana.
Terinspirasi oleh Paman Razak, tetangganya yang sukses bekerja di kilang minyak, Iskandar menaruh harapan besar pada ITB sebagai jalan menuju masa depan yang ia bayangkan. Kegigihannya kemudian membawanya jauh melintasi batas negeri, hingga ke Azerbaijan, tempat ia menempuh studi S2 dan mulai menjalani petualangan yang tak pernah ia rencanakan.
Di sana, hidup Iskandar yang semula lurus berubah arah ketika rasa kepo dan obsesinya muncul untuk mencari seorang eksil bernama Kasim Dinantra. Sosok Kasim yang awalnya dibayangkan sebagai lansia kaku ala militer justru tampil seperti lansia Indonesia kebanyakan, gemar bercanda dan hobi sembarangan menjodohkan orang.
Diterbitkan oleh Penerbit Baca dan resmi dirilis pada 14 Januari 2026, novel ini membuka kisahnya dengan nada yang ringan dan penuh dengan jenaka. Sebelum membaca ulasan novel dengan ketebalan 336 halaman ini lebih lanjut, kita kenalan dulu dengan Sania Rasyid, yuk Grameds!
Table of Contents
Profil Sania Rasyid – Penulis Novel Renjana Azerbaijan
Sania Rasyid merupakan penulis asal Indonesia yang dikenal lewat karya-karyanya yang menggabungkan fiksi sejarah, petualangan, dan romansa. Sejak usia remaja, ia telah menunjukkan ketertarikan kuat pada bacaan bertema sejarah, hukum, kedokteran, detektif, serta sastra.
Di luar dunia kepenulisan, Sania juga menyukai kegiatan berpetualang dan mendaki gunung. Melalui karya-karyanya, ia membawa misi untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda dengan cara yang ringan dan menghibur melalui cerita fiksi.
Beberapa novel yang telah ditulisnya antara lain Romansa STOVIA yang terbit pada 2024, serta Renjana Azerbaijan pada 2026.
Sinopsis Novel Renjana Azerbaijan
Ke mana pun seorang anak pergi merantau, wajah seorang ibu selalu menjadi penunjuk arah untuk pulang. Seakan waktu berhenti sesaat, ada kekuatan tak kasatmata yang terpancar dari wanita penjual bunga itu. Ikatan batin yang kurasakan begitu kuat, seperti menyentuh langsung jiwa seorang ibu yang berada jauh di sana.
Amak, Iskandar rindu.
Iskandar bersedia melakukan apa pun demi memperbaiki nasib keluarga dan mengejar mimpinya berkarier di dunia minyak dan gas. Usahanya akhirnya membuahkan hasil ketika ia mendapat kesempatan terbang ke Azerbaijan melalui jalur beasiswa. Namun, di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan kampus, fokusnya mulai terganggu oleh sebuah kabar yang beredar luas tentang seorang eksil Indonesia yang ternyata masih hidup di Azerbaijan.
Rasa ingin tahu Iskandar semakin terusik ketika ia mendapati bahwa orang-orang di sekitarnya mengenal sosok misterius tersebut. Bersama seorang gadis keturunan Rusia, teman kuliahnya asal Azerbaijan, serta seorang pria tua korban perang Armenia, Iskandar memulai perjalanan untuk menelusuri jejak sang eksil.
Tanpa disadari, pencarian itu justru menyeret mereka ke situasi genting, terperangkap di antara hidup dan mati dalam konflik panjang Nagorno-Karabakh yang pecah di wilayah perbatasan Azerbaijan dan Armenia.
Mampukah Iskandar bertahan dan kembali ke tanah air untuk mewujudkan cita-citanya serta bertemu lagi dengan keluarga di Rokan Hulu, Riau, yang begitu ia rindukan?
Kelebihan dan Kekurangan Novel Renjana Azerbaijan
Kelebihan Novel Renjana Azerbaijan
Novel Renjana Azerbaijan karya Sania Rasyid yang merupakan karya legendaris yang dicetak ulang ini menyajikan banyak kelebihan yang menjadikannya layak untuk dibaca.
- Kisah fiksi sejarah
Renjana Azerbaijan menghadirkan perpaduan antara fiksi sejarah, petualangan, dan sentuhan fantasi ringan. Banyak pembaca menggambarkannya sebagai bacaan dengan nuansa perjalanan edukatif karena mampu mengenalkan sejarah Azerbaijan, kisah Blok Rokan, serta keterkaitannya dengan sejarah Indonesia, khususnya tentang eksil politik, tanpa terasa berat atau menggurui.
- Ditulis berdasarkan riset
Cerita dalam novel ini dibangun di atas riset yang kuat dan pijakan sejarah yang jelas. Peristiwa serta latar yang diangkat merupakan bagian dari sejarah nyata, sementara tokoh-tokohnya dikembangkan secara fiktif sehingga alur cerita tetap hidup dan mudah dinikmati.
- Petualangan yang terasa imersif
Perjalanan Iskandar dan kawan-kawan berkembang jauh melampaui dugaan pembaca, bahkan menyentuh konflik panjang Nagorno-Karabakh. Deskripsi latar tempat yang detail dan hidup membuat pembaca seolah ikut hadir di lokasi-lokasi yang diceritakan, menjadikan pengalaman membaca terasa lebih mendalam.
- Komedi yang mengundang tawa
Di balik tema sejarah dan konflik, novel ini diselipi humor yang mampu mengundang tawa. Tingkah laku Kasim yang kerap muncul di saat-saat genting memberi warna komedi yang kontras namun efektif, sehingga suasana cerita tidak terasa terlalu tegang.
- Tokoh yang kuat dan mudah diingat
Karakter-karakter dalam Renjana Azerbaijan tampil dengan kepribadian yang menonjol dan mudah melekat di ingatan. Feyodora yang spontan dan berani, Nikolina yang impulsif, serta Kasim sang eksil lansia dengan tingkah laku tak terduga menjadi kekuatan tersendiri. Hubungan persahabatan mereka digambarkan erat dan nekat, terutama ketika mereka mempertaruhkan nyawa demi rasa penasaran yang sama.
- Sarana belajar yang menyenangkan
Novel ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran. Pembaca diajak mengenal Azerbaijan beserta sejarahnya, sekaligus mendapatkan gambaran tentang sejarah Indonesia secara tersirat melalui alur cerita.
Kekurangan Novel Renjana Azerbaijan
Meskipun novel Renjana Azerbaijan karya Sania Rasyid memiliki banyak kelebihan, novel ini tidak luput dari kekurangan, yaitu:
- Gaya bahasa terlalu santai
Sebagian pembaca menilai gaya bahasa yang digunakan terasa terlalu ringan untuk tema yang melibatkan konflik perang dan sejarah yang kompleks.
Di satu sisi, hal ini membuat cerita mudah dipahami dan mengalir dengan cepat. Akan tetapi, di sisi lainnya, pendekatan tersebut terasa kurang formal dan kurang memberi bobot pada isu-isu besar yang diangkat dalam novel.
Eksil Indonesia
Eksil Indonesia adalah sebutan bagi warga negara Indonesia yang terpaksa menetap di luar negeri dan tidak dapat kembali ke tanah air. Dalam konteks sejarah Indonesia, hal ini terjadi akibat dinamika politik pasca peristiwa G30S 1965.
Mereka umumnya berasal dari kalangan mahasiswa ikatan dinas, diplomat, serta delegasi resmi yang sebelumnya dikirim oleh pemerintahan Presiden Soekarno untuk menempuh pendidikan atau menjalankan tugas di luar negeri.
Negara tujuan mereka banyak berada di kawasan blok timur, seperti Uni Soviet, Tiongkok, dan berbagai negara di Eropa Timur.
Penyebab Menjadi Eksil
Salah satu penyebab utama adalah pencabutan paspor. Setelah Orde Baru berkuasa, perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri melakukan proses penyaringan. Individu yang menolak menyatakan kesetiaan kepada rezim Soeharto atau yang dicurigai memiliki kedekatan dengan komunisme maupun Soekarno kehilangan hak atas paspornya dan akhirnya berstatus tanpa kewarganegaraan.
Selain itu, ketakutan akan persekusi juga menjadi alasan kuat. Banyak dari mereka memilih tidak pulang karena menyadari risiko penangkapan, penyiksaan, bahkan pembunuhan yang dialami rekan-rekan mereka di Indonesia.
Kehidupan di Masa Pengasingan
Hidup di negeri orang bukanlah hal mudah bagi para eksil. Tanpa dokumen resmi, mereka harus berjuang beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas. Banyak yang bertahan hidup dengan bekerja serabutan, menjadi buruh, atau pengajar lepas.
Seiring waktu, sejumlah eksil menetap secara permanen di berbagai negara, seperti Belanda yang menjadi tujuan terbesar, serta Jerman, Perancis, dan Republik Ceko.
Warisan Sastra Eksil
Di tengah keterasingan, para eksil tetap berkarya. Mereka menghasilkan tulisan-tulisan sastra yang memuat kerinduan mendalam terhadap tanah air serta kritik terhadap situasi politik Indonesia. Karya-karya ini kemudian dikenal sebagai Sastra Eksil Indonesia dan menjadi bagian penting dari sejarah kesusastraan nasional.
Pada tahun 2023, pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo secara resmi mengakui peristiwa 1965 sebagai pelanggaran hak asasi manusia berat. Pengakuan ini diikuti dengan langkah pemulihan hak-hak para eksil, termasuk kemudahan akses visa dan kewarganegaraan bagi mereka yang masih hidup.
Penutup
Fenomena Eksil Indonesia menjadi fondasi sejarah yang penting dalam novel Renjana Azerbaijan karya Sania Rasyid. Melalui perjalanan tokoh utamanya yang menelusuri jejak seorang eksil Indonesia di Baku, Azerbaijan, Grameds akan diajak menyusuri sisi sejarah yang kerap terpinggirkan dan jarang dibicarakan secara terbuka.
Kisah pencarian ini tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur, tetapi juga sebagai jembatan untuk memahami luka kolektif, keterasingan, dan kerinduan panjang para anak bangsa yang terputus dari tanah airnya.
Dengan gaya bercerita yang naratif dan emosional, novel ini mengingatkan bahwa eksil Indonesia bukan sekadar catatan masa lalu saja, melainkan juga bagian dari sejarah nasional yang layak dikenang, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tunggu apalagi Grameds? Yuk langsung saja dapatkan novel Renjana Azerbaijan karya Sania Rasyid ini di Gramedia.com. Sebagai medium untuk #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik buat kamu!
Rekomendasi Buku
Romansa Stovia
Kadang-kadang kita jatuh cinta kepada milik orang, kadang-kadang kepada orang yang berbeda. Dan yang ia hadapi adalah keduanya, komplet menjadi satu. Mengapa manusia selalu tergerak hatinya untuk meraih ketidakmungkinan?
Batavia, 1918. Yansen, pemuda Minahasa, hendak mewujudkan mimpi menjadi dokter di tanah air sendiri. Bersama Hilman pemuda Sunda, Sudiro pemuda Jawa, dan Arsan pemuda Minang, Yansen menemukan ikatan persahabatan di STOVIA. Masa lalu masing-masing tokoh turut membayangi perjalanan mereka selama belajar di sekolah kedokteran pertama di Hindia Belanda itu.
Fiksi berlatar Hindia Belanda di awal abad ke-20 ini menceritakan bagaimana empat sekawan itu saling mendukung kala mereka menghadapi masalah hidup masing-masing. Manakah hal yang harus Yansen pilih? Cinta, sahabat, atau kebanggaan menjadi dokter pada suatu hari nanti?
Namaku Teweraut
Film The God Must be Crazy mengisahkan, gara-gara sebuah botol dijatuhkan pilot pesawat capung di daerah pedalaman Afrika, cerita panjang kejutan budaya suku yang “ketiban berkah dari surga” itu bergulir. Dalam aras yang kira-kira sama, Namaku Teweraut boleh dibilang merupakan sukses terbesar roman antropologis yang berlatar belakang Papua. Sedikit saja penulis Indonesia yang mampu menyaingi roman ini dalam menyatakan simpati dan empati pada masyarakat tradisional yang terisolasi.
Tradisi kehidupan romantis masyarakat Asmat, belenggu kekentalan budaya dengan peran adat yang dikuasai kaum lelaki, sungguh luar biasa. Jalinan kisahnya mengantarkan potongan-potongan mozaik yang otentik dan berani. Sebagai bacaan orang dewasa yang jujur, lugu tanpa kehilangan kebuasan birahi! Diramu dengan babak-babak ritual yang selama ini terkesan magis, tertutup, namun menggetarkan.
Janji di Tanah Jawa
Jayamukti 1840, cinta dan dendam pernah berjalan beriringan. Manggala, anak yang terusir karena aib keluarga, kembali dengan misi rahasia darn hatí yang penuh luka. Kinanti, gadis bupati yang teguh dan berani, terjebak dalam pusaran fitnah dan tradisi.
Ketika konspirasi mengancam kehormatan dan nyawa, mereka dipaksa bersatu dalam pernikahan yang tak diinginkan. Namun, ketika cinta mulai tumbuh di tengah badai, mereka terpaksa harus memilih antara tetap menggenggam janji setia pada tanah kelahiran, atau merengkuh pelarian sebagai harga sebuah cinta.
Lantas, mampukah cinta mereka bertahan? Atau justru semuanya akan berakhir sebelum sempat dimulai?
Penulis: Gabriel
- 101 Fabel Nusantara
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Akasha: Record of Ragnarok
- Aku (AADC)
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Black Powder War
- Bonjour Paris! La Fleur de L’amour
- Brisingr
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Fourth Wing
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Look Back
- Maaf Aku Lahir ke Bumi
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Renjana Azerbaijan
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
- Si Bungsu dan Luka
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights






