in ,

Review Komik Witch Watch 1

Witch Watch – Bagaimana jadinya jika seorang penyihir ceroboh yang terkenal membuat ramalan yang sering meleset dan membuat kekacauan sehari-hari justru berubah menjadi petualangan yang penuh tawa?

Manga Witch Watch adalah serial karya Kenta Shinohara yang memadukan komedi dengan nuansa shonen yang ringan. Kisah ini pertama kali dimuat di majalah Weekly Shonen Jump milik Shueisha pada Februari 2021. Hingga Desember 2025, manga ini telah terkumpul dalam 24 volume tankobon dengan total penjualan yang menembus lebih dari 4 juta kopi. Popularitasnya bahkan berlanjut ke layar kaca melalui adaptasi anime yang diproduksi oleh Bibury Animation Studios dan tayang dari April hingga Oktober 2025, dengan musim kedua yang sudah resmi diumumkan.

Tak hanya sukses di Jepang, Witch Watch juga mendapatkan sambutan luas di pasar internasional. Bab-babnya dirilis secara digital di Amerika Utara oleh Viz Media melalui platform Shonen Jump, sementara Shueisha juga menghadirkannya secara gratis dalam bahasa Inggris lewat aplikasi dan situs Manga Plus. Adaptasi animenya, yang diumumkan pada Agustus 2024 dan disutradai oleh Hiroshi Ikehata, semakin memperluas popularitas seri ini di kalangan penggemar manga dan anime.

Di Indonesia sendiri, komik Witch Watch volume 1 resmi diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Phoenix Gramedia Indonesia pada 18 Desember 2025. Jika kamu penasaran seperti apa keseruan kisahnya, tenang saja, Grameds. Gramin sudah menyiapkan sinopsis dan ulasan lengkapnya yang bisa kamu simak di bawah ini!

button cek gramedia com

Profil Kenta Shinohara – Penulis Komik Witch Watch 1

Kenta Shinohara merupakan mangaka asal Jepang yang namanya dikenal luas berkat karya-karyanya di dunia manga sh?nen. Ia meraih popularitas besar lewat serial Sket Dance yang dimuat di Weekly Sh?nen Jump dari tahun 2007 hingga 2013 dan berhasil menyabet Penghargaan Manga Shogakukan pada tahun 2010. Setelah itu, Shinohara kembali mencuri perhatian melalui Astra Lost in Space, manga yang terbit di Shonen Jump+ pada 2016 hingga 2017 dan memenangkan penghargaan Manga Taish? 2019. Pada tahun 2021, ia memulai serial terbarunya, Witch Watch, yang kembali dimuat di Weekly Sh?nen Jump.

Perjalanan karier Shinohara dimulai pada tahun 2005 ketika ia melakukan debut di edisi musim dingin Akamaru Jump dengan karya berjudul “Pertunjukan Wayang Panda Merah”. Ia kemudian mengembangkan ide Sket Dance melalui dua cerita one-shot yang dirilis pada musim dingin dan musim panas 2006 di Akamaru Jump dan Weekly Sh?nen Jump. Selain berkarya di dunia manga, Shinohara juga pernah menulis lirik lagu berjudul Water Color yang masuk dalam album Sketchbook milik The Sketchbook pada tahun 2012. Pada periode 2016 hingga 2017, ia kembali menunjukkan eksplorasi genre melalui manga fiksi ilmiah Astra Lost in Space yang diterbitkan secara daring di situs dan aplikasi Shonen Jump+.

Sinopsis Komik Witch Watch 1

Morihito Otogi, seorang siswa SMA yang memiliki kekuatan oni, mendadak harus tinggal serumah dengan Nico, penyihir SMA yang juga merupakan teman masa kecilnya. Keputusan ini terjadi karena sebuah kontrak di masa lalu, sekaligus menjadi momen reuni yang canggung setelah mereka lama berpisah akibat Nico menjalani pelatihan sebagai penyihir. Di balik kebersamaan itu, Morihito memikul tugas penting sebagai familiar, yaitu melindungi Nico dari malapetaka besar yang telah diramalkan akan menimpanya. Namun, dengan sifat Nico yang ceroboh dan sihirnya yang sering melenceng dari rencana, berbagai kekacauan pun tak terelakkan. Dari situlah kisah komedi fantasi penuh keajaiban dan kekonyolan ini dimulai.

Kelebihan dan Kekurangan Komik Witch Watch 1

Pros & Cons

Pros
  • Perpaduan komedi, romansa dan aksi fantasi.
  • Latar nostalgia.
  • Humor yang kekinian.
  • Karakter yang disukai.
Cons
  • Pengisi/Filler yang kurang relevan.

Kelebihan Komik Witch Watch 1

Komik Witch Watch 1 karya Kenta Shinohara menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya tampil menonjol dibandingkan manga lain di genre serupa.

  • Perpaduan komedi, romansa dan aksi fantasi

Cerita dalam komik ini disajikan dengan humor, momen-momen romansa yang emosional serta sentuhan aksi fantasi yang seru. Perpaduan ini menjadikan komik ini cukup unik dan bikin penasaran.

  • Latar nostalgia

Latar cerita komik pada kehidupan sekolah menjadi nilai tambah tersendiri untuk komik ini. Suasana ini menghadirkan nuansa nostalgia bagi pembaca dewasa yang sudah pernah melewati masa SMA, sekaligus terasa dekat dan relevan bagi pembaca remaja yang sedang mengalaminya. 

  • Humor yang kekinian

Witch Watch 1 menyuguhkan lelucon bergaya kekinian yang ringan dan mudah untuk dipahami. Gaya bercandanya terasa gaul dan natural, sehingga mampu dinikmati oleh berbagai kalangan usia. Hal ini membuat pengalaman membaca menjadi santai dan menyenangkan.

  • Karakter yang disukai

desain dan karakterisasi tokoh-tokohnya juga menjadi kekuatan utama bagi komik ini. Setiap karakter digambarkan dengan visual yang menarik serta kepribadian yang jelas dan mudah disukai. Tidak hanya karakter utama saja, deretan karakter pendukung pun tampil kuat dan berpotensi besar untuk terus dikembangkan, sehingga membuat dunia cerita dalam komik ini terasa hidup dan dinamis.

Kekurangan Komik Witch Watch 1

Walaupun buku Witch Watch 1 ini memiliki banyak kelebihan, buku Witch Watch 1 ini tak luput dari kekurangan.

  • Pengisi/Filler yang kurang relevan 

Sebagian pembaca kurang menyukai keberadaan bagian-bagian filler serta cara penulisan ceritanya. Alur yang disajikan terasa dipenuhi episode atau cerita tambahan, sementara perkembangan plot utama terasa muncul lebih sedikit dibandingkan bagian pengisi.

Mengenal Penyihir

Penyihir atau witch kerap dijadikan tokoh sentral dalam berbagai karya fiksi. Namun, seberapa jauh sebenarnya kita mengenal sosok penyihir? Secara umum, penyihir digambarkan sebagai individu yang dipercaya memiliki kemampuan supranatural untuk mempengaruhi realitas melalui mantra, ramuan, maupun ritual tertentu. Dalam konteks sejarah, istilah penyihir mencakup beragam peran, mulai dari tabib tradisional hingga figur yang dipandang menakutkan dalam cerita rakyat dan mitologi. Dalam dunia sihir, dikenal beberapa pengelompokan utama.

  • Witch vs. Wizard: Meski sama-sama merujuk pada praktisi sihir, istilah witch secara tradisional lebih sering dilekatkan pada perempuan dan kerap dibebani stigma atau bias gender. Sementara itu, wizard umumnya digunakan untuk penyihir laki-laki dan sering digambarkan dengan citra yang lebih netral atau bahkan positif.
  • Sihir Putih & Hitam: Dalam catatan sejarah dan kepercayaan lama, sihir putih biasanya dikaitkan dengan praktik penyembuhan, perlindungan, serta penggunaan herbal. Sebaliknya, sihir hitam sering diasosiasikan dengan niat buruk, manipulasi, atau tindakan yang dianggap membahayakan orang lain.

Kepercayaan terhadap sosok penyihir juga kuat tertanam dalam mitologi dan perjalanan sejarah manusia.

  • Mitologi Yunani: Dalam kisah-kisah Yunani Kuno, terdapat tokoh-tokoh penyihir legendaris seperti Circe, dewi sihir yang mampu mengubah manusia menjadi hewan, serta Medea, penyihir kuat dengan kisah hidup yang sarat tragedi dan konflik batin.
  • Abad Pertengahan: Pada masa ini, Eropa mengalami gelombang perburuan penyihir yang masif. Banyak orang, terutama perempuan, dituduh terlibat praktik pemujaan setan hanya karena menjalankan pengobatan tradisional atau ritual yang tidak dipahami oleh masyarakat dan otoritas saat itu.
  • Tokoh Nyata: Dalam sejarah modern, Marie Laveau dikenal sebagai Ratu Voodoo dari New Orleans pada abad ke-19. Sosoknya memiliki pengaruh besar dan hingga kini tetap dikenang dalam budaya populer dan sejarah lokal.

Memasuki awal tahun 2026, representasi penyihir dalam karya fiksi mengalami pergeseran signifikan. Dari figur yang semula digambarkan sebagai ancaman atau simbol kejahatan, penyihir kini lebih sering diposisikan sebagai lambang kemandirian, kebebasan, dan pemberdayaan diri. Pendekatan inilah yang turut tercermin dalam komik Witch Watch 1.

Penutup

Witch Watch 1 hadir sebagai pembuka yang memikat dengan balutan cerita slice of life yang hangat dan menyenangkan untuk Grameds ikuti. Lewat kisah yang ringan dan penuh dengan momen yang lucu serta menggemaskan, karya Kenta Shinohara ini mampu menghadirkan tawa dan keseruan untuk Grameds. Komik ini cocok untuk kamu yang mencari bacaan santai, menghibur, dan perlahan membuat kamu penasaran untuk mengikuti kelanjutan kisah para karakternya di volume berikutnya. 

Yuk langsung saja Grameds, dapatkan komik ini hanya di Gramedia.com! Selain komik ini, Gramin juga sudah menyiapkan rekomendasi komik lainnya yang pastinya tidak kalah menarik! Sebagai teman untuk #TumbuhBermakna, Gramedia siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk mendampingi perjalanan membaca kamu.

 

Rekomendasi Buku

1. Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa

Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa

button cek gramedia com

Ke manakah perginya arwah hewan yang sudah mati? Sebuah toko roti aneh menawarkan pekerjaan kepada Lala yang sudah berkali-kali ditolak saat mencari pekerjaan paruh waktu. Ternyata, toko roti itu merupakan pemberhentian sementara para arwah hewan sebelum menuju dunia bawah. Berbagai arwah datang dengan harapan mewujudkan keinginan terakhir mereka dengan pemilik sebelumnya.

Lala menemukan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan. Dia pun menerima pekerjaan tersebut dan berkenalan dengan banyak Doong Doong berwujud roti. Bersama Jaerong, seekor kucing luar biasa, Lala melakukan apa saja agar para arwah bisa bertemu pemiliknya dan mewujudkan keinginan terakhir mereka sebelum pergi ke dunia bawah. Namun, menjadi jembatan antara arwah dan pemiliknya terkadang sangat sulit, apalagi dengan keberadaan sosok yang tidak mereka inginkan.

2. AKASHA: Wotakoi : Love is Hard for Otaku 1

AKASHA : Wotakoi : Love is Hard for Otaku 1

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Wotakoi: Love Is Hard for Otaku adalah seri web manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Fujita. Tokoh utamanya adalah Narumi, seorang pekerja kantoran yang menyembunyikan gaya hidup fujoshinya, dan Hirotaka, seorang karyawan perusahaan yang tampan dan cakap yang merupakan otaku. Keduanya tampak sempurna untuk satu sama lain, tetapi cinta sulit untuk seorang otaku. Yuk, kita simak ceritanya dalam komik Wotakoi : Love is Hard for Otaku volume 1!

Wotakoi : Love is Hard for Otaku merupakan judul dari sebuah komik yang ditulis oleh Fujita. Komik ini menghadirkan kisah cinta yang sangat rumit antara dua karakter yaitu Narumi Momose yang merupakan seorang otaku sekaligus maniak game dan gadis cantik bernama Hirotaka Nifuji. Komik ini memiliki alur cerita yang mampu membuat pembaca ikut mengalir dengan kisah yang dihadirkan, pembaca akan merasakan keseruan yang tidak biasa. 

 

3. I Came to Be Married to the Demon (Bind Up)

I Came to Be Married to the Demon (Bind Up)

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

“Maukah kamu tinggal sementara di sini sebagai istriku?” Sang Oni, siluman gunung, menawarkan itu pada gadis desa yang dipersembahkan padanya sebagai tumbal. Bukannya memakan sang gadis, dia malah menawarkan tempat untuk tinggal, dan bahkan menamai gadis itu, “Hinata”. Dari sana, mereka berdua hidup bersama sebagai suami istri.

 

Written by Laura Saraswati