Hello Habits – Fumio Sasaki adalah seorang tokoh minimalisme asal Jepang yang dikenal luas melalui bukunya yang berjudul Goodbye, Things. Buku tersebut tidak hanya sukses di Jepang, tetapi juga mendapat sambutan hangat di berbagai negara setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 2017.
Di Indonesia, versi terjemahannya yang dirilis pada tahun 2018 oleh Gramedia Pustaka Utama juga berhasil menjadi salah satu buku best seller. Melalui buku ini, Sasaki membagikan kisah pribadinya dalam mengurangi kepemilikan barang hingga tinggal di apartemen yang nyaris kosong.
Dari pengalamannya, pembaca diajak memahami bahwa minimalisme tidak hanya berkaitan dengan benda, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan hingga tersisa hal-hal yang benar-benar esensial.
Fumio Sasaki kemudian kembali menghadirkan karya pengembangan diri yang mendapat apresiasi luas dari pembaca di berbagai belahan dunia. Dalam buku Hello Habits yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 30 Juni 2021, ia tidak hanya mengandalkan referensi ilmiah, tetapi juga merujuk pada sejumlah buku populer seperti Thinking, Fast and Slow, Grit, dan The Power of Habit yang membahas tentang kebiasaan. Gagasan-gagasan tersebut kemudian dirangkumnya menjadi 50 langkah praktis yang dapat langsung diterapkan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari.
Buat Grameds yang kesulitan dalam membuang kebiasaan buruk dan membangun kembali rutinitas yang baik, buku ini bisa menjadi pemandu yang menemani perjalananmu. Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik mampu memberikan inspirasi yang praktis untuk meningkatkan kualitas hidupmu!
Di bawah ini, Gramin sudah menuliskan sinopsis dan ulasannya, jangan sampai kelewatan informasi pentingnya ya!
Table of Contents
Profil Fumio Sasaki – Penulis Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Fumio Sasaki merupakan penulis, editor, sekaligus tokoh minimalis asal Jepang. Ia pernah menjabat sebagai salah satu pemimpin redaksi di Wani Books dan juga menjadi bagian dari tim pendiri situs Minimal & ism.
Saat ini, ia tinggal di sebuah apartemen kecil di Tokyo dengan luas sekitar 215 kaki persegi yang hanya berisi perlengkapan sederhana seperti kotak kayu kecil, meja, dan kasur futon lipat.
Sinopsis Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Penulis buku Goodbye, Things yang telah meraih kesuksesan internasional ini kembali membagikan pemikiran serta praktik yang membantu pembaca membangun hubungan yang lebih baik dengan kebiasaan, sekaligus mengarahkan diri menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Perubahan besar dalam hidup Fumio Sasaki terjadi setelah ia menjalani gaya hidup minimalis. Namun, ia menyadari bahwa gaya hidup tersebut tidak akan bertahan tanpa dibentuk menjadi kebiasaan. Kehidupan sehari-hari kita pada dasarnya dibentuk oleh kebiasaan, mulai dari rutinitas bangun pagi, pola makan dan minum, hingga usaha menjaga kebugaran. Melalui buku Hello, Habits, Sasaki menguraikan cara membangun kebiasaan baru yang diinginkan sekaligus menghilangkan kebiasaan yang tidak memberikan manfaat.
Berbekal teori dan strategi yang diambil dari kajian psikologi kognitif, neurosains, dan sosiologi, serta didukung contoh dari budaya populer dan pengalaman pribadinya, ia membahas berbagai kesalahpahaman umum tentang keteguhan hati dan bakat. Ia kemudian menyusun langkah-langkah yang dapat diikuti secara bertahap menuju keberhasilan.
Pada akhirnya, Sasaki menunjukkan bahwa siapa pun dapat menerapkan prinsip pembentukan kebiasaan yang tepat untuk mengembangkan diri dan membawa perubahan nyata dalam kehidupan.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Kelebihan Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik karya Fumio Sasaki yang ini digemari pembaca karena berisi informasi-informasi yang memberikan pengetahuan dan inspirasi.
Berikut beberapa kelebihannya:
- Tersaji dengan apik
Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik disusun dengan sangat baik dan terasa bahwa penulis memiliki referensi bacaan yang luas. Melalui isi buku, pembaca juga diperkenalkan pada kebiasaan dari sejumlah penulis besar. Gaya bahasanya ringan, mengalir, dan mudah dipahami. Terjemahannya pun terasa natural sehingga nyaman untuk dibaca tanpa kesan kaku.
- Berbasis referensi yang kredibel
Isi buku ini tidak hanya bersumber dari pengalaman pribadi penulis, tetapi juga didukung oleh berbagai teori dan konsep tentang pembentukan kebiasaan. Fumio Sasaki mengambil rujukan dari bidang psikologi kognitif, neurosains, dan sosiologi, serta melengkapinya dengan contoh dari budaya populer dan pengalaman nyata. Hal ini membuat informasi yang disampaikan terasa lebih meyakinkan dan dapat dipercaya.
- Ada rangkuman di setiap bab
Dengan jumlah halaman yang cukup tebal dan pembahasan yang terbagi ke dalam beberapa bab panjang, buku ini tetap mudah diikuti. Sasaki menyediakan rangkuman di setiap akhir bab yang membantu pembaca memahami inti pembahasan secara lebih jelas dan terstruktur.
- Kisah nyata yang menginspirasi
Sesuai dengan temanya, buku ini menggambarkan perjalanan nyata Fumio Sasaki dalam meninggalkan kebiasaan lama dan membangun kebiasaan baru. Proses perubahan tersebut tidak digambarkan sebagai sesuatu yang mudah, justru di situlah letak kekuatannya. Pengalaman pribadi penulis menjadi sumber inspirasi yang relevan bagi pembaca yang ingin melakukan perubahan serupa.
- Pendekatan yang tidak menggurui
Meskipun berangkat dari pengalaman pribadi, cara penyampaiannya tidak terasa menghakimi atau memaksa. Penulis justru mengajak pembaca untuk berpikir dan merenungkan sendiri isi pesannya, sehingga pembaca dapat menemukan makna yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Kekurangan Buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Meskipun buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik karya Fumio Sasaki menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa ditingkatkan lagi.
- Pembahasan yang melebar
Buku ini cenderung menyajikan banyak penjelasan dan contoh sebelum benar-benar sampai pada inti pembahasan. Hal ini membuat sebagian pembaca merasa fokus utama buku menjadi kurang jelas. Meskipun didukung oleh banyak referensi dan eksperimen, penyampaian yang lebih ringkas dan langsung pada poin utama mungkin akan membuat isi buku terasa lebih efektif.
- Samaran di balik panduan
Secara umum, buku ini membahas tentang pembentukan kebiasaan, tetapi terdapat kesan bahwa motivasi yang digunakan lebih menekankan pada rasa bersalah atau tekanan diri. Pendekatan seperti ini bisa terasa kurang nyaman bagi sebagian pembaca, karena lebih menonjolkan hukuman atau konsekuensi dibandingkan penghargaan sebagai pendorong perubahan.
Berapa Lama Kebiasaan Dibangun?
Banyak orang penasaran berapa lama waktu yang diperlukan untuk membentuk sebuah kebiasaan. Dalam berbagai literatur pengembangan diri yang juga dirujuk oleh Fumio Sasaki, tidak ada durasi pasti yang berlaku bagi semua orang. Namun, terdapat beberapa acuan waktu yang sering digunakan sebagai gambaran:
Sekitar 66 Hari
Sejumlah penelitian ilmiah yang sering dijadikan rujukan dalam studi pembentukan kebiasaan menunjukkan bahwa rata-rata seseorang membutuhkan waktu kurang lebih 66 hari hingga suatu perilaku dapat menjadi otomatis.
Rentang Waktu 18 hingga 254 Hari
Lama waktu pembentukan kebiasaan sangat bergantung pada tingkat kesulitan aktivitas yang dilakukan. Kebiasaan sederhana seperti minum air putih setiap hari biasanya lebih cepat terbentuk dibandingkan kebiasaan yang lebih kompleks seperti berolahraga secara rutin.
Aturan 21/90
Meskipun kerap dianggap sebagai penyederhanaan oleh sebagian ahli, konsep ini menyebutkan bahwa dibutuhkan 21 hari untuk mulai membentuk kebiasaan baru dan sekitar 90 hari untuk menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup yang menetap.
Fumio Sasaki juga menekankan bahwa konsistensi setiap hari jauh lebih penting dibandingkan seberapa besar usaha yang dilakukan.
Beberapa prinsip utama yang ia bagikan antara lain:
Mulai dari Hal Sangat Kecil
Tentukan target yang sangat mudah dilakukan sehingga hampir tidak ada peluang untuk gagal. Misalnya, cukup mulai dengan mengenakan pakaian olahraga tanpa harus langsung berolahraga.
Lakukan Setiap Hari
Menjalankan kebiasaan dalam frekuensi harian jauh lebih efektif dibandingkan melakukannya sesekali. Rutinitas yang dilakukan setiap hari akan lebih mudah tertanam.
Desain Lingkungan
Ciptakan kondisi yang mendukung kebiasaan baik. Contohnya dengan menempatkan matras yoga di tempat yang mudah terlihat agar memicu keinginan untuk langsung berlatih setelah bangun tidur.
Abaikan Bakat
Menurut Sasaki, keberhasilan bukan ditentukan oleh bakat semata, melainkan oleh kemampuan seseorang dalam membangun disiplin hingga menjadi kebiasaan yang berjalan secara otomatis.
Penutup
“Membentuk kebiasaan bukanlah hal yang sama dengan sekadar memahami suatu konsep secara sadar, seperti saat mendengarkan ceramah atau mengikuti seminar. Kebiasaan lahir dari praktik yang dilakukan berulang-ulang hingga secara perlahan membentuk ulang jalur saraf di dalam otak, menjadikannya bagian alami dari diri kita.”
Sekilas, daftar 50 langkah yang ditawarkan dalam buku Hello, Habits mungkin terasa banyak dan menantang. Namun, ketika mengikuti alurnya yang tersusun dalam beberapa bagian, pembaca akan menyadari bahwa setiap langkah memiliki peran penting.
Dalam bukunya itu, Fumio Sasaki tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga melengkapinya dengan contoh konkret serta pertimbangan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, buku ini tidak hanya mengajarkan kepada kamu perihal cara mengubah kebiasaan saja, tetapi juga turut mengajak kamu untuk memahami proses perubahan itu sendiri. Bahwa perubahan besar tidak terjadi secara instan, melainkan dibangun dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dari situlah, kebiasaan baru perlahan terbentuk dan membawa kita lebih dekat pada versi diri yang kita inginkan.
Bagaimana, Grameds, kamu tertarik untuk mendapatkan bukunya? Langsung saja dapatkan buku Hello Habits: Panduan Sosok Minimalis untuk Kehidupan yang Lebih Baik karya Fumio Sasaki di Gramedia.com ya!
Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang
Fumio Sasaki bukan ahli dalam hal minimalisme; ia hanya pria biasa yang mudah tertekan di tempat kerja, tidak percaya diri, dan terus menerus membandingkan diri dengan orang lain-sampai suatu hari, ia memutuskan untuk mengubah hidupnya dengan mengurangi barang yang ia miliki.
Manfaat luar biasa langsung ia rasakan: tanoa semua “barangnya”, Sasaki akhirnya merasakan kebebasan sejati, kedamaian pikiran, dan penghargaan terhadap momen saat ini. Sasaki memahami minimalisme sebagai “gaya hidup yang berarti kita mengurangi jumlah barang yang kita miliki sampai tingkat paling minimum.” Di bukunya ia menjelaskan, di masa lalu orang Jepang hidup minimalis.
Berdamai Dengan Kebiasaan Buruk: Memandang Kebiasaan Buruk Dengan Lebih Bijak
Kebiasaan buruk hanya akan menghancurkan karakter seseorang, menghancurkan karier, dan pada tahap tertentu bahkan bisa menghancurkan ikatan dengan sesama manusia, termasuk teman, keluarga, dan pasangan. Kebiasan buruk yang dibiarkan berlarut-larut mampu mengubah seseorang menjadi negatif.
Sayangnya, manusia dan kebiasaan buruk adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ibarat dua sisi mata uang, di mana ada kebiasaan baik, disitu juga pasti ada kebiasaan buruk. Manusia tidak bisa menyalahi kodrat sebagai makhluk yang dipenuhi cela.
Seni Mengubah Kebiasaan Buruk
Mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Sering kita menjumpai perokok akut ingin berhenti merokok, tapi tidak berhasil pada kesempatan pertama. Kebiasaan adalah hal yang terbentuk, bukan turun dari langit begitu saja. Mengubahnya bukan hal yang sederhana, meski terlihat gampang. Ketika Anda memiliki kebiasaan yang tidak sehat, dan dikaitkan dengan penyakit serius, mau tidak mau Anda harus mengganti kebiasaan Anda.
Sebuah kebiasaan terbentuk dari perilaku yang dilakukan secara terus-menerus selama minimal 30 hari. Melalui buku ini, kamu bisa lebih mawas dan sadar bagaimana kebiasaan dapat menghancurkan dirimu atau bagaimana kebiasaan juga dapat membantu dirimu meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Secara sederhana kebiasaan akan memberikanmu energi dan motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
- Alie Ishala Samantha Jdoraksa
- Archipelagos 2
- Babad Alas
- Can I Talk to You
- Cerita dari Digul
- Ego is The Enemy
- Exponential Leadership
- Garda Detak Antologi Gawat Darurat
- Healing and Recovery
- Hello Habits
- Hukum Internasional
- Karena Hidup Enggak Sebercanda Itu
- Ketika Quran Jatuh di Hati Hamba yang Merasa Biasa Karya
- Kisah Tanpa Akhir
- MIMS Vol 26
- Madilog
- Malam Terakhir
- Nasib Publik dalam Republik
- No Longer Human
- Pelabuhan Hati
- Put Your Dream to the Test
- Ranah 3 Warna
- Revenge Club 2
- Sang Eksekutor
- Si Anak Spesial
- Stop Ovethinking
- Supertrader
- The Art of Dealing with People
- The Floating World
- Untukmu Manusia Favoritku
- Value Investing
- Warisan Dua Dunia
- Why Light and Sound





