in

Yuk, Pahami Love Languages Supaya Hubunganmu Makin Awet!

pexels

Love Languages – Bicara perihal cinta, mungkin emang tak akan ada habisnya. Mulai dari seseorang jatuh cinta, hingga merasakan patah hati yang hebat. Tentunya, tiap-tiap orang bisa dibilang memiliki definisinya tersendiri soal cinta beserta dengan cara mengekspresikan cintanya yang berbeda-beda, yang biasa disebut dengan love languages.

love languages
pexels

Bagi Grameds yang punya pasangan, Grameds mungkin pernah berpikir, “Kira-kira dia merasa senang gak ya dalam hubungan ini?”. Serta, “Bisa gak ya aku membahagiakan dia?”. Selain itu, kalian berdua terkadang mungkin masih merasa bingung dalam memahami diri masing-masing. Alhasil, berbagai pertanyaan dan rasa cemas kerap muncul dalam hubungan tersebut.

Melihat fenomena tersebut, sebetulnya tidak ada yang salah. Bagi yang telah memiliki pasangan, rasa cemas seperti itu dapat dibilang sebagai hal yang wajar saja. Tinggal bagaimana pasangan tersebut bisa mengomunikasikan rasa cemas tersebut satu sama lain dengan baik. Serta tak salah juga bagi mereka yang memiliki hobi bucin. Karena mungkin dengan melalui cara demikianlah mereka dapat mengekspresikan rasa sayangnya kepada satu sama lain.

Jika Grameds kerap merasakan atau bahkan mempertanyakan hal tersebut, Grameds sedang berada di posisi yang tepat! Pada tulisan kali ini, gramedia.com akan membahas mengenai cara seseorang untuk mengekspresikan perasaan cintanya kepada orang lain atau yang juga sering disebut sebagai love language. Penasaran? Mari, simak artikel terkait love languages sampai habis!

Apa Itu Bahasa Cinta atau Love Languages?

love languages
pexels

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan bahasa cinta atau love languages itu? Mendengar istilah tersebut, mungkin Grameds langsung berpikir, “Memangnya ada ya bahasa cinta dalam kehidupan sehari-hari?”. “Terus jika ada, emang dimana tempat kursus untuk belajar bahasa tersebut?”. Jawabannya ada, lho!

Nah, konsep love language atau bahasa cinta sendiri diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang penulis buku Five Love Language yang berasal dari Amerika. Ia membedah lebih lanjut mengenai prinsip komunikasi dalam suatu hubungan. Berdasarkan dari situ, Dr. Gary memperkenalkan sebuah bahasa cinta yang bisa diaplikasikan ke berbagai jenis hubungan. Bisa dalam hubungan romantis, keluarga, maupun pertemanan.

Intinya, love language atau bahasa cinta adalah sebuah cara bagi individu untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada idividu yang lain. Hal demikian tak melulu mengenai hubungan romantis. Melainkan juga bisa diterapkan ke berbagai hubungan lain. Jika love language tidak didapatkan, seseorang akan berkemungkinan untuk merasa tidak dicintai dengan baik.

words of love - love languages

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahasa cinta diri sendiri serta orang yang dicintai. Kenapa? Tentunya supaya hubungan yang sedang dijalani bisa menjadi hubungan yang sehat. Grameds ingin kan supaya hubungan Grameds bisa awet serta kalian dapat saling mencintai dan benar-benar merasa dicintai?

Ketahui Love Languages Diri Sendiri

love languages
pexels

Mungkin muncul pertanyaan di pikiran Grameds, “Untuk apa sih aku paham tentang bahasa cinta?”, “Kayaknya tanpa bahasa tersebut hubunganku sama si dia tetap lancar dan romantis”. Hal tersebut mungki benar, tetapi Grameds mungkin tidak mengetahui bahwa sebenarnya pasangan Grameds merasa puas atau tidak di dalam hubungan yang tengah dijalani. Bisa aja selama ini dia hanya berpura-pura bahagia supaya tidak menyakiti perasaan Grameds.

Nah, Dr. Gary Chapman telah membagi love language menjadi lima jenis. Berikut merupakan lima jenis bahasa cinta atau love languages yang mungkin Grameds miliki:

1. Words of Affirmation

Bahasa cinta yang pertama ini untuk Grameds yang senang mendengar kalimat-kalimat positif seperti pujian, apresiasi, dan juga kalimat yang mengekspresikan rasa sayang. Kalimat tersebut menjadi dasar keyakinan bahwa pasangan Grameds benar-benar mencintai diri Grameds dengan sepenuhnya.  Misalnya, Grameds merasa senang ketika pasangan berkata “Aku sayang banget sama kamu”.

Selain itu, kalimat apresiasi seperti “Makasih banyak ya sayangku, kamu sudah membuat aku bahagia selama ini” merupakan kalimat yang paling ditunggu bagi Grameds yang memiliki bahasa cinta words of affirmation. Karena dengan hal tersebut Grameds menjadi merasa diapresiasi atas usaha yang telah dilakukan. Mungkin terdengar sedikit klise sih. Akan tetapi, tidak ada yang salah dengan jenis love language satu ini.

2. Quality Time

Bagi Grameds yang senang menikmati waktu bersama dengan orang tercinta, dapat dikatakan bahwa Grameds mempunyai love language yang satu ini! Bahasa cinta yang satu ini berfokus pada kualitas waktu yang dihabiskan bersama dengan pasangan, seperti menghabiskan waktu tanpa gadget ketika pergi bersama misalnya. Dengan begitu, rasa cinta Grameds bisa terpenuhi karena berhasil menghabiskan waktu bersama dengan orang yang dicintai.

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi Grameds yang memiliki bahasa cinta quality time. Saat bersama pasangan, Grameds dapat berbagi berbagai hal yang Grameds dan pasangan lalui di hari tersebut. Mulai dari cerita, bercanda bersama, hingga membicarakan hal yang serius. Harapannya, komunikasi tersebut dapat menjaga hubungan antara Grameds dengan pasangan!

3. Receiving Gifts

Love language satu ini tak melulu soal pemberian kado yang mewah dan mahal. Melainkan lebih ke arah makna dari pemberian kado tersebut. Buat Grameds yang memiliki bahasa cinta ini, Grameds mungkin merasa bahwa kado sebagai bentuk kasih sayang yang diberikan olehnya. Misalnya, pasangan Grameds membelikan baju baru. Nah, di sini Grameds tidak peduli berapa harga dari baju tersebut. Baik murah atau mahal pun, yang terpenting ialah niat serta rasa ikhlas dan tulus waktu membelinya, ditambah dengan ada makna tersendiri bagi Grameds dari pemberian tersebut.

4. Acts of Service

Bagi mereka yang memiliki love language satu ini, kata-kata seperti “i love you” menjadi gak terlalu berarti bagi Grameds. Melainkan lebih ke arah “Talk less do more” atau tak sekadar omongan belaka. Nah, bagaimana pasangan Grameds memperlakukan diri Grameds lah yang paling penting. Mulai dari hal kecil, sampai hal besar. Dengan begitu, Grameds bakal merasa dicintai dengan baik oleh pasangan. Misalnya, Grameds seneng ketika pasangan Grameds mengantar pulang ke rumah. Karena mungkin pasangan Grameds masih ingin memastikan bahwa Grameds selamat sampai dirumah. Dengan begitu, Grameds akan merasa dicintai dengan sepenuh hati oleh dia. Serta memupuk lebih rasa cinta Grameds dengan dirinya.

5. Physical Touch

Bahasa cinta satu ini bukan berarti Grameds dengan pasangan melakukan hal yang mesum, loh! Melainkan sebagai bentuk afeksi dari pasangan kepada diri Grameds. Seperti misalnya: berdekatan dengan pasangan, menggenggam tangannya, hingga memeluknya dengan tulus. Alhasil, Grameds akan merasa dicintai sepenuh hati oleh pasangan.

Nah, kira-kira begitu lima jenis love language yang ada. Tentunya tiap-tiap orang mempunyai bahasa cintanya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Grameds mengetahui apa sebenarnya love language Grameds dan pasangan. Supaya tercipta rasa nyaman serta kepuasan dalam hubungan kalian berdua!

Bagaimana Cara Mengetahui Love Language Orang yang Dicintai?

pexels

Sampai sini mungkin Grameds akan bertanya, “Bagaimana jika ternyata love language-ku dengan pasangan berbeda?”, “Apakah tandanya aku sama dia tidak cocok untuk bersama?”. Nah, bukan berarti jika love language antara kalian berdua berbeda kalian tidak cocok. Tinggal bagaimana Grameds dan dia saling mengkomunikasikan bahasa cinta yang dimiliki.

Nah, dikutip dari lifehack, ada beberapa tips yang dapat Grameds lakukan untuk mengkomunikasikan perbedaan love language Grameds dengan pasangan. Di antaranya:

1. Kenali Pasangan Lebih Dalam

Grameds dapat mencoba mencari tahu apa yang membuat pasangan Grameds merasa terpenuhi dalam hubungan. Untuk itu, Grameds perlu mencari tahu hal-hal berikut:

  • Apa yang membuat dirinya bahagia dan tidak?
  • Apa yang ia inginkan dan harapkan dalam sebuah hubungan?
  • Bagaimana ia ingin diperlakukan dalam hubungan?

Selain mencari tahu hal tersebut, lo juga bisa meminta pasangan lo buat mengisi quiz online tentang love language. Tentunya untuk mengetahui love language masing-masing. Serta dapat mengenali masing-masing lebih dalam.

2. Pelajari Bahasa Cinta Pasangan

Grameds bisa mencoba mempelajari love language pasangan Grameds setelah mengetahuinya dengan pasti. Seperti bagaimana dirinya senang diperlakukan. Hal demikian tentunya untuk membuat pasangan Grameds menjadi merasa terpenuhi dalam hubungan kalian berdua supaya menjadi pasangan yang baik!

Misalnya, pasangan Grameds mempunyai love language words of affirmation. Nah, Grameds dapat mencoba untuk sering-sering menyampaikan ungkapan kasih sayang serta apresiasi kepada pasangan. Seperti mengatakan “I love you” sebelum tidur. Harapannya, pasangan Grameds akan merasa dicintai dengan baik oleh Grameds tentunya.

3. Diskusikan Perbedaan Bahasa Cinta Antar Pasangan

Terakhir, Grameds bisa mencoba untuk mendiskusikan perbedaan love language Grameds dengan pasangan. Tentunya hal ini mungkin tidak mudah untuk dilakukan. Tapi percayalah, dengan begini tingkat kepuasan hubungan akan jauh semakin meningkat.

Misalnya, love languages Grameds quality time. Sedangkan pasangan Grameds adalah physical touch. Nah, Grameds bisa banget belajar bagaimana cara memanjakan dia dengan baik serta sopan tentunya. Sebaliknya, pasangan Grameds bisa belajar untuk lebih menghargai waktu yang dihabiskan ketika sedang bersama. Alhasil, kepuasan hubungan berdua akan turut meningkat seiring dengan kalian berdua memahami satu sama lain!

Penting untuk Grameds ketahui bahwa love language hanyalah salah satu cara bagi Grameds buat menyampaikan rasa cinta kepada pasangan. Mungkin saja Grameds memiliki cara lain yang lebih cocok dalam hubunga. Tentunya, hal demikian sah-sah saja. Karena yang terpenting Grameds dan pasangan merasa terpenuhi dalam menjalin hubungan bukan?

Cara Supaya Hubungan Tetap Awet

pexels

Selain memahami love language, ada berbagai hal lain yang perlu dilakukan supaya hubungan Grameds bisa berhasil untuk awet nan romantis. Grameds harus melakukan beberapa hal untuk bisa mendapatkan hubungan awet. Apa saja? Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tips hubungan awet yang disarankan oleh para ahli untuk Grameds dan pasangan.

1. Bangun tujuan dan hadapi kenyataan bersama

Bangun makna serta tujuan dalam hubunganmu bersama pasangan. Disadur dari laman Psychology Today, bicarakan bersama pasangan mengenai berbagai hal yang terjadi di dalam hubungan. Mulai dari hal-hal yang dengan bersama diinginkan dalam hubungan, berbagai hal yang kalian khawatirkan mungkin akan terjadi di dalam hubungan, dan sebagainya. Pertimbangkan mengenai pikiran serta perasaan baik milikmu maupun pasangan, serta berbagai aspek lainnya yang bahkan ada di luar hubungan. Ketika menyadari bahwa diri Grameds sendiri menjauh dari sebagian aspek nyata, tandanya Grameds perlu untuk meningkatkan fokus pikiran dan kembali ke tujuan utama dalam hubungan.

Hal-hal yang Grameds jauhi, kebenaran yang Grameds elakkan, adalah macam-macam hal yang akan merusak hubungan di masa depan. Para ahli menyarankan bahwa ada baiknya untuk selalu menghadapi kenyataan dan membicarakannya pada saat itu juga daripada membiarkan hal tersebut menghalangi kebahagiaan hubungan untuk kedepannya.

2. Berlatih mendengarkan perasaan satu sama lain

Saat berkomunikasi dengan pasangan, janganlah sekadar mendengar hal yang pasangan ucapkan secara lisan. Dengarkan juga emosi yang tersirat yang ada di balik tiap-tiao kata yang ia ucapkan. Sadari keadaan perasaannya, mungkinkah ia sedang stres? Sedang kebingungan? Dan hal lain sebagainya.

Perhatikan pada nada bicara, bahasa tubuh, dan berbagai hal lain yang tidak disampaikan secara lisan maupun dalam bentuk kata. Kemampuan embaca perasaan ini bisa meningkatkan kemampuan mengerti pasangan serta memberikan respons yang tepat, dan bisa membawa ke arah hubungan yang lebih baik.

3. Saling percaya

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa rasa percaya merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan hubungan yang awet dan bahagia. Karena itu, Grameds perlu membangun rasa saling percaya dalam hubungan. Ketika rasa percaya telah terbangun, Grameds dan pasangan perlu untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan tersebut.

Ketika sedang berusaha untuk membangun kepercayaan, mulai dengan berbagi informasi di antara Grameds dan pasangan mengenai kepercayaan. Tunjukkan kelemahan serta keterbukaan pada pasangan, berbagi rahasia, dan tulus berkompromi dengannya. Apabila pasangan menunjukkan bahwa dirinya bisa dipercaya, hal tersebut menjadi tanda yang cukup bahwa dia mau berkomitmen dalam hubungan. Jika tidak, Grameds perlu mengevaluasi kembali level komitmen dalam hubungan karena kalian berdua akan sulit untuk awet bersama.

4. Menghormati batasan dan ruang pribadi

Untuk mendapatkan rasa percaya, Grameds dan pasangan perlu untuk menghargai batasan dan ruang pribadi masing-masing. Komunikasi itu perlu dan menghabiskan waktu bersama juga bisa membangun keintiman di antara kalian. Meski demikian, memberikan waktu untuk menjalani kehidupan pribadi dan memiliki waktu untuk menikmati privasi adalah hal yang bisa mendatangkan kebahagiaan dalam hubungan. Hal ini bisa membangun kepercayaan di antara kalian berdua sekaligus membuat hubungan menjadi semakin awet.

5. Memiliki konflik yang sehat

Faktanya, konflik bisa membuat hubungan mejadi awet, lho! Akan tetapi, Grameds membutuhkan strategi untuk dapat mengubah sebuah pertengkaran bersifat lebih sehat dan berakhir dengan bonding yang lebih kuat. Caranya yakni dengan selalu mendiskusikan masalah dengan kepala dingin. Awali pembicaraan dengan menekankan kepedulian Grameds pada pasangan dan hubungan. Hindari menyalahkan dalam hubungan dan selalu bersikap tulus dalam mengartikan sikap pasangan.

Jangan keras kepala dan selalu terbuka pada kemungkinan untuk mengubah pendapat apabila menemukan adanya kekurangan. Minta maaf dengan tulus nan sepenuh hati ketika menyadari ada kesalahan. Hindari untuk berfokus pada masa lalu serta pikirkan cara untuk membangun kembali ikatan emosi yang sempat terputus karena adanya konflik.

6. Berkompromi

Masing-masing pribadi mempunyai kebutuhan yang ingin diprioritaskan. Karena itu, seimbangkan antara kebutuhan serta keperluanmu dengan pasangan. Apabila ada perdebatan mengenai hal ini, cobalah berkompromi untuk menemukan jalan tengah yang kalian berdua setujui. Saling mengerti dan saling mengalah merupakan jalan untuk selalu awet dalam hubungan.

Ingat, relationships are all about give and take alias harus selalu bersifat dua arah. Tidak bisa hanya untuk memuaskan salah satu pihak saja. Maka dari itu, yuk coba memahami love language antara Grameds dengan pasangan. Tentunya, untuk menciptakan hubungan yang membangun dan berkembang!

Itulah tips awet yang bisa Grameds lakukan dengan pasangan untuk membuat kisah kasih menjadi lebih awet sepanjang usia. Tak sulit, ‘kan, memiliki hubungan awet?

 

Baca juga :

Quotes Tentang Mencintai Diri Sendiri (Self-Love)

Rekomendasi Novel Romantis Cinta Terbaru

Tanda-Tanda Kamu Sedang Jatuh Cinta, Apa Saja?

Apa itu Cinta Monyet? Ini Ciri-cirinya Anda Sedang Cinta Monyet

13 Ciri-Ciri Wanita yang Menutupi Perasaan Cintanya



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien