in

Kenali Penyebab Susah Tidur Menurut Islam dan Cara Mengatasinya

Penyebab susah tidur menurut Islam – Hai sahabat Grameds, apakah kalian termasuk sebagai orang yang sering kali berjuang tiap malam agar bisa tidur nyenyak?

Perlu digarisbawahi kalau setiap orang mempunyai jam tidurnya yang tidak selalu sama. Meski begitu, jam tidur yang normal adalah 7-8 jam. Jika kamu termasuk orang yang sulit tidur malam dengan nyaman, maka sebaiknya segera cara tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Jika belum mengetahui penyebab susah tidur menurut Islam dan cara mengatasinya, maka kamu bisa simak artikel ini sampai selesai, Grameds. Jadi, tetap simak artikel ini sampai selesai, ya.

Insomnia 

Permasalahan penuh emosi, semacam tekanan pikiran, keresahan, serta tekanan mental menimbulkan separuh dari seluruh permasalahan tidak bisa tidur. Selain itu, bagi sebagian orang yang terlalu sibuk, biasanya akan sulit untuk tidur di malam hari secara normal. Seseorang yang sulit merasakan tidur di malam hari secara normal, biasanya disebut sebagai orang yang sedang mengalami insomnia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), insomnia adalah keadaan tidak dapat tidur karena gangguan jiwa. Dalam hal ini, gangguan jiwa yang dimaksud, seperti stres, tekanan mental, dan sebagainya. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa penyebab susah tidur biasanya berkaitan dengan kondisi kejiwaan dan pikiran dari masing-masing individu.

Selain disebabkan karena adanya gangguan jiwa, ternyata penyebab seseorang insomnia bisa disebabkan karena adanya gangguan kesehatan. Misalnya sedang mengalami sakit maag, ginjal, kanker, dan sebagainya. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kalau insomnia ini bisa disebabkan karena adanya gangguan kesehatan fisik atau gangguan kesehatan jiwa. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui lebih banyak tentang insomnia. Jika kamu ingin memperdalam pengetahuan tentang insomnia, maka bisa mencari tahunya di buku  Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya. Melalui buku ini, pembaca akan lebih mudah dalam mengatasi insomnia.

Penyebab Susah Tidur Menurut Islam

Dirangkum gramedia.com yang diambil dari laman popmama.com, penyebab susah tidur menurut Islam ada beberapa, antara lain:

1. Memakai Pakaian Tidur yang Tidak Nyaman

Baju yang digunakan saat tidur apabila tidak nyaman, maka bisa membuat seseorang kesulitan tidur. Dalam hal ini, pakaian yang tidak nyaman bisa dikarenakan bahan yang terlalu panas atau tidak menyerap keringat dengan baik.

2. Sedang Memikirkan Banyak Masalah

Penyebab susah tidur menurut Islam berikutnya adalah sedang memikirkan banyak masalah. Benar sekali, semakin banyak masalah yang sedang dipikirkan, maka seseorang pun akan tidak fokus untuk tidur, melainkan lebih fokus untuk mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

3. Kurang Olahraga

Kurang olahraga secara rutin, bisa menjadi penyebab susah tidur menurut Islam. Hal ini bukan tanpa alasan karena jarang olahraga bisa membuat badan menjadi lebih cepat lelah.

4. Makan Terlalu Banyak

Dalam Islam, sangat dianjurkan kalau makan secukupnya. Oleh sebab itu, sudah seharusnya untuk kamu jangan makan terlalu banyak. Hal ini karena selain tidak baik untuk kesehatan, makan terlalu banyak bisa membuat seseorang menjadi susah tidur.

Nah, itulah beberapa penyebab susah tidur menurut Islam. Setelah mengetahuinya, sebaiknya kamu jangan melakukan beberapa hal tersebut, sehingga kamu pun bisa tidur dengan nyaman dan pastinya sesuai dengan jam tidur.

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih banyak tentang cara mengatasi insomnia melalui buku Cara Jitu Mengatasi Insomnia. Buku ini menggunakan bahasa yang sederhana, sehingga semua cara-cara mengatasi insomnia dalam buku ini mudah untuk dipahami sekaligus dipraktikkan.

 

Cara Menghindari Insomnia dalam Pandangan Islam

pixabay

Setelah Grameds mengetahui penyebab susah tidur menurut Islam, maka pada pembahasan ini, kita akan membahas tentang cara menghindari insomnia dalam pandangan Islam. Berikut ini beberapa cara menghindari insomnia yang perlu kamu ketahui.

1. Membaca Doa

Insomnia itu sendiri juga pernah dialami oleh salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Zaid bin Tsabit r.a., yang terdapat dalam kitab Ibnus Sunni. Dalam kitab tersebut diceritakan bahwa Zaid bin Tsabit kerap mengalami gangguan insomnia dan mengeluahkannya kepada Nabi SAW. Nabi lantas mengajari sahabatnya itu sebuah doa untuk terlepas dari gangguan sulit tidur, yakni:

“Allahumma ghorotin nujuum, wa hadaatil ‘uyuun, wa anta hayyul qoyyum, laa ta khudzuka sinatun wa laa naumu, ya hayuu ya qoyyum, ahdi laily wa anim ‘ainy.”

Artinya: “Ya Allah, bintang-bintang telah meredup, dan mata pun telah melemah, sedang Engkau Maha Hidup lagi tak bersandar kepada siapa pun. Engkau tidak pula mengantuk dan tidak pula tertidur, wahai dzat yang Maha hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-makhluknya, tenangkanlah malamku dan pejamkanlah mataku.”

Sahabat Nabi SAW lainnya yang juga mengalami insomnia ialah Khalid bin Walid Al Makhzumi r.a. Dalam hadits riwayat at Tirmidzi, ketika mendengar keluhan sahabatnya itu, Nabi SAW mengajarinya sebuah doa yang berbunyi: “Allahumma rabbi smawaati sab’i wa maa adzolat wa rabbal arodliyna wa maa aqollat wa robba syayaatini wa maa addollat kun liy jarroo min syarri kholqika kullihim jamiy’an, an yafrutho ‘alayya ahadu minhum au anyabgiya ‘azzaa jaaruka was jalla tsnaauka walaa ilaaha ghoiruka la Ilaha Illa anta.”

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pencipta tujuh langit dengan segala yang dinaunginya, Tuhan pencipta seluruh jagat dengan segala apa yang dikandungnya, Tuhan pencipta setan-setan dengan segala yang disesatkannya, jadilah Engkau ya Allah pendamping yang melindungiku dari segal kejahatan yang akan diperbuat makhluk-makhlukmu kepadaku, atau siapa saja yang ingin menyakitiku atau menyerangku, Maha tinggi Engkau dan tidak ada tuhan selain Engkau.”

2. Berwudhu

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan salat.” (HR. Al-Bukhari)

Sebelum tidur, Nabi Muhammad SAW punya kebiasaan berwudhu. Tujuan dari berwudhu ini adalah agar bisa mendapatkan rasa tenang. Selain itu, berwudhu sebelum tidur bisa membuat seseorang terhindar dari mimpi buruk.

3. Tidur Setelah Shalat Isya

Cara menghindari dalam pandangan Islam berikutnya adalah melakukan shalat Isya sebelum tidur. Hal ini bisa menjadi tanda kalau seorang muslim lebih memilih mengutamakan kewajibannya terlebih dahulu.

4. Membaca Pesan Pendek

Membaca pesan pendek semacam Al- Ikhlas, An- Nas, serta Al- Falaq lebih direkomendasikan dalam Islam. Perihal ini bisa memberikan kenyamanan hati, menghindari dari kendala setan serta mimpi kurang baik, dan menjauhkan seseorang dari kecemasan.

Dalam Al- quran pesan Ar Rad bagian 28, Allah SWT berfirman:” Banyak orang yang beragama serta batin mereka jadi aman dengan berdoa bertahlil( mengenang) Allah. Ketahuilah, cuma dengan mengenang Allah batin jadi aman.”( QS Ar Rad: 28).

Oleh sebab itu, bagi seorang muslim dianjurkan agar membaca doa dan surat pendek sebelum tidur. Dengan begitu, tidur pun akan menjadi lebih nyenyak, sehingga menjadi lebih semangat ketika di pagi hari.

5. Posisi Tidur

Islam menyarankan umatnya buat menggeletakkan badan ke arah kanan (mengarah kiblat) kala tidur. Perihal ini dicoba kala membuka tidur. Di sisi itu, Islam tidak menyarankan buat tidur dalam posisi telungkup ataupun menelungkup. Tidak hanya dikira selaku posisi tidur setan, perihal ini bisa membuat nafas tidak mudah serta mengusik kesehatan jantung.

Bagi kamu yang mengalami kesulitan tidur, sebaiknya segera diatasi. Ha ini karena insomnia bisa menjadi pemicu beberapa penyakit atau bahkan bisa membuat seseorang kurang semangat dalam menjalani aktivitas di pagi hari. Buku dengan judul Waspada! Susah Tidur ini bisa dijadikan panduan agar bisa mengatasi insomnia atau kesulitan tidur malam secara baik.

Adab tidur Menurut Imam Al-Ghazali

pixabay

Setelah sobat Grameds mengetahui cara mengatasi insomnia menurut Islam, sobat juga harus mengetahui adab tidur yang dirangkum oleh imam Al-Ghazali seorang tokoh ulama di bidang tasawuf, dapat diuraikan keempat adab tidur sebagai berikut:

1. Bersuci sebelum tidur

Siapa pun yang hendak tidur sebaiknya memastikan diri bahwa anggota badannya telah bersih baik dari kotoran-kotoran seperti tanah atau lumpur, sisa makanan dan sebagainya. Hal ini sangat baik apabila dilakukan dengan cara berwudhu sekaligus untuk bersuci dari hadats kecil.

2. Tidur di atas sisi kanan

Dalam hal ini, yang dimaksud dengan tidur ke arah kanan adalah agar memposisikan perut lebih baik, sehingga tidur pun menjadi lebih nyaman. Selain itu, dengan tidur mengarah ke kanan, maka bisa melindungi jantung agar tidak tertekan dari organ tumbuh dengan yang lainnya.

3. Berdzikir kepada Allah ‘azza wajalla hingga tidur

Dzikir merupakan obat penenang hati atau suasana batin sebagaimana firman Allah swt di dalam Al-Quran, surah ar-Ra’du, ayat 28: “Alâ bidzikrillâhi tathmainnul qulûb (hanya dengan mengingati Allah, hati menjadi tenteram).”    Untuk itu, siapa pun sebaiknya berdzikir kepada Allah SWT hingga ia tidur. Bacaan dzikir bisa berupa Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, Surah An-Nas dan Surah Al-Mulk (lihat Bidâyatul Hidâyah karya Imam al-Ghazali, dalam Majmû’ah Rasâil al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 406).

Jika tidurnya berlanjut dan tak pernah bangun karena ternyata meninggal dunia, maka insya Allah ia tergolong husnul khatimah.  Adapun contoh doa pendek yang umum dibaca sebelum tidur di kalangan awam dengan menukil dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muslim (Shahih Muslim, 6887) adalah sebagai berikut:

Allâhumma! Bismika ahyâ wa bismika amût. Artinya: “Ya Allah! Dengan Nama-Mu, aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati.”    Adapun contoh doa agak panjang yang dinukil sebagian dari doa panjang sebagaimana direkomendasikan oleh Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Bidâyatul Hidâyah sebagaimana telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut:

Bismika rabbî wadha’tu janbî wabismika arfa’uhu faghfirlî dzanbî. Allahuma qinî ‘adzâbaka yauma tab’atsu ‘ibâdaka. Allâhumma bismika ahyâ wa amût, Allâhumma innî a‘udzubika min-syarri kulli dzî syarrin. Wa min syarri kulli dâbbatin anta âkhidzun binâshiyatihâ, inna rabbî ’alâ shirâthin mustaqîm.

Artinya: “Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, kuletakkan rusukku dan dengan nama-Mu pula kuangkat tulang itu serta ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah semoga engkau menjagaku dari adzab-Mu pada hari dimana engkau membangkitkan hamba – hamba-Mu.  Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang memiliki keburukan serta dari kejahatan setiap yang melata. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku berada di jalan yang lurus.”

Untuk kamu yang ingin mendalami tentang dzikir, maka bisa mencari tahunya dalam buku Dzikir. Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, tetapi tetap sesuai ajaran Islam, sehingga buku ini cocok dibaca oleh para pemula yang mendalami tentang dzikir.

4. Berdoa dan memuji Allah SWT ketika bangun tidur 

Begitu kita bangun tidur, hal pertama yang kita lakukan adalah berdoa. Dalam posisi duduk tenang sambil memulihkan kesadaran dan keseimbangan badan, kita dapat mengucapkan doa bangun tidur yang diawali dengan bacaan hamdalah untuk memuji Allah SWT. Doa itu sebagaimana dinukil dari hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari (Sahih Bukhari, 6314) adalah   sebagai berikut: Alhamdulillâhil ladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa iliahin nusyûr.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada Allah kami akan dibangkitkan.” Begitu kita bangun tidur, hal pertama yang kita lakukan adalah berdoa. Dalam posisi duduk tenang sambil memulihkan kesadaran dan keseimbangan badan, kita dapat mengucapkan doa bangun tidur yang diawali dengan bacaan hamdalah untuk memuji Allah swt.

Keempat adab tersebut hendaknya dapat dilakukan secara utuh setiap kali akan tidur dan ketika bangun. Jika hari diawali dengan hal-hal positif, maka hal-hal positif lainnya akan mengikuti sepanjang hari itu hingga saatnya tidur kembali. Demikianlah Imam al-Ghazali memberikan nasihatnya untuk dapat kita amalkan dengan sebaik-baiknya.

Jika, para orang tua ingin mengajarkan adab tidur kepada anaknya, maka buku Adab Sebelum Tidur  bisa dijadikan sebagai panduannya. Terlebih lagi, buku ini memiliki beberapa ilustrasi yang cukup menarik, sehingga akan mudah dipahami oleh anak-anak.

 

Dari semua pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa penyebab susah tidur ini disebabkan karena adanya gannguan pikiran atau jiwa dan gangguan kesehatan. Demikian penjelasan penyebab susah tidur menurut Islam. Dari semua pembahasan di atas, semoga saja bermanfaat untuk kamu. Selain itu, kamu jadi lebih mudah dalam menerapkan pola tidur yang sehat.

Bagi Grameds yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang adab tidur ataupun lainnya dapat membaca buku-buku terkait dengan mengunjungi Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Mochamad Aris Yusuf

Rujukan:

  • https://www.rctiplus.com/news/detail/gaya-hidup/2187025/5-cara-mengatasi-insomnia-menurut-islam/
  • https://umma.id/post/amalkan-doa-ini-jika-mengalami-insomnia-291074?lang=id
  • https://sindikasi.republika.co.id/berita/q1z4sc366/doa-rasulullah-jika-mengalami-insomnia
  • https://republika.co.id/berita/q1z4sc366/doa-rasulullah-jika-mengalami-insomnia/
  • https://artikel.rumah123.com/10-amalan-sebelum-tidur-yang-dianjurkan-rasulullah-umat-islam-wajib-tahu-129763/
  • https://katadata.co.id/agung/berita/6244137d041a2/5-cara-mengatasi-insomnia-menurut-islam
  • https://www.bing.com/ck/a?!&&p=dd0a227166e7e415JmltdHM9MTY3MTQwODAwMCZpZ3VpZD0zNTExMjI0My05N2MzLTY0NjctMWVmNS0zMGMzOTZlYjY1ZmMmaW5zaWQ9NTE0NQ&ptn=3&hsh=3&fclid=35112243-97c3-6467-1ef5-30c396eb65fc&psq=%22Penyebab+gangguan+tidur+seorang+muslim+bisa+berasal+dari+kegelisahaan+karena+belum+menunaikan+kewajiban+salat+isya.%22&u=a1aHR0cHM6Ly91amlhbnNla29sYWgub3JnL3BlbnllYmFiLXN1c2FoLXRpZHVyLWRhbGFtLWlzbGFtLw&ntb=1
  • https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/empat-adab-tidur-menurut-imam-al-ghazali-lm8AH/
  • https://www.murianews.com/2022/08/18/309594/ini-panduan-tidur-yang-disarankan-dalam-islam
  • https://www.popmama.com/community/groups/life/random-chat/penyebab-susah-tidur-menurut-islam-dan-cara-mengatasinya


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy