in ,

Houthi Negara Mana? Kenali Kelompok Politik Bersenjata dari Yaman

Houthi negara mana – Houthi merupakan kelompok politik dan bersenjata yang berasal dari Yaman, sebuah negara di kawasan Timur Tengah. Kelompok ini muncul di wilayah Yaman bagian utara dan kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dalam konflik politik di negara tersebut. Sejak merebut ibu kota Sanaa pada 2014, Houthi menguasai sejumlah wilayah di Yaman dan menjadi salah satu aktor penting dalam dinamika keamanan kawasan.

Keberadaan Houthi kerap menjadi sorotan internasional karena keterlibatannya dalam konflik Yaman serta ketegangan dengan sejumlah negara di Timur Tengah. Untuk memahami kelompok ini, penting untuk mengenali negara asalnya, latar belakang kemunculannya, dan wilayah yang berada di bawah kendalinya.

Mengenal Yaman, Negara Asal Kelompok Houthi

Letak Geografis dan Kondisi Negara Yaman

Yaman adalah negara yang terletak di bagian selatan Semenanjung Arab, kawasan Timur Tengah. Negara ini berbatasan dengan Arab Saudi di sebelah utara dan Oman di sebelah timur laut, serta memiliki garis pantai yang menghadap Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab. Kondisi geografisnya beragam, mulai dari wilayah pegunungan, dataran tinggi, hingga kawasan pesisir dan gurun.

Berikut beberapa informasi dasar mengenai Yaman:

Aspek Keterangan
Nama resmi Republik Yaman
Ibu kota konstitusional Sanaa
Kawasan Timur Tengah, Semenanjung Arab
Negara tetangga Arab Saudi dan Oman
Perairan di sekitarnya Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab
Luas wilayah Sekitar 527.970 km²
Jumlah penduduk Sekitar 35,2 juta jiwa pada 2024

Ibu Kota, Sistem Pemerintahan, dan Kondisi Politik Yaman

Yaman memiliki ibu kota konstitusional di Sanaa. Namun, konflik berkepanjangan membuat pemerintahan dan wilayah negara ini terpecah antara kelompok-kelompok yang bersaing. Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah wilayah di bagian utara serta barat laut, sedangkan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional beroperasi dari Aden dan memiliki pengaruh di sejumlah wilayah lainnya. Pemerintahan yang diakui secara internasional dipimpin melalui Dewan Kepemimpinan Presiden atau Presidential Leadership Council (PLC).

Beberapa hal penting mengenai kondisi politik Yaman meliputi:

  • Sistem pemerintahan: Republik dengan lembaga kepresidenan dan pemerintahan, tetapi pelaksanaan kekuasaan nasional terpecah akibat konflik.
  • Pemerintah yang diakui secara internasional: Dipimpin melalui PLC yang dibentuk pada 2022.
  • Wilayah yang dikuasai Houthi: Mencakup Sanaa dan sebagian besar wilayah barat laut Yaman.
  • Tantangan utama: Konflik bersenjata, perpecahan politik, kemerosotan ekonomi, dan krisis kemanusiaan.

Mengapa Yaman Memiliki Posisi Strategis di Timur Tengah?

Yaman memiliki posisi geografis strategis karena terletak di dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur laut yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Selat ini merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan internasional, terutama pelayaran antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Oleh karena itu, kondisi keamanan di wilayah pesisir Yaman dapat memengaruhi kelancaran distribusi barang dan energi dunia.

Faktor yang membuat posisi Yaman strategis antara lain:

  • Jalur perdagangan internasional: Kapal yang melintasi Laut Merah menuju Terusan Suez dapat melewati Selat Bab el-Mandeb.
  • Akses menuju tiga kawasan perairan: Letaknya menghubungkan Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab.
  • Kedekatan dengan negara-negara penting: Yaman berada di dekat Arab Saudi dan negara-negara di kawasan Tanduk Afrika.
  • Pengaruh terhadap keamanan maritim: Konflik di wilayah pesisir dan gangguan pelayaran dapat meningkatkan biaya pengiriman serta memperpanjang waktu perjalanan kapal.

Apa Itu Kelompok Houthi?

Mengenal Houthi dan Nama Lainnya, Ansar Allah

Houthi adalah kelompok politik dan bersenjata yang berasal dari Yaman bagian utara. Kelompok ini dikenal dengan nama Ansar Allah, yang secara harfiah berarti “Pendukung Allah”. Nama Houthi berasal dari keluarga Al-Houthi yang berperan penting dalam pembentukan dan kepemimpinan gerakan tersebut. Awalnya, gerakan ini berkembang melalui kegiatan keagamaan dan sosial sebelum menjadi kekuatan politik serta militer yang berpengaruh di Yaman.

Beberapa karakteristik utama kelompok Houthi meliputi:

  • Nama lain: Ansar Allah.
  • Asal wilayah: Provinsi Saada, Yaman bagian utara.
  • Bentuk organisasi: Gerakan politik dan bersenjata.
  • Basis dukungan awal: Masyarakat dari komunitas Zaidiyah di Yaman utara.
  • Peran saat ini: Salah satu aktor utama dalam konflik dan pemerintahan de facto di sejumlah wilayah Yaman.

Bagaimana Kelompok Houthi Terbentuk?

Kemunculan kelompok Houthi berawal dari gerakan kebangkitan keagamaan dan sosial di Yaman utara pada dekade 1990-an. Salah satu pendahulunya adalah organisasi Believing Youth atau Al-Shabab al-Mu’min, yang bertujuan memperkuat identitas dan pendidikan keagamaan komunitas Zaidiyah. Gerakan tersebut kemudian berkembang di bawah pengaruh Hussein al-Houthi dan keluarganya. Pada 2004, ketegangan dengan pemerintah pusat Yaman meningkat menjadi konflik bersenjata, yang menandai perubahan gerakan tersebut menjadi kekuatan pemberontak.

Berikut beberapa peristiwa penting dalam perkembangan awal kelompok Houthi:

Tahun Peristiwa
1990-an Gerakan pendahulu Houthi berkembang di Yaman utara melalui kegiatan keagamaan dan sosial.
2004 Konflik bersenjata antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman pecah; Hussein al-Houthi tewas pada tahun yang sama.
2004–2010 Kelompok Houthi terlibat dalam beberapa putaran konflik dengan pemerintah pusat.
2011 Pergolakan politik Yaman membuka peluang bagi kelompok tersebut untuk memperluas pengaruhnya.
2014 Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menjadi kekuatan utama dalam krisis politik nasional.

Siapa Pemimpin Kelompok Houthi Saat Ini?

Pemimpin utama kelompok Houthi saat ini adalah Abdul-Malik al-Houthi, yang mengambil alih kepemimpinan setelah kakaknya, Hussein al-Houthi, tewas pada 2004. Di bawah kepemimpinannya, kelompok tersebut berkembang dari gerakan bersenjata yang berpusat di Yaman utara menjadi kekuatan politik dan militer yang menguasai Sanaa serta sejumlah wilayah lainnya. Abdul-Malik dikenal jarang tampil di hadapan publik secara langsung dan lebih sering menyampaikan pandangan politiknya melalui pidato yang disiarkan kepada para pendukungnya.

Berikut beberapa tokoh penting dalam sejarah kepemimpinan Houthi:

  • Hussein al-Houthi: Tokoh utama yang membentuk gerakan Houthi menjadi gerakan politik dan keagamaan yang lebih terorganisasi serta memimpin perlawanan terhadap pemerintah pada 2004.
  • Badr al-Din al-Houthi: Ayah Hussein dan Abdul-Malik, seorang ulama Zaidiyah yang memiliki pengaruh keagamaan terhadap perkembangan gerakan tersebut.
  • Abdul-Malik al-Houthi: Adik Hussein yang menjadi pemimpin utama kelompok Houthi setelah kematian kakaknya dan masih memimpin gerakan tersebut hingga saat ini.

Sejarah Kemunculan dan Perkembangan Houthi

Awal Kemunculan Houthi pada 1990-an

Gerakan Houthi berawal dari kebangkitan komunitas Zaidiyah di wilayah Saada, Yaman utara, pada dekade 1990-an. Gerakan ini berkembang melalui organisasi Believing Youth atau Al-Shabab al-Mu’min, yang berfokus pada pendidikan agama dan penguatan identitas masyarakat setempat. Pada masa itu, sebagian pendukungnya merasa bahwa pengaruh politik dan sosial komunitas Zaidiyah semakin melemah setelah penyatuan Yaman pada 1990. Seiring waktu, gerakan tersebut berkembang dari kegiatan keagamaan menjadi gerakan yang juga mengkritik kebijakan pemerintah pusat.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi kemunculan gerakan ini meliputi:

  • Kebangkitan identitas Zaidiyah: Upaya memperkuat tradisi keagamaan dan identitas komunitas di Yaman utara.
  • Ketimpangan pembangunan: Keluhan masyarakat terhadap keterbatasan pembangunan dan layanan publik di wilayah Saada.
  • Ketidakpuasan politik: Kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat dan pengaruh asing dalam urusan Yaman.
  • Peran tokoh lokal: Hussein al-Houthi menjadi salah satu tokoh penting yang membawa gerakan ini ke arah politik yang lebih kuat.

Perkembangan Gerakan Houthi Sebelum 2011

Memasuki awal 2000-an, hubungan gerakan Houthi dengan pemerintah Yaman semakin memburuk. Ketegangan tersebut berubah menjadi konflik bersenjata pada 2004, ketika pemerintah melancarkan operasi terhadap kelompok yang dipimpin Hussein al-Houthi. Setelah Hussein tewas pada tahun yang sama, kepemimpinan gerakan beralih kepada tokoh-tokoh lain dari keluarga Houthi, termasuk Abdul-Malik al-Houthi. Konflik berlanjut dalam beberapa putaran hingga 2010 dan memperkuat kemampuan organisasi serta militernya.

Perkembangan penting pada periode tersebut antara lain:

Periode Perkembangan
2000–2003 Gerakan semakin vokal mengkritik pemerintah Yaman dan kebijakan Amerika Serikat di kawasan.
2004 Konflik bersenjata pertama pecah antara Houthi dan pemerintah Yaman; Hussein al-Houthi tewas.
2005–2007 Bentrokan kembali terjadi dan kelompok Houthi memperkuat jaringan pendukungnya di Yaman utara.
2008–2010 Konflik berlanjut dalam beberapa putaran, termasuk operasi militer pemerintah dan keterlibatan Arab Saudi pada fase akhir konflik.
2010 Gencatan senjata meredakan pertempuran, meskipun ketegangan politik dan keamanan belum sepenuhnya terselesaikan.

Perubahan Peran Houthi dalam Politik Yaman

Pergolakan politik Yaman pada 2011 menjadi titik penting bagi perkembangan Houthi. Gelombang protes yang menuntut perubahan pemerintahan melemahkan otoritas Presiden Ali Abdullah Saleh dan membuka ruang bagi kelompok tersebut untuk memperluas pengaruhnya di luar Saada. Houthi kemudian terlibat dalam dinamika politik nasional, tetapi proses transisi pemerintahan tidak berhasil menyelesaikan berbagai perselisihan. Pada 2014, kelompok ini mengambil alih ibu kota Sanaa dan memperluas kendalinya atas sejumlah wilayah, sehingga posisinya berubah dari gerakan regional menjadi salah satu kekuatan utama dalam politik Yaman.

Perubahan peran Houthi dapat dirangkum sebagai berikut:

  • 1990-an: Gerakan keagamaan dan sosial yang berpusat di Yaman utara.
  • 2004–2010: Kelompok pemberontak yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan pemerintah pusat.
  • 2011–2013: Aktor politik yang memanfaatkan perubahan situasi nasional untuk memperluas pengaruh.
  • Sejak 2014: Kekuatan politik dan militer yang menguasai Sanaa serta sejumlah wilayah Yaman, sekaligus menjadi salah satu pihak utama dalam konflik nasional.

Bagaimana Houthi Memperoleh Kekuasaan di Yaman?

Peristiwa Pengambilalihan Ibu Kota Sanaa pada 2014

Kelompok Houthi berhasil memperluas kekuasaannya setelah memanfaatkan ketidakstabilan politik dan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi. Pada 2014, kelompok ini menggelar demonstrasi menentang pengurangan subsidi bahan bakar dan kebijakan pemerintah. Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan bersenjata hingga pasukan Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa pada September 2014. Pada Januari 2015, kelompok tersebut semakin memperkuat kendalinya dengan menekan pemerintahan Hadi, yang kemudian mengundurkan diri sebelum meninggalkan Yaman.

Berikut sejumlah peristiwa penting dalam proses pengambilalihan kekuasaan tersebut:

Waktu Peristiwa
Agustus 2014 Houthi menggelar demonstrasi besar untuk menentang kebijakan pemerintah, termasuk pengurangan subsidi bahan bakar.
September 2014 Pasukan Houthi memasuki dan mengambil alih Sanaa setelah bentrokan dengan pasukan pemerintah.
Januari 2015 Houthi memperketat kendali atas lembaga pemerintahan dan menekan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi.
Februari 2015 Houthi mengumumkan deklarasi konstitusional untuk mengatur pemerintahan, sementara Hadi meninggalkan Sanaa.
Maret 2015 Arab Saudi memimpin intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Wilayah Yaman yang Berada di Bawah Kendali Houthi

Setelah menguasai Sanaa, Houthi memperluas pengaruhnya ke sejumlah wilayah di Yaman bagian utara dan barat. Kendali kelompok ini mencakup kawasan berpenduduk padat dan sejumlah pusat pemerintahan, meskipun batas penguasaan wilayah dapat berubah akibat konflik. Penguasaan wilayah tersebut memberikan Houthi akses terhadap lembaga administrasi, sumber daya, dan infrastruktur penting yang memperkuat kedudukannya sebagai kekuatan politik dan militer.

Beberapa wilayah yang menjadi bagian dari basis kekuasaan Houthi meliputi:

  • Sanaa: Ibu kota Yaman yang menjadi pusat administrasi dan pemerintahan de facto Houthi.
  • Saada: Wilayah asal gerakan Houthi sekaligus basis penting bagi kepemimpinan dan pendukungnya.
  • Hodeidah: Kota pelabuhan di pesisir Laut Merah yang penting bagi jalur perdagangan dan masuknya bantuan kemanusiaan.
  • Amran: Wilayah di utara Sanaa yang berada dalam lingkup pengaruh dan kendali Houthi.
  • Dhamar dan sejumlah wilayah di sekitarnya: Kawasan di Yaman bagian barat yang termasuk dalam wilayah kekuasaan kelompok tersebut.

Perbedaan Pemerintahan Houthi dan Pemerintah Yaman yang Diakui Internasional

Yaman saat ini memiliki dua pusat kekuasaan utama yang bersaing. Houthi menjalankan pemerintahan de facto dari Sanaa dan mengendalikan sejumlah lembaga di wilayah yang dikuasainya. Sementara itu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional beroperasi melalui Dewan Kepemimpinan Presiden (Presidential Leadership Council atau PLC), yang dibentuk pada 2022. Pemerintahan ini memiliki basis di Aden, meskipun pengaruhnya juga bergantung pada dukungan berbagai kelompok politik dan militer lokal.

Perbedaan kedua pihak dapat dilihat pada tabel berikut:

Aspek Pemerintahan Houthi Pemerintah Yaman yang Diakui Internasional
Pusat kekuasaan Sanaa Berbasis di Aden
Kepemimpinan Abdul-Malik al-Houthi sebagai pemimpin utama gerakan Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC), dipimpin Rashad al-Alimi
Wilayah kendali Sejumlah wilayah di utara dan barat Yaman Sejumlah wilayah di selatan, timur, dan bagian lain Yaman
Status internasional Pemerintahan de facto di wilayah yang dikuasai, bukan pemerintah nasional yang diakui secara internasional Diakui secara internasional sebagai perwakilan pemerintah Yaman
Tantangan utama Mempertahankan kendali wilayah dan menghadapi tekanan militer serta politik Mempertahankan stabilitas, menyatukan kelompok pendukung, dan menghadapi Houthi

Perbedaan ini menunjukkan bahwa penguasaan wilayah tidak sama dengan pengakuan internasional. Meskipun Houthi menjalankan pemerintahan dan mengendalikan sejumlah lembaga di wilayahnya, konflik perebutan kekuasaan membuat Yaman tetap menghadapi perpecahan politik dan tantangan besar untuk membentuk pemerintahan nasional yang stabil.

Peran Houthi dalam Dinamika Politik Yaman

Kedudukan Houthi dalam Konflik Internal Yaman

Kelompok Houthi menjadi salah satu pihak utama dalam konflik internal Yaman yang melibatkan persaingan kekuasaan, perbedaan kepentingan politik, dan perebutan kendali wilayah. Sejak mengambil alih Sanaa pada 2014, kelompok ini berhadapan dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta sejumlah kelompok bersenjata lokal. Konflik tersebut semakin kompleks karena berbagai pihak memiliki kepentingan dan dukungan yang berbeda, sehingga upaya membentuk pemerintahan yang stabil masih menghadapi banyak hambatan.

Peran Houthi dalam konflik internal Yaman dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

  • Penguasaan wilayah: Mengendalikan Sanaa dan sejumlah wilayah di Yaman bagian utara serta barat.
  • Kekuatan militer: Memiliki pasukan bersenjata dan kemampuan meluncurkan serangan menggunakan rudal serta pesawat nirawak.
  • Pengaruh politik: Menjalankan pemerintahan de facto di wilayah yang dikuasainya.
  • Dampak konflik: Pertempuran berkepanjangan berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur, perpindahan penduduk, dan krisis kemanusiaan di Yaman.

Hubungan Houthi dengan Aktor Politik dan Negara Lain

Hubungan Houthi dengan aktor politik dan negara lain dipengaruhi oleh kepentingan keamanan, persaingan regional, serta konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Di dalam negeri, kelompok ini berhadapan dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan sejumlah kekuatan politik lokal. Di tingkat regional, Houthi memiliki hubungan dengan Iran, yang dituduh memberikan dukungan militer dan teknis kepada kelompok tersebut. Sementara itu, hubungan dengan Arab Saudi mengalami ketegangan akibat perang Yaman dan serangan lintas perbatasan, meskipun kedua pihak juga pernah terlibat dalam upaya perundingan untuk meredakan konflik.

Berikut beberapa hubungan penting Houthi dalam dinamika politik regional:

Aktor Bentuk hubungan
Pemerintah Yaman yang diakui internasional Pihak yang bersaing dalam perebutan kekuasaan dan kendali wilayah.
Iran Memiliki hubungan politik dan dukungan yang mencakup bantuan militer serta teknologi, menurut berbagai laporan internasional.
Arab Saudi Mengalami konflik militer dan ketegangan keamanan, disertai upaya diplomatik untuk meredakan permusuhan.
Amerika Serikat dan Inggris Terlibat dalam operasi militer terhadap sasaran Houthi sebagai respons terhadap ancaman dan serangan terhadap pelayaran di kawasan Laut Merah.
Kelompok bersenjata di kawasan Memiliki hubungan yang beragam, termasuk kesamaan kepentingan dalam menentang Israel dan hubungan dengan jaringan kelompok yang didukung Iran.

Mengapa Keberadaan Houthi Menjadi Perhatian Internasional?

Keberadaan Houthi menjadi perhatian internasional karena pengaruhnya tidak hanya terbatas pada konflik domestik Yaman, tetapi juga berkaitan dengan keamanan jalur pelayaran dan stabilitas kawasan. Serangan terhadap kapal di Laut Merah dan kawasan sekitarnya telah menimbulkan kekhawatiran terhadap perdagangan internasional, mengingat jalur tersebut menghubungkan Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Selain itu, kemampuan militer Houthi dan keterkaitannya dengan persaingan regional membuat aktivitas kelompok ini turut diperhitungkan dalam kebijakan keamanan berbagai negara.

Beberapa faktor yang menjadikan Houthi sebagai perhatian dunia antara lain:

  • Keamanan pelayaran: Serangan terhadap kapal komersial dapat mengganggu distribusi barang dan meningkatkan biaya pengiriman.
  • Stabilitas Timur Tengah: Aktivitas Houthi berpotensi memperluas ketegangan antara berbagai negara dan kelompok di kawasan.
  • Krisis kemanusiaan: Konflik berkepanjangan di Yaman memperburuk kondisi masyarakat, termasuk akses terhadap pangan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal.
  • Risiko eskalasi militer: Serangan dan aksi balasan dapat meningkatkan kemungkinan konflik yang lebih luas.
  • Kepentingan perdagangan global: Gangguan di Laut Merah dapat memengaruhi rantai pasok internasional dan mendorong kapal mengambil rute alternatif yang lebih panjang.

Kesimpulan

Houthi merupakan kelompok politik dan bersenjata yang berasal dari Yaman utara dan berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dalam dinamika politik negara tersebut. Berawal dari gerakan sosial dan keagamaan pada 1990-an, Houthi memperluas pengaruhnya hingga berhasil menguasai ibu kota Sanaa pada 2014. Sejak saat itu, kelompok ini menjadi salah satu pihak utama dalam konflik internal Yaman dan menjalankan pemerintahan de facto di sejumlah wilayah.

Keberadaan Houthi tidak hanya memengaruhi kondisi politik dan keamanan Yaman, tetapi juga berdampak pada stabilitas Timur Tengah dan keamanan jalur perdagangan internasional. Untuk memahami posisi kelompok ini, penting untuk melihat sejarah kemunculannya, perkembangan kekuasaannya, serta hubungan dengan berbagai aktor regional dan internasional. Berbagai faktor tersebut menunjukkan bahwa dinamika Houthi merupakan bagian dari persoalan geopolitik Timur Tengah yang lebih luas.

Referensi Buku

Proxy War di Timur Tengah

 

Buku ini membahas berbagai konflik di Timur Tengah, termasuk di Lebanon dan Yaman, dengan menyoroti faktor agama, etnis, perebutan wilayah, sumber daya alam, serta pengaruh sejarah kolonialisme. Pembahasannya membantu pembaca memahami bahwa konflik di Yaman tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan persaingan kepentingan politik dan kekuatan regional maupun global. Melalui perspektif mengenai proxy war atau perang proksi, buku ini dapat menjadi referensi pendukung untuk memahami dinamika politik dan konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman.

Written by Vania Andini

perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.