in , ,

Cara Baca Buku Setiap Hari dan 8 Rekomendasi Bukunya

Cara Baca Buku Setiap Hari – Semua orang pasti tahu dan setuju apabila aktivitas membaca buku itu dapat memberikan beragam manfaat bagi kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah menambah ilmu pengetahuan kita. Membaca buku itu tidak harus buku yang tebal dengan pembahasan sulit, bahkan sekadar membaca novel pun juga termasuk aktivitas membaca yang menyuguhkan manfaat, yakni berupa nilai-nilai kehidupan.

Sayangnya, banyak orang mengeluh bahwa mereka merasa kesulitan dalam meluangkan waktunya untuk membaca buku. Hal tersebut wajar saja karena tidak semua orang mempunyai kesibukan yang sama. Apalagi jika kesibukannya tersebut adalah bekerja yang menuntutnya pulang malam, sehingga tidak akan waktu luang yang dapat digunakan untuk membaca buku. Tidak hanya itu, bahkan menurut Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional, Syarif Bando, sebagaimana yang dilansir oleh Glints, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia mempunyai waktu luang untuk membaca buku hanya sekitar 2-4 jam per hari.

Hal tersebut tentu saja berbanding terbalik dengan ketetapan standar membaca buku yang dikemukakan UNESCO, bahwa sebaiknya masyarakat seluruh dunia itu memiliki waktu luang untuk membaca buku minimal 4-6 jam per hari.

Lalu, bagaimana ya supaya kita dapat melakukan aktivitas membaca buku setiap harinya di sela-sela kesibukan bekerja, sekolah, ataupun berkuliah ini? Yuk simak beberapa tips berikut supaya minat literasi tetap terjaga dengan baik!

Cara Meluangkan Waktu Untuk Membaca Buku Setiap Hari

1. Buat Target Bacaan Buku

Target yang dimaksud adalah incaran atau tuntutan yang sekiranya dapat kamu lakukan untuk membaca buku. Misalnya, kamu memiliki target untuk menyelesaikan membaca dua buku dalam waktu satu bulan.

Melalui target yang dibuat tersebut, tanpa kita sadari, nantinya diri kita juga akan ikut termotivasi untuk lebih giat membaca buku tersebut meskipun dalam waktu 1-2 jam saja per harinya.

2. Hindari Melakukan Hal-Hal yang Tidak Terlalu Penting

Ketika kamu hendak melakukan sesuatu yang beraura positif, seperti membaca buku ini, pasti akan datang berbagai hal yang sekiranya dapat menggagalkan niatmu tersebut. Mulai dari media sosial, game, hingga scroll di e-commerce favoritmu.

Apabila hal-hal tersebut datang dan memang tidak terlalu mendesak untuk dilakukan, lebih baik tinggalkan sebentar dan beranjak untuk membaca bukumu.

3. Pilih Buku Bacaan dengan Genre Favorit

Tips yang ketiga ini juga penting lho… Sebab ketika kamu membaca buku dengan genre favorit, nantinya akan membuatmu merasa bersemangat tanpa kamu sadari. Hal tersebut karena itu berhubungan dengan sesuatu yang kamu sukai, meskipun di sisi lain kamu juga belum dapat memahami keseluruhan isi dari buku tersebut.

Genre buku itu ada banyak, ada fiksi, misteri, romansa, thriller, sejarah, action, hingga Sci-Fi. Setiap orang tentu saja memiliki genre buku favorit mereka sehingga untuk tips ini, bergantung pada dirimu sendiri ya… Usahakan jangan ikut-ikutan teman, sebab belum tentu kamu dan temanmu memiliki genre favorit yang sama.

4. Selalu Bawa Buku

Terutama ketika kamu hendak pergi ke suatu tempat, misalnya ke kantor, sekolah, atau kampus. Namun, perlu dipahami, apabila kamu membawa buku selain buku pelajaran menuju ke sekolah, kamu hanya boleh mengeluarkan dan membaca buku tersebut ketika waktu istirahat saja ya…

Apabila kamu membawa bukumu ke kantor atau kampus, ketika ada waktu luang, isi waktu luang tersebut dengan membaca bukumu tersebut. Sedikit saran, jika kamu merasa berat untuk membawa buku “target”-mu yang mempunyai halaman tebal, kamu juga dapat memanfaatkan e-book atau buku elektronik yang lebih efisien sebab dapat disimpan dalam smartphone.

tombol beli buku

5. Membuat Jadwal Khusus

Pembuatan jadwal khusus ini nantinya akan berkaitan dengan jadwal kapan kamu harus membaca buku tersebut. Usahakan untuk menyesuaikannya dengan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari kita ya…

Jadwal khusus ini juga dapat kamu atur melalui alarm di smartphone milikmu dengan pengingat bahwa kamu harus membaca buku pada waktu yang telah ditentukan.

6. Membaca Buku Sebelum Tidur

Daripada scroll sosial media yang mana dapat membuatmu overthinking atau hingga menangis karena menemukan postingan yang seharusnya tidak kamu lihat, lebih baik kamu membaca buku. Mulai sekarang, pelan-pelan saja, ubahlah kebiasaanmu sebelum tidur, yang awalnya scroll sosial media menjadi aktivitas membaca buku.

Tanpa kamu sadari, membaca buku sebelum tidur ternyata justru dapat membuatmu lebih mudah mengantuk dan ketika tidur pun tubuh akan menjadi lebih rileks.

7. Bergabung dengan Komunitas Pencinta Literasi

Cara ini cukup jitu lho untuk menjadikanmu seorang yang “taat” membaca buku setiap hari. Hal tersebut karena orang-orang yang ada dalam komunitas ini juga dapat berperan menjadi support system. Tidak hanya itu saja, orang-orang dalam komunitas ini nantinya dapat memberikanmu rekomendasi buku yang bagus.

8. Rajin Ke Toko Buku atau Perpustakaan

Cara ini bisa saja dilakukan setiap hari apabila kamu mempunyai waktu luang, terutama ketika pulang dari pekerjaan atau aktivitas utama. Misalnya, ketika kamu pulang kerja dan masih banyak waktu luang sebelum malam hari, kamu dapat mampir ke toko buku untuk sekadar melihat-lihat atau bahkan membeli buku.

Namun, apabila kamu merasa lelah, sebaiknya segera pulang ya… Jangan paksakan diri kamu untuk menuju ke toko buku atau perpustakaan apabila sedang sakit. Cara ini adalah opsional sehingga boleh-boleh saja untuk tidak dilakukan, asal kegiatanmu membaca buku tetap berjalan.

tombol beli buku

Nah, itulah ulasan mengenai bagaimana cara membaca buku setiap harinya. Hal utama yang digarisbawahi dalam cara-cara tersebut adalah apabila kamu mempunyai waktu luang, sebaiknya pergunakanlah untuk membaca buku daripada melakukan hal-hal yang belum tentu bermanfaat.

Rekomendasi Buku yang Dapat Memberimu Banyak Manfaat

1. I Want To Die But I Want To Eat Tteokbokki

tombol beli buku

Judul Buku: I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki

Oleh: Baek Se Hee

Buku terjemahan ini sangat digandrungi oleh banyak pembaca sebab menceritakan perjuangan seseorang untuk sembuh dari depresi ringan yang dideritanya. Memang sekilas ceritanya biasa tetapi setelah kamu membaca keseluruhan buku ini, niscaya kamu akan merasa bahwa dirimu tidak harus sempurna untuk merasa bahagia.

Buku yang dibandrol dengan harga Rp84.150 ini mengajak kamu selaku pembaca untuk lebih menyayangi diri sendiri dan memintamu untuk mencari bantuan ahli apabila merasa ada yang salah dalam dirimu.

 

2. Sumur

 

tombol beli buku

Judul Buku: Sumur

Oleh: Eka Kurniawan

Sumur adalah cerita pendek karya Eka Kurniawan, nominasi dari Man Booker International Prize 2016 dan peraih Prince Claus Laureate pada tahun 2018. Cerita pendek ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planets dengan judul “The Well”, diterbitkan oleh Penguin Books pada 2020.

Buku yang dibandrol dengan harga Rp48.000 ini menceritakan mengenai sebuah sumur yang menjadi saksi bisu dari sebuah adanya kisah cinta dan tragedi. Satu per satu orang meninggalkan kampung itu. Jika tak pindah ke tempat lain dan menetap di sana, mereka pergi ke kota mencari pekerjaan. Bagi yang tersisa, mereka harus bertahan dalam pertarungan untuk memperoleh air, dari hari ke hari. Kini satu-satunya sumber air yang bisa mereka andalkan hanyalah sebuah sumur di lembah. Sumur itu merupakan lubang satu-satunya yang mengeluarkan air. Tak ada yang mengira, sumur itu pula yang akan menjadi saksi bisu sebuah kisah cinta dan tragedi yang mengiringinya.

 

3. Seni Hidup Tanpa Beban

tombol beli buku

Judul Buku: Seni Hidup Tanpa Beban

Oleh: Ardhina Nugrahaeni

Buku ini mampu membantumu melihat hidup dengan perspektif yang berbeda. Sebab, secara utuh penulis menguraikan langkah-langkah praktik untuk menjalani ‘hidup tanpa beban’ yang dapat kamu terapkan di zaman sekarang  ini. Kamu harus menjadi sadar diri tentang kehidupan yang memang bisa dikatakan susah ini. Terkadang kamu mendapati dirimu hanyut ke tengah lautan kebosanan dan stres akibat problem hidup yang datang silih berganti.

Apakah kamu sering merasa tertekan oleh banyak hal, baik itu pekerjaan, keluarga, karier, kesehatan, dan lain-lain? Sehingga, kamu pun tidak merasa hidup dengan apa yang kamu miliki. Kesalahan, penyesalan, rasa sakit, kegagalan, dan kekurangan yang kamu pikul seakan-akan memperberat beban hidupmu.

Hari-harimu terasa berat. Semangat yang biasanya menggelora tiba-tiba hilang, dan senyuman yang terlukis di wajahmu sirna seketika. Beban hidup memang tidak akan pernah reda selama kamu masih bernapas. Lantas, apakah kamu akan berdiam diri begitu saja, tanpa melakukan sesuatu terhadap beban hidupmu? Tetaplah tenang dan bernapas.

Buku yang dibandrol dengan harga Rp45.800 ini akan membantumu menemukan semua jawaban atas persoalan hidup.

 

4. Classics: Heidi

tombol beli buku

Judul Buku: Heidi

Oleh: Johanna Spyri

Deskripsi Buku

Si kecil Heidi dititipkan Bibi Dete kepada kakeknya yang tinggal di Pegunungan Alm. Mulanya para tetangga mengira Heidi tidak akan kerasan tinggal bersama Kakek yang pemarah, tapi ternyata mereka bisa hidup rukun. Heidi berteman dengan Peter, si gembala kambing, dan setiap hari ikut menggembala di padang rumput.

Suatu hari, Bibi Dete datang lagi hendak mengambil Heidi untuk dibawa ke kota, bekerja di rumah majikannya, untuk menemani Clara yang cacat. Heidi merasa iba dan ingin menolong Clara. Lambat laun Clara mulai membaik. Setelah beberapa waktu tinggal di kota, Heidi merindukan kampung halamannya, juga Kakek, Peter, nenek Peter, dan kambing-kambing Peter. Dia ingin pulang, tetapi keinginannya ditolak Bibi Dete. Heidi yang ceria mulai menjadi pemurung. Sementara itu, di rumah keluarga Clara ada kehebohan, sebab ada hantu yang konon suka bergentayangan pada malam hari.

 

5. Alasan Untuk Tetap Hidup: Melawan Depresi Dan Berdamai Dengan Diri Sendiri

tombol beli buku

Judul Buku: Alasan Untuk Tetap Hidup: Melawan Depresi Dan Berdamai Dengan Diri Sendiri

Oleh: Matt Haig

Apa rasanya menjadi orang yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi? Ada dorongan yang membanjiri perasaan dan pikiran mereka sampai-sampai tubuh fisiknya pun ikut sakit. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Matt Haig pernah berada di titik itu. Ia pernah mencoba bunuh diri di pinggir tebing ketika berusia 24 tahun. Serangan panik yang bertubi-tubi dan harapan yang tak lagi terlihat membuatnya berpikir bahwa mengakhiri segalanya adalah hal terbaik. Namun, pada langkah terakhir, ia berhenti dan mengurungkan niatnya. Sampai sekarang, ia menjadi bukti bahwa gangguan kecemasan dan depresi bisa diatasi.

Melalui buku ini yang dibandrol dengan harga Rp59.500 ini, Matt Haig akan membagikan pengalamannya, mulai dari gejala depresi, rasanya mendapat serangan panik, hingga apa yang membuatnya bertahan hidup hingga hari ini. Kita akan menyelami apa yang para penderita depresi rasakan dan bagaimana cara membantu mereka (atau bahkan diri sendiri) menjadi lebih baik.

 

6. Semua Orang Butuh Curhat

 

tombol beli buku

Judul Buku: Semua Orang Butuh Curhat

Oleh: Lori Gottlieb

Buku ini ditulis oleh seorang terapis bernama Lori Gottlieb.  Ketika krisis pribadi menyebabkan dunianya runtuh, Lori Gottlieb—terapis berpengalaman dengan praktik yang berkembang pesat di Los Angeles—tiba-tiba kehilangan arah. Lalu datanglah Wendell, terapis veteran dengan gaya yang tidak biasa, yang membantu Gottlieb dengan sesi terapi yang terbukti transformatif.

Ketika menjelajahi ruang dalam kehidupan pasiennya. Ada seorang produser Hollywood yang egois, seorang pengantin baru yang didiagnosis menderita penyakit ganas, seorang warga senior yang mengancam akan mengakhiri hidup di hari ulang tahunnya jika hidupnya tidak menjadi lebih baik, dan seorang wanita berusia dua puluhan tahun yang tidak bisa berhenti bergaul dengan orang yang salah.

Melalui “penjelajahan” bersama kehidupan pasien-pasiennya tersebut, akhirnya Gottlieb menemukan bahwa pertanyaan yang menjadi ajang pergulatan mereka adalah pertanyaan yang sering diajukan kepada Wendell.

Dengan gaya bercerita yang ringan, Gottlieb mengundang kita ke dunianya, baik sebagai terapis maupun pasien, memeriksa kebenaran dan ilusi yang kita ceritakan pada diri sendiri dan orang lain ketika kita berjalan di atas benang yang tipis antara cinta dan hasrat, makna dan kematian, rasa bersalah dan penebusan, teror dan keberanian, serta harapan dan perubahan.

 

7. The Art of Self Talk-ing

tombol beli buku

Judul Buku: The Art of Self Talk-ing

Oleh: Nisrina P. Utami

Pada dasarnya, kita semua butuh bercerita mengenai hal-hal yang terjadi dalam diri kita. Sayangnya, kita sibuk mendengarkan orang lain. Berusaha untuk mengakomodasi segala kebutuhan dan tuntutan dari lingkungan. Mengupayakan yang terbaik untuk orang lain, memilah kata-kata terbaik untuk orang lain, hingga melupakan diri sendiri.

Sementara dengan diri sendiri, kita lebih sering menyalahkan, memberi tuntutan yang kadang tidak sepadan dengan apa yang kita dapatkan. Padahal di penghujung hari, hanya ada kita sendiri.

Buku yang dibandrol dengan harga Rp56.000 ini akan mengajakmu untuk lebih menyelami diri sendiri. Memulai cara yang paling dasar untuk berteman dengan diri sendiri: self talk atau berbicara, berdialog dengan diri sendiri.

 

8. Demian

tombol beli buku

Judul Buku: Demian

Oleh: Hermann Hesse

Buku ini menceritakan tentang Emil Sinclair, yang dibesarkan di keluarga kaya. Dia sejak kecil tahu bahwa dia diharuskan seperti ayah dan ibunya, yang berpendidikan, saleh, dan baik. Namun, peraturan itu membuatnya merasa terkekang, sampai dia bertemu Max Demian, teman yang membantunya mempertanyakan apa arti menjadi manusia.

Buku yang dibandrol dengan harga Rp79.000 ini berisikan pergolakan batin anak muda untuk memilih dunia terang dan dunia gelap, semua itu derni menemukan jati dirinya.

Nah, itulah ulasan mengenai beberapa cara supaya Grameds dapat melakukan aktivitas membaca buku setiap harinya, disertai dengan beberapa rekomendasi buku yang tentu saja dapat memberikan beragam manfaat. Mengingat buku itu adalah jendela dunia, jadi tunggu apalagi, segera tentukan target bacaan bukumu dan segeralah membaca!

Baca Juga!

Written by Rifda Arum