perbedaan food grade dan non food grade – Halo, Grameds! Perbedaan food grade dan non food grade ternyata bukan sekadar urusan simbol di bawah wadah, tapi soal keselamatan kesehatanmu! Pernahkah kamu membayangkan zat kimia tak kasat mata berpindah ke dalam makanan hanya karena salah memilih kotak bekal?
Sekilas, semua wadah plastik atau kemasan makanan memang terlihat sama. Padahal, menggunakan bahan yang belum teruji aman bisa berdampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang. Biar kamu nggak salah beli lagi, yuk bongkar tuntas pengertian, ciri-ciri, contoh, hingga cara memilih wadah food grade yang tepat di sini, Grameds!
Table of Contents
Apa Itu Food Grade?
Food grade adalah istilah untuk bahan atau produk yang memenuhi persyaratan keamanan untuk bersentuhan dengan makanan atau minuman dalam kondisi penggunaan tertentu. Persyaratan tersebut dapat mencakup komposisi bahan, potensi perpindahan zat kimia, serta kesesuaiannya dengan jenis makanan dan suhu penggunaan.
Bahan food grade dapat ditemukan pada berbagai produk, seperti wadah penyimpanan makanan, botol minum, peralatan dapur, dan kemasan pangan. Meski begitu, label food grade bukan berarti produk aman digunakan dalam semua kondisi. Wadah yang aman untuk makanan dingin, misalnya, belum tentu cocok untuk makanan panas atau penggunaan dalam microwave.
Apa Itu Non Food Grade?
Non food grade adalah istilah untuk bahan atau produk yang tidak dirancang atau belum memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk kontak langsung dengan makanan dan minuman. Bahan ini biasanya digunakan untuk kebutuhan lain, seperti penyimpanan barang, perlengkapan industri, atau kemasan produk nonpangan.
Bahan non food grade belum tentu berbahaya ketika digunakan sesuai fungsi aslinya. Namun, bahan tersebut sebaiknya nggak digunakan untuk menyimpan makanan karena keamanan kontak pangannya belum terjamin. Wadah bekas deterjen, cairan pembersih, dan bahan kimia, misalnya, nggak boleh dialihfungsikan sebagai wadah makanan meskipun sudah dicuci.
Perbedaan Food Grade dan Non Food Grade
Perbedaan food grade dan non food grade dapat dilihat dari tujuan penggunaan, persyaratan keamanan, hingga kesesuaiannya untuk menyimpan makanan.
| Aspek | Food Grade | Non Food Grade |
| Tujuan penggunaan | Dirancang untuk bersentuhan dengan makanan atau minuman. | Digunakan untuk keperluan nonpangan. |
| Persyaratan keamanan | Memenuhi persyaratan keamanan untuk kontak pangan sesuai peruntukannya. | Belum tentu memenuhi persyaratan keamanan untuk kontak pangan. |
| Risiko perpindahan zat | Perpindahan zat ke makanan harus memenuhi batas yang ditetapkan untuk kondisi penggunaan. | Keamanan perpindahan zat ke makanan belum tentu terjamin. |
| Kesesuaian suhu | Memiliki batas suhu sesuai spesifikasi produk. | Nggak boleh diasumsikan aman untuk makanan panas atau dingin. |
| Contoh penggunaan | Wadah makan, botol minum, dan kemasan yang dirancang untuk pangan. | Ember bahan kimia, wadah deterjen, dan tempat penyimpanan barang non pangan. |
Ciri-Ciri Bahan Food Grade
Untuk mengenali bahan food grade, Grameds perlu memperhatikan informasi produk dan tujuan penggunaannya. Tampilan yang bersih atau permukaan yang terlihat bagus saja nggak cukup untuk memastikan keamanan bahan.
- Memiliki keterangan untuk kontak pangan
Periksa label atau informasi produsen yang menyatakan bahwa produk ditujukan untuk makanan atau minuman. Keterangan ini lebih relevan daripada sekadar melihat bentuk dan warna wadah.
- Mencantumkan petunjuk penggunaan
Produk yang baik biasanya menyertakan informasi mengenai batas suhu, cara pencucian, serta apakah wadah boleh digunakan dalam microwave atau freezer.
- Berasal dari produsen terpercaya
Pilih produk yang memiliki informasi bahan dan identitas produsen yang jelas. Jika diperlukan, periksa juga dokumen atau keterangan kesesuaian terhadap persyaratan keamanan pangan yang berlaku.
- Nggak mudah rusak saat digunakan sesuai petunjuk
Wadah yang retak, mengelupas, berubah bentuk, atau sulit dibersihkan sebaiknya diganti. Kondisi fisik yang baik tetap perlu diperhatikan meskipun produk tersebut awalnya dirancang untuk pangan.
Contoh Bahan Food Grade dan Non Food Grade
Bahan yang digunakan pada wadah atau kemasan dapat berbeda-beda, tergantung fungsi dan spesifikasi produknya.
- Plastik food grade
Beberapa produk berbahan PP (polipropilena), HDPE (polietilena berdensitas tinggi), dan PET (polietilena tereftalat) dibuat untuk kontak dengan makanan atau minuman. Namun, nggak semua produk dari bahan tersebut otomatis food grade. Keamanannya tetap bergantung pada formulasi, proses produksi, dan peruntukannya.
- Kaca untuk makanan
Wadah kaca yang dirancang untuk menyimpan makanan umumnya mudah dibersihkan dan cocok untuk berbagai jenis pangan. Meski begitu, ketahanan terhadap panas dan perubahan suhu tetap perlu diperhatikan.
- Stainless steel untuk pangan
Stainless steel yang sesuai untuk kontak dengan makanan banyak digunakan pada botol minum, alat makan, dan wadah penyimpanan. Pilih produk dengan spesifikasi yang jelas agar sesuai dengan jenis makanan dan cara penggunaannya.
- Wadah nonpangan
Wadah bekas bahan pembersih, ember untuk bahan kimia, dan kemasan produk industri yang tidak ditujukan untuk pangan merupakan contoh produk yang sebaiknya nggak digunakan untuk menyimpan makanan atau minuman.
Apakah Kode Plastik Bisa Menentukan Food Grade?
Kode angka 1–7 pada simbol daur ulang menunjukkan kategori jenis plastik, bukan sertifikat bahwa suatu produk aman untuk makanan. Karena itu, Grameds nggak bisa menentukan keamanan wadah hanya berdasarkan angka yang tercetak di bagian bawahnya.
Sebagai contoh, plastik PET dengan kode 1 banyak digunakan untuk botol minuman, sedangkan PP dengan kode 5 sering ditemukan pada wadah makanan. Namun, kode tersebut hanya membantu mengenali jenis resin plastik. Untuk memastikan keamanan penggunaan, periksa keterangan kontak pangan dan petunjuk dari produsen.
Cara Memilih Produk Food Grade yang Tepat
Agar nggak salah memilih wadah atau kemasan makanan, perhatikan beberapa hal berikut.
- Sesuaikan dengan jenis makanan
Pilih wadah yang memang dirancang untuk makanan yang akan disimpan. Kebutuhan untuk makanan berlemak, asam, panas, atau dingin bisa berbeda.
- Periksa batas suhu penggunaan
Jangan memasukkan wadah ke microwave atau freezer tanpa memastikan produk tersebut dirancang untuk kondisi tersebut. Paparan suhu yang nggak sesuai dapat memengaruhi kualitas wadah dan keamanan penggunaannya.
- Hindari produk tanpa informasi yang jelas
Jika fungsi dan bahan produk nggak diketahui, sebaiknya jangan gunakan untuk menyimpan makanan. Utamakan produk yang memiliki petunjuk penggunaan dan informasi produsen.
- Perhatikan kondisi wadah
Ganti wadah yang retak, berubah bentuk, atau permukaannya mengelupas. Bersihkan wadah sesuai petunjuk dan jangan menggunakan produk di luar peruntukannya.
Dampak Penggunaan Bahan Non Food Grade pada Makanan
Penggunaan bahan non food grade untuk menyimpan makanan dapat menimbulkan risiko jika bahan tersebut melepaskan zat yang tidak sesuai untuk kontak pangan. Risiko ini bergantung pada komposisi bahan, kondisi penggunaan, serta jenis makanan yang bersentuhan dengannya.
- Perpindahan zat kimia
Zat tertentu dari bahan kemasan dapat berpindah ke makanan, terutama ketika digunakan pada suhu atau kondisi yang tidak sesuai. Perpindahan ini dapat memengaruhi keamanan makanan jika zat yang berpindah melebihi batas yang diizinkan.
- Kontaminasi makanan
Wadah yang awalnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia atau produk nonpangan berpotensi meninggalkan residu. Jika digunakan kembali untuk makanan, residu tersebut dapat mencemari makanan dan menimbulkan risiko kesehatan.
- Penurunan kualitas makanan
Bahan wadah yang tidak sesuai dapat memengaruhi aroma, rasa, atau kondisi makanan. Oleh karena itu, pemilihan wadah perlu disesuaikan dengan jenis makanan dan tujuan penyimpanannya.
Cara Menyimpan Produk Food Grade agar Tetap Layak Digunakan
Produk food grade perlu dirawat dengan benar agar tetap berfungsi sesuai peruntukannya. Perawatan yang tepat juga membantu mengurangi risiko kontaminasi dan kerusakan wadah.
- Bersihkan sebelum dan sesudah digunakan
Cuci wadah sesuai petunjuk produsen untuk menghilangkan sisa makanan dan kotoran. Pastikan wadah kering sebelum disimpan agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
- Hindari paparan suhu berlebihan
Jangan menggunakan wadah di luar batas suhu yang ditentukan. Panas berlebihan dapat merusak sebagian bahan, sedangkan perubahan suhu mendadak dapat membuat bahan tertentu mengalami kerusakan.
- Simpan di tempat yang sesuai
Letakkan wadah di tempat bersih dan kering, jauh dari bahan kimia atau sumber kontaminasi. Tutup wadah dengan baik jika digunakan untuk menyimpan makanan.
- Ganti jika sudah rusak
Wadah yang retak, terkelupas, berubah bentuk, atau sulit dibersihkan sebaiknya tidak digunakan lagi untuk makanan. Kondisi tersebut dapat mengurangi kelayakan wadah meskipun awalnya termasuk produk food grade.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Bahan Food Grade
Sebagian orang memilih wadah makanan hanya berdasarkan tampilan atau simbol yang tercantum pada produk. Padahal, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar pemilihan bahan lebih tepat.
- Menganggap semua plastik aman untuk makanan
Nggak semua plastik dibuat untuk kontak dengan pangan. Periksa keterangan penggunaan dan informasi produsen sebelum menggunakan wadah plastik untuk menyimpan makanan.
- Mengandalkan kode daur ulang saja
Kode daur ulang menunjukkan kategori bahan plastik, bukan jaminan bahwa produk tersebut food grade. Keamanan tetap perlu dinilai berdasarkan peruntukan dan persyaratan kontak pangan yang relevan.
- Mengabaikan petunjuk suhu
Wadah yang aman untuk makanan dingin belum tentu cocok untuk makanan panas atau microwave. Selalu periksa batas suhu dan petunjuk penggunaan produk.
- Menggunakan kembali kemasan Non Pangan
Kemasan bekas deterjen, cairan pembersih, atau bahan kimia lainnya tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan. Mencucinya saja tidak menjamin wadah tersebut aman untuk kontak pangan.
Apakah Harga Menentukan Kualitas Food Grade?
Harga dapat menjadi salah satu pertimbangan saat membeli wadah makanan, tetapi bukan penentu utama keamanan bahan. Produk yang mahal belum tentu cocok untuk semua jenis makanan, sementara produk yang lebih terjangkau bisa saja memenuhi persyaratan yang diperlukan.
- Periksa informasi produk
Utamakan keterangan mengenai bahan, peruntukan, batas suhu, dan petunjuk penggunaan. Informasi yang jelas membantu konsumen memilih produk sesuai kebutuhan.
- Pertimbangkan kebutuhan penggunaan
Pilih wadah berdasarkan makanan yang akan disimpan, frekuensi pemakaian, dan kondisi penyimpanan. Wadah untuk membawa makanan panas, misalnya, membutuhkan spesifikasi yang berbeda dari wadah untuk menyimpan bahan kering.
- Utamakan keamanan daripada tampilan
Warna, desain, dan bentuk wadah tidak dapat memastikan bahwa bahan tersebut aman untuk makanan. Pastikan produk memiliki informasi yang memadai sebelum memutuskan untuk membelinya.
Kesimpulan
Perbedaan food grade dan non food grade terletak pada kesesuaian bahan atau produk untuk bersentuhan dengan makanan dan minuman, Grameds.
Bahan food grade dirancang untuk memenuhi persyaratan keamanan pangan dalam kondisi penggunaan tertentu, sedangkan bahan non food grade belum tentu memenuhi persyaratan tersebut.
Karena itu, jangan hanya memilih wadah berdasarkan harga, tampilan, atau kode plastiknya. Periksa label, petunjuk penggunaan, dan informasi produsen sebelum menggunakannya untuk menyimpan makanan.
Rekomendasi Buku Terkait
Resep Lezat Dari Kursus Masak Sedap
Buku ini merupakan kumpulan resep yang diambil dari berbagai kursus memasak yang diselenggarakan oleh Majalah Sedap. Beragam resep di dalamnya dapat dipraktikkan dengan mudah di rumah untuk menghasilkan masakan lezat seperti hidangan restoran. Selain untuk menu sehari-hari, resep dalam buku ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca yang ingin mencoba membuka usaha kuliner.
Resep Lengkap Jitu untuk Usaha Katering
Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin memulai atau mengembangkan usaha katering. Selain menghadirkan 55 resep yang terbagi dalam 10 kategori, buku ini juga membahas berbagai tips penting dalam menjalankan bisnis katering, seperti menghitung biaya, menentukan harga jual, dan menyiapkan cadangan biaya. Berbekal pengalaman panjang penulis di bidang jasa boga, buku ini dapat menjadi referensi bagi calon pengusaha kuliner.
Kumpulan Resep Seafood Mantap
Buku ini menghadirkan 225 resep berbahan dasar seafood yang lezat dan mudah dipraktikkan, termasuk bagi pemula. Resep-resepnya dikelompokkan ke dalam masakan tradisional, western, dan Asia sehingga pembaca bisa lebih mudah menemukan hidangan sesuai selera. Dengan berbagai pilihan olahan ikan dan makanan laut, buku ini bisa menjadi referensi untuk membuat menu seafood yang lebih beragam di rumah.
- 9+ Vitamin Penambah Berat Badan
- 15 Rekomendasi Vitamin Mata Terbaik
- Akibat Mandi Malam Bagi Kesehatan
- Alat Bekam Terbaik
- Alat Tensi Digital
- Antibiotik Alami
- Asuransi Kesehatan Selain BPJS
- Black Mold
- Bed Rotting
- Berapa Konsumsi Gula Normal Per Hari yang Aman untuk Tubuh
- Berapa Lama Mie Instan Dicerna
- Berapa Total Kalori Mie Instan Telur dan Nasi
- Cara Meningkatkan Kualitas Tidur
- Dampak BPA bagi tubuh
- Efek Makan Mie Instan Setiap Hari
- Olahan Mie Instan
- Perbedaan Food Grade dan Non Grade
- Sleep Hygiene




