in ,

Review Buku Ganjil Genap

Ganjil Genap – Halo, Grameds! Pernah nggak kamu merasa dikejar pertanyaan soal kapan menikah, terutama saat usia mulai mendekati kepala tiga? Jika iya, novel Ganjil Genap karya Almira Bastari bisa menjadi bacaan yang sangat relate untukmu.

Novel ini menghadirkan kisah Gala, perempuan yang harus menghadapi putus cinta setelah menjalin hubungan selama tiga belas tahun, lalu di saat bersamaan mendapat tekanan untuk segera menikah. 

Yuk, Grameds, simak ulasan lengkap buku Ganjil Genap di bawah ini dan cari tahu mengapa novel ini layak masuk daftar bacaanmu!

Sinopsis Buku Ganjil Genap

Setelah putus dari pacarnya setelah berhubungan selama tiga belas tahun, hidup Gala jadi berantakan. Keadaan makin rumit saat adiknya justru ingin menikah lebih dulu. Menjelang usia tiga puluh, Gala pun bertekad untuk tidak terus sendiri. Bersama tiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, ia mulai mencari pasangan dengan berbagai cara. Ke mana-mana ia mencoba, demi menemukan pria yang cocok. Tapi, apakah Gala bisa mendapatkan pasangan untuk melengkapi hidupnya?

Novel ini menceritakan hal yang dekat dengan kehidupan banyak orang, yaitu tekanan untuk menikah sebelum umur tertentu. Kisah Gala terasa relate bagi pembaca yang pernah mengalami hal serupa atau melihat orang terdekat mengalaminya. Usaha Gala dalam mencari pasangan juga menunjukkan betapa besar tekanan yang sering dirasakan saat mendekati usia tiga puluh.

Lewat hubungan Gala dengan sahabat, keluarga, dan pria-pria yang ia temui, cerita ini juga menyindir orang-orang yang suka menuntut orang lain cepat menikah. Novel ini menghadirkan cerita yang hangat, menyentuh, dan penuh makna tentang cinta, tekanan sosial, dan mencari kebahagiaan.

Tentang Penulis Ganjil Genap

Almira Bastari merupakan penulis Indonesia yang dikenal lewat novel bergenre romantis komedi. Karyanya disukai banyak pembaca karena gaya bahasanya ringan, lucu, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia memiliki banyak penggemar setia di media sosial dan platform digital.

Perjalanan Almira menjadi penulis tidak mudah. Sejak sekolah ia gemar menulis, tetapi naskahnya sempat ditolak penerbit selama sembilan tahun. Berkat kerja keras dan dukungan keluarga, novel pertamanya Melbourne Wedding Marathon terbit pada 2017. Namanya semakin populer setelah merilis Resign!, Ganjil Genap, dan Home Sweet Loan.

Keunggulan Almira terletak pada kemampuannya mengangkat masalah nyata, seperti tekanan menikah, dunia kerja, dan sulitnya membeli rumah, menjadi cerita yang menghibur dan relate. Karena itu, Almira Bastari menjadi salah satu penulis populer di Indonesia saat ini.

Tips Mencari Jodoh ala Ganjil Genap 

  1. Berani membuka hati lagi seperti Gala

Meski sempat terluka, Gala tetap mencoba memberi kesempatan pada dirinya untuk memulai hubungan baru. Dari sini terlihat bahwa move on butuh waktu, tetapi tetap mungkin dilakukan.

  1. Perluas pergaulan ala Gala

Gala nggak hanya diam menunggu jodoh datang. Ia mencoba dikenalkan teman, ikut kegiatan baru, hingga membuka peluang bertemu orang lain. Ini menunjukkan pentingnya keluar dari zona nyaman.

  1. Jangan panik karena umur

Gala sempat merasa tertekan karena usia mendekati tiga puluh dan tuntutan menikah. Namun, cerita ini menunjukkan bahwa menikah bukan soal cepat-cepatan, melainkan soal kesiapan dan pasangan yang tepat.

  1. Selektif memilih pasangan

Dalam prosesnya, Gala bertemu berbagai tipe pria. Dari pengalaman itu, pembaca belajar bahwa nggak semua orang cocok dijadikan pasangan, jadi penting untuk tetap selektif.

  1. Tetap jadi diri sendiri

Gala adalah karakter yang apa adanya dan nggak memaksakan diri menjadi orang lain demi disukai. Ini menjadi pengingat bahwa hubungan sehat dimulai dari kejujuran pada diri sendiri.

  1. Bahagia nggak selalu soal pasangan

Pada akhirnya, Gala belajar bahwa kebahagiaan nggak hanya datang dari status hubungan. Mencintai diri sendiri dan menikmati hidup juga sama pentingnya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Ganjil Genap

Pros & Cons

Pros
  • Latar kota terasa hidup
  • Tema yang dekat dengan realita
  • Bahasa ringan dan mudah dipahami
  • Banyak adegan lucu dan menghibur
Cons
  • Jumlah halaman cukup tebal untuk konflik yang sederhana
  • Beberapa bagian terasa terlalu panjang
  • Alur sedikit lambat di bagian tengah
  • Beberapa situasi terasa berulang

 

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku Ganjil Genap karya Almira Bastari ya, Grameds!

 

Kelebihan Buku Ganjil Genap

  • Latar Kota yang Hidup dan Relatable
    Salah satu kekuatan utama Ganjil-Genap terletak pada penggambaran suasana kota yang begitu hidup, sehingga pembaca seolah ikut merasakan hiruk-pikuk kehidupan urban bersama tokoh utamanya. Latar perkotaan tidak hanya menjadi pelengkap cerita, tetapi juga terasa menyatu dengan alur dan emosi yang dialami para karakter.
  • Mengangkat Isu Sosial yang Dekat dengan Kehidupan Nyata
    Novel ini berhasil mengangkat isu yang sangat dekat dengan realitas, terutama tekanan sosial terhadap perempuan lajang di usia tiga puluh tahun ke atas yang sering menjadi bahan pertanyaan lingkungan sekitar. Cara penyampaiannya terasa relevan dan mampu membuka sudut pandang pembaca agar lebih peka terhadap tekanan sosial yang kerap dianggap sepele.
  • Gaya Penulisan Ringan tapi Tetap Bermakna
    Almira Bastari menggunakan gaya bahasa yang ringan, santai, dan mudah dipahami, sehingga cerita terasa mengalir nyaman tanpa kehilangan kedalaman emosinya. Meskipun membahas keresahan hidup dan tekanan sosial, novel ini tetap dibalut humor segar yang membuat pembaca betah mengikuti cerita sampai akhir.
  • Cerita Sederhana yang Dekat dengan Keresahan Pembaca
    Meski premisnya sederhana, Ganjil-Genap mampu menghadirkan cerita yang seru karena mengangkat keresahan yang sangat dekat dengan kehidupan banyak perempuan urban, mulai dari karier, percintaan, hingga tuntutan untuk segera menikah. Hal inilah yang membuat ceritanya terasa personal dan mudah membangun koneksi emosional dengan pembaca.
  • Karakter dan Pengalaman yang Terasa Nyata
    Perjalanan Gala dalam menghadapi putus cinta dan tekanan untuk segera menemukan pasangan terasa sangat realistis, lengkap dengan berbagai tipe orang yang ditemuinya dalam proses tersebut. Karena karakter dan situasinya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, pembaca jadi lebih mudah merasa terhubung dengan perjuangan yang dialami Gala.

Kekurangan Buku Ganjil Genap

  • Konflik Sederhana dengan Durasi Cerita yang Panjang
    Meskipun premis utama novel ini cukup menarik, konflik yang diangkat sebenarnya tergolong sederhana, yaitu tentang perjalanan Gala mencari pasangan setelah putus dari hubungan lamanya. Dengan jumlah halaman yang cukup banyak, sebagian pembaca mungkin merasa cerita berjalan lebih panjang dari yang dibutuhkan untuk menyampaikan inti konfliknya.
  • Beberapa Bagian Terasa Berjalan Lambat
    Ada beberapa bagian cerita yang terasa terlalu panjang, terutama saat menggambarkan proses Gala bertemu dengan pria-pria baru dalam pencarian pasangannya. Walaupun bagian tersebut penting untuk memperlihatkan perjalanan emosional tokoh utama, ritmenya kadang terasa lambat sehingga bisa membuat pembaca kehilangan sedikit momentum.
  • Pola Cerita yang Cenderung Berulang
    Novel ini beberapa kali menghadirkan pola cerita yang mirip, yaitu Gala bertemu seseorang, menaruh harapan, lalu kembali kecewa karena hubungan itu tidak berjalan baik. Pola yang terus berulang ini memang relevan dengan tema pencarian jodoh, tetapi bagi sebagian pembaca bisa terasa monoton di pertengahan cerita.
  • Konflik Sampingan Belum Digali Maksimal
    Selain kisah percintaan, novel ini sebenarnya memiliki potensi untuk mengeksplorasi konflik lain seperti hubungan keluarga Gala dan tekanan sosial yang ia hadapi dari lingkungan sekitar. Sayangnya, beberapa konflik tambahan tersebut belum dikembangkan secara mendalam sehingga terasa masih bisa digali lebih jauh agar cerita menjadi lebih kaya.
  • Humor Kadang Menutupi Kedalaman Konflik
    Gaya penulisan yang ringan dan humoris memang menjadi daya tarik utama novel ini, tetapi di beberapa bagian nuansa tersebut membuat konflik emosional terasa kurang tajam. Akibatnya, ada momen yang seharusnya bisa memberikan dampak emosional lebih kuat justru terasa cepat berlalu karena dibalut humor yang terlalu dominan.

 

Kekurangan Buku Ganjil Genap

  • Konflik Sederhana dengan Durasi Cerita yang Panjang
    Meskipun premis utama novel ini cukup menarik, konflik yang diangkat sebenarnya tergolong sederhana, yaitu tentang perjalanan Gala mencari pasangan setelah putus dari hubungan lamanya. Dengan jumlah halaman yang cukup banyak, sebagian pembaca mungkin merasa cerita berjalan lebih panjang dari yang dibutuhkan untuk menyampaikan inti konfliknya.
  • Beberapa Bagian Terasa Berjalan Lambat
    Ada beberapa bagian cerita yang terasa terlalu panjang, terutama saat menggambarkan proses Gala bertemu dengan pria-pria baru dalam pencarian pasangannya. Walaupun bagian tersebut penting untuk memperlihatkan perjalanan emosional tokoh utama, ritmenya kadang terasa lambat sehingga bisa membuat pembaca kehilangan sedikit momentum.
  • Pola Cerita yang Cenderung Berulang
    Novel ini beberapa kali menghadirkan pola cerita yang mirip, yaitu Gala bertemu seseorang, menaruh harapan, lalu kembali kecewa karena hubungan itu tidak berjalan baik. Pola yang terus berulang ini memang relevan dengan tema pencarian jodoh, tetapi bagi sebagian pembaca bisa terasa monoton di pertengahan cerita.
  • Konflik Sampingan Belum Digali Maksimal
    Selain kisah percintaan, novel ini sebenarnya memiliki potensi untuk mengeksplorasi konflik lain seperti hubungan keluarga Gala dan tekanan sosial yang ia hadapi dari lingkungan sekitar. Sayangnya, beberapa konflik tambahan tersebut belum dikembangkan secara mendalam sehingga terasa masih bisa digali lebih jauh agar cerita menjadi lebih kaya.
  • Humor Kadang Menutupi Kedalaman Konflik
    Gaya penulisan yang ringan dan humoris memang menjadi daya tarik utama novel ini, tetapi di beberapa bagian nuansa tersebut membuat konflik emosional terasa kurang tajam. Akibatnya, ada momen yang seharusnya bisa memberikan dampak emosional lebih kuat justru terasa cepat berlalu karena dibalut humor yang terlalu dominan.

 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Ganjil Genap adalah novel metropop yang berhasil menghadirkan cerita ringan namun penuh dengan pesan moral, Grameds. 

Almira Bastari mampu mengemas tema cinta, tekanan sosial, dan pencarian jodoh menjadi kisah yang lucu, hangat, sekaligus dekat dengan kehidupan nyata. Tokoh Gala juga terasa realistis sehingga mudah membuat pembaca ikut merasakan perjuangannya.

Rekomendasi Buku Terkait

 

  1. Forever Monday 

Forever Monday

button cek gramedia com

Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin sebagai hari spesial untuk menjadi pacar Eras, seorang playboy yang memiliki banyak pacar dan membagi satu perempuan untuk setiap hari dalam seminggu. Meski hubungan itu terasa aneh, Ingga tetap menjalaninya karena ia mencintai Eras. Kehidupan Ingga mulai berubah saat ia bertemu Kale, pria tampan lain yang juga dikenal sebagai playboy. Kale membawa warna baru dalam hidup Ingga yang sebelumnya terasa suram. Ia mengajarkan Ingga cara bersenang-senang, menikmati hidup, dan belajar mencintai dirinya sendiri. Kehadiran Kale membuat hati Ingga goyah, tetapi Ingga tetap sulit melepaskan Eras. Di tengah hubungan rumit itu, terungkap bahwa Eras dan Kale pernah bersahabat dekat, namun kini terpisah oleh dendam lama yang berpotensi menghancurkan hidup mereka semua.

 

  1. Harapan Dari Tempat Paling Jauh 

Young Adult: Harapan dari Tempat Paling Jauh

button cek gramedia com

Vanka menjalani hidupnya hanya demi sang ibu. Ia berusaha keras menjadi murid berprestasi dan fokus pada pendidikan agar ibunya mau menerima keberadaannya sebagai anak di luar nikah. Karena ambisi itu, Vanka tumbuh menjadi sosok penyendiri di sekolah. Dalam perjalanannya, ia harus berurusan dengan Oliver, siswa terkenal yang terlihat angkuh tetapi sebenarnya menyimpan banyak ketakutan. Di sisi lain, Oliver juga hidup demi kakeknya. Ia menjadi aktor terkenal dan berusaha terlihat normal demi menyenangkan sang kakek. Pertemuan Vanka dan Oliver diawali dengan rasa benci dan dendam, tetapi seiring waktu hubungan mereka berubah menjadi persahabatan. Mereka saling bergantung dan bersama-sama mencari harapan untuk bertahan dari luka dan gelapnya kehidupan masing-masing.

 

  1. Represi 

Young Adult: Represi

button cek gramedia com

Pada awalnya, hidup Anna tampak berjalan normal. Ia memang tidak terlalu dekat dengan ayahnya, tetapi masih memiliki ibu yang peduli serta sahabat-sahabat setia yang selalu menemani sejak masa SMA. Sahabat-sahabatnya mengenal Anna dengan baik dan selalu ada untuknya. Namun, perlahan keadaan mulai berubah. Anna mulai menjauh dari teman-temannya tanpa alasan jelas. Hubungannya dengan sang ibu juga semakin buruk. Sosok Anna yang dulu dikenal ceria dan dekat dengan orang-orang terdekatnya berubah menjadi pribadi yang asing. Tidak ada yang benar-benar mengetahui luka dan beban yang ia simpan selama ini. Hingga pada akhirnya, Anna memutuskan mengakhiri hidupnya, meninggalkan pertanyaan besar dan kenyataan pahit bahwa ia selama ini memendam banyak penderitaan sendirian.

 

Written by Laura Saraswati