Administrasi

Resign: Pengertian, Alasan Mengajukannya & Tips Pengajuan yang Tepat!

Resign adalah
Written by Ananda

Resign adalah – Dalam perjalanan karier yang dimiliki oleh setiap orang, mungkin resign merupakan salah satu keinginan yang pernah ada. Resign atau pengunduran diri dari pekerjaan yang dijalani seseorang merupakan suatu hal yang lumrah.

Meski terkadang seseorang terlihat begitu produktif maupun baik-baik saja. Namun, hingga saat ini, keputusan resign telah dilakukan oleh hampir setiap orang. Tak bisa dipungkiri juga jika mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan saat ini bukanlah perkara mudah.

Butuh waktu lama serta pertimbangan matang untuk melakukan pengajuan resign. Di sisi lain, pihak yang bersangkutan dalam proses pengajuannyajuga harus dilakukan dengan tepat. Tak boleh asal-asalan atau bahkan hingga menimbulkan kesan buruk pada tempat kerja terdahulu. Hal ini tak lain karena akan memberikan pengaruh pada jenjang karir selanjutnya ataupun tempat kerja baru.

Karena hal tersebutlah, memutuskan untuk pengunduran diri adalah keputusan yang memang sulit diambil oleh setiap orang. Apalagi jika orang yang bersangkutan telah menekuni pekerjaan di perusahaan tersebut secara bertahun-tahun.

Selain itu, keputusan pengunduran diri juga tak hanya berpengaruh terhadap perjalanan karirnya saja. Namun, juga akan berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya soal keuangan.

Akan tetapi, jika memang pengunduran diri adalah keputusan yang harus dilakukan saat ini. Tentunya Anda tetap harus melakukan keputusan tersebut. Meski begitu, akan lebih baik Anda juga harus tahu apa itu resign serta tips-tips khusus yang bisa dilakukan sebelum melakukan pengajuan resign.

Jangan sampai karena terlalu buru-buru mengambil keputusan resign bisa memberikan dampak yang cukup besar. Agar Anda juga tak salah dalam pengambilan keputusan pengunduran diri, maka penjelasan dalam artikel ini bisa membantu.

Pengertian Resign

Resign adalah

pixabay.com

Hal pertama yang akan kita bahas bersama adalah tentang pengertian resign. Secara umum, resign adalah tindakan pengunduran diri yang dilakukan oleh para pekerja dari tempat ia berkeja saat itu secara sukarela.

Itu artinya, ketika seseorang sudah melakukan tindakan resign, maka dirinya akan melepaskan semua tanggung jawab yang ada kaitannya dengan pekerjaan tersebut. Tak hanya itu saja, mereka yang melakukan resign juga akan kehilangan sejumlah tunjangan yang diberikan oleh tempat ia bekerja dahulu seperti asuransi kesehatan.

Dalam bahasa Indonesia, resign bisa diartikan sebagai mengundurkan diri, menyerah atau berhenti. Kata resign kerap digunakan oleh seseorang yang sudah tak nyaman pada pekerjaan yang ia miliki saat ini. Dalam dunia kerja, resign kerja merupakan suatu tindakan yang lumrah untuk dilakukan, khususnya bagi mereka yang memiliki berbagai macam faktor pendukung terjadinya tindakan pengajuan resign.

Tak bisa dipungkiri jika faktor adanya tindakan pengunduran diri memang bisa bermacam-macam. Mulai dari faktor internal hingga factor internal bisa saja mempengaruhi terjadinya tindakan resign tersebut.

Alasan umum yang kerap menjadi faktor pendukung terjadinya pengajuan pengunduran diri adalah seperti adanya rasa jenuh, merasa tak bisa lagi kompeten terhadap pekerjaan tersebut hingga gaji yang memang tak bisa memenuhi kebutuhan hidup saat ini.

Selain itu, ada juga faktor lain yang bisa menjadi penyebab seseorang melakukan pengajuan resign. Misalnya, faktor lingkungan kerja seperti konflik internal yang terjadi antara pihak yang bersangkutan dengan rekan kerja maupun atasan, larangan untuk menikah dengan rekan kerja dan lain sebagainya.

Meski terasa begitu mendesak, sebaiknya pikir berulang kali untuk melakukan resign. Karena seperti yang dijelaskan sebelumnya jika keputusan resign akan memberikan dampak yang cukup terasa khususnya dalam hal keuangan.

Selain itu, pastikan juga jika Anda ingin resign untuk tetap bisa mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan ataupun tempat kerja yang lebih baik lagi.

Alasan Pekerja Memilih Resign dari Tempat Kerja

Tak bisa dipungkiri bahwa situasi ketika karyawan memutuskan resign secara tiba-tiba akan memberikan dampak yang cukup merugikan bagi pihak perusahaan, apalagi ketika karyawan tersebut memberikan dukungan begitu besar terhadap perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, pihak perusahaan juga harus melakukan upaya pencegahan terhadap kemungkinan tindakan resign yang dilakukan oleh karyawan secara tiba-tiba. Di mana biasanya pihak HRD yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika penyebab karyawan pengunduran diri ada begitu banyak. Tentunya jika Anda memiliki posisi sebagai HRD juga harus tahu apa saja sih alasan yang menyebabkan seorang karyawan atau pekerja memutuskan untuk melakukan tindakan pengajuan resign terhadap perusahaan.

Adapun beberapa alasan yang biasanya menyebabkan karyawan mengambil tindakan resign. Apa saja alasan tersebut? Ini dia penjelasan selengkapnya.

1. Karier yang Tidak Berkembang

Salah satu penyebab seorang karyawan memutuskan untuk pengunduran diri adalah tidak mengalami perkembangan pada karir yang ia jalani untuk saat ini. Biasanya, mereka yang melakukan tindakan resign dengan alasan ini merupakan seseorang yang memiliki sifat ambisius terhadap karir yang dijalaninya.

Secara umum, mereka ingin terus berkembang agar ilmu yang ia dapatkan bisa selalu bertambah. Sehingga ketika mereka berada di situasi yang menjadikan dirinya tak berkembang, maka mereka akan merasa jika tujuan yang dimilikinya tak bisa tercapai.

Lalu, untuk alasan karir yang tak bisa berkembang bisa masuk ke dalam kategori sebagai High Retention Risk atau tingkat resiko retensi yang cukup tinggi. Hal ini karena mereka tak bisa melihat akan adanya jenjang karir yang jelas dari perusahaan tempat ia bekerja.

Resign adalah

2. Waktu Kerja yang Berbeda Dengan Perjanjian Awal

Faktor lain yang bisa menyebabkan seorang karyawan memutuskan untuk resign dari tempatnya bekerja adalah waktu kerja yang berlebihan atau tak sesuai dengan yang ada di dalam perjanjian awal.

Biasanya, perusahaan tempat ia bekerja akan menambahkan waktu kerja tanpa melakukan kesepakatan dengan pihak karyawan. Hal inilah yang menyebabkan karyawan merasa keberatan hingga mengakibatkan tindakan pengajuan resign.

Pada dasarnya waktu kerja yang berlebihan juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan karyawan menjadi lebih mudah stres dan kelelahan. Tak heran banyak karyawan yang merasa keberatan dengan adanya peraturan penambahan waktu kerja yang tak sesuai dengan perjanjian awal.

Jika pada perjanjian awal pihak perusahaan dan karyawan telah melakukan kesepakatan kerja selama 8 jam dalam satu harinya, maka pihak perusahaan juga harus mengikuti perjanjian tersebut. Ketika ada suatu kewajiban untuk lembur, maka pihak perusahaan juga harus memberikan uang lembur kepada karyawan sesuai dengan jam kerja tambahan tersebut.

3. Tidak Ada Apresiasi dari Pihak Perusahaan

Tak ada apresiasi kepada karyawan dari pihak perusahaan juga bisa menjadi salah satu penyebab seorang pekerja memutuskan resign. Apresiasi di sini tak hanya berbentuk pujian dan tunjangan saja. Namun, juga berhubungan dengan perkembangan dan sikap perusahaan kepada para karyawannya.

Karyawan yang merasa tak dihargai oleh perusahaan biasanya akan memiliki peluang lebih besar untuk mengajukan resign. Oleh karena itu, para HRD perusahaan juga wajib banget tahu akan alasan tersebut agar bisa melakukan pencegahan akan kemungkinan terjadinya situasi pengunduran atau resign.

Pihak perusahaan bisa mencoba untuk memberikan kenyamanan kepada pihak karyawan seperti proses pengurusan administrasi HR, penilaian kinerja yang objektif serta perhitungan gaji yang sesuai dengan jam kerja. Semua proses tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas HRIS terintegrasi.

Adanya hal tersebut akan menjadikan karyawan dari sebuah perusahaan bisa merasakan kenyamanan ketika bekerja. Tentunya, ketika kenyamanan sudah didapatkan oleh karyawan, kemungkinan untuk resign secara tiba-tiba akan semakin kecil dan bagi perusahaan juga akan semakin lebih bisa meminimalisir terjadinya kerugian.

4. Kondisi Suasana Kerja yang Kurang Nyaman

Salah satu faktor yang bisa membuat seorang karyawan betah untuk bekerja adalah lingkungan kerja yang bisa membuatnya merasa nyaman. Oleh karena itu, ketika suatu kondisi tertentu menjadikan lingkungan kerja tak nyaman bagi seorang karyawan, mungkin hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasannya untuk mengajukan permohonan resign.

Jika memang Anda adalah seorang atasan dalam sebuah perusahaan, tak ada salahnya lho untuk lebih memperhatikan tingkat kenyamanan dari setiap karyawannya.

Kenyamanan yang dimaksud di sini tak hanya soal suasana dalam perusahaan saja.

Namun, kenyamanan di sini bisa berhubungan dengan pekerjaan atau job desk untuk karyawan serta tunjangan yang akan mereka dapatkan sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan. Adanya kenyamanan yang maksimal untuk karyawan akan menjadikan setiap pekerja tidak memiliki pemikiran untuk melakukan tindakan resign.

5. Minimnya Dukungan Infrastruktur dari Perusahaan

Tak hanya beberapa alasan yang telah dijelaskan sebelumnya saja. Namun, tidak adanya dukungan infrastruktur yang memadai dalam proses bekerja di suatu perusahaan tertentu bisa menjadi alasan utama yang membuat karyawan memilih untuk resign. Oleh karena itu sangat disarankan untuk setiap perusahaan memberikan atau memperhatikan kebutuhan infrastruktur bagi para karyawannya.

Sebuah data menunjukkan jika tidak adanya dukungan infrastruktur dari perusahaan memiliki jumlah persentase sebanyak 70 persen alasan orang untuk resign. Tak heran jika alasan tersebut kerap digunakan oleh para karyawan yang ingin melakukan pengajuan resign.

6. Budaya Perusahaan yang Tak Sesuai

Setiap perusahaan pasti selalu memiliki budaya di dalamnya. Tentunya satu perusahaan dengan perusahaan lainnya akan memiliki perbedaan budaya yang ada di dalamnya.

Pada dasarnya, mereka yang menjadi pelaku usaha harus bisa menjadi pemimpin dalam sebuah perusahaan harus bisa memiliki budaya yang fleksibel dan kreatif. Adanya budaya tersebut akan menjadikan karyawan lebih mudah untuk merasa nyaman ketika bekerja.

Perlu diketahui juga jika kreativitas dan fleksibilitas yang ada di dalam budaya perusahaan akan mampu memberikan dukungan besar terhadap kreativitas pada diri karyawan. Oleh karena itu, keberadaan buaya tersebut mampu memberikan dampak yang cukup baik bagi perusahaan maupun para karyawan.

7. Tidak Adanya Visi yang Jelas dari Perusahaan

Bagi seorang karyawan yang memiliki sifat perfeksionis, visi dari sebuah perusahaan tempat ia bekerja memiliki peranan yang cukup penting dalam perjalanan karir yang dimilikinya. Oleh karena itu, untuk memberikan dukungan kenyamanan bagi karyawan dalam suatu perusahaan, pelaku usaha harusnya bisa menciptakan visi yang jelas dan sesuai dengan bisnis yang sedang dijalankan.

Pada dasarnya, kemampuan paling untuk dari seorang karyawan adalah bisa menganalisa, merasakan serta menilai situasi yang terjadi di dalam perusahaan tempat dimana mereka bekerja.

Oleh sebab itu, bisa ditarik kesimpulan jika seorang karyawan yang baik selalu bisa memberikan penilaian dengan baik apakah visi dari tempat mereka bekerja sudah jelas serta terencana atau tidak. Ketika visi dalam perusahaan tempat mereka bekerja tidak jelas, maka kemungkinan besar mereka akan melakukan pengajuan resign.

8. Tanggung Jawab Karyawan Tak Sesuai dengan Perjanjian Awal

Sebelum secara resmi menjadi seorang karyawan dalam perusahaan biasanya akan dijelaskan terlebih dahulu apa saja job desk yang akan dilakukan dalam suatu jabatan yang akan Anda tempati. Job desk maupun tanggung jawab yang akan Anda lakukan biasanya juga tertuang dalam perjanjian kerja yang secara umum pasti sudah Anda baca terlebih dahulu.

Namun, terkadang ada juga perusahaan yang menambahkan job desk lain kepada karyawan, sehingga keputusan tersebut akan menjadikan seorang karyawan memiliki job desk yang tak sesuai dengan apa yang tertuang di dalam sebuah perjanjian kontrak kerja. Nah hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan seorang karyawan ingin melakukan resign.

Resign adalah

9. Keputusan Untuk Melanjutkan Jenjang Pendidikan yang Lebih Tinggi

Tak jarang ada karyawan yang memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Hal tersebut dilakukan agar bisa meningkatkan kemampuan dan ketrampilan yang ada di dalam dirinya. Dengan begitu, biasanya karyawan yang bersangkutan akan memilih untuk resign dari pekerjaannya.

Tak bisa dipungkiri jika membagi waktu bekerja dengan kuliah bukanlah hal yang mudah. Meski ada yang bisa, tetapi tak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, beberapa karyawan yang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya lebih memilih untuk resign dari pekerjaannya.

10. Faktor Keluarga Maupun Adanya Kebutuhan Lain

Faktor keluarga atau adanya kebutuhan lain juga bisa menyebabkan seorang karyawan memutuskan untuk resign dari pekerjaanya. Misalnya adalah seorang wanita karir yang baru saja melahirkan anak atau memiliki anak yang usianya memang masih perlu pendampingan seorang ibu.

Tak jarang mereka akan memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan fokus terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak. Dalam hal ini, perusahaan akan sedikit susah untuk mengatasinya karena sudah menyangkut kebutuhan pribadi dari karyawan yang bersangkutan.

Tips Mengajukan Resign

Resign adalah

pixabay.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika keputusan resign secara tiba-tiba biasanya akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perusahaan. Oleh karena itu, tak jarang terkadang perusahaan juga memiliki tenggang waktu tertentu setidaknya setelah mendapatkan pengganti dalam jabatan yang dimiliki oleh pihak yang bersangkutan.

Adapun beberapa tips dalam mengajukan resign yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut ini.

1. Memahami Aturan Resign Perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki aturan sendiri-sendiri termasuk juga soal proses pengajuan resign. Biasanya, aturan pengajuan resign ada kaitannya dengan rentang waktu proses pengajuan. Oleh karena itu, Anda juga harus paham setiap aturan yang diberlakukan oleh perusahaan tempat bekerja agar proses pengajuan resign bisa berjalan dengan mulus.

2. Persiapkan Surat Resign dengan Baik

Sebelum memutuskan untuk melakukan permohonan pengajuan resign. Pastikan dahulu jika Anda sudah memiliki format surat resign yang baik atau sesuai dengan ketentuan perusahaan. Adapun yang paling penting adalah penulisan alasan kenapa melakukan pengajuan resign. Jangan lupa untuk memberikan ucapan terimakasih serta apresiasi Anda untuk perusahaan tempat kerja.

3. Sampaikan Jauh-jauh Hari

Lebih baik Anda menyampaikan niat untuk resign kerja kepada atasan atau pihak HRD jauh-jauh hari. Jika memang alasan untuk resign adalah gaji, maka Anda bisa meminta saran dan pandangan dari pihak HRD terlebih dahulu. Jangan lupa untuk selalu menyampaikan aspirasi yang Anda miliki dengan rasa sopan.

4. Tak Ada Salahnya Memberikan Hadiah Kepada Atasan atau Rekan

Memutuskan untuk resign itu artinya Anda harus berpisah dengan rekan dan juga atasan. Tak ada salahnya untuk menyiapkan hadiah perpisahan kecil sebagai bentuk kenang-kenangan Anda kepada perusahaan dan rekan kerja. Jangan lupa untuk menyampaikan rasa terima kasih serta untuk selalu menyambung komunikasi dengan rekan ataupun atasan terdahulu.

Nah itulah beberapa tips resign yang bisa Anda lakukan agar tetap terlihat profesional serta tak ada pihak yang dirugikan.

Jika kamu ingin mencari buku tentang dunia kerja, maka bisa menemukannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Hendrik Nuryanto

BACA JUGA:

  1. Kumpulan Contoh Surat Resign Kerja dan Cara Membuatnya 
  2. 11 Macam Alasan Resign, Perlukah Pindah Tempat Kerja? 
  3. 13 Pilihan Contoh Surat Pengunduran Diri yang Bisa Menjadi Referensi 
  4. Tips Membangkitkan Semangat Kerja & Penyebab Semangat Kerja Menurun 
  5. Work Life Balance: Manfaat dan Berbagai Faktor yang Memengaruhi
  6. (Infografik) Pentingnya Meraih Kebahagiaan di Tempat Kerja


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien