Sains dan Teknologi

Mengenal Perkembangan Metaverse serta Bagaimana Cara Kerjanya!

Written by Rifda Arum

Metaverse Adalah – Di era yang sudah canggih seperti saat ini, istilah-istilah baru tentang teknologi pun sudah semakin berkembang. Selain multiverse, ada pula metaverse yang saat ini tengah digembar-gemborkan mampu memudahkan aktivitas manusia terutama dalam hal dunia digital, tak terkecuali di bidang ekonomi bisnis hingga marketing.

Yap, konsep metaverse ini dianggap menjadi gerbang masuk menuju dunia virtual yang tentu saja akan berhubungan erat dengan dunia digital di masa depan. Nantinya, semua hal di masa depan akan mudah diraih karena dunia digital begitu erat kaitannya dengan teknologi, terutama dalam teknologi di smartphone milik kita. Lantas, apa sih metaverse yang digadang-gadang mampu membangkitkan dunia digital dalam segala bidang?

Bagaimana sejarah dan cara kerjanya yang mengandalkan kecanggihan teknologi ini? Apa pula perbedaan antara metaverse dengan multiverse? Bagaimana pula relevansi dari konsep metaverse ini bagi kehidupan manusia? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

Metaverse

https://www.pexels.com/

Apa Itu Metaverse?

Metaverse

https://pixabay.com/

Istilah metaverse ini jika dijelaskan secara bahasa maka akan menjadi dua hal, yakni “meta” yang bermakna ‘di luar atau melebihi’, sementara “verse” diartikan sebagai ‘semesta’. Kedua kata tersebut sama-sama berasal dari Bahasa Yunani yang bermakna “di luar semesta” atau “melebihi semesta”. Istilah metaverse pertama kali muncul adalah 30 tahun lalu, tepatnya pada awal tahun 1990-an. Kala itu, metaverse dianggap sebagai sebuah metode yang menghubungkan antara manusia (masyarakat) dengan konsep avatar yang mana sangat menggantungkan pada teknologi.

Perlu diketahui bahwa dalam dunia virtual metaverse ini, terdapat 3 elemen utama yakni:

  1. Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI)
  2. Teknologi Web 3.0
  3. Teknologi Blockchain

Saat ini, sudah cukup banyak perusahaan ternama yang melibatkan dirinya dalam dunia metaverse. Mulai dari Samsung, Microsoft, Meta (dulunya Facebook), Google, hingga Adidas. Di Indonesia sendiri, dunia metaverse ternyata sudah dilirik oleh sejumlah perusahaan lho, beberapa di antaranya adalah BRI (Bank Rakyat Indonesia) dan BNI (Bank Negara Indonesia) yang siap untuk ekspansi ke dunia virtual. Kedua bank tersebut nantinya akan terjun ke dunia metaverse dengan pengembangan yang dilakukan oleh WIR Group dengan nama METAVERSE INDONESIA.

Banyak ahli yang telah mendefinisikan apa itu metaverse sesuai dengan pemahaman mereka. Menurut Nicely (2022), berpendapat bahwa “Metaverse mengacu pada dunia virtual online bersama, mirip dengan video game seperti Second Life atau Pokémon Go. Ini (metaverse) adalah lingkungan tiga dimensi yang realistis di mana orang dapat menjelajahi dan berinteraksi dengan orang lain secara real time.”

Lalu menurut Weston (2022), metaverse adalah “Metaverse mengacu pada dunia virtual online bersama, mirip dengan video game seperti Second Life atau Pokémon Go. Ini (metaverse) adalah lingkungan tiga dimensi yang realistis di mana orang dapat menjelajahi dan berinteraksi dengan orang lain secara real time”. Sementara menurut Stefanic (2022) mengungkapkan bahwa “Metaverse mengacu pada dunia 3D online yang diakses melalui komputer, perangkat pintar, augmented reality dan headset realitas virtual. Interaksi dan keterlibatan adalah inti dari prinsip-prinsip metaverse, memastikan bahwa pengguna dapat sepenuhnya tenggelam dalam lingkungan online yang difasilitasi oleh teknologi metaverse.”

Dalam hal ini, Metamandrill (2022) pun turut berspekulasi bahwa metaverse adalah konsep penggabungan antara dunia online dengan dunia nyata (secara fisik) guna menciptakan sesuatu yang baru. Konsep metaverse biasanya akan menggunakan perangkat tertentu, di antaranya adalah headset realitas virtual hingga aplikasi augmented reality. Nah, melalui beberapa perangkat tersebut, nantinya kita dapat menjelajah realitas baru dengan lingkungan berbasis 3D alias 3 Dimensi. Itu berarti, konsep metaverse ini hanya dibatasi oleh imajinasi manusia saja.

Berdasarkan definisi mengenai apa itu metaverse yang telah dicetuskan oleh beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa,

“Metaverse adalah konsep ruang dimana seseorang dapat terlibat langsung di dalamnya dengan menggunakan perangkat canggih dalam dunia virtual. Dalam metaverse ini, kita dapat bersosialisasi, bermain game, hingga berbelanja, tetapi hanya sebatas pada dunia virtual saja”.

Metaverse

Sejarah Perkembangan Metaverse di Dunia

https://www.pexels.com/

Sebenarnya, metaverse ini berkembang sejalan dengan perkembangan internet yang semakin canggih. Hal tersebut karena keberadaan metaverse bersama dengan dunia virtual dan seisinya ini hanya dapat “diraih” melalui internet. Meskipun istilah metaverse ini sudah muncul sejak tahun 1990-an, tetapi bukti nyatanya baru ada pada tahun 2021 lalu. Itu pun setelah pemilik Facebook, Mark Zuckerberg, berusaha mengembangkan dunia virtual ini. Nah, berikut adalah ulasan mengenai bagaimana sejarah perkembangan konsep metaverse di dunia.

1989 – Munculnya Internet

Pada tahun 1989, Tim Berners Lee berhasil menciptakan internet. Awal munculnya internet ini menjadi titik lahirnya metaverse.

1992 – Pertama Kalinya Istilah Metaverse Muncul

Tepatnya pada tahun 1992, istilah metaverse muncul pertama kali dalam salah satu novel karya Neal Stephenson yang berjudul Snow Crash. Dalam novel tersebut memang secara keseluruhan menceritakan mengenai manusia sebagai avatar yang dapat berinteraksi dengan avatar lain di sebuah ruang virtual 3D. Ruang virtual 3D ini dianggap sebagai metafora alias perbandingan dari dunia nyata. Uniknya lagi, dalam novel tersebut juga menggambarkan mengenai bagaimana ruang virtual 3D yang ada.

2003 – Peluncuran Second Life

Seorang ilmuwan bernama Philip Rosedale bersama timnya, meluncurkan sebuah dunia virtual online bernama Second Life di Linden Lab. Secara keseluruhan, Second Life ini mirip dengan permainan role-playing online multi-pemain, meskipun Linden Lab menyatakan bahwa dunia ciptaan mereka bukanlah sebuah permainan. Dalam Second Life ini, pengguna akan menyebut dirinya sebagai penghuni dan membuat representasi virtual mengenai diri mereka sendiri. Representasi virtual tersebut disebut dengan avatar. Avatar ini nantinya akan dapat berinteraksi dengan tempat, objek, bahkan avatar lainnya.

2006 – Roblox Diperkenalkan ke Publik

Adanya konsep metaverse ini juga diterapkan dalam dunia game. Pada tahun 2006, salah satu platform game online, Roblox, memperkenalkan game yang mengandalkan dunia virtual. Dalam game tersebut, para pemain dapat menciptakan dan membagikan dunia game mereka kepada pemain lainnya, sehingga terciptalah jual beli. Perusahaan pengembang game Roblox ini juga menyediakan berbagai genre permainan, mulai dari role-playing, balapan, hingga permainan rintangan.

2009 – Munculnya Bitcoin

Keberadaan bitcoin tentu saja menjadi bagian dari konsep metaverse. Hal tersebut karena bitcoin menjadi salah satu mata uang kripto dan blockchain. Nantinya, mata uang kripto juga akan menjadi alat bertransaksi dalam dunia metaverse ini, mulai dari untuk membeli tanah, bangunan, pakaian, hingga avatar lain.

2011 – Konsep Metaverse Muncul Kembali

Pada tahun 2011, konsep metaverse muncul kembali di publik melalui novel berjudul Ready Player One karya Ernest Cline. Secara keseluruhan, novel ini menceritakan bahwa pada tahun 2045, realitas menjadi tempat yang buruk sehingga sang tokoh utama akan masuk ke dunia virtual dan mempelajari dunia tersebut. Sedikit trivia, novel tersebut telah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul yang sama pada tahun 2018 lalu.

2014 – Produksi Oculus

Pada tahun 2014 lalu, perusahaan Facebook telah mengakuisisi perusahaan hardware dan platform virtual reality (VR) yakni Oculus. Alasan mengapa Facebook mengakuisisi perusahaan tersebut adalah karena teknologi VR nantinya akan menjadi perangkat penting dalam perkembangan dunia metaverse. Kebanyakan perangkat layar yang diikatkan di kepala untuk menampilkan dunia virtual itu dikembangkan oleh merek perusahaan Oculus.

2015 – Rilisnya Decentraland

Pada tahun 2015, salah satu platform metaverse berhasil dirilis dengan merk Decentraland ini. Dikembangkan oleh Esteban Orfano dan Ari Meilich yang mana dalam dunia virtual ciptaan mereka terdapat banyak aset yang tentu saja berbentuk digital. Bahkan pembelian NFT (Non-Fungible Token) juga dapat dilakukan melalui platform VR yang satu ini.

2016 – Munculnya Permainan Pokemon Go

Apakah Grameds termasuk penggemar permainan Pokemon Go ini? Sudah sampai mana perjalanan Grameds untuk mengumpulkan karakter Pokemon Go? Nah, permainan tersebut juga ternyata mengusung teknologi VR lho. Meskipun saat ini permainan ini sudah meredup, tetapi justru membuktikan bahwa kita pernah “mencicipi” konsep metaverse melalui industri game.

2017 – Fortnite

Sama halnya dengan Pokemon Go, game Fortnite juga mengusung tema dunia metaverse. Sayangnya, untuk mendapatkan game ini tidak dapat dilakukan dengan mengunduhnya melalui PlayStore atau Appstore, melainkan secara langsung di websitenya.

2018 – Axie Infinity

Selain Pokemon Go dan Fortnite, ada pula game yang mengusung tema dunia metaverse pada tahun 2018, yakni Axie Infinity. Apakah Grameds sempat memainkannya?

2021 – Pengembangan Metaverse Melalui Dua Perusahaan Teknologi

Pada tahun 2021 lalu, 2 perusahaan teknologi terkemuka di dunia menyatakan bahwa mereka tengah mengembangkan dunia metaverse. Yap, 2 perusahaan teknologi tersebut adalah Microsoft dan Facebook. Microsoft tengah merilis sebuah platform bernama Mesh, yang memang didesain untuk kolaborasi virtual dalam beberapa perangkat. Sementara Facebook telah mengganti nama induk perusahaan menjadi “Meta” dan berencana untuk fokus pada pengembangan dunia virtual metaverse ini.

Cara Kerja Metaverse

https://www.pexels.com/

Sedikit informasi, untuk masuk ke dunia metaverse pun juga tergolong mudah. Grameds hanya cukup masuk dan daftarkan diri ke platform yang telah disediakan, contohnya Decentraland. Jika sudah terdaftar, segera masuklah ke dunia metaverse menggunakan perangkat yang ada.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dunia virtual metaverse ini dapat berjalan jika kita memakai perangkat khusus, mulai dari headphone, kacamata virtual reality, hingga koneksi internet. Cara kerjanya juga hampir sama kok ketika kita ingin bermain game.

Pertama, siapkan terlebih dahulu beberapa perangkat khusus tersebut. Jangan lupa jaringan internet harus lancar ya, supaya tidak tersendat-sendat saat tengah menikmati dunia virtual. Perangkat yang berupa software dan hardware tersebut nantinya akan memahami gerakan, suara, dan bahasa kita. Apabila perangkat tersebut sudah siap, kita hanya akan masuk pada dunia virtual dan melakukan hal-hal layaknya di dunia nyata, seperti berinteraksi, berbelanja, hingga melakukan transaksi jual-beli.

Selain 2 perangkat yang sudah disebutkan, ada pula perangkat tambahan seperti sarung tangan haptic, tangan robot, hingga VR sunglasses. Rentang harga perangkat-perangkat tersebut relatif mahal ya, apabila jika berteknologi dan berkualitas tinggi.

Perbedaan Antara Metaverse dengan Multiverse

Metaverse

https://www.pexels.com/

Sebenarnya, antara metaverse dan multiverse itu memiliki perbedaan yang kentara. Namun, tidak semua orang memahami akan hal tersebut, apalagi keduanya sama-sama memuat kata “verse” di dalamnya. Lantas, apa saja sih perbedaan antara metaverse dan multiverse ini? Yuk simak ulasan berikut ini!

Metaverse Multiverse
Sebuah dunia virtual yang memiliki avatar atas representasi dari diri manusia. Sebuah gagasan bahwa kita semua yang di bumi dari alam semesta ini memiliki salinannya yang tinggal di alam semesta lain. Singkatnya adalah, terdapat diri kita dalam versi lain di alam semesta lain tersebut dan mungkin saja diri kita ini bukan satu-satunya yang ada.
Konsep dunia ‘di luar’ dunia kita sekarang yang disebut dengan dunia virtual. Mengambil konsep dunia nyata, tetapi berada di alam semesta lain.
Keberadaannya dapat dijangkau tangan sebab beberapa perusahaan sudah berhasil mengembangkannya. Keberadaannya belum dapat dijangkau tangan sebab baru sebatas teori.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu metaverse beserta sejarah perkembangan, cara kerja, dan perbedaannya dengan multiverse. Apakah Grameds tertarik untuk masuk dalam dunia virtual menggunakan perangkat VR?

Sumber:

https://pghc.uma.ac.id/

https://perbanas.id/

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien