Psikologi

Pengertian Judgmental, Ciri Hingga Cara Menghindari Pola Pikir Judgemental

judgemental adalah
Written by M. Hardi

Judgmental adalah – Dalam kehidupan ini terkadang ada beberapa kondisi yang menjadikan kita di luar kendali seperti melakukan sebuah judgmental. Judgmental juga bisa disebut sebagai tindakan menghakimi orang lain.

Namun, dalam kenyataannya bisa jadi kita tak sadar jika diri sendiri telah melakukan tindakan judgmental. Oleh karena itu, kita sebagai manusia sebisa mungkin untuk menghindari hal tersebut.

Nah untuk lebih jelasnya tentang semua hal yang berhubungan dengan judgmental. Berikut adalah ulasan selengkapnya terkait dengan judgmental.

Pengertian Judgemental

judgemental adalah

Sumber: Pexels

Dalam kehidupan ini, kita tak akan bisa terlepas dari kehadiran orang lain. Hal tersebut terjadi di dunia nyata maupun di kehidupan dunia maya. Meski begitu, terkadang interaksi tersebut bisa menimbulkan adanya suatu persepsi atau penilaian yang muncul dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, tak jarang jika penilaian dari orang lain bisa memberikan pengaruh cukup besar terhadap diri kita. Meski begitu, terkadang ada beberapa penilaian yang diberikan orang lain tersebut tidak memiliki sifat membangun atau malah bersifat judgmental.

Berdasarkan Cambridge Dictionary, judgmental adalah sifat yang cenderung membentuk suatu opini dengan begitu cepat. Tindakan ini biasanya akan lebih mudah terjadi ketika tindakan seseorang tidak disetujui oleh mereka yang memberikan penilaian atau judgmental tersebut.

Kebanyakan stigma yang terletak pada perilaku judgmental selalu memiliki makna negative. Saat ini, keberadaan media sosial semakin mempermudah menampakkan sisi judgmental seseorang dengan tidak melihat suatu status maupun kedudukan dari seseorang.

Banyak orang yang memenuhi lini masa dengan tujuan perbuatan judgmental. Bahkan beberapa individu secara terus terang memberikan suatu perilaku menghakimi secara sepihak.

Dimana dalam bahasa gaul, perilaku menghakimi seseorang secara sepihak adalah tindakan julid. Sedangkan untuk kata julid sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu binjulid atau bisa diartikan sebagai sifat iri, engki atau satu sifat kekanak-kanakan ketika menanggapi sesuatu.

Hingga saat ini, keberadaan istilah seperti “Jangan menilai sesuatu dari covernya saja” seakan sudah hilang dalam dunia maya. Tak jarang masyarakat juga terlihat begitu senang dalam menghakimi orang lain hanya berdasarkan apa yang ia lihat dari sebuah hasil unggahan.

Kondisi ini tak hanya berlaku pada mereka yang saling mengenal saja. Namun, di media sosial yang pada dasarnya banyak yang tak saling mengenal saja bisa saling menghakimi. Bisa jadi tindakan judgmental yang kita lakukan kepada seseorang adalah dengan dasar sepenggal cerita kecil dari segudang cerita dalam kehidupannya.

Dikarenakan perilaku judgment adalah tindakan yang merugikan orang lain, maka sebaiknya kita juga sebisa mungkin untuk menghindari perilaku itu secara mandiri. Sebenarnya kita sebagai seorang individu juga akan merasa marah ketika mendapatkan perilaku judgmental padahal tak sesuai dengan kebenaran. Nah, jika kita saja marah akan hal tersebut bagaimana mana dengan orang lain?

Ciri Jika Anda Adalah Sosok Judgmental

Ketika kita dicela orang lain rasanya memang tak enak bahkan sangat tidak nyaman sekali. Namun terkadang kita juga menjadi pelaku judgmental terhadap orang lain. Namun tindakan tersebut terjadi terkadang tanpa kita sadari.

Nah, untuk lebih tahu apakah Anda adalah salah satu orang dengan sifat judgmental atau bukan, maka perlu mengetahui ciri-ciri judgemental sebagai berikut.

1. Lebih Mudah Menilai Penampilan Orang Baru

Salah satu cara untuk mengetahui apakah Anda merupakan salah satu sosok judgmental adalah dengan melihat bagaimana perilaku yang Anda berikan kepada seseorang ketika bertemunya pertama kali.

Jika Anda adalah tipe orang yang suka menghakimi ketika melihat penampilan orang pertama kali, maka tindakan tersebut juga termasuk ke dalam salah satu ciri dari sifat judgmental. Selain itu, mereka yang kerap memberikan komentar ketika pertama kali melihat orang lain biasanya akan memiliki pemikiran jika kesan pertama adalah segalanya.

Mereka berpikir jika penampilan rapi dan berkelas akan mencerminkan sikap baik. Sedangkan bagi mereka yang tak berpenampilan sopan dan rapi akan mendapatkan penilaian negatif. Tindakan inilah yang bisa menjadikan Anda termasuk ke dalam orang dengan perilaku judgmental.

2. Hobi Menggunjing

Tindakan menggunjing aib orang lain yang tak tau apakah hal tersebut merupakan fakta atau hanya gosip belaka biasanya akan menjadikan Anda akan lebih mudah memberikan penghakiman kepada orang lain.

Kerap kali orang hanya tahu bagian luar dari suatu kejadian namun sudah bisa memberikan suatu kesimpulan yang berujung menghakimi. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam bisa jadi apa yang dilakukan oleh orang tersebut memang memiliki alasan tertentu.

3. Kerap Memberikan Penilaian Berdasarkan Opini Pihak Ketiga

Tindakan judgmental kerap kali terjadi karena terlalu percaya dengan orang lain. Sangat berbahaya ketika omongan orang lain tersebut langsung dipercaya tanpa mengetahui apakah hal tersebut adalah suatu fakta yang sudah cukup valid untuk memberikan sebuah penilaian terhadap orang lain.

Oleh karena itu, ketika mendengar opini pihak ketiga sebaiknya cek terlebih dahulu apakah hal tersebut memang fakta atau tidak. Setidaknya, opini yang kita bikin tidak merugikan atau menyakiti orang lain.

4. Selalu Menentang Pendapat Orang Lain Yang Bertentangan Dengan Pendapat Pribadi

Mungkin beberapa dari Anda ada yang pernah melihat komentar dari suatu berita yang menyatakan fakta namun mendapatkan tuduhan sebagai berita bohong karena tak sama dengan apa yang mereka Yakini selama ini. Hal tersebut juga menjadi salah satu bentuk dari menghakimi lho.

Dimana mereka tidak melakukan verifikasi faktual terlebih dahulu atau tidak membaca maupun mendengarkan apa yang dibicarakan dengan langsung memberikan tuduhan secara langsung. Bisa jadi apa yang disampaikan tersebut memang sebuah fakta serta butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Jadi, jangan sampai kita memberikan tuduhan secara sembarangan kepada orang lain.

https://www.gramedia.com/products/conf-judgment?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

5. Memiliki Sifat Pesimis

Tanpa Anda sadari jika sifat pesimis seseorang juga menjadi salah satu bentuk dari judgmental lho. Hal ini karena biasanya Anda akan memiliki prasangka buruk terlebih dahulu terhadap jalan hidup di masa depan. Padahal hal tersebut belum tentu terjadi kebenarannya.

Misalnya, ketika Anda melihat lowongan pekerjaan dengan jumlah gaji besar namun dengan jobdesk yang begitu berat dan Anda langsung memberikan penghakiman kepada diri sendiri jika tidak akan lolos seleksi ketika mengajukan lamaran kerja.

Tak jarang juga beberapa orang memberikan tuduhan jika perusahaan tersebut hanya memberikan penipuan atau berpikiran yang dapat masuk ke perusahaan tersebut hanya melalui jalur dalam.

Nah, itulah beberapa ciri yang bisa Anda lihat pada diri sendiri apakah termasuk ke dalam sosok judgmental atau tidak. Jika saat ini, Anda masih seseorang yang kerap melakukan tindakan tersebut, yuk berubah agar bisa lebih baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kebiasaan Buruk Yang Kerap Menjadikan Diri Kita Sosok Judgmental

judgemental adalah

Sumber: Pixabay

Dalam proses pengembangan diri, lingkungan sosial memang memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap sikap kita. Jika kita berada di lingkungan yang baik, maka secara otomatis sikap kita juga bisa berkembang menjadi lebih baik dan begitupun sebaliknya.

Itu artinya, ketika lingkungan Anda banyak ditempati oleh orang dengan karakter menghakimi orang lain, maka kemungkinan besar karakter Anda juga akan menyerupai mereka. Menjadi orang yang judgmental atau suka menghakimi orang lain merupakan salah satu bentuk dari toksik karena pada dasarnya hal tersebut bisa memberikan luka hati kepada orang lain.

Tak hanya itu saja, pasalnya beberapa kebiasaan buruk yang Anda lakukan juga bisa membuat pihak lain untuk melakukan tindakan menghakimi individu lainnya. Nah, di bawah ini ada beberapa kebiasaan buruk yang harusnya bisa Anda kurangan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa perlu judgmental orang lain.

1. Sulit Memberikan Maaf Kepada Orang Lain

Setiap orang yang ada di dunia ini pasti pernah membuat suatu kesalahan. Bahkan hal tersebut juga berlaku bagi Anda. Wajar jika manusia membuat suatu kesalahan. Sebab dari kesalahan kita dapat belajar untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Meski begitu, tak semua orang yang melakukan kesalahan bisa memberikan kata maaf atau ada beberapa orang yang kerap menyimpan dendam dalam hidupnya. Misalnya, ketika seseorang lebih banyak menyimpan kebencian dan juga dendam kepada orang lain, maka tindakan tersebut akan lebih mempermudah orang tersebut untuk menghakimi orang lain.

Daripada menyimpan dendam dalam diri sendiri lebih baik untuk memberikan kata maaf serta menerimanya. Sebab, kita sebagai manusia juga pastinya pernah melakukan kesalahan.

https://www.gramedia.com/products/psikologi-pertumbuhan-pribadi-positif?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

2. Overthinking

Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan. Jika Anda mengalami kegagalan apakah kedepannya akan mengalami kondisi yang sama? Sebenarnya kita sebagai manusia juga tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Namun, gagal sekali dalam kehidupan bukan berarti Anda akan terus mendapatkan kegagalan di masa depan. Jadi, cobalah untuk bisa melihat segala hal dengan pola pikir yang lebih positif.
Ketika Anda memikirkan suatu hal secara berlebihan bisa menjadi pemicu rasa pesimis dalam kehidupan Anda pribadi. Jangan biarkan pola pikir pesimis dapat mengontrol dan menggoyahkan rasa semangat Anda.

3. Mudah Mengalami Rasa Putus Asa

Beberapa orang kerap untuk merasa putus asa atau merasa bosan ketika segala sesuatu yang mereka inginkan tak sesuai dengan apa yang telah direncanakan selama ini. Merasa begitu panik terhadap apa yang telah terjadi karena tak sesuai dengan keinginan adalah salah satu hal wajar, tetapi merasa putus asa merupakan salah satu tindakan kesalahan.

Ketika Anda merasa putus asa, maka Anda hanya akan memikirkan serta berbicara tentang hal-hal negatif. Hal tersebut lama-kelamaan akan menjadi sebuah kebiasaan yang melekat pada diri Anda. Akan lebih baik, jika Anda mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih optimis dan berpikir positif terhadap apa yang terjadi dalam perjalanan hidup ini.

4. Berhenti Berharap Kepada Orang Lain

Berhentilah berharap kepada orang lain untuk selalu bisa memenuhi apa yang Anda inginkan. Pada dasarnya setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dimana Anda juga perlu lebih realistis dan juga tak membuat standar tertentu terhadap orang lain. Ketika Anda menaruh harapan terhadap orang lain, maka pada akhirnya hanya rasa kecewa yang akan didapatkan.

Tips Mudah Menghindari Pola Pikir Judgmental

judgemental adalah

Sumber: Pexels

Era globalisasi seperti saat ini, banyak orang yang memiliki sikap seolah mereka adalah individu paling tahu tentang kehidupan orang lain. Oleh karena itu, mereka menjadi lebih mudah memberikan opini tanpa melihat bagaimana kejadian atau fakta yang sebenarnya.

Hal tersebut berimbas menjadikan banyak orang lebih cepat untuk memberikan penilaian terhadap orang lain hanya berdasarkan sudut pandangnya saja. Tak bisa dipungkiri jika sifat menghakimi bisa memberikan dampak negatif terhadap orang yang bersangkutan.

Jika Anda memiliki pola pikir kerap menghakimi orang lain. Sebaiknya Anda mulai berubah dan membuang jauh semua mindset tersebut dengan beberapa tips yang ada di bawah ini.

1. Miliki Pola Pikir Jika Kepribadian dan Tindakan Setiap Individu Itu Berbeda

Ketika Anda ingin memberikan penilaian terhadap orang lain berdasarkan apa yang mereka lakukan, sebaiknya sadari jika setiap orang memiliki kepribadian dan tindakan yang berbeda-beda.

Misalnya ketika berada di tengah jalan dan Anda bertemu dengan orang yang dikenal namun orang tersebut tidak menyapa Anda. Dengan adanya tindakan tersebut Anda mungkin akan langsung memberikan penilaian jika orang tersebut tidak ramah atau sombong.

Alangkah lebih baik sebelum memberikan penilaian kepadanya alangkah lebih baik jika Anda memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dibali sikap mereka. Hal ini akan menjadikan Anda untuk tidak memberikan penilaian hanya berdasarkan tindakan yang dilihat oleh sepasang mata Anda.

Namun Anda juga sudah mulai mempertimbangkan banyak aspek kepribadian lainnya. Sebab setiap orang pasti memiliki sisi baik dalam diri mereka masing-masing.

https://www.gramedia.com/products/chicken-soup-for-the-soul-kekuatan-berpikir-positif?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

2. Control Diri Untuk Tidak Menghakimi Orang Lain

Tak bisa dipungkiri jika menghilangkan pola pikir judgmental atau menghakimi adalah tindakan yang tak mudah. Meski begitu sedikit demi sedikit kita bisa mulai menguranginya dengan melakukan kontrol terhadap pola pikir judgmental ketika akan muncul.

Dimana ketika pikiran judgmental tersebut sudah mulai muncul, segera sadarkan diri Anda dengan pertanyaan mendalam seperti “apakah memberikan tindakan judgmental atau menghakimi orang lain akan memberikan banyak manfaat terhadap pihak lain atau diri sendiri?”, “Bagaimana jika yang aku pikirkan saat ini bukanlah fakta yang terjadi sebenarnya?”.

Setidaknya dengan mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda akan semakin mudah untuk bisa lebih mudah mengontrol pola pikir judgmental yang mulai muncul.

3. Posisikan Diri Anda Sebagai Orang Lain

Pahami jika setiap individu yang ada di dunia ini terlahir secara berbeda-beda. Mulai dari karakter, sikap, cara berbicara, penampilan bahkan hingga cara berpikir. Dimana perbedaan tersebut terkadang bisa mempengaruhi pola pikir judgmental dari orang lain.

Meski begitu tak banyak yang sadar jika perbedaan bisa tercipta karena latar belakang setiap individu tak ada yang sama. Misalnya adalah adanya kebiasaan yang bisa terbangun dari keluarganya atau tentang peristiwa yang pernah ia alami.

Oleh karena itu sebelum memberikan penghakiman terhadap orang lain. Posisikan terlebih dahulu diri kita jika menjadi mereka atau setidaknya cobalah mencari informasi terkait dengan pemikiran yang mereka miliki.

4. Mulai Berpikir Tentang Persamaan Bukan Lagi Tentang Perbedaan

Adanya perbedaan pada setiap individu menjadi salah satu pemicu tindakan untuk menghakimi orang lain. Lalu untuk menghentikan tindakan menghakimi orang lain adalah Anda mulai membuka pikiran pribadi untuk berhenti memperhatikan perbedaan yang ada.

Lebih baik Anda berfokus terhadap kesamaan yang ada dengan orang lain. Dengan begitu Anda akan semakin mudah berbaur dengan mereka tanpa perlu melakukan tindakan judgmental atau menghakimi.

5. Berhenti Berpikir Selalu Benar

Pahami jika setiap individu memiliki cara tersendiri dalam bersikap dan juga berperilaku. Meski begitu terkadang ada beberapa orang yang memiliki pikiran jika perubatan orang lain yang tak sama dengannya adalah suatu tindakan yang salah.

Padahal belum tentu hal tersebut benar, sebab setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Sehingga akan lebih baik jika Anda juga mulai menerima kenyataan terhadap apa yang berbeda dengan pola pikir Anda.

Hal ini juga akan memberikan dorong kepada diri Anda untuk bersikap lebih menghargai orang lain tanpa perlu memberikan tindakan menghakimi.

Nah itulah ulasan mengenai judgmental. Mulai dari pengertian, ciri, kebiasaan buruk hingga cara menangani pola pikir judgmental sudah dijelaskan lebih dalam di atas.Semoga artikel ini bermanfaat untuk Grameds

Jika tertarik dengan dunia psikologi dan ingin mencari buku-buku psikologi, maka bisa menemukannya di Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Hendrik Nuryanto

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien