The Silence of Bones – The Silence of Bones merupakan novel debut June Hur yang memikat sekaligus menegangkan. Novel misteri sejarah Young Adult ini menghadirkan kisah berdarah yang cocok bagi pembaca yang menyukai karya penulis seperti Kerri Maniscalco dan Renée Ahdieh.
Karya perdana June Hur ini bahkan berhasil masuk dalam berbagai daftar dan penghargaan, di antaranya:
- ABA Indies Introduce Selection
- Junior Library Guild Selection
- A 2021 Edgar Allan Poe Award Nominee
- A 2021 ALA Rise Selection
- 2020 Freeman Award Honorable Mention
Hafsah Faizal, penulis buku terlaris New York Times We Hunt the Flame, turut memberikan pujian terhadap novel ini:
“Sekaligus menegangkan dan menyentuh emosi, The Silence of Bones karya June Hur adalah debut yang indah dan tersusun dengan sangat rapi. Bersiaplah menjelajahi dunia Korea yang subur namun penuh bahaya pada era 1800-an melalui kisah yang akan terus membekas di ingatan.”
Buzzfeed juga menilai novel ini sebagai drama penuh ketegangan yang sayang untuk dilewatkan.
Bagi Grameds yang tertarik membacanya, novel The Silence of Bones versi Bahasa Indonesia akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 15 April 2026 dengan total 448 halaman.
Sebelum masuk ke bagian sinopsis dan ulasannya, mari berkenalan terlebih dahulu dengan June Hur sebagai penulis di balik kisah yang memikat ini.
Table of Contents
Profil June Hur – Penulis Novel The Silence of Bones
June Hur dikenal sebagai penulis novel sejarah Korea untuk remaja yang karyanya masuk daftar buku terlaris New York Times dan pernah memenangkan Edgar Award. Beberapa karyanya antara lain The Silence of Bones, The Forest of Stolen Girls, The Red Palace, A Crane Among Wolves, dan Behind Five Willows.
Lahir di Korea Selatan, June menghabiskan masa kecilnya berpindah antara Amerika Serikat, Kanada, dan Korea Selatan. Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Toronto dengan mengambil jurusan Sejarah dan Sastra, sebelum bekerja di perpustakaan umum kota tersebut. Karya-karyanya pernah dibahas oleh berbagai media ternama seperti Forbes, NPR, The New York Times, CBC, Vogue Korea, dan KBS. Kini ia tinggal di Toronto bersama keluarganya dan kerap menulis di kedai kopi.
Sejak memulai debutnya sebagai penulis pada tahun 2020, June Hur mendapat banyak apresiasi atas karya-karyanya. Seorang pengulas dari School Library Journal menyebut bahwa tulisannya mampu memperluas wawasan pembaca tentang budaya Korea, sekaligus menghadirkan misteri berlatar era Joseon yang terasa segar dan inovatif. Bagi June, setiap buku yang ia tulis merupakan bentuk kecintaannya terhadap sejarah Korea sekaligus cara untuk menggali kembali akar budayanya.
Dalam novel-novelnya, June sering mengangkat berbagai peristiwa penting dalam sejarah Korea, mulai dari Penganiayaan Katolik Korea tahun 1801 hingga praktik sistem upeti manusia. Ia juga menyinggung tokoh-tokoh bersejarah seperti Putra Mahkota Sado dan Raja Yeonsan. Saat ini June tinggal di Toronto bersama suami dan dua anaknya.
Melalui setiap karyanya, ia berharap semakin banyak pembaca yang tertarik pada fiksi sejarah, khususnya yang mengambil latar negara-negara di luar Barat. June juga aktif di media sosial dan dapat ditemukan di Instagram serta TikTok dengan akun @junehwrites.
Sinopsis Novel The Silence of Bones
Aku memiliki mulut, tetapi tak boleh berbicara;
memiliki telinga, tetapi tak boleh mendengar;
memiliki mata, tetapi tak boleh melihat.
Kisah ini berlatar pada tahun 1800 di Joseon, Korea. Tokoh utamanya adalah Seol, seorang gadis yatim piatu berusia enam belas tahun yang hidupnya dipenuhi berbagai kesulitan. Ia bekerja di kantor kepolisian dan ditugaskan membantu seorang inspektur muda yang dihormati untuk menyelidiki kasus pembunuhan seorang wanita bangsawan yang sarat dengan intrik politik.
Dalam proses penyelidikan, Seol dan sang inspektur semakin terlibat dalam rahasia-rahasia yang mengelilingi kehidupan wanita yang telah meninggal tersebut. Hubungan kerja mereka pun berkembang menjadi sebuah persahabatan. Namun keadaan berubah ketika inspektur itu justru menjadi tersangka utama dalam kasus tersebut.
Di tengah situasi yang rumit, Seol mungkin menjadi satu-satunya orang yang mampu mengungkap kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam pembunuhan itu. Tetapi di sebuah negeri yang sangat menjunjung tinggi kesunyian dan kepatuhan, rasa ingin tahu bisa menjadi sesuatu yang berbahaya, bahkan mengancam nyawa.
Kelebihan dan Kekurangan Novel The Silence of Bones
Kelebihan Novel The Silence of Bones
Novel The Silence of Bones karya June Hur menjadi karya yang menyajikan banyak kelebihan yang berhasil memukau banyak pembaca mancanegara, yang segera bisa dinikmati di Indonesia.
- Surat cinta untuk sejarah Korea
Novel The Silence of Bones dapat dianggap sebagai bentuk penghormatan June Hur terhadap sejarah Korea. Penulis menyisipkan unsur personal yang terinspirasi dari kisah keluarganya sendiri, terutama pengalaman tentang keluarga yang pernah terpisah.
Melalui cerita ini, pembaca diajak mengenal lebih dekat kompleksitas, kedalaman, dan kemegahan Dinasti Joseon. Bagi pembaca yang pernah merasakan rindu pada kampung halaman, kisah ini juga menghadirkan nuansa emosional yang terasa dekat dan menyentuh.
- Latar sejarah realistis
Salah satu kelebihan utama novel ini terletak pada penggambaran latarnya. Gaya penulisan June Hur mampu menciptakan suasana yang atmosferik sehingga pembaca seolah dibawa langsung ke Korea pada abad ke-18.
Gambaran tentang kehidupan masyarakat, peran gender, hingga struktur kelas sosial pada masa itu disajikan dengan detail yang meyakinkan. Penelitian sejarah yang dilakukan penulis terasa kuat dan menjadikan latar cerita tampak hidup serta autentik.
- Kualitas cerita yang mendalam
Novel ini tidak hanya menghadirkan misteri pembunuhan, tetapi juga memadukannya dengan unsur investigasi, dinamika sosial, serta intrik politik yang menarik.
Pembaca dapat menikmati proses penyelidikan yang menegangkan sekaligus melihat bagaimana peristiwa sejarah dan tokoh nyata disisipkan dalam alur cerita.
Kedalaman cara bercerita inilah yang membuat karya June Hur terasa kuat dan berkesan.
- Alur yang seimbang
Cerita dalam novel ini berjalan dengan ritme yang cukup seimbang. Unsur misteri dan drama emosional berpadu secara harmonis sehingga pembaca tetap terlibat dalam perkembangan cerita.
Setiap lapisan konflik perlahan terbuka seiring jalannya kisah, membuat pembaca terdorong untuk terus mengikuti hingga akhir.
- Plot twist menarik
Beberapa kejutan dalam alur cerita berhasil menjaga ketegangan sepanjang novel. Plot twist yang muncul tidak hanya menambah rasa penasaran, tetapi juga membuat pembaca semakin tertarik untuk mengetahui kebenaran di balik misteri yang diselidiki.
- Perkembangan karakter
Karakter-karakter dalam novel ini digambarkan dengan emosi yang mendalam. Mereka memiliki luka dan konflik masing-masing, namun tetap menunjukkan keberanian dalam menghadapi situasi sulit.
Perjalanan karakter Seol menjadi salah satu daya tarik utama karena pembaca dapat melihat perubahan dirinya dari awal hingga akhir cerita. Proses emosional yang ia alami memberikan kesan yang kuat setelah cerita berakhir.
Kekurangan Novel The Silence of Bones
Meskipun Novel The Silence of Bones karya June Hur menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang terasa mengganjal.
- Trigger Warning
Novel ini memuat sejumlah tema yang cukup berat dan mungkin kurang nyaman bagi sebagian pembaca.
Beberapa di antaranya adalah kekerasan, pembunuhan, misogini, serta penyebutan dan deskripsi tentang penganiayaan hewan dan bunuh diri.
Oleh karena itu, pembaca perlu mempertimbangkan hal ini sebelum mulai membaca.
- Konsep cerita terasa familiar
Sebagian pembaca merasa bahwa pola cerita dalam novel ini memiliki kemiripan dengan karya-karya June Hur lainnya.
Tema misteri sejarah dengan latar era Joseon memang menjadi ciri khas penulis, namun bagi sebagian orang pendekatan tersebut dapat terasa berulang jika digunakan secara terus-menerus.
Sejarah Dinasti Joseon
Dinasti Joseon (1392–1897) merupakan dinasti terakhir sekaligus yang paling lama memerintah dalam sejarah Korea. Kekuasaan dinasti ini berlangsung lebih dari lima abad sejak didirikan oleh Yi Seong-gye, yang kemudian dikenal sebagai Raja Taejo.
Ia mengambil alih kekuasaan dari Dinasti Goryeo melalui kudeta militer dan mendirikan pemerintahan baru yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme.
Nilai-nilai Konfusianisme tersebut kemudian membentuk sistem pemerintahan, norma sosial, serta etika kehidupan masyarakat pada masa itu.
Berikut beberapa peristiwa penting dalam perjalanan Dinasti Joseon:
- Pendirian dan Masa Kejayaan
Awal Berdiri (1392): Dinasti Joseon didirikan oleh Jenderal Yi Seong-gye setelah menggulingkan kekuasaan Raja U dari Dinasti Goryeo.
Nama Joseon dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kerajaan kuno Gojoseon yang pernah berdiri di wilayah tersebut.
Raja Sejong yang Agung: Salah satu penguasa paling terkenal dalam sejarah Joseon adalah Raja Sejong. Pada abad ke-15, ia menciptakan Hangul, yaitu alfabet Korea yang masih digunakan hingga sekarang.
Masa pemerintahannya juga ditandai dengan berbagai kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, serta perkembangan budaya.
Ibu Kota: Kota Seoul yang pada masa itu disebut Hanyang ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Dinasti Joseon. Di kota ini dibangun berbagai kompleks istana megah, termasuk Istana Gyeongbokgung yang menjadi simbol kekuasaan kerajaan.
- Konflik dan Tantangan
Invasi Jepang & Manchu: Pada akhir abad ke-16, Joseon menghadapi invasi besar dari Jepang dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Imjin.
Beberapa dekade kemudian, wilayah ini kembali diserang oleh pasukan Manchu dari Tiongkok pada abad ke-17, yang menimbulkan tekanan besar bagi kerajaan.
Kebijakan Isolasi: Selama sebagian besar masa pemerintahannya, Joseon menjalankan kebijakan isolasi dari dunia luar.
Sikap ini membuat kerajaan tersebut sering dijuluki sebagai “Kerajaan Pertapa”, karena berusaha menjaga kedaulatan dengan membatasi pengaruh asing.
- Akhir Dinasti dan Penjajahan
Modernisasi & Tekanan Luar: Memasuki akhir abad ke-19, Joseon mulai membuka diri terhadap dunia luar. Ratu Myeongseong berupaya melakukan modernisasi serta menyeimbangkan pengaruh kekuatan asing.
Namun, upaya tersebut berakhir tragis ketika ia dibunuh oleh agen Jepang pada tahun 1895.
Kekaisaran Korea (1897): Sebagai langkah untuk mempertahankan kedaulatan negara, Raja Gojong kemudian mendeklarasikan berdirinya Kekaisaran Korea pada tahun 1897.
Runtuhnya Joseon (1910): Kekuasaan Joseon benar-benar berakhir ketika Jepang secara resmi menganeksasi Korea pada tahun 1910. Peristiwa ini menandai dimulainya masa penjajahan Jepang di Korea.
Pengaruh Dinasti Joseon masih terasa hingga saat ini. Warisannya dapat dilihat melalui berbagai bangunan istana bersejarah, nilai-nilai Konfusianisme yang masih memengaruhi kehidupan masyarakat Korea, serta popularitas era Joseon sebagai latar cerita dalam drama sejarah Korea yang dikenal dengan istilah sageuk.
Penutup
“Ketika kita sekadar percaya, kita berpegang pada sesuatu yang kita anggap benar. Namun, ketika keyakinan benar-benar tumbuh dalam diri kita, kebenaran itu justru yang menopang kita. Aku percaya, Seol, bahwa aku sangat dikasihi oleh Bapa Surgawi, dan hidupku berada dalam penjagaan-Nya yang penuh kebaikan. Karena itulah, meskipun rasa sakit dan kesedihan mengelilingiku, keyakinan tetap tinggal di dalam hatiku dan memberiku kekuatan. Keyakinan itu membuat beban yang kupikul terasa lebih ringan.”
The Silence of Bones karya June Hur adalah novel thriller sejarah yang fenomenal dengan menyajikan kesetiaan yang berbenturan dengan rasa keadilan. Misteri yang disajikan pasti bisa membuat kamu penasaran, dan akhir cerita sangat memuaskan!
Grameds yang sudah penasaran dengan novel debut dari June Hur ini, kamu bisa mendapatkan karyanya di Gramedia.com.
Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Bangau di Tengah Kawanan Serigala (A Crane Among Wolves)
1506, Joseon. Rakyat hidup menderita karena kekejaman Raja Yeonsan. Iseul, 17 tahun, mantan gadis bangsawan, hidup aman dalam pelarian. Namun, saat sang kakak, Suyeon, diculik Raja, ia berjuang pergi ke ibu kota demi menyelamatkannya. Pangeran Daehyun hanya bisa menyaksikan kebengisan Raja Yeonsan, saudara tirinya, tapi ia lalu mencari cara untuk menggulingkan Raja.
Gagal melakukan kudeta akan berujung fatal, karena itu ia butuh bantuan—tapi tak ada cara untuk memastikan siapa yang bisa ia percaya. Ketika Iseul dan Daehyun bertemu, rasa benci terhadap Raja mengalahkan kebencian mereka pada satu sama lain.
Dengan koneksi keluarga Iseul dan akses kerajaan Daehyun, mereka menyatukan kekuatan untuk melakukan aksi paling riskan yang pernah ada di Joseon.
Istana Merah (The Red Palace)
Joseon (Korea), 1758. Anak haram pada masa itu hanya punya sedikit pilihan hidup. Namun, berkat kerja keras dan tekun belajar, Hyeon, gadis berusia delapan belas tahun, berhasil menjadi perawat di istana.
Dengan selalu patuh dan giat bekerja, ia berharap sang ayah akhirnya mau mengakui dirinya. Namun, Hyeon tiba-tiba terjerumus ke dalam politik istana yang kelam dan berbahaya saat dalam waktu semalam, empat wanita tewas terbunuh.
Tersangkanya teman dekat dan gurunya sendiri. Maka dengan tekad bulat untuk membuktikan sang guru tidak bersalah, Hyeon diam-diam melakukan penyelidikan. Ia lalu bertemu Eojin, inspektur polisi muda yang juga memburu si pembunuh. Ketika bukti-bukti mulai mengarah pada sang Putra Mahkota, Hyeon dan Eojin harus bekerja sama membongkar berbagai rahasia mematikan di istana.
1890
Berlatar zaman kolonial Belanda, menceritakan tentang kehidupan dan romansa yang pelik kaum ningrat Jawa di Hindia Belanda tahun 1890. Pamungkas, merupakan anak bungsu keluarga tuan tanah perkebunan tebu di Tulangan, Jawa Timur. Ketika masih berusia 9 tahun, terjadi kerusuhan di desanya akibat perebutan tanah milik orang tuanya oleh seorang pengusaha Belanda licik yang ingin membangun pabrik gula di sana. Peristiwa itu telah merenggut nyawa kakak kandungnya, juga memaksa keluarganya agar terusir dari tanah itu.
Sejak itu, Pam harus tumbuh bersama dendam yang ada dalam dirinya. Tujuh belas tahun kemudian, Pam bekerja untuk sebuah perusahaan surat kabar bernama Soerabajasch Handelsblad dan menjadi seorang pewarta. Ia mencari tahu tentang kejadian 17 tahun lalu, mencari tahu siapa dalang di balik itu, serta dokumen-dokumen lama yang bisa dijadikan bukti.
- 7 Prajurit Bapak
- 101 Fabel Nusantara
- 1965 Pada Masa Kini
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Curse for True Love
- A Magic Steeped in Poison
- A Poem with Your Name
- Agnes Grey
- Akasha: Brutal Confession of a Homicide Investigator 01
- Akasha: Record of Ragnarok
- Aku (AADC)
- Aku Putuskan untuk Mengubah Hidupku Hari Ini
- Alaia III
- Aldebaran
- Anonymous Crush 2
- Archipelagos: Wizarding School in Nusantara
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Berpayung Tuhan
- Black Powder War
- Bonjour Paris! La Fleur de L’amour
- Brisingr
- Dalam Bayang-Bayang Lenin
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Embrace of Endless Night
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Finding My Bread
- Fotografer Memori
- Fourth Wing
- Give Yourself Some Space
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- Iblis dan Miss Prym
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- I'll Go To You When The Weather is Nice
- Inferno
- Jakarta Selintas Aram
- Kampus Meretas Batas
- Kamu Mendua Aku Pun Mendua
- Kata Sandi
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Langit Mengambil
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Look Back
- Lost Him to Meet You
- Love on The Brain
- Maaf Aku Lahir ke Bumi
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Membangun Sistem Business Judgment Rule
- Memoar 70 Tahun Arief Hidayat
- Memorial Perfume Shop
- Mengapa Tidak Ada Yang Memberitahuku
- Monster Minister
- Moriarty The Patriot
- Murtagh
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- My Burnout My Blessings
- Mystery Basketball
- National Geographic Kids Bagaimana Benda Bekerja
- Never Split The Difference
- On The Land of Sorrow
- Origin
- Para Priyayi
- Parade Senyap
- Pasar Bubrah
- Pasien
- Penyihir Dahsyat dari Oz
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Peta Jiwa
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Rahasia Selma
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu
- Renjana Azerbaijan
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah dengan Pintu Baru
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seekor Anjing Mati di Bala Murghab
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Setelah Kita Bertemu
- Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
- Si Bungsu dan Luka
- Sisi Lain Diponegoro
- Snow Tears
- Strategi Baru Tiongkok
- The Silence of Bones
- Titipan Kilat Penyihir
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- Teori Tawa dan Cara-Cara Melucu Lainnya
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Convenience Store by The Sea
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Monarchs Vagary
- The Secret of Secrets
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- The Secret Life of Money
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- Toko yang Buka di Kala Hujan
- Tuan Musim Hujan
- What It Takes Asia Tenggara
- When The Rain Meets Hema
- White Book
- White Nights
- Witch Watch
- Yotsuba






