Pengertian Akuisisi – Bayangkan sebuah perusahaan ingin masuk ke pasar baru.
Perusahaan tersebut sebenarnya bisa membangun bisnis dari awal. Membuat produk, mencari pelanggan, membangun jaringan distribusi, merekrut tim, hingga mengembangkan operasional membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Tetapi ada pilihan lain.
Bagaimana jika perusahaan tersebut cukup mengambil alih bisnis yang sudah berjalan?
Dengan cara ini, perusahaan dapat memperoleh akses terhadap bisnis, pelanggan, aset, teknologi, jaringan, atau sumber daya yang sebelumnya tidak dimiliki.
Strategi seperti inilah yang dikenal sebagai akuisisi.
Lalu, apa sebenarnya pengertian akuisisi? Mengapa perusahaan memilih melakukan akuisisi, dan bagaimana proses pengambilalihan sebuah bisnis dilakukan?
Table of Contents
1. Apa pengertian akuisisi?
Akuisisi adalah proses pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian terhadap suatu perusahaan, bisnis, atau aset oleh pihak lain.
Dalam transaksi akuisisi, pihak yang melakukan pengambilalihan disebut sebagai pihak pengakuisisi. Sementara itu, perusahaan atau aset yang diambil alih menjadi objek akuisisi.
Akuisisi dapat dilakukan terhadap seluruh perusahaan maupun bagian tertentu dari suatu bisnis, tergantung struktur transaksi yang disepakati.
Secara sederhana, begini bentuknya:
Perusahaan A ? mengambil alih kepemilikan atau pengendalian atas Perusahaan B ? Perusahaan C
Setelah transaksi dilakukan, pihak pengakuisisi dapat memperoleh kendali terhadap bisnis sesuai dengan struktur kepemilikan yang diperoleh.
2. Mengapa perusahaan memilih akuisisi?
Pertumbuhan bisnis tidak selalu harus dimulai dari nol.
Perusahaan yang ingin memperluas pasar dapat membangun jaringan sendiri. Namun, perusahaan juga dapat memilih mengambil alih bisnis yang sudah memiliki pelanggan, produk, aset, teknologi, atau jaringan tertentu.
Beberapa tujuan akuisisi antara lain:
- memperluas pasar;
- mendapatkan pelanggan baru;
- meningkatkan skala bisnis;
- memperoleh teknologi;
- mendapatkan sumber daya;
- memperluas jaringan distribusi;
- memperkuat portofolio produk;
- memasuki industri atau wilayah baru;
- meningkatkan kemampuan operasional.
Dengan demikian, akuisisi dapat menjadi salah satu strategi untuk mempercepat ekspansi perusahaan.
3. Akuisisi dapat mempercepat ekspansi bisnis
Salah satu daya tarik akuisisi adalah perusahaan tidak selalu perlu membangun seluruh bisnis dari awal.
Misalnya, perusahaan ingin memasuki kota baru.
Jika membangun bisnis sendiri, perusahaan mungkin perlu menyiapkan lokasi, jaringan distribusi, tenaga kerja, pelanggan, sistem operasional, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Melalui akuisisi, perusahaan dapat mengambil alih bisnis yang sudah memiliki sebagian dari infrastruktur tersebut.
Namun, hal ini bukan berarti akuisisi selalu lebih mudah. Sebelum melakukan akuisisi, perusahaan sebaiknya tetap perlu melakukan evaluasi dan memastikan bisnis yang diambil alih sesuai dengan strategi perusahaan.
4. Mengenal jenis akuisisi dalam bisnis
Akuisisi dapat dibedakan berdasarkan hubungan antara perusahaan yang melakukan transaksi.
Akuisisi horizontal
Terjadi ketika perusahaan mengambil alih perusahaan lain yang bergerak dalam industri atau pasar yang sama.
Akuisisi vertikal
Terjadi ketika perusahaan mengambil alih bisnis yang berada dalam rantai pasoknya.
Akuisisi konglomerat
Terjadi ketika perusahaan mengambil alih bisnis yang bergerak dalam industri yang berbeda.
Akuisisi aset
Akuisisi dapat berfokus pada aset tertentu tanpa harus mengambil alih seluruh perusahaan.
5. Bagaimana proses akuisisi dilakukan?
Akuisisi membutuhkan beberapa tahapan sebelum transaksi dapat diselesaikan.
Secara umum, prosesnya dapat mencakup:
Identifikasi target
Perusahaan menentukan bisnis atau aset yang ingin diakuisisi.
Evaluasi
Perusahaan menganalisis kondisi bisnis, aset, keuangan, dan operasional target.
Due diligence
Pemeriksaan dilakukan untuk memahami kondisi dan risiko target secara lebih menyeluruh.
Valuasi
Perusahaan menentukan nilai bisnis atau aset yang akan diambil alih.
Negosiasi
Pihak-pihak yang terlibat membahas nilai transaksi dan berbagai ketentuannya.
Kesepakatan
Hasil negosiasi dituangkan dalam dokumen transaksi.
Penyelesaian transaksi
Pengambilalihan dilakukan setelah persyaratan transaksi terpenuhi.
Integrasi
Bisnis yang telah diakuisisi kemudian diintegrasikan sesuai kebutuhan perusahaan.
6. Mengapa due diligence menjadi bagian penting?
Membeli sebuah bisnis bukan hanya tentang melihat berapa besar omzet atau jumlah aset yang dimiliki.
Perusahaan juga perlu mengetahui apa yang sebenarnya berada di balik bisnis tersebut.
Karena itu, dilakukan due diligence untuk memeriksa berbagai aspek seperti:
- kondisi keuangan;
- aset;
- utang dan kewajiban;
- aspek hukum;
- pajak;
- kontrak;
- operasional;
- sumber daya manusia;
- teknologi;
- pelanggan.
Informasi tersebut membantu pihak pengakuisisi memahami kondisi target sebelum transaksi dilakukan.
7. Apa yang bisa diperoleh perusahaan dari akuisisi?
Sebuah perusahaan tidak hanya membeli kepemilikan ketika melakukan akuisisi.
Di balik sebuah bisnis terdapat berbagai sumber daya yang dapat menjadi alasan transaksi dilakukan.
Misalnya:
Pelanggan
Bisnis yang diakuisisi sudah memiliki basis pelanggan.
Jaringan
Perusahaan dapat memperoleh akses terhadap jaringan distribusi atau lokasi tertentu.
Teknologi
Akuisisi dapat memberikan akses terhadap teknologi atau kemampuan digital.
Produk
Produk yang sudah dikembangkan dapat melengkapi portofolio perusahaan.
Sumber daya manusia
Perusahaan dapat memperoleh tim dengan keahlian tertentu.
Inilah salah satu alasan mengapa akuisisi dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.
8. Akuisisi tetap memiliki risiko
Akuisisi tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan.
Perusahaan tetap menghadapi sejumlah risiko, seperti:
- harga akuisisi terlalu tinggi;
- kondisi bisnis tidak sesuai ekspektasi;
- masalah hukum;
- kewajiban yang belum teridentifikasi;
- kesulitan integrasi;
- perbedaan budaya perusahaan;
- kehilangan karyawan;
- target sinergi tidak tercapai.
Karena itu, keputusan akuisisi membutuhkan analisis yang matang sebelum transaksi dilakukan.
9. Contoh sederhana akuisisi
Misalnya Perusahaan A memiliki jaringan distribusi yang luas, sedangkan Perusahaan B memiliki produk dan pelanggan yang kuat.
Perusahaan A kemudian mengambil alih kepemilikan Perusahaan B.
Setelah transaksi selesai, Perusahaan A memperoleh kendali atas bisnis B sesuai struktur transaksi yang dilakukan.
Secara sederhana:
Perusahaan A ? mengambil alih ? Perusahaan B
Perusahaan A kemudian dapat mengintegrasikan bisnis B ke dalam strategi bisnisnya.
Contoh tersebut menggambarkan konsep dasar akuisisi tanpa masuk ke struktur transaksi korporasi yang lebih kompleks.
10. Pengertian akuisisi berbeda dengan merger
Istilah akuisisi sering muncul bersama pengertian merger karena keduanya berkaitan dengan strategi korporasi.
Secara sederhana, akuisisi berfokus pada pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian, sedangkan merger berkaitan dengan penggabungan perusahaan.
Keduanya memiliki struktur transaksi yang berbeda, sehingga istilah merger dan akuisisi tidak selalu dapat digunakan secara bergantian.
Kesimpulan
Pengertian akuisisi adalah proses pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian terhadap perusahaan, bisnis, atau aset oleh pihak lain.
Strategi ini dapat digunakan untuk memperluas pasar, mendapatkan pelanggan, memperoleh sumber daya, memperkuat portofolio, hingga mempercepat ekspansi bisnis.
Namun, akuisisi bukan sekadar membeli sebuah perusahaan. Ada proses evaluasi, due diligence, valuasi, negosiasi, hingga integrasi yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, pengertian merger memiliki konsep berbeda karena lebih menekankan pada penggabungan perusahaan.
- Apa Itu Mudik
- Apa Itu WHV
- Audiobook Adalah
- Brain Rot
- Canyoneering Adalah
- Diaspora Adalah
- Digital Nomad Artinya
- e-Book Adalah
- Ekspatriasi Adalah
- Ekspatriat Artinya
- Immersive Game Experience
- Intrusive Thoughts
- Mancing Konde
- Naturalisasi Adalah
- Naturalisasi Biasa dan Istimewa
- Pengertian Akuisisi
- Pengertian Merger
- Perbedaan Ekspatriat dan Diaspora
- Remote Working Adalah
- WHV Australia
