in

Rekomendasi 12 Lagu Kenangan Terbaik dari 80-90’an Beserta Liriknya

Sumber: Pixabay

Lagu Kenangan – Tahun 80 dan 90-an telah banyak bermunculan musisi hebat baik dari mancanegara maupun Indonesia, sehingga tahun ini kemudian menjadi era ikonik di dalam dunia musik. Jadi, tak heran hingga saat ini masih ada banyak penggemar lagu-lagu nostalgia yang mengingatkan kenangan indah di masa itu.

Tidak hanya orang-orang yang lahir pada era tersebut, ada banyak juga anak muda yang juga menyukai musik dari musisi besar pada era 80 serta 90-an itu. Penasaran apa saja yang termasuk ke dalam list lagu nostalgia 80 dan 90-an terpopuler yang tak lekang oleh waktu? Berikut beberapa diantaranya:

12 Lagu Kenangan Beserta Liriknya

lagu kenangan
Sumber: Pixabay

1. Hati Yang Luka – Betharia Sonatha

Berulang kali aku mencoba
S’lalu untuk mengalah
Demi keutuhan kita berdua
Walau kadang sakit

Lihatlah tanda merah di pipi
Bekas gambar tanganmu
Sering kaulakukan bila kau marah
Menutupi salahmu

Samakah aku bagai burung di sana
Yang dijual orang?
Hingga sesukamu kaulakukan itu
Kausakiti aku

Kalaulah memang kita berpisah
Itu bukan suratan
Mungkin ini lebih baik agar kau puas
Membagi cinta

Pulangkan saja aku pada ibuku
Atau ayahku

Dulu segenggam emas
Kaupinang aku
Dulu bersumpah janji
Di depan saksi, hu-oh, hu-oh

Namun, semua hilanglah sudah
Ditelan dusta, hu-oh, hu-oh
Namun, semua tinggal cerita
Hati yang luka

Kalaulah memang kita berpisah
Itu bukan suratan
Mungkin ini lebih baik agar kau puas
Membagi cinta

Pulangkan saja aku pada ibuku
Atau ayahku

Dulu segenggam emas
Kaupinang aku
Dulu bersumpah janji
Di depan saksi, hu-oh, hu-oh

Namun, semua hilanglah sudah
Ditelan dusta, hu-oh, hu-oh
Namun, semua tinggal cerita
Hati yang luka

Namun, semua tinggal cerita
Hati yang luka

2. Mengapa Tiada Maaf – Yuni Shara

Katakan salahku padamu
Hingga dikau pergi
Hanyalah ku ingin dikau sayang
Sampai hari ini ku tetap menunggu

Misalkan kau telah bahagia (bam, bam, bam, bam)
Daku turut gembira
Tapi bila kau setiap hari
Selalu teringat akan diriku

Mengapa tidakkah kau maafkan?
Mengapa ku bertanya?
Mengapa tiada maaf darimu?
Ku tahu pasti hatimu padaku

Katakan salahku padamu (bam, bam, bam, bam)
Hingga dikau pergi
Hanyalah ku ingin dikau sadar
Mengapa tiada maaf darimu?

Misalkan kau telah bahagia (bam, bam, bam, bam)
Daku turut gembira
Tapi bila kau setiap hari
Selalu teringat akan diriku

Mengapa tidakkah kau maafkan?
Mengapa ku bertanya?
Mengapa tiada maaf darimu?
Ku tahu pasti hatimu padaku

Katakan salahku padamu (bam, bam, bam, bam)
Hingga dikau pergi
Hanyalah ku ingin dikau sadar
Mengapa tiada maaf darimu?

Ah-uh-oh
Mengapa (tiada maaf darimu?) Tiada maaf darimu
(Ku tahu pasti hatimu padaku) padaku

Mengapa kau-
(Mengapa ku bertanya?) Wo-wo-uh-wo-wo
Wo-oh, mengapa tiada maaf darimu?
Ku tahu pasti hatimu padaku

Mengapa tidakkah kau maafkan?
(Mengapa ku bertanya?)
Mengapa (tiada maaf darimu?) Tiada maaf darimu
(Ku tahu pasti hatimu padaku) padaku

3. Hatiku Tertutup Sudah – Tommy J. Pisa

Kalau memang kau cinta
Mengapa kau buang mawar itu?
Mawar yang kuberikan
Sebagai tanda cintaku kepada dirimu

Kalau memang kau sayang
Mengapa kau tinggalkan diriku?
Pedihnya, oh pedihnya
Terasa menyayat kalbu kejamnya dirimu

Kini kau datang lagi padaku
Bersandiwara di depanku
Tak ingin kau dustai diriku
Untuk yang kedua kali

Kini kau datang lagi padaku
Hatiku tertutup sudah
Namun kumaafkan dirimu
Tapi bukan ‘tuk kembali

Kalau memang kau sayang
Mengapa kau tinggalkan diriku?
Pedihnya, oh pedihnya
Terasa menyayat kalbu kejamnya dirimu

Kini kau datang lagi padaku
Bersandiwara di depanku
Tak ingin kau dustai diriku
Untuk yang kedua kali

Kini kau datang lagi padaku
Hatiku tertutup sudah
Namun kumaafkan dirimu
Tapi bukan ‘tuk kembali

Namun kumaafkan dirimu
Tapi bukan ‘tuk kembali
Ho-ho-ho

4. Bagai Lilin Kecil – Nafa Urbach

Lama nian ku menanti
Datangnya cahaya
Yang menyinari dalam hidupku
Aku ingin merasakan
Hangatnya mentari
Dan menyibakkan kemelut jiwa

Aku bagai lilin kecil
Tanpa nyala api
Kedinginan sekujur tubuhku
Sampai kapan ku begini
Sepi dalam hati
Yang membuat gelisah hidupku

Kemanakah kutitipkan
Rindu dihatiku
Yang selama ini menyiksaku
Walau kadang kuakui
Hampa tanpa cinta
Hati resah hidupku merana

Malam ini aku sendiri
Menyusuri jalan sepi
Termenung sendiri
Malam ini aku sendiri
Menanti datangnya sinar
Dalam hidup ini
Ha ha ha

Aku bagai lilin kecil
Tanpa nyala api
Kedinginan sekujur tubuhku
Sampai kapan ku begini
Sepi dalam hati
Yang membuat gelisah hidupku

Kemanakah kutitipkan
Rindu dihatiku
Yang selama ini menyiksaku
Walau kadang kuakui
Hampa tanpa cinta
Hati resah hidupku merana

Malam ini aku sendiri
Menyusuri jalan sepi
Termenung sendiri
Malam ini aku sendiri
Menanti datangnya sinar

5. Sandiwara Cinta – Nike Ardilla

Mengapa kau nyalakan api cinta dihatiku
Membakar jiwa yang merana
Kata manismu membuatku yakin kepadamu
Hingga membuatku terlena
Rindu padamu setiap hari
Bayang dirimu menggoda jiwa

Mengapa kini kurasakan lain dihatiku
Kau diam dan acuh tak acuh
Sering kau marah tanpa alasan
Membuatku curiga terbukalah berterus terang
Apa maumu katakan saja
Bila kau bosan kau marah kau benci katakan saja

Walau berat hatiku melupakan dirimu
Jangan kau bersandiwara kepadaku

Bosan mungkin itu sifatmu
Benci bila ingat dirimu
Bosan terserah apa maumu
Jalanku masih panjang

Walau berat hatiku melupakan dirimu
Jangan kau bersandiwara kepadaku

Bosan mungkin itu sifatmu
Benci bila ingat dirimu
Bosan terserah apa maumu
Benci bila ingat dirimu

Bosan mungkin itu sifatmu
Benci bila ingat dirimu
Bosan terserah apa maumu
Benci bila ingat dirimu
Bosan terserah apa maumu
Benci bila ingat dirimu

6. Yang Kunanti – Inka Christie

Bulan desember yang ku nantikan
Hanya harap hampa mengusik mimpi-mimpi
Senyumku pergi lagi

Ingin ku teriak hatiku melara-lara
Memang begini maumu tuk apa semua kata
Kau titip di hatiku

Yang ku pegang hanya kata
Bukan janji-janji indah yang membuat aku lupa diri
Tatapanku kian jauh
Ku harapkan bayanganmu tapi tiada kunjung jua

Ingin ku teriak hatiku melara-lara
Memang begini maumu tuk apa semua kata
Kau titip di hatiku

Yang ku pegang hanya kata
Bukan janji-janji indah yang membuat aku lupa diri
Tatapanku kian jauh
Ku harapkan bayanganmu tapi tiada kunjung jua

Yang ku pegang hanya kata
Bukan janji-janji indah yang membuat aku lupa diri
Tatapanku kian jauh
Ku harapkan bayanganmu tapi tiada kunjung jua

7. Hati Yang Kecewa – Nafa Urbach

Biar ku tatap wajahmu
Tuk terakhir kali
Walau berat hati ini
Tuk melupakanmu

Duri duri bercengkraman
Menusuk lubuk hatiku
Mungkin harus ku coba
Berjalan sendiri

Mengapa selau ada
Diantara kita
Pertengkaran tak berarti
Sering terjadi

Inikah arti cintamu
Yang dulu engkau hiaskan
Kini ternoda
Dan berganti cinta kelabu

Sering kau menyakiti hatiku
Sering kau membuatku kecewa
Gerimis yang tak ku undang
Kabutpun mulai menghitam
Bunga bunga cintaku (bunga bunga cintaku)
Kini tercampakkan

Malam yang sunyi ku sendiri tanpa cintamu
Dan ku berjalan menyusuri gelapnya malam
Panasnya sinar matahari tak lagi kurasa
Agar ku dapat melupakan perasaan cinta
Yang masih membara

Sering kau menyakiti hatiku
Sering kau membuatku kecewa
Gerimis yang tak ku undang
Kabutpun mulai menghitam
Bunga bunga cintaku (bunga bunga cintaku)
Kini tercampakkan

Malam yang sunyi ku sendiri tanpa cintamu
Dan ku berjalan menyusuri gelapnya malam
Panasnya sinar matahari tak lagi kurasa
Agar ku dapat melupakan perasaan cinta

Malam yang sunyi ku sendiri tanpa cintamu
Dan ku berjalan menyusuri gelapnya malam
Panasnya sinar matahari tak lagi kurasa
Agar ku dapat melupakan perasaan cinta
Yang masih membara

8. Cintamu Cinta Apa – Nia Daniaty

Ini bukanlah mimpi
Tapi sungguh terjadi
Engkau yang kucinta
Engkau yang kusayang
Bercumbu mesra

Kini baru kutahu
Siapakah dirimu
Benar kata mama
Benar kata papa
Engkau pria pendusta

Cintamu cinta apa (huwo huwo huwo)
Sayangmu sayang apa (huwo huwo huwo)
Setiamu setia apa (huwo huwo huwo)
Manisnya di bibir saja (hu hu)

Kasihmu kasih apa (huwo huwo huwo)
Rindumu rindu apa (huwo huwo huwo)
Janjimu janji apa (huwo huwo huwo)
Bila kau bagi cinta (hu)

Kini baru kutahu
Siapakah dirimu
Benar kata mama
Benar kata papa
Engkau pria pendusta

Cintamu cinta apa (huwo huwo huwo)
Sayangmu sayang apa (huwo huwo huwo)
Setiamu setia apa (huwo huwo huwo)
Manisnya di bibir saja (hu hu)

Kasihmu kasih apa (huwo huwo huwo)
Rindumu rindu apa (huwo huwo huwo)
Janjimu janji apa (huwo huwo huwo)
Bila kau bagi cinta (hu)

Janjimu janji apa
Bila kau bagi cinta

9. Burungpun Ingat Pulang – Nia Daniaty

Jangan kau tanya lagi
Mengapa memerah mataku ini
Coba coba jawab sendiri
Mengapa air hujan turun ke bumi

Jauh kapal berlayar
Singgah di dermaga walau sebentar
Tidak tidak seperti kamu
Pergi ke sebrang sudah tak ingat pulang

Bukan materi obat di hati
Aku inginkan kasih sayang

Pandai dirimu menyimpan dia
Jangan kau anggap mataku buta
Burung saja terbang tak lupa pulang
Ingat sangkar anak istri

Jangan kau tanya lagi
Mengapa memerah mataku ini
Coba coba jawab sendiri
Mengapa air hujan turun ke bumi

Jauh kapal berlayar
Singgah di dermaga walau sebentar
Tidak tidak seperti kamu
Pergi ke sebrang sudah tak ingat pulang

Bukan materi obat di hati
Aku inginkan kasih sayang

Pandai dirimu menyimpan dia
Jangan kau anggap mataku buta
Burung saja terbang tak lupa pulang
Ingat sangkar anak istri
Burung saja terbang tak lupa pulang
Ingat sangkar anak istri

10. Hilang Segalanya – Tito Soemarsono

Oh-oh, oh-wo-uh-hu

Mengapa kau tak bilang
Bila kau tak sayang lagi?
Mengapa kau tak bilang?
Mengapakah, kasih?

Sungguh ku tak mengerti
Semudah itu kau pergi

Kau biarkan diriku
Dalam rindu tak bertepi
Semua rasa cintaku
Hilang bersamamu

Entah apa sebabnya
Entah mengapa

Kasih (kasih), sungguh (sungguh)
Terlalu indah kisah antara kita berdua
Oh, kasih (kasih), mungkin (mungkin)
Diriku tak dapat mengasihi dirimu lagi, oh

Mungkinkah untukmu hanyalah biasa?
Tapi untukku, hilang segala-galanya
Mungkinkah untukmu hanyalah biasa?
Tapi untukku, terlalu pahit rasanya
Kasih, oh-oh

Kau biarkan diriku
Dalam rindu tak bertepi
Semua rasa cintaku
Hilang bersamamu

Entah apa sebabnya
Entah mengapa

Kasih (kasih), sungguh (sungguh)
Terlalu indah kisah antara kita berdua
Oh, kasih (kasih), mungkin (mungkin)
Diriku tak dapat mengasihi dirimu lagi, oh

Mungkinkah untukmu hanyalah biasa?
Tapi untukku, hilang segala-galanya
Mungkinkah untukmu (mungkinkah) hanyalah biasa?
Tapi untukku (untukku), terlalu pahit rasanya
Kasih (kasih, terlalu), oh-oh (kasih, terlalu)

Kasih (kasih, terlalu)
Terlalu pahit rasanya (kasih, terlalu)
Kasih (kasih, terlalu), oh-wo-wo-ho (kasih, terlalu)

11. Apakah Ada Bedanya – Ebiet G. Ade

Apakah ada bedanya
Hanya diam menunggu
Dengan memburu bayang-bayang?
Sama-sama kosong

Kucoba tuang
Ke dalam kanvas
Dengan garis dan warna-warni
Yang aku rindui

Apakah ada bedanya
Bila mata terpejam?
Pikiran jauh mengembara
Menembus batas langit

Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu
Menyumbat kepala dan pikiranku

Di bumi yang berputar
Pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya
Isi dengan rasa

Di menara langit
Halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung
Terbakar kegetiran

Cinta yang kuberi
Sepenuh hatiku
Entah yang kuterima
Aku tak peduli
Aku tak peduli
Aku tak peduli

Apakah ada bedanya
Ketika kita bertemu
Dengan saat kita berpisah?
Sama-sama nikmat

Tinggal bagaimana
Kita menghayati
Di belahan jiwa yang mana
Kita sembunyikan
Dada yang terluka
Duka yang tersayat
Rasa yang terluka

12. Kucari Jalan Terbaik – Pance

Sepanjang kita masih terus begini
Takkan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja

Senyum dan tawa hanya sekedar saja
S’bagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuai

Kucoba bertahan mendampingi dirimu
Walau kadang kala tak seiring jalan
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata

Senyum dan tawa hanya sekedar saja
S’bagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuai

Kucoba bertahan mendampingi dirimu
Walau kadang kala tak seiring jalan
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata

Agar tiada penyesalan dan air mata

Penutup

Demikian pembahasan tentang daftar lagu kenangan tahun 80-90-an yang sampai saat ini masih enak untuk didengarkan. Dari daftar lagu di atas, apakah ada yang kamu sukai?

Jika ingin mencari berbagai macam buku tentang lagu-lagu, maka kamu bisa mendapatkannya di Gramedia.com. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sofyan
Sumber: Dari berbagai sumber

Rekomendasi Buku-Buku Terkait Lagu Kenangan yang Wajib Kamu Coba

Top Hits Lagu Kenangan

https://www.gramedia.com/products/top-hits-lagu-kenangan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/top-hits-lagu-kenangan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Top Hits Lagu Kenangan Banyaknya lagu zaman now nyatanya nggak membuat lagu-lagu kenangan ditelan zaman. Siapa yang setuju? Faktanya, banyak lagu kenangan yang banyak diminati untuk berbagai acara. Nah, ini ada buku “Top Hits Lagu Kenangan” yang bagus banget. Nggak cuma tau lirik dan nyanyi saja, kamu juga bisa sambil main alat musik untuk mengiringinya.

Soalnya, buku ini disertai not balok, not angka, dan chord. Buku ini juga menyajikan lagu-lagu kenangan diantaranya lagu-lagu dari Chrisye, Nicky Ardila, Mayang Sari, Broery Marantika, dll. Di dalamnya juga disertai not balok, not angka, dan chord. So, pasti top banget kan? Yuk, segera beli!

Kumpulan Lagu Pop Hits

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-lagu-pop-hits?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-lagu-pop-hits?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Perkembangan musik di tanah air sudah tidak terbendung dengan didukung dengan masuknya musik-musik dari seluruh penjuru dunia. Bagi para pemusik pemula, keterbatasan buku yang menyuguhkan kompilasi lagu-lagu terkini bisa dibilang jarang adanya. Banyak lagu menarik yang dapat dilihat dalam buku ini sembari dijadikan referensi bagi pemusik-pemusik yang hobi bergitar atau mengiringi vokal dengan keyboard dan sebagainya:

Jalan Terus (Afgan), Teka-Teki (Anggun Feat Kotak), Promise (Melly Goeslaw), Ada Gajah Di Balik Batu (Ost. Dunia Terbalik) (Wali Band), Sekali Lagi (Maudy Ayunda), Lelah Dengan Drama (Aron Ashab), Cinta Tak Pernah (3 Komposer), Cakrawala (Once Mekel), Mencari Cinta Sejati (Cakra Khan), Aku Bisa Apa (Astrid),Tentang Cinta (Raisa), Malaikat Baik (Salsabila),Pelangi (Hivi), Cinta Sejatiku (Ost. Cinta Laki-Laki Biasa) (Deva Mahenra), Cinta Pertama (Isyana Sarasvati).

Sing And Learn Belajar Bahasa Inggris Lewat Lirik Lagu

sing and learn - lagu kenangan

https://www.gramedia.com/products/sing-and-learn-belajar-bahasa-inggris-lewat-lirik-lagu?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Sing And Learn Belajar Bahasa Inggris Lewat Lirik Lagu. Coba cermati lirik-lirik lagu berbahasa Inggris yang tentu saja tidak lepas dari grammar. Seperti lirik lagu Fight Song yang cukup banyak menggunakan pronoun. Sehingga, kamu bisa belajar sambil menyanyi. Dalam buku ini, pembahasan tentang grammar disertai dengan penerapan materi tersebut dalam lirik lagu populer berbahasa Inggris. Berbagai materi tata bahasa Inggris dibahas secara detail mulai dari adverb dan adjective, tenses, conditional sentences, preposition, conjunction, causative verbs, passive voice, dan lain-lain. Dengan demikian kegiatan belajar menjadi lebih asyik.

Kumpulan Cerita Pendek Cerita di Balik Lirik Lagu

kumpulan cerita pendek cerita di balik lirik lagu - lagu kenangan

https://www.gramedia.com/products/kumpulan-cerita-pendek-cerita-di-balik-lirik-lagu?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

“Dunia kampus adalah dunia penuh antusiasme. Segala bentuk hasrat, minat, dan mimpi terjalin dengan aneka liku-likunya. Dalam buku kecil ini, saya mencoba menghadirkan cerita-cerita pendek dengan latar belakang kampus. Mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia sebagai pelaku dalam kumpulan cerpen ini. Mereka berinteraksi dengan sesama mahasiswa dan dosen mata kuliah sastra.

Tugas mempresentasikan hasil berselancar di dunia maya menjadi topik setiap cerita. Tingkah polah mahasiswa yang akan tampil untuk presentasi sangat beragam. Para mahasiswa yang tekun dan dinamis akan dapat tampil melaksanakan tugas dengan sukses dan predikat baik atau memuaskan bisa diperolehnya. Pernak-pernik problema mewarnai kehidupan kampus. Emosi muncul menunjukkan rasa kurang puas. Namun, selalu ada jalan keluar yang sering tidak diduga.”

Belajar Chord Keyboard Dengan Lagu Kenangan Tanpa Guru

https://www.gramedia.com/products/belajar-chord-keyboard-dgn-lagu-kenangan-tanpa-guru?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/belajar-chord-keyboard-dgn-lagu-kenangan-tanpa-guru?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Buku ini menampilkan berbagai macam chord yang praktis namun lengkap, sehingga kamu dapat mempelajari posisi jari dan tuts yang ditekan untuk menghasilkan chord yang benar. Kamu tidak perlu lagi bingung harus pergi ke kursus atau belajar di sekolah musik, kamu dapat mempelajari nya sendiri di rumah bahkan tanpa guru.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi