in

Gaya Belajar Visual: Karakteristik dan Strategi Pembelajarannya

unsplash.com

Gaya Belajar Visual – Ada beragam jenis media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. Baik untuk pembelajaran di dalam kelas maupun pembelajaran mandiri di rumah, media pembelajaran dapat dimanfaatkan agar siswa mampu menerima materi dengan baik.

Akan tetapi sebelum menggunakan media pembelajaran tertentu, pendidik harus mengetahui karakteristik dari media pembelajaran tersebut. Sehingga, ketika akan memanfaatkan media pembelajaran tersebut, maka akan sesuai dengan kebutuhan anak dan sesuai pula dengan gaya belajar anak. Kenapa harus sesuai dengan gaya belajar anak? Apa itu gaya belajar dan apa saja jenisnya? Simak penjelasannya hingga akhir ya!

Pengertian Gaya Belajar

Apa sih gaya belajar itu? Gaya belajar atau learning style secara umum dapat diartikan sebagai suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris sebagai salah satu indikator yang bertindak secara relatif serta stabil untuk belajar hingga merasa adanya hubungan serta reaksi pada lingkungan sekitar dengan belajar.

Gaya belajar juga dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk melakukan adaptasi mengenai suatu strategi belajar tertentu dengan cara mencari serta mencoba dengan aktif. Sehingga, pada akhirnya individu-individu akan mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajarnya.

Gaya Belajar Visual

Beberapa ahli pun turut mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian dari gaya belajar. Berikut beberapa pengertian gaya belajar, menurut para ahli.

Fleming dan Mills mendefinisikan gaya belajar sebagai suatu kecenderungan yang dimiliki oleh siswa untuk beradaptasi dengan strategi tertentu dalam proses belajarnya. Adaptasi tersebut, adalah bentuk tanggung jawab guna mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar yang diterapkan di kelas, sekolah maupun tuntutan dari beberapa mata pelajaran tertentu.

Sedangkan Drummond berpendapat, bahwa gaya belajar ialah cara belajar atau dapat disebut pula sebagai kondisi belajar yang lebih disukai oleh para pembelajarannya.

Sementara itu Willing (1988) menyatakan bahwa gaya belajar merupakan kebiasaan belajar yang dimiliki oleh siswa dan disenangi atau disukai oleh pembelajar tersebut. Keefe mendefinisikan gaya belajar sebagai suatu cara bagi seseorang ketika berinteraksi, menerima, serta memandang lingkungannya.

Dunn dan Griggs pun berpendapat, bahwa gaya belajar dapat dikatakan sebagai karakter bawaan atau biologis yang dimiliki oleh seorang pembelajar.

Pelopor dari gaya belajar sendiri adalah Rita Dunn, yang telah menemukan banyak variabel yang berpengaruh pada cara belajar seseorang, seperti faktor fisik dari setiap individu, emosional, sosiologis bahkan hingga lingkungan.

Bagi sebagian orang, belajar dengan cahaya yang terang atau menggunakan lampu belajar adalah sebuah keharusan dan membuatnya nyaman. Namun, sebagian orang ada yang kurang senang dengan cahaya terang ketika belajar. Ada pula beberapa orang yang merasa lebih senang ketika belajar mandiri, namun ada pula siswa yang senang apabila ada pendamping, narasumber atau seseorang yang menemani belajar. Kecenderungan-kecenderungan tersebutlah, yang kemudian dikategorikan sebagai gaya belajar seseorang.

Gaya belajar memiliki tiga jenis yang umum diketahui oleh banyak orang, yaitu visual, auditori dan kinestetik.

Gaya Belajar Visual

Pembelajar dengan gaya belajar visual, umumnya akan mudah menangkap atau menyerap informasi ketika informasi tersebut disajikan secara visual, sehingga pembelajar dapat melihat informasi tersebut.

Anak dengan gaya belajar visual, umumnya akan lebih tertarik dengan warna, gambar, garis, tabel, grafisl, simbol, diagram serta bentuk-bentuk lainnya. Sehingga, seorang anak yang memiliki gaya belajar visual akan cenderung memiliki pemahaman mengenai sesuatu dengan nilai-nilai artistik di dalamnya. Jadi tidak heran, apabila anak dengan gaya belajar visual akan lebih suka membaca dibandingkan mendengarkan.

Sesuai dengan penjelasan di atas, gaya belajar visual memiliki fokus pada penglihatan. Ketika seorang individu dengan gaya belajar visual mempelajari hal baru, maka ia akan perlu untuk melihat sesuatu dengan visual, agar lebih mudah untuk mengerti atau memahami hal baru tersebut.

Anak dengan gaya belajar visual, memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang umum. Salah satunya adalah lebih menyukai membaca buku dan melihat demonstrasi, berikut beberapa ciri lainnya.

Gaya Belajar Visual

Karakteristik Anak dengan Gaya Belajar Visual

Agar mampu menerapkan media pembelajaran dengan baik dan tepat pada anak, maka pengajar atau pendamping harus mengetahui gaya belajar yang dimiliki oleh anak tersebut. Salah satunya adalah dengan mencermati ciri-ciri yang ada pada gaya belajar. Berikut adalah ciri atau karakteristik apabila anak memiliki gaya belajar visual.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

1. Lebih menyukai praktik serta peragaan

Ciri pertama yang dimiliki oleh anak dengan gaya belajar visual adalah lebih menyukai pembelajaran dengan metode belajar praktik atau ketika diperagakan. Hal ini dikarenakan pembelajaran dengan praktik, akan membutuhkan aktivitas langsung, sehingga anak dengan gaya belajar visual pun akan lebih fokus untuk memperhatikan dan melihat apa yang tengah diperagakan oleh pemandu.

Fokus anak akan lebih meningkat, ketika guru atau pemandu membawa alat peraga atau model pembelajaran. Anak dengan gaya belajar visual, akan bosan dan cenderung susah menerima materi apabila guru hanya menerangkan materi dengan cara menjelaskan atau ceramah saja.

2. Cenderung lemah ketika mendengarkan materi pembelajaran

Karena memiliki fokus dengan visualisasi, anak yang memiliki gaya belajar visual akan kurang mampu dan cenderung lemah ketika menangkap materi atau informasi yang dijelaskan apabila hanya dengan mendengarkan saja. Anak dengan gaya belajar visual, umumnya akan mampu mencatat tulisan di papan tulis dengan cepat serta rapi bahkan detail. Akan tetapi, gaya tulisan pun akan berubah ketika guru mulai mendikte anak tersebut.

Karena alasan tersebut, anak dengan gaya belajar visual, cenderung tidak mampu ketika mengikuti kegiatan diskusi yang diadakan di tengah-tengah pembelajaran. Anak dengan gaya belajar visual, akan kurang aktif ketika berkomunikasi dan tidak memiliki atau kurang memiliki kemauan untuk mendengarkan.

3. Lebih suka membaca

Anak yang memiliki gaya belajar visual, senang mempelajari hal-hal baru serta objek yang ia lihat. Salah satu karakteristik yang dimiliki oleh anak dengan gaya belajar visual, adalah cenderung lebih tertarik untuk membaca dibandingkan mendengarkan.

Anak dengan gaya belajar visual, umumnya memiliki hobi membaca komik, dongeng maupun buku-buku lain yang memiliki ilustrasi. Hadinya gambar atau ilustrasi pada sebuah buku, akan mendorong rasa penasaran anak tersebut. Anak-anak dengan gaya belajar visual, cenderung akan merasa terbantu untuk memahami materi atau informasi ketika ada gambar atau ilustrasi.

4. Berbicara dengan tempo yang agak cepat, dibandingkan dengan anak lain

Karakteristik selanjutnya yang dimiliki oleh anak dengan gaya belajar visual, adalah berbicara dengan tempo yang agak lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki gaya belajar lainnya.

5. Kesulitan ketika menerima instruksi secara verbal

Karena memiliki fokus visual, maka anak dengan gaya belajar visual cenderung akan kesulitan ketika menerima instruksi secara verbal. Sehingga, pendamping atau guru lebih baik memberikan instruksi dengan tulisan atau cara lain dibandingkan dengan hanya memberikan instruksi secara verbal saja.

6. Cenderung sulit memilih kata-kata

Lebih suka membaca buku, anak dengan gaya belajar visual cenderung sulit untuk mengekspresikan apa yang ingin diucapkan. Meskipun, anak tersebut tahu apa yang ingin diucapkan, akan tetapi anak dengan gaya belajar visual cenderung merasa kesulitan untuk memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan apa yang ia ucapkan.

7. Suka menggambar

Selain suka membaca buku-buku yang memiliki gambar atau ilustrasi, anak dengan gaya belajar visual pun suka menggambar di media apapun. Oleh sebab itu, anak dengan gaya belajar visual, cenderung memiliki nilai pemahaman artistik yang lebih dalam dibandingkan dengan anak lain yang memiliki gaya belajar berbeda.

8. Tidak mudah terganggu di tempat ramai

Karena memiliki fokus visual, serta cenderung kesulitan untuk memahami informasi yang disampaikan secara verbal, anak dengan gaya belajar visual pun tidak akan mudah terganggu meskipun ia berada di tempat ramai.

Anak tersebut, akan tetap fokus mengerjakan apa yang ia kerjakan, meskipun tempat tersebut ramai. Contohnya, ketika ia menggambar, maka ia akan tetap fokus menggambar walau orang-orang sekitarnya berisik.

9. Teliti pada detail

Karakteristik kesembilan yang dimiliki oleh anak dengan gaya belajar visual, adalah memiliki sifat yang teliti dengan detail-detail yang hadir.

10. Memiliki perencanaan serta pengatur jangka panjang yang baik

Ketika ingin melakukan suatu hal, anak dengan gaya belajar visual cenderung akan merencanakan atau mengatur hal-hal apa yang ingin ia lakukan dengan baik.

11. Membutuhkan pandangan serta tujuan yang menyeluruh dan memiliki sikap waspada, sebelum secara mental merasa pasti mengenai suatu masalah maupun suatu proyek.

12. Memiliki kebiasaan mencoret-coret tanpa makna atau arti tertentu selama berbicara di telepon maupun dalam rapat.

13. Lebih mementingkan penampilan, baik itu dalam hal presentasi maupun dalam hal pakaian.

14. Lebih mudah mengingat dengan asosiasi-asosiasi visual.

15. Seringkali lupa ketika akan menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain dan sering kali menjawab pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang singkat, seperti ya atau tidak tanpa memberikan penjelasan atau alasan yang panjang.

16. Terkadang kehilangan konsentrasi, ketika ia ingin memperhatikan sesuatu hal yang menarik.

Modalitas Belajar Anak dengan Gaya Belajar Visual

Secara umum, ada dua kategori utama mengenai bagaimana seorang individu belajar. Kategori yang pertama adalah dengan cara menyerap informasi dengan mudah dan hal tersebut disebut pula sebagai modalitas belajar.

Sedangkan kategori yang kedua adalah cara mengatur maupun mengolah informasi tersebut dan dinamakan sebagai dominasi otak. Menurut De Porter dan Hernacki, pada masa awal pengalaman belajar, salah satu langkah adalah dengan mengenali dominasi visual, auditorial maupun kinestetik atau V A K.

Seorang anak yang memiliki gaya belajar visual, maka ia akan belajar dengan apa yang mereka lihat. Sedangkan auditorial akan menyerap informasi dengan apa yang mereka dengar, serta kinestetik maka menyerap informasi dengan cara gerak serta sentuhan.

Pada tingkatan tertentu, bagi kebanyakan orang yang memiliki tiga tipe daya belajar tersebut, memiliki kecenderungan pada dominasi dari salah satu gaya belajar di antara ketiganya.

Anak dengan gaya belajar visual, memiliki modalitas belajar dengan cara mengakses citra visual yang diciptakan serta diingat. Warna, potret mental, hubungan ruang serta gambar akan lebih menonjol pada modalitas anak dengan gaya belajar visual.

Menurut De Porter, gaya belajar visual memiliki modalitas dengan ciri sebagai berikut.

  • Teratur ketika memperhatikan segala sesuatu serta selalu menjaga penampilannya.
  • Mengingat lebih mudah dengan gambar dan cenderung lebih suka membaca dibandingkan dibacakan.
  • Membutuhkan gambaran serta tujuan yang menyeluruh serta dalam menangkap detail ketika mengingat apa yang ia lihat.

Anak dengan gaya belajar visual dapat melakukan pembelajaran lebih baik dengan melakukan strategi berikut ini.

  • Gunakanlah media pembelajaran berupa kertas dengan tulisan berwarna, dibandingkan menggunakan media berupa papan tulis. Lalu, gantungkan garifk yang berisi informasi-informasi penting di sekitar ruangan ketika guru atau pendamping siswa menyajikan informasi atau materi. Kemudian, rujuklah kembali grafik tersebut.
  • Doronglah siswa untuk menggambarkan informasi dengan menggunakan peta, warna maupun diagram. Lalu berikanlah waktu sejenak untuk anak agar membuat kembali informasi yang telah digambarkan tersebut.
  • Ketika pendamping, guru atau orang tua akan memberikan informasi pada anak, maka berdirilah dengan tenang ketika menyajikan informasi. Lalu bergeraklah di antara beberapa segmen penyajian informasi.
  • Bagikan salinan informasi berisi frasa-frasa kunci ataupun garis besar dari materi pelajaran dan sisakan ruang-ruang kosong pada kertas agar siswa dapat membuat catatan tambahan.
  • Berikan kode warna, untuk bahan materi serta perlengkapan, lalu doronglah siswa agar mau menyusun pelajaran yang telah diberikan dengan aneka warna yang telah disediakan atau sesuai dengan kode warnanya.
  • Gunakan bahasa atau ikon ketika melakukan presentasi, sehingga ketika muncul simbol visual atau ikon yang telah mewakili konsep kunci, siswa pun akan lebih mudah mengingat isi dari presentasi yang disampaikan.

Gaya Belajar Visual

Strategi Pembelajaran untuk Anak dengan Gaya Belajar Visual

Agar materi pembelajaran serta informasi yang disampaikan dapat dengan mudah masuk serta diingat oleh anak dengan gaya belajar visual, maka strategi pembelajaran yang harus diterapkan pun harus sesuai dengan gaya belajar anak. Untuk anak dengan gaya belajar visual, berikut adalah strategi pembelajaran yang tepat.

  • Agar materi lebih mudah diingat, maka pendamping atau guru harus membuat banyak simbol maupun gambar-gambar dalam catatan, ringkasan materi, presentasi maupun ketika menjelaskan di depan kelas.
  • Karena memiliki fokus visual, maka gunakanlah tabel maupun grafik yang dapat membantu anak untuk memperdalam pemahaman materi pembelajaran, seperti matematika atau ilmu pengetahuan alam.
  • Membuat peta pikiran atau mind map, merupakan strategi pembelajaran dan alat bantu belajar yang tepat bagi anak dengan gaya belajar visual.
  • Lakukanlah tinjauan secara umum atau sekilas mengenai bahan-bahan pelajaran sebelum anak terjun ke dalam materi atau penjelasan yang lebih rinci.
  • Menggunakan buku bergambar, akan menjadi strategi jitu agar anak dapat mudah mengingat dan memahami informasi atau materi yang dijelaskan. Selain itu, sesuaikanlah buku bergambar dengan usia anak, agar pengetahuan dan materi yang diserap anak tetap berimbang.
  • Meminta anak untuk menggambar atau melakukan hal lain yang dapat menuangkan kreativitas anak tersebut. Menuangkan kreativitas anak, dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan serta tidak membosankan. Selain itu, karena praktik, maka anak dengan gaya belajar visual pun akan lebih mudah mengerti.
  • Menggunakan video, sebagai media pembelajaran. Metode paling mudah untuk mengajarkan anak dengan gaya belajar visual adalah dengan menggunakan video. Sebab, anak dengan gaya belajar visual akan lebih fokus dengan gambar-gambar, animasi atau ilustrasi di dalam video tersebut.

Itulah penjelasan mengenai gaya belajar visual, karakteristik serta strategi jitu agar anak dengan gaya belajar visual dapat mudah memahami materi. Apabila Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai gaya belajar, Grameds dapat mengulik lebih dalam dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com ya!

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan beragam buku dengan beragam topik menarik dan original untuk Grameds. Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan miliki bukunya sekarang juga!

BACA JUGA:

  1. 12 Tips Belajar Daring Agar Tetap Efektif 
  2. 5 Teknik Belajar yang Patut Dicoba Agar Belajar Makin Efektif 
  3. 14 Strategi Belajar Paling Ampuh Menurut Para Ahli Neurosains 
  4. Gaya Belajar yang Tepat Berdasarkan Golongan Darah 
  5. Apa Itu Academic Skill dan Manfaatnya 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda