in

15 Contoh Berita Hoaks yang Pernah Beredar di Indonesia

Contoh Berita Hoaks – Berita hoaks merupakan berita bohong atau tipuan yang mudah menyebar di kalangan masyarakat. Sebagian orang yang tidak berpikir logis dan kritis bisa saja termakan oleh berita hoaks. Namun, jika seseorang memiliki pemikiran logis dan kritis maka ia akan mencari sumber lain terkait berita tersebut agar tidak terpengaruh dengan suatu berita hoaks.

Berita hoaks tentunya dapat merugikan dan menggemparkan masyarakat. Berita hoaks umumnya ditulis sedemikian rupa agar pembaca percaya dengan berita tersebut. Namun, lambat laun berita hoaks pastinya akan ketahuan.

Hal ini dikarenakan tidak semua orang mudah percaya hoaks. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informasi tentunya akan membantu untuk menyelidiki suatu berita yang menggemparkan masyarakat. Jika ketahuan bahwa berita tersebut adalah hoaks maka pembuat berita akan diurus dengan pihak yang berwajib.

Di dalam buku ini penulis secara tidak langsung juga menghubung-hubungkan kenyataan Hoax yang kejam ini dengan Komunisme dan tragedi 9-11.

Di bawah ini adalah beberapa berita hoaks yang pernah beredar di Indonesia. Yuk Grameds, simak ulasan berikut!

1. Berita Hoaks Babi Ngepet

Berita hoaks babi ngepet tersebar pada tahun 2021. Berita hoaks ini berawal dari tersangka yang bernama AI menyebarkan isu berupa babi ngepet yang muncul di daerah Bedahan, Sawangan, Depok. AI mengaku bahwa rumor babi ngepet ini digunakan sebagai solusi untuk warga yang selalu mengeluh kehilangan uang dari Rp1.000.000,00 – Rp2.000.000,00.

Untuk mendukung berita tersebut agar semua warga percaya, ia merekayasa cerita bahwa terjadi penangkapan babi ngepet yang salah satu caranya harus telanjang, lalu ia juga membuat fakta bohong yang menyatakan bahwa ukuran babi semakin mengecil dengan sendirinya, sampai membeli babi secara online senilai Rp900.000,00. Semua kebohongan yang diceritakan AI itu terbongkar dan akhirnya ia terancam dihukum selama 10 tahun.

2. Berita Hoaks Ratna Sarumpaet

Berita hoaks ini pernah viral pada tahun 2018. Berita ini masuk dalam peringkat pertama yang paling banyak dibicarakan oleh masyarakat. Hoaks yang disampaikan dalam berita adalah penganiayaan Ratna Sarumpaet. Berita ini menampilkan bukti sebuah foto yang memperlihatkan wajah Ratna Sarumpaet seperti memar dan bengkak.

Awalnya hoaks ini disebarkan melalui Facebook yang diunggah pada 2 Oktober 2018. Setelah itu berita juga sempat tersebar dengan cepat di Twitter. Bahkan beberapa tokoh politik juga menanggapi dan membenarkan adanya penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet tanpa verifikasi kebenaran kasus tersebut.

Lalu, setelah mendapat banyak perhatian dari masyarakat, polisi menyelidiki berita yang beredar tersebut. Setelah diselidiki maka didapatkan hasil bahwa berita tersebut adalah hoaks. Wajah bengkak yang terjadi pada Ratna Sarumpaet merupakan efek dari operasi bukan sebuah penganiayaan.

3. Berita Hoaks Blue Energy

Hoaks berikutnya adalah kasus hoaks blue energi yang terjadi tahun 2008 pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kasus ini berupa penemuan bahan bakar (blue energy) yang ditemukan oleh Djoko Suprapto. Penemuannya itu sempat mendapat perhatian dari tim Kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah diselidiki, ternyata penemuan tersebut hanya memanfaatkan air sebagai penghematan bahan bakar minyak (BBM) bukan mengubah air menjadi sebuah bahan bakar.

banner-promo-gramedia

4. Berita Hoaks Pembangkit Listrik Tenaga hampa (PLTH)

Selain blue energy, ada juga berita hoaks yang tersebar mengenai bahan bakar yaitu pembangkit listrik tenaga hampa (PLTH) yang terjadi pada tahun 2012. Kali ini penemuan ditemukan oleh Slamet Haryanto yang biasa dipanggil Mbah Embing. Ia adalah tukang servis dinamo yang menemukan pembangkit listrik tenaga hampa tersebut. Pada saat itu ia mengatakan bahwa tidak perlu menggunakan tenaga apa pun untuk menghasilkan listrik.

Berita tersebut tersebar dengan cepat dan mendapat banyak perhatian dari masyarakat serta membuat penasaran oleh penemuan Mbah Embing itu. Bahkan, Dahlan Iskan yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN sempat percaya dengan hal tersebut.

Nyatanya Mbah Embing menyambungkan aliran listrik ke bawah tanah sehingga menghasilkan energi listrik. Ia melakukan hal itu agar seolah-olah tidak memerlukan energi tambahan untuk menghasilkan listrik.

5. Berita Hoaks Mahasiswa Penerus B.J. Habibie

Berita hoaks mahasiswa yang sempat dikira sebagai penerus B.J Habibie ini terjadi pada tahun 2016. Mahasiswa bernama Dwi Hartanto mengaku bahwa memiliki karya di dunia aeronautika karena ia bercerita menciptakan Satelite Launch Vehicle/SLV (Wahana Peluncur Satelit). Dengan teknologinya yaitu The Apogee V7s (TARAV7s).

Selain itu, ia juga disebut sebagai pemilih hak paten pada bidang dirgantara. Ia membuat cerita mengenai diaspora jenius Indonesia yang ditinggalkan oleh negaranya sendiri namun diakui oleh negara lain. Sejak saat itu banyak orang mengatakan bahwa ia cocok sebagai penerus B.J. Habibie. Namun sayangnya berita tersebut berakhir sebagai berita hoaks.

6. Berita Hoaks Gempa Susulan di Palu

Berita hoaks gempa susulan yang ada di Palu ini terjadi pada tahun 2018. Gempa ini sangat membuat korban menjadi kehilangan harta benda dan keluarga. Namun, masih saja ada oknum yang membuat para korban menjadi semakin cemas dengan adanya berita hoaks gempa susulan.

Hoaks ini beredar di berbagai sosial media dan khususnya aplikasi Whatsapp, narasi di dalam berita tersebut mengatakan bahwa akan ada gempa susulan berkekuatan 8,1 magnitudo dan berpotensi terjadi tsunami. Di dalam berita tersebut juga dikatakan bahwa potensi gempa susulan tersebut dideteksi oleh alat pendeteksi gempa yang ada di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Setelah berita ini tersebar luas, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bernama Sutopo Purwo Nugroho membantah berita tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak ada alat yang bisa mendeteksi kapan terjadinya gempa secara pasti.

7. Berita Hoaks Penculikan Anak

Berita hoaks penculikan anak ini sudah tersebar ke berbagai sosial media seperti Facebook, Twitterr, dan Whatsapp yang terjadi pada tahun 2018. Berita ini sangat meresahkan anggota keluarga dan juga masyarakat. Pembuat berita menyatakan bahwa adanya pelaku penculikan anak yang tertangkap di Jalan Kran Kemayoran, Jakarta Pusat. Bahkan bukan hanya di daerah itu saja, ada beragam foto dan video yang menyebutkan daerah lain.

Setelah tersebarnya berita ini, Kapolsek Kemayoran, Komisaris Polisi Saifur Anwar membantah kabar hoaks yang tersebar ini. Ia menjelaskan bahwa laki-laki yang ada di video bukanlah pelaku penculikan anak, tetapi hanya tukang parkir yang memiliki gangguan jiwa.

Buku ini memberikan pemahaman utuh mengenai masalah hoax, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

8. Berita Hoaks Rekaman Black Box Lion Air JT 610

Pada 29 Oktober 2018 terdapat berita hoaks mengenai hasil rekaman black box dari pesawat Lion Air yang mengalami kecelakaan di Perairan Karawang, Jawa Barat. Oknum tersebut tentunya tidak memiliki rasa kemanusiaan karena mengirimkan berita bohong di mana pihak keluarga korban sedang berduka. Hal ini sangat tidak manusiawi.

Video yang diberitakan oleh oknum tersebut bukanlah rekaman dari black box pesawat Lion Air JT 610. Namun hanya video mengenai tanggapan seseorang tentang video detik-detik kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Setelah berita itu tersebar, sebulan kemudian tepatnya tanggal 1 November 2018 tim SAR TNI AL yang dipimpin oleh Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Yudo Margono menemukan black box tersebut pada kedalaman 30 meter.

9. Berita Hoaks Kartu Nikah Foto 4 Istri

Pada tahun 2018, Kementerian Agama meluncurkan kartu nikah yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengurus hal-hal yang menyangkut pernikahan. Peluncuran kartu tersebut membuat oknum menyebarkan hal yang tidak benar. Ia membuat berita di sosial media dengan foto kartu nikah berwarna kuning yang di dalamnya berisi 4 kolom istri dan 1 kolom untuk suami.

Beberapa orang menganggap bahwa itu adalah lelucon semata. Namun tidak sedikit juga yang menganggap berita tersebut adalah kartu yang melegalkan untuk melakukan poligami di Indonesia.

Mendengar kabar yang telah tersebar di sosial media, Kementerian Agama menegaskan bahwa kartu nikah dengan warna dasar hijau kekuningan ini hanya mencantumkan 2 kolom foto untuk 1 suami dan 1 istri saja.

10. Berita Hoaks Telur Plastik dan Telur Palsu

Pada awal tahun 2018 ramai berita mengenai telur plastik dan telur palsu yang beredar di pasar tradisional. Bahkan kabarnya telur-telur itu diproduksi dari China. Di dalam berita tersebut juga ditampilkan foto dan video sebagai bukti agar pembaca percaya dengan berita tersebut.

banner-promo-gramedia

Kabar burung ini membuat kerugian besar terhadap peternak ayam petelur dan juga penjual telur. Namun, setelah berita ini tersebar luas, Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Mabes Polri menyatakan bahwa berita yang beredar luas tersebut merupakan berita hoaks.

11. Berita Hoaks Makanan Mengandung Plastik atau Lilin

Pada tahun 2018 tersebar video percobaan untuk menaburkan serbuk minuman di atas api yang menyala. Dalam video tersebut terlihat bahwa serbuk yang ditaburkan terbakar oleh api. Karena serbuk tersebut terbakar maka menimbulkan asumsi bahwa makanan atau minuman dalam percobaan tersebut mengandung plastik atau lilin.

Karena berita ini membuat masyarakat menjadi heboh maka pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan penjelasan. Semua produk makanan atau minuman yang mengandung karbon atau ikatan antaratom karbon dan mengandung lemak atau minyak, dengan kadar rendah serta memiliki tesktur tipis seperti kerupuk dan makanan ringan lainnya pasti akan mudah terbakar jika disulut dengan api.

12. Berita Hoaks BSSN Sadap Gawai Masyarakat

Pada tahun 2018 juga ada berita hoaks lainnya mengenai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang memantau gawai masyarakat yang telah tersebar luas di kalangan masyarakat.

Adanya berita ini karena memiliki kaitan dengan adanya kebijakan baru dari BSSN tentang peraturan komunikasi yang baru dan juga jaringan keamanan. Dengan adanya berita itu ada oknum yang memanfaatkan membuat tambahan berita yang membuat masyarakat resah karena takut gawai yang dimiliki disadap oleh BSSN.

Tentunya masyarakat kebingungan dan bertanya-tanya tentang berita ini. Namun berita tersebut sudah dipastikan termasuk dalam berita hoaks.

13. Berita Hoaks Jual Bali Untuk Utang Negara

Pada Oktober 2017 terdapat akun Facebook bernama Sandy Yah yang mengunggah tautan berita yang berisi pernyataan “Jika Rakyat Mengizinkan Daerah Bali Kita Jual Untuk Bayar Utang Negara”. Namun tautan berita tersebut telah hilang dan tidak bisa dibuka.

Mendengar kabar yang tidak benar tersebut, Sri Mulyani langsung saja memberikan tanggapannya. Dia membuat klarifikasi melalui akun Instagramnya dan mengatakan bahwa ia akan menempuh jalur hukum bagi pelaku penyebar hoaks tersebut.

Hal tersebut tentunya adalah berita yang salah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentunya tidak akan diperjualbelikan. Keuangan negara termasuk APBN dan utang negara selalu dijaga dengan penuh kehati-hatian dan penuh tanggung jawab.

Semua informasi mengenai keuangan negara dibahas secara terbuka serta disampaikan dengan transparan. Jika kamu ingin mengetahuinya, kamu bisa membuka situs web Kemenkeu.

Dengan adanya kejadian seperti ini, masyarakat harus selalu berhati-hati dan cermat dalam membaca berita. Berita hoaks yang tersebar dapat merugikan siapa saja yang dituju dari berita tersebut.

Peredaran berita hoaks ini sengaja dilakukan untuk menyerang pemerintah mengenai keuangan negara, bahkan bisa juga menyerang Sri Mulyani secara pribadi. Pelaku penyebar hoaks atas nama Sandy Yah tentunya akan dihukum karena menyebarkan berita palsu.

14. Berita Hoaks Pesawat Citilink Hilang Kontak

Pada tahun 2018 sempat ada berita mengenai pesawat Citilink yang mengalami hilang kontak. Dalam berita dinyatakan bahwa Pesawat QG 801 yang memiliki rute Semarang – Surabaya dikabarkan mengalami emergency pada ketinggian 1.000 ft.

Tentunya kabar tersebut tidak benar, lalu berita tersebut telah diklarifikasi oleh pihak maskapai dari Citilink, VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman.

banner-promo-gramedia

Kemudian pihak humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait menjelaskan bahwa pada pukul 11.13 WIB AirNav Indonesia menerima kabar dari CTV801 rute SRG-SUB menangkap sinyal emergency pada frekuensi 121.5 Mhz saat melewati ketinggian 8.000 ft.

Pesawat tersebut tidak mengalami emergency, namun hanya menangkap sinyal emergency. Setelah itu sesuai dengan prosedur, pihak penerbang melaporkannya kepada AirNav Indonesia dan disambungkan laporan tersebut kepada personel SAR Semarang. Kemudian pada pukul 11.18 WIB pilot Citilink 801 melaporkan bahwa setelah ketinggian 10.000 ft tidak ditemukan sinyal emergency lagi.

15. Berita Hoaks Gempa yang Memicu Meganthrust di Selatan Jawa dan Selat Sunda

Pada 29 Juli 2018 telah terjadi gempa dengan kekuatan 6,4 SR. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengatakan bahwa korban sebanyak 17 orang meninggal dunia dan 401 korban luka-luka. Selain itu ada juga gempa susulan yang terjadi berkali-kali hingga membuat warga ketakutan.

Pada saat warga mengalami kesusahan karena gempa yang terjadi, ada isu pemberitaan yang mengatakan bahwa gempa yang terjadi dapat memicu meganthrust Selatan Jawa dan Selat Sunda aktif. Isu tersebut muncul setelah adanya video wawancara mengenai potensi gempa di Jakarta sebesar 8,7 SR.

Setelah tersebarnya berita tersebut hingga membuat masyarakat semakin panik, akun Twitter Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) mengunggah pengumuman dari BMKG yang mengatakan bahwa, video tentang potensi gempa di Jakarta berkekuatan 8,7 SR itu tidak ada hubungannya dengan gempa yang terjadi di Lombok.

Kepala BMKG yang menjabat pada saat itu, Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa berita tersebut adalah hoaks, gempa yang terjadi di Lombok tidak akan memicu aktifnya meganthrust Selatan Jawa dan Selat Sunda. Video yang beredar juga sudah lama, dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok.

Demikianlah beberapa contoh mengenai berita hoaks yang pernah beredar di Indonesia. berita-berita hoaks tersebut tentunya merugikan banyak pihak. Lalu, oknum-oknum penyebar hoaks memang sebaiknya diberikan hukuman yang setimpal karena menyebarkan informasi yang tidak benar.

Jika kalian ingin menemukan hal-hal lain di Gramedia kalian bisa membeli dan membaca buku yang ada di Gramedia. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan berbagai buku bacaan yang kredibel dan dapat membantu menambah ilmu pengetahuan serta menghibur kalian. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang juga!

Baca juga: 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ricky Atthariq