in

Begini Cara Menjawab Alasan Melamar Kerja Saat Interview

Begini Cara Menjawab Alasan Melamar Kerja Saat Interview – Saat Anda menghadapi sesi  interview melamar pekerjaan, satu hal yang pasti ditanyakan oleh interviewer adalah “mengapa melamar kerja di perusahaan ini?” dan pertanyaan lainnya yang sejenis. Tidak jarang pelamar kerja kurang siap menghadapi pertanyaan tersebut sehingga jawaban yang diberikan dirasa kurang tepat. Tentu ini akan berpengaruh besar pada hasil lamaran yang Anda ajukan. Grameds, sekarang kita akan membahas apa saja jawaban yang bisa kita berikan saat ditanya alasan melamar kerja.

Jawaban Alasan Melamar Kerja

Jawaban Alasan Melamar KerjaaPandemi Covid19 telah merubah segalanya, tidak terkecuali dunia usaha dan lapangan kerja. Krisis yang panjang menyebabkan banyak perusahaan mengalami kerugian atau pengurangan omzet yang berakibat banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Artinya, lapangan kerja semakin sedikit, sementara pencari kerja semakin banyak.

Melalui pertanyaan tersebut, pihak human resources development (HRD) ingin memastikan bahwa Anda memiliki visi, Ana telah melakukan riset terhadap perusahaan dan gambaran luas tentang pekerjaan yang Anda lamar. Tidak hanya itu, perusahaan juga ingin mengetahui rencana karir Anda dan memahami apa yang sebenarnya Anda cari di perusahaan tersebut, sesuai dengan kultur perusahaan atau tidak. Mereka tidak ingin Anda asal melamar setiap lowongan pekerjaan yang Anda temukan.

Dari jawaban yang Anda berikan, HRD bisa menilai apakah Anda yakin dengan keinginan Anda untuk melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Bayangkan jika Anda tampak tidak yakin dengan jawaban Anda sendiri, HRD akan khawatir jika suatu saat Anda akan berubah pikiran, tidak betah dan berhenti di tengah jalan, atau tidak selaras dengan nilai yang diusung oleh perusahaan.

Nah Grameds, salah satu kendala yang sering dihadapi oleh para jobseeker adalah bagaimana menjawab pertanyaan ”mengapa mengajukan lamaran di perusahaan ini?” Agar semakin besar peluang Anda untuk lolos tes wawancara, semoga beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda dalam mencari jawaban alasan melamar kerja.

1. Hindari Jawaban yang Egois  dan Personal

Hindari Jawaban yang Egois dan PersonalPerusahaan memerlukan orang-orang yang peduli pada perusahaan, baik lembaga ataupun rekan kerja. Orang yang egois dan tidak peduli dengan lingkungan akan dinilai tidak menguntungkan perusahaan, sementara tujuan dibuka lowongan kerja adalah untuk  memperbaiki operasional perusahaan.

Contoh jawaban alasan melamar kerja yang egois dan terlalu personal adalah sebagai berikut:

“Ya karena perusahaan ini sedang membuka lowongan pekerjaan sementara saya membutuhkan pekerjaan”

Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda tidak menspesialkan perusahaan yang Anda tuju. Semua HRD paham bahwa pelamar kerja tidak hanya mengirimkan satu lamaran kerja saja. Namun setidaknya, Anda dapat memberikan jawaban yang membuat mereka terspesialkan.

Jawaban yang Anda berikan seperti di atas menunjukkan bahwa Anda datang ke perusahaan tersebut karena kebetulan buka lowongan saja. Tidak hanya itu, bagian kalimat “sementara saya membutuhkan pekerjaan” saja tanpa melibatkan pujian atau kontribusi yang Anda berikan seakan menggambarkan bahwa Anda hanya peduli pada diri Anda sendiri. Bukan hanya itu, HRD akan menganggap Anda terkesan tidak ingin berkembang karena tidak menyebutkan pengembangan diri.

Tidak hanya itu, bayangkan jika Anda seorang HRD yang sedang membuka lowongan pekerjaan di posisi sebagai sales. Di antara kandidat, ada seseorang (anggap pelamar kerja pertama) yang menjawab bahwa dia melamar semua bagian. Yang penting mendapatkan pekerjaan dan tidak yakin bahwa dia cukup tahu tentang apa itu sales.

Bandingkan dengan jawaban pelamar kerja kedua,

“Saya melamar sebagai sales karena saya seseorang yang senang mengejar target, bernegosiasi dengan banyak orang, dan suka tantangan. Saya pikir, dengan ada di posisi ini, tanggung jawab yang sama emban akan sesuai dengan sifat natural saya. Dan saya yakin, seseorang yang bekerja di posisi yang sesuai dengan karakter naturalnya akan dapat memberikan manfaat yang besar untuk perusahaan dan dirinya sendiri.”

Jika Anda dihadapkan pada kondisi tersebut dan Anda hanya boleh memilih salah satu, siapa yang akan Anda rekrut sebagai rekan kerja Anda di posisi sales?

“Saya yakin perusahaan Bapak dapat menjadikan saya berkembang dan bagus untuk menjadi batu loncatan kesuksesan karir saya.”

banner-promo-gramedia

Semua HRD sadar kok Grameds, bahwa setiap pelamar kerja yang datang memiliki peluang untuk resign dan pindah ke perusahaan lain. Tapi ýa nggak gitu juga kali. Jawaban tersebut seakan mengatakan bahwa Anda akan resign dari perusahaan tersebut bahkan sebelum Anda bekerja. HRD akan menganggap jawaban tersebut kurang etis, terlalu personal, dan egois.

2. Sampaikan Bahwa Anda Ingin Berkontribusi Terhadap Kemajuan Perusahaan

Sampaikan Bahwa Anda Ingin Berkontribusi Terhadap Kemajuan PerusahaanApa gunanya membuka lowongan pekerjaan kalau tidak bisa menjadikan perusahaan lebih maju? Setiap lowongan kerja yang dibuka mewakili harapan perusahaan, yakni ingin lebih maju. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk menunjukkan kepedulian pada perusahaan. Jawaban yang menunjukkan Anda siap berkontribusi dapat menjadi sinyal awal.

Namun demikian, Anda tidak perlu berlebihan. Jika jawaban Anda hanya menunjukkan kontribusi pada perusahaan saja, HRD justru akan curiga. Tidak adakah yang diinginkan calon karyawan ini? Mungkin begitu batin mereka. Hal ini tidak mengherankan sebab setiap orang pasti keinginan untuk diri sendiri juga.

Contoh jawaban alasan melamar kerja yang menunjukkan bahwa Anda ingin berkontribusi pada perusahaan adalah sebagai berikut:

    • Saat mendapatkan informasi perusahaan Bapak membuka lowongan, dengan skil, pengalaman, dan karakter yang saya miliki, saya berkeinginan untuk ikut serta dalam membesarkan perusahaan ini.
    • Visi perusahaan Bapak yang terwakili melalui slogan memberikan saya energi baru karena menemukan peluang pekerjaan yang saya impikan selama ini. Berbekal kemampuan yang saya miliki,saya yakin dapat bekerja dengan baik dan ikut memajukan perusahaan
    • Saya yakin saya bisa berkarya dengan baik di sini karena memiliki banyak hal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sehingga saya optimis dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap perusahaan.

3. Sampaikan Alasan yang Berkaitan dengan Perusahaan.

Sampaikan Alasan yang Berkaitan dengan PerusahaanContoh:

“Saya kagum atas reputasi baik yang didapatkan oleh perusahaan ini.”

“Saya merupakan salah satu pelanggan setia produk dari perusahaan ini dan saya yakin budaya kerja di sini sangat baik dan saling mendukung satu sama lain.Tingginya kualitas produk perusahaan memberikan jaminan bahwa budaya kerja di perusahaan tersebut baik.Oleh karena itu, saya berminat mengirimkan lamaran pekerjaan di sini.”

4. Yakinkan bahwa Anda Ingin Berkembang bersama Perusahaan

Tidak hanya perusahaan yang ingin Anda kembangkan, namun perusahaan juga ingin Anda berkembang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk meyakinkan bahwa Anda juga ingin berkembang tanpa batas. Yang perlu diingat adalah, Anda tidak perlu menunjukkan apa yang Anda ingin dapatkan. Anda hanya perlu menyatakan apa yang membuat Anda berkembang.

Contoh:

“Budaya kerja yang ada di sini meyakinkan saya bahwa perusahaan Bapak hanya memilih orang-orang spesial. Berada di lingkungan kerja yang tinggi etos kerjanya, membuat diri saya semakin berkembang.”

“Saya orang yang kompetitif. Dan akan semakin termotivasi jika saya harus berkompetisi dengan rekan-rekan kerja yang memiliki etos kerja yang baik. Dan saya yakin bahwa karyawan di perusahaan telah dibentuk menjadi pribadi yang beretos kerja bagus.”

5. Yakinlah pada Diri Anda dan Jangan Tampakkan Keraguan Sedikitpun

Yakinlah pada Diri Anda dan Jangan Tampakkan Keraguan SedikitpunOrang-orang HRD umumnya memahami ilmu-ilmu psikologi, termasuk menilai apakah calon pelamar kerja yakin atau tidak dengan jawabannya sendiri. Masalahnya, tidak sedikit pelamar kerja yang tidak yakin atas jawabannya sendiri. Bahkan beberapa menampakkan keraguan secara terang-terangan di depan HRD.

BACA JUGA: 10 Cara Menghentikan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Contoh:

“Sepertinya saya akan betah di sini dan dapat memberikan kontribusi yang bagus untuk perusahaan. Ini merupakan contoh jawaban yang sebaiknya dihindari.”

“Dengan pengalaman dan keahlian yang saya miliki, didukung dengan lingkungan kerja yang memiliki reputasi bagus seperti perusahaan Bapak, saya yakin bisa memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan ini. Jawaban yang bisa Anda gunakan.”

Dari Dahsyat Sampai Mak Nyesss...., Pernik-pernik SDM Dan Dunia Kerja
Dari Dahsyat Sampai Mak Nyesss…., Pernik-pernik SDM Dan Dunia Kerja

tombol beli buku

Mengapa Harus Bekerja?

Mengapa Anda rela untuk bangun pagi-pagi dari tempat tidur yang nyaman dan memilih pergi ke suatu tempat untuk melakukan rutinitas yang disebut pekerjaan? Bahkan terkadang Anda harus melalui jalanan yang macet, melawan kantuk dan malas, bahkan terkadang menerima komplain atas pekerjaan Anda?

Mayoritas dari tenaga kerja menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor maupun lapangan. Artinya, pekerjaan kita memerlukan waktu yang paling banyak dari 24 jam yang kita miliki dibandingkan aktivitas lainnya. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengerti mengapa kita rela menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja.

mengapa harus bekerjaBerbicara mengapa kita harus bekerja, masing-masing orang mempunyai motif yang berbeda-beda, bergantung pada sudut pandang yang diambil, lingkungan yang membentuk pribadi, ajaran yang diterima, kondisi ekonomi, dan lain-lain. Motif yang berbeda akan memberikan motivasi yang berbeda pula.

banner-promo-gramedia

Kalau Anda sendiri mengapa harus bekerja, Grameds? Barangkali alasan Anda ada di bawah ini.

1.  Menambah Income

Menambah IncomeTidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi adalah alasan terbesar yang mendorong banyak orang untuk bekerja. Manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan mendasar yang meliputi sandang, papan, pangan, kesehatan, dan pendidikan. Semua itu dapat terpenuhi dengan mudah jika seseorang memiliki kemampuan ekonomi yang baik.

Belum lagi kebutuhan lain seperti transportasi, komunikasi, hiburan, jalan-jalan, dan bersenang-senang bersama teman dan keluarga. Keadaan ekonomi yang baik akan memudahkan seseorang untuk mencapai tingkat sejahtera dan makmur.

Kemampuan ekonomi kita dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya kegiatan ekonomi yang kita lakukan dan income yang kita dapatkan. Dan bekerja merupakan kegiatan ekonomi yang paling banyak dilakukan oleh manusia. Seseorang yang bekerja memberikan jasanya kepada perusahaan dan berhak mendapatkan upah atau gaji atas jasanya tersebut.

Namun demikian, seorang psikolog bernama Prof. Barry Schwartz pernah melakukan survei bahwa uang bukanlah utama bagi seseorang untuk bekerja. Dari daftar panjang alasan-alasan yang didapatkannya, hampir tidak pernah muncul alasan uang.

2. Menambah Produktivitas

Menambah ProduktivitasDiantara alasan selain uang adalah untuk menambah produktivitas. Seseorang yang tidak bekerja ataupun kegiatan ekonomi lainnya lebih besar kemungkinannya memiliki produktivitas yang rendah. Dengan bekerja, seseorang akan lebih produktif karena waktu yang ia gunakan untuk bersosialisasi, mempertajam skill, dan menyelesaikan masalah tidak menjadi sia-sia.

Semua yang dilakukan selama bekerja “menghasilkan”. Produktivitas hidup seseorang dapat meningkatkan daya ingat, mempertajam daya pikir, menambah semangat hidup, dan menumbuhkan kepercayaan diri.

3. Mencari Pengalaman

Mencari PengalamanIlmu bisa ditiru, namun tidak dengan pengalaman. Seseorang yang memiliki rencana karir yang matang biasanya dapat memetakan timeline karirnya sehingga ia tahu kapan saatnya menguasai skill tertentu, pekerjaan di perusahaan apa, dan ingin menjadi apa. Pekerjaan yang dipilih akan berpengaruh pada perkembangan karir dan pencapaian tujuan di masa depan.

Perusahaan yang fokus terhadap kualitas produknya akan mengutamakan tenaga kerja yang berpengalaman karena pada umumnya experienced labor dapat melakukan pekerjaan lebih efektif dan efisien. Hal ini bisa menekan cost production (biaya produksi) dan tentunya menaikkan profit perusahaan.

Maka tidak heran jika tenaga kerja yang masih muda pada tidak banyak yang menjadikan nominal gaji sebagai alasan utama. Banyak di antara mereka yang lebih mengejar pengalaman. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Jack Ma, pendiri Alibaba Group.

Jika Anda bekerja di perusahaan yang besar, perhatikan bagaimana sebuah mesin besar berjalan dan pelajarilah bagaimana proses berjalannya. Namun jika Anda bekerja di perusahaan kecil, pelajarilah tentang passion dan bagaimana membangun sekaligus memelihara mimp-mimpi besar.

Pengalaman yang dicari selama bekerja bisa digunakan untuk membuka usaha sendiri di masa depan, bekerja di perusahaan yang lebih menjanjikan, memimpin tim, menyelesaikan masalah, dan untuk meraih pencapaian tertentu. Tujuan-tujuan jangka panjang tersebut membuatnya semangat untuk terus belajar selama bekerja.

Income Pentagon
Income Pentagon

tombol beli buku

4. Bekerja adalah Ibadah.

Bekerja adalah IbadahSeseorang yang bekerja karena yang motivasinya untuk mendapatkan gaji semata sangat riskan tidak bekerja secara sungguh-sungguh. Akibatnya, dia tidak bisa memberikan yang terbaik. Bagaimana tidak, bekerja rajin atau malas-malasan tetap mendapatkan gaji. Baginya, sama saja rajin atau tidak, yang penting mendapatkan gaji.

banner-promo-gramedia

Sementara itu, seseorang yang menganggap bekerja sebagai ibadah meyakini bahwa dia bekerja karena perintah Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia diperintahkan untuk berusaha mencari nafkah dengan bekerja. Apapun yang ia lakukan dalam melaksanakan pekerjaannya, dipersembahkan kepada-Nya. Karena pekerjaan itu ditujukan untuk-Nya, maka dia bekerja sungguh-sungguh, baik dipuji atau tidak oleh atasannya.

Orang yang memiliki motivasi kerja karena poin ini biasanya lebih tenang dalam menjalankan pekerjaan. Di tempat kerja, biasanya lebih bijaksana dibanding rekan-rekannya.

5. Memenuhi Kebutuhan Sosial

Memenuhi Kebutuhan SosialSebagai makhluk sosial, manusia memerlukan interaksi sosial dengan sesamanya. Setinggi apapun tingkat introvert seseorang, tetap saja dia membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Sebagian orang bekerja agar bisa melakukan interaksi dengan orang lain. Tentu hal ini masuk akal karena  untuk menyelesaikan pekerjaan, kerja sama tim sangat diperlukan. Tidak mungkin semua tugas dikerjakan seorang diri. Dengan demikian, terbentuklah interaksi sosial yang “menghasilkan”. Interaksi sosial yang melibatkan peran positif dari setiap anggotanya dapat menjadikan seseorang termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih positif. Bahkan, tidak sedikit pekerja yang rela resign dari pekerjaannya dan pindah ke perusahaan lain yang memiliki interaksi sosial lebih baik.

6.  Mencari Pengakuan dan Apresiasi

Mencari Pengakuan dan ApresiasiTidak peduli semewah apapun fasilitas yang ada, selama apresiasi dan pengakuan tidak pernah diberikan kepada tenaga kerja yang berhasil meraih sebuah pencapaian, perusahaan tersebut akan banyak ditinggal oleh pekerjanya. Atmosfer yang ada di kantor hanya persaingan.

Tim kerja yang baik akan memberikan apresiasi kepada pekerjanya. Dengan demikian, mereka mendapatkan pengakuan bahwa mereka dianggap ada. Mereka akan merasa keberadaannya bermanfaat untuk perusahaan.

Tidak sedikit tenaga kerja yang lebih nyaman bekerja di perusahaan yang menganggap diri mereka ada. Perusahaan yang mau mengakui kemampuan mereka dan memberikan apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan.

High Impact Interview Questions Second Edition
High Impact Interview Questions Second Edition

tombol beli buku

7. Mengumpulkan Modal Usaha

Mengumpulkan Modal UsahaBeberapa orang mungkin telah merancang perjalanan karir dalam hidupnya sebagai entrepreneur. Orang-orang semacam ini pada umumnya telah menetapkan kepada dirinya sendiri akan bekerja berapa lama di perusahaan. Biasanya, mereka bekerja dalam jangka waktu yang pendek.

Mereka sadar diperlukan modal untuk mendirikan bisnis. Baik modal berupa dana, ilmu, manajerial, relasi, dan lain-lain. Gaji yang diterima selama bekerja akan dikumpulkan sebagai modal dana. Sedangkan alur kerja dan proses bisnis yang ia pahami selama bekerja akan diserap sebagai modal ilmu dan manajerial. Sedangkan rekan kerja dan klien perusahaan akan dijadikan sebagai modal relasi.

Grameds, gimana? Sudah siap menghadapi interview kerja? Dengan tuntasnya pembahasan jawaban alasan melamar kerja, harapan kami adalah karir Anda sukses dan menemukan perusahaan yang baik untuk Anda. Gramedia siap menjadi #SahabatTanpaBatas Anda dalam menyajikan buku-buku pilihan kami.

Penulis: Nanda Iriawan Ramadhan

BACA JUGA:

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Wida Kurniasih