in

Review Buku Iblis dan Miss Prym

The Devil and Miss PrymBagaimana jika satu pilihan kecil bisa menentukan apakah manusia pada dasarnya baik…. atau justru sebaliknya?

Iblis dan Miss Prym (The Devil and Miss Prym) merupakan bagian dari tetralogi karya Paulo Coelho yang mengangkat perjalanan pencarian makna hidup, bersama The Alchemist, Di Tepi Sungai Piedra, dan Veronica Decides to Die. Novel ini dikenal sebagai salah satu karya terbaik Coelho dan bahkan masuk daftar 1001 Books You Must Read Before You Die. Menariknya, meski sering dianggap berada dalam jajaran bacaan “berat”, kisah ini justru mengalir ringan dan mudah dinikmati, sambil tetap menyimpan banyak lapisan makna.

Seperti karya-karyanya yang lain, Coelho kembali merangkai cerita tentang manusia, pilihan, dan pergulatan batin yang sarat pesan moral serta refleksi filosofis. Grameds bisa menemukan edisi Bahasa Indonesia dari buku ini yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 31 Desember 2018. Di bawah ini, Gramin sudah merangkum sinopsis dan ulang lengkapnya khusus untuk kamu!

button cek gramedia com

Profil Paulo Coelho – Penulis Buku Iblis dan Miss Prym

Paulo Coelho, seorang penulis Brasil, lahir pada tahun 1947 di Rio de Janeiro. Sebelum mengabdikan dirinya sepenuhnya pada bidang sastra, dia terlibat dalam berbagai profesi seperti sutradara dan aktor teater, penulis lirik, dan jurnalis. Pada tahun 1986, Coelho melakukan perjalanan ziarah ke Santo Yakobus dari Compostela, pengalaman ini kemudian diabadikan dalam bukunya yang berjudul The Pilgrimage. Pada tahun berikutnya, ia menerbitkan The Alchemist. Meskipun penjualan awalnya lambat dan menyebabkan penerbit aslinya membatalkan novel tersebut, tetapi kemudian buku itu menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa di Brasil.

Beberapa judul lainnya termasuk Brida (1990), The Valkyries (1992), By the River Piedra I Sat Down and Wept (1994), kumpulan kolom terbaiknya dari surat kabar Brasil, Folha de São Paulo, yang berjudul Maktub (1994), kompilasi teks Phrases (1995), The Fifth Mountain (1996), Manual of a Warrior of Light (1997), Veronika Decides to Die (1998), The Devil and Miss Prym (2000), kompilasi cerita tradisional dalam Cerita untuk Orang Tua, Anak, Cucu (2001), Eleven Minutes (2003), The Zahir (2005), The Witch of Portobello (2006), dan The Winner Stands Alone (2009). Pada bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2006, Paulo Coelho melakukan perjalanan untuk merayakan ulang tahun ke-20 perjalanannya ke Santo Yakobus dari Compostela pada tahun 1986.

Sinopsis Buku Buku Iblis dan Miss Prym

Seorang pendatang muncul di desa terpencil bernama Viscos dengan membawa sebuah ransel berisi buku tulis dan sebelas batang emas. Ia datang untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang terus menghantui pikirannya. Apakah manusia pada hakikatnya cenderung pada kebaikan atau pada kejahatan? Kehadirannya membuat warga desa terseret ke dalam rencana besar yang perlahan akan mengubah kehidupan mereka untuk selamanya.

Iblis dan Miss Prym, sebuah kisah tentang godaan dari penulis bestseller internasional Paulo Coelho, menghadirkan sebuah parabel yang menggugah pemikiran. Buku ini menelusuri potret masyarakat yang dilingkupi ambisi, ketakutan, dan rasa gentar, sambil mempertanyakan pilihan yang harus mereka buat antara kebaikan dan kejahatan.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Iblis dan Miss Prym

Pros & Cons

Pros
  • Tema yang baru.
  • Memberikan pembelajaran dan refleksi.
  • Menghibur.
  • Format yang rapi dan nyaman.
  • Bacaan ringan yang penuh makna.
Cons
  • Penulisan yang kurang tepat.
  • Sedikit canggung.

Kelebihan Buku Iblis dan Miss Prym

Buku Iblis dan Miss Prym karya Paulo Coelho ini memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat buku ini wajib sekali untuk Grameds miliki dan baca.

  • Tema yang baru

Dalam buku ini, Paulo Coelho menghadirkan tema yang berbeda dari karya-karyanya yang lain. Ia mengangkat pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Meskipun tema ini tergolong klasik, Paulo berhasil membawanya dengan cara yang segar dan menarik sehingga terasa lebih istimewa.

  • Memberikan pembelajaran & refleksi

Melalui kisah ini, Paulo mengajak pembaca melihat bahwa kebaikan dan kejahatan sebenarnya memiliki sisi yang serupa. Ia juga memunculkan pertanyaan filosofis mengenai sifat dasar manusia. Apakah manusia pada dasarnya cenderung baik atau jahat. Pertanyaan ini mendorong pembaca untuk merenung dan memahami makna dari dua hal mendasar tersebut.

  • Menghibur pembaca

Tidak hanya penuh pesan moral, buku ini juga menyuguhkan hiburan yang menyenangkan saat dibaca. Ceritanya relevan dan mudah diikuti, membuat alurnya terasa mengalir. Unsur misteri dan ketegangan yang ditambahkan penulis, terutama terkait kasus pembunuhan, membuat kisahnya semakin menarik.

  • Format yang rapi dan nyaman

Alur yang berkembang secara bertahap serta penggunaan ukuran huruf dan jarak antar baris yang nyaman membuat pengalaman membaca menjadi lebih menyenangkan.

  • Bacaan ringan yang penuh makna

Bahasanya sederhana dan tidak berlebihan, tetapi membawa pesan yang mendalam mengenai hidup, tentang pertarungan antara baik dan buruk, dan tentang bagaimana manusia dapat memunculkan kedua sisi itu sekaligus. Membacanya bisa memberikan sensasi merinding meskipun bukan cerita horor.

Kekurangan Buku Iblis dan Miss Prym

Buku Iblis dan Miss Prym karya Paulo Coelho masih memiliki hal yang dinilai menjadi kekurangan dalam menikmati karya yang satu ini.

  • Penulisan yang kurang tepat

Terdapat beberapa pilihan kata yang kurang tepat, misalnya kata praktek. Namun, jika dibandingkan dengan banyaknya nilai yang disajikan buku ini, kekurangan tersebut tidak terlalu berpengaruh.

  • Sedikit canggung

Beberapa pembaca merasa bahwa sejumlah premis dalam cerita terlihat kurang realistis karena didasarkan pada situasi yang sengaja direka untuk memicu perdebatan tentang baik dan buruk. Karakter-karakternya juga dinilai cenderung stereotip sehingga membuat sebagian bagian terasa membosankan dan agak kaku.

Baik dan Jahat

Iblis dan Miss Prym mengangkat tema tentang pertentangan antara kebaikan dan kejahatan. Kebaikan dipahami sebagai segala hal yang memberi manfaat, membawa kesempurnaan, atau memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain, serta selaras dengan nilai moral dan ajaran agama. Sebaliknya, kejahatan merujuk pada tindakan atau perilaku yang menimbulkan kerugian, menyalahi nilai luhur, atau bertentangan dengan hukum. Meskipun pandangan tentang baik dan buruk dapat berbeda-beda bergantung pada sudut pandang seseorang, seperti dari sisi agama, moral, atau etika, secara umum kebaikan identik dengan hal positif sementara kejahatan berkaitan dengan hal negatif.

Dalam ajaran agama, seseorang dianggap baik apabila perbuatannya sejalan dengan perintah Tuhan, membawa kebaikan bagi sesama, dan sesuai dengan tujuan hidup manusia. Sedangkan seseorang dinilai jahat bila tindakannya melawan ajaran agama, merugikan diri sendiri maupun orang lain, menimbulkan kerusakan, dan tidak sesuai dengan nilai moral atau etika yang berlaku.

Konsep baik dan jahat juga dapat bersifat relatif karena dipengaruhi oleh latar belakang individu, kelompok, atau budaya. Apa yang dianggap benar atau baik oleh satu orang belum tentu dinilai sama oleh orang lain. Perbedaan ini muncul karena standar yang digunakan juga berbeda. Standar baik dan jahat dapat ditentukan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Agama: Berdasarkan kitab suci dan ajaran agama. 
  • Moral dan Etika: Berdasarkan prinsip moral dan etika yang berlaku dalam masyarakat. 
  • Filsafat: Berdasarkan berbagai aliran filsafat, seperti hedonisme (kenikmatan) atau utilitarisme (kegunaan). 
  • Hukum: Berdasarkan hukum yang berlaku.

Penutup

Selama ini kita sering menganggap bahwa kebaikan selalu hadir dalam sosok yang lembut, penuh kasih, bercahaya, dan hampir menyerupai gambaran malaikat yang begitu suci. Sementara itu, kejahatan biasanya kita bayangkan sebagai sesuatu yang gelap, kejam, licik, lengkap dengan trisula dan ekor tajam seperti sosok iblis. Namun Paulo mengingatkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu. Kebaikan dan kejahatan tidak selalu memiliki wujud yang berbeda. Keduanya bisa muncul dari wajah yang sama. Jika kamu masih belum yakin, cobalah melihat ke cermin dan tatap pantulan wajahmu sendiri. Di sanalah Paulo menunjukkan bahwa sumber kebaikan sekaligus sumber kejahatan itu berada, yaitu dalam diri kita sebagai manusia.

Baik dan Jahat selalu bersama-sama. Di dalam jiwa seseorang yang baik, juga ada sesuatu yang jahat. Tidak bisa selamanya anda menjadi baik, perlu sesekali jadi jahat untuk mengungkapkan bahwa anda itu baik. Buku Iblis dan Miss Prym karya Paulo Coelho ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya. Sebagai teman untuk #TumbuhBermakna Gramedia siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk mendampingi perjalanan membaca kamu. 

Rekomendasi Buku

1. Sang Alkemis 

Sang Alkemis (The Alchemist)                 

button cek gramedia com

Novel Sang Alkemis menceritakan tentang mimpi, harapan, dan impian seorang anak bernama Santiago, yang mengembala untuk mencari harta karun. Ia melakukan pencarian harta karun setelah seorang peramal mengatakan bahwa Santiago akan menemukan dan mendapatkan harta karun yang tidak akan habis dipakai sampai tujuh turunan.

Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Melchizedek yang memberikan nasihat bahwa saat seseorang menginginkan sesuatu, alam semesta akan membantu menolong agar seseorang itu dapat meraih impiannya. Mechizedek juga memberikan Santiago dua buah batu untuk membaca tanda dan meminta Santiago untuk tidak menyerah dengan mimpinya dan mengikuti pertanda yang ada. Santiago meneruskan menggembala sampai akhirnya ia bertemu dengan penunggang kuda, Sang Alkemis.

2. Sang Pemanah

Sang Pemanah (The Archer/O Caminho do Arco)

button cek gramedia com

Paulo Coelho, pengarang buku bestseller internasional SANG ALKEMIS, menceritakan kisah inspiratif tentang seorang anak yang mencari kebijaksanaan dan pelajaran tentang kehidupan dari Sang Pemanah. Buku ini disertai ilustrasi-ilustrasi indah oleh Martin Dima. Gandewa adalah pemanah ulung yang pernah sangat termasyhur, namun dia telah mengundurkan diri dari dunia ramai.

Suatu hari, seorang anak lelaki datang mencarinya bersama seorang asing. Begitu banyak yang ditanyakan anak ini, dan Gandewa menjawab dengan menggambarkan Jalan Busur serta prinsip-prinsip utama dalam menjalani kehidupan yang bermakna. Dalam cerita yang disampaikan dengan sederhana ini, Paulo Coelho bertutur tentang pokok-pokok penting dalam kehidupan, antara lain kerja keras dan antusiasme, berani mengambil resiko, tidak takut gagal, dan menerima hal-hal tak terduga yang disodorkan oleh nasib.

3. Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk Dan Menangis (By The River Piedra I Sat Down And Wept)

Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis (By the River Piedra I Sat Down and Wept)            

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

“Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, Nita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya.”

Begitulah yang semula dipercaya Pilar. Tapi apa yang terjadi ketika ia bertemu kembali dengan kekasihnya setelah sebelas tahun terpisah? Waktu menjadikan Pilar wanita yang tegar dan 4 mandiri, sedang cinta pertamanya menjelma menjadi pemimpin spiritual yang tampan dan karismatik. Pilar telah belajar mengendalikan perasaan-perasaannya dengan sangat baik, sementara kekasihnya memilih religi sebagai pelarian bags konflik-konflik batinnya.

Kini mereka bertemu kembali dan memutuskan melakukan perjalanan bersama-sama. Perjalanan itu tidak mudah, sebab dipenuhi sikap menyalahkan dan penolakan yang muncul kembali setelah lebih dari sepuluh tahun terkubur dalam-dalam di hati mereka. Dan akhirnya, di tepi Sungai Piedra, cinta mereka sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan terpenting yang bisa disodorkan kehidupan.

 

 

Written by Laura Saraswati