in ,

Review Novel Murtagh

Eragon Murtagh – Bagaimana jika dunia yang kamu kira sudah selesai… ternyata masih menyimpan ancaman yang lebih gelap dan belum terungkap?

Kabar gembira bagi para penggemar The Inheritance Cycle! Buku kelima dalam serial ini, Murtagh karya Christopher Paolini, siap membawamu kembali ke negeri Alagaësia. Kali ini, cerita berfokus pada Murtagh, saudara tiri Eragon, yang harus menghadapi bayang-bayang ancaman baru demi melindungi rakyatnya. Kisah ini membawa sudut pandang berbeda yang memperkaya dunia yang sudah lama dicintai para penggemar.

Kehadiran novel ini disambut hangat oleh pembaca dan kritikus. Banyak yang memuji bagaimana Paolini berhasil menghadirkan cerita segar tanpa merusak fondasi dunia yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade sejak Eragon pertama kali terbit. Edisi terjemahan Bahasa Indonesia dirilis oleh Gramedia Pustaka Utama pada 15 Desember 2025 dengan tebal 792 halaman, mengajak pembaca kembali menyelami petualangan epik satu tahun setelah peristiwa Siklus Warisan. Jadi, apakah kamu siap kembali menjadi Penunggang Naga dan menghadapi bahaya baru bersama Murtagh dan naganya?

button cek gramedia com

Profil Christopher Paolini – Penulis Novel Murtagh

Christopher James Paolini adalah seorang penulis Amerika yang lahir pada 17 November 1983, ia terkenal karena seri The Inheritance Cycle, yang terdiri dari buku Eragon (2002), Eldest (2005), Brisingr (2008), Inheritance (2011), serta serangkaian cerita pendek yang berjudul The Fork, the Witch, and the Worm (2018). Ia menulis novel fiksi pertamanya yang berjudul, To Sleep in a Sea of Stars yang diterbitkan pada 15 September 2020. Saat ini Ia tinggal di Paradise Valley, Montana, tempat dimana ia menulis buku pertamanya.

Paolini mulai menulis novel pertamanya, Eragon, saat ia berumur 15 tahun. Buku ini menjadi bagian pertama dari seri empat buku yang berlatarkan dunia mitos Alagaesia. Eragon pertama kali diterbitkan oleh perusahaan penerbitan milik orang tuanya, Paolini International LLC pada tahun 2002. Untuk mempromosikan bukunya, Paolini mengunjungi lebih dari 135 sekolah dan perpustakaan, mendiskusikan tentang membaca dan menulis sambil mengenakan kostum abad pertengahan berupa kemeja merah, celana hitam bergelombang, sepatu boot bertali, dan topi hitam elegan. Selain menulis Eragon ia juga menggambar sendiri untuk sampul buku itu, tampilan mata saphira serta peta menjadi ilustrasi yang ia pilih untuk sampul buku Eragon.

Pada pertengahan 2002, anak tiri penulis ternama Carl Hiaasen menemukan Eragon di toko buku dan langsung menyukainya. Hal ini menyebabkan Hiaasen mengirimkannya kepada penerbitnya, Alfred A. Knopf. Knopf kemudian mengajukan penawaran untuk menerbitkan Eragon dan buku-buku lain dalam The Inheritance Cycle. Edisi kedua Eragon diterbitkan oleh Knopf pada bulan Agustus 2003. Dalam usianya yang masih terbilang muda, 19 tahun, Paolini sudah menjadi penulis buku terlaris edisi New York Times.

Pada bulan Desember 2006, Fox 2000 merilis adaptasi Eragon menjadi film yang tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia. Film ini sebagian besar menerima ulasan negatif dari para kritikus, tetapi menghasilkan pendapatan kotor domestik dan internasional sebesar 249 juta dollar USD

Eldest, sekuel dari Eragon, dirilis pada 23 Agustus 2005. Buku ketiga dalam seri, Brisingr, dirilis pada 20 September 2008. Meskipun The Inheritance Cycle awalnya direncanakan sebagai trilogi, buku keempat, Inheritance, dirilis pada 8 November 2011 di AS, Australia, Selandia Baru, UE, dan India, serta sudah diterjemahkan dan diterbitkan di 53 negara. Sampai saat ini The Inheritance Cycle telah terjual lebih dari 41 juta kopi.

Sinopsis Novel Murtagh

Dunia tak lagi menjadi tempat aman bagi Penunggang Naga Murtagh dan naganya, Thorn. Sang raja tiran memang telah tumbang, namun bayang-bayang masa lalu masih menghantui mereka. Tindakan yang terpaksa dilakukan di bawah ancaman kekuasaan sang raja kini berbuah kebencian dan pengucilan. Murtagh dan Thorn harus menjalani hidup dalam kesendirian, terasing di batas peradaban.

Di berbagai sudut negeri, beredar desas-desus tentang tanah yang mengering dan aroma belerang yang menyelimuti udara. Murtagh pun merasakan kehadiran kejahatan yang bersembunyi di balik gelapnya Alagaësia. Dari sanalah bermula sebuah perjalanan panjang menuju wilayah yang belum dikenal, ketika Murtagh dan Thorn berusaha menemukan serta menumbangkan seorang penyihir misterius yang penuh rahasia.

Novel penuh ketegangan ini menyoroti salah satu tokoh paling digemari dalam Siklus Warisan karya Christopher Paolini. Kisahnya mengikuti perjalanan seorang Penunggang Naga yang berusaha memahami nilai-nilai yang harus ia pegang di dunia yang telah menolaknya. Murtagh menjadi pintu masuk yang ideal bagi pembaca baru ke Dunia Eragon, sekaligus ajakan bernostalgia bagi mereka yang ingin kembali menjelajahinya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Murtagh

Pros & Cons

Pros
  • Alur yang seimbang.
  • Mengenal Murtagh lebih dalam.
  • Menyeret pembaca masuk kembali ke dunia Eragon.
  • Banyak petualangan dan pertarungan.
  • Cerita yang mandiri.
Cons
  • Narasi yang panjang

Kelebihan Novel Murtagh

Novel Murtagh ini memiliki banyak sekali kelebihan yang membuatnya menjadi buku yang best seller dan dikagumi oleh banyak pembaca di seluruh dunia. 

  • Alur yang seimbang

Christopher Paolini berhasil menghadirkan cerita yang terasa baru tanpa merusak pondasi dunia yang sudah dibangun selama ribuan halaman sebelumnya. Dunia Eragon tetap terasa familiar, tetapi sudut pandang dan perjalanan Murtagh membuatnya terlihat segar. Keseimbangan ini terasa alami karena Murtagh memang sosok yang sangat berbeda dari tokoh lain yang pernah hadir dalam seri ini.

  • Mengenal Murtagh lebih dalam

Murtagh adalah salah satu karakter favorit pembaca sejak seri aslinya, dan novel ini memberi ruang penuh untuk mengeksplorasi dirinya secara lebih mendalam. Dengan hanya menggunakan satu sudut pandang, pembaca diajak benar-benar memahami konflik batin, pilihan, dan luka masa lalu Murtagh. Pendekatan ini membuat ceritanya terasa lebih personal dan intim.

  • Menyeret pembaca masuk kembali ke dunia Eragon

Novel ini melakukan apa yang dijanjikannya, yaitu menarik pembaca kembali ke dunia Eragon dengan sangat efektif. Sejak halaman awal, suasana, konflik, dan nuansa khas Alagaësia langsung terasa. Murtagh menjadi sebuah kepulangan yang memuaskan bagi pembaca lama maupun mereka yang rindu menjelajahi dunia ini kembali.

  • Banyak petualangan dan pertarungan

Sebagai novel aksi-petualangan, Murtagh menyuguhkan banyak pertarungan, duel pedang, dan konflik magis yang intens. Ketegangan terus terjaga dan membuat pembaca penasaran akan kelanjutan ceritanya. Sensasi tegang, rasa ingin tahu, dan dorongan untuk menebak arah cerita menjadi salah satu daya tarik utamanya.

  • Cerita yang mandiri

Meskipun berdiri sebagai cerita yang cukup mandiri, novel ini secara halus menyiapkan arah masa depan dari siklus Inheritance. Penutup ceritanya terasa indah dan pantas, sekaligus memancing rasa penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sebuah akhir yang memuaskan tanpa terasa dipaksakan.

Kekurangan Novel Murtagh

Meskipun buku ini memiliki banyak sekali kelebihan, bukan berarti buku ini tidak memiliki kekurangan. 

  • Narasi yang panjang

Gaya penulisan Paolini masih mempertahankan ciri khasnya yang sederhana dan cenderung sering menjelaskan daripada memperlihatkan. Bagi penggemar setia, hal ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bagi pembaca yang kurang menyukai gaya tersebut, narasi yang panjang bisa terasa melelahkan. Meski termasuk salah satu buku terpendek dalam seri Inheritance, beberapa bagian terutama di tengah cerita tetap dirasa lambat dan sedikit membosankan.

Rangkuman Kisah Sebelum Murtagh

Para penggemar kisah The Inheritance Cycle (Siklus Warisan) pastinya sangat menantikan novel yang satu ini. Namun, perjalanan dua dekade mungkin membuat kamu sudah lupa inti kisah novel-novel sebelumnya. Di bawah ini, Gramin sudah merangkum kisah sebelum novel Murtagh yang mencakup perjalanan epik di dunia Alagaësia untuk menggulingkan Raja Galbatorix yang kejam. Berikut adalah rangkuman peristiwa utamanya:

  • Awal Mula (Novel: Eragon): kisah dimulai dari seorang anak petani berusia 15 tahun bernama Eragon yang secara tidak sengaja menemukan telur naga berwarna biru. Telur tersebut menetas menjadi Saphira dan mengubah hidupnya selamanya. Bersama Brom, seorang pendongeng misterius, Eragon melarikan diri dari kejaran Ra’zac, pelayan setia Galbatorix. Di tengah pelarian, mereka bertemu Murtagh, putra Morzan, tangan kanan Galbatorix. Meski sempat selamat, Brom akhirnya tewas, dan Eragon bersama Saphira bergabung dengan kelompok pemberontak bernama Varden.
  • Latihan dan Pengkhianatan (Novel: Eldest): Eragon melakukan perjalanan ke Ellesméra, negeri para elf, untuk berlatih menjadi Penunggang Naga di bawah bimbingan Oromis dan naga emasnya, Glaedr. Saat Perang Dataran Membara meletus, Eragon dikejutkan oleh kenyataan pahit bahwa Murtagh kini menjadi Penunggang Naga bagi Galbatorix. Ia terpaksa bersumpah setia melalui Bahasa Kuno. Di saat yang sama, terungkap bahwa Murtagh adalah saudara tiri Eragon karena keduanya merupakan putra Selena.
  • Perang Terbuka (Novel: Brisingr): perang antara Varden dan Kekaisaran semakin terbuka. Eragon ikut merebut berbagai kota penting dan memperoleh pedang barunya yang diberi nama Brisingr. Ia juga mengetahui kebenaran tentang asal-usulnya, bahwa Brom adalah ayah kandungnya. Di sisi lain, Murtagh terus berada di pihak Galbatorix, bukan karena kesetiaan, melainkan karena ikatan sumpah sihir yang memaksanya melawan Eragon meski hatinya menolak.
  • Kejatuhan Galbatorix (Novel: Inheritance): Novel Inheritance menjadi puncak konflik ketika pasukan Varden menyerbu ibu kota Kekaisaran, Urû’baen. Dalam pertempuran penentuan, Murtagh memainkan peran penting dengan melemahkan perlindungan sihir Galbatorix setelah berhasil mengubah Nama dari Segala Nama, sebuah kata sihir tertinggi. Dorongan terbesarnya datang dari perasaannya terhadap Nasuada. Akhirnya, Eragon berhasil mengalahkan Galbatorix dengan mantra yang memaksanya merasakan seluruh penderitaan yang telah ia ciptakan sepanjang hidupnya.
  • Pasca Perang: Usai kemenangan, Murtagh dan naganya, Thorn, memilih meninggalkan Alagaësia dan mengembara ke wilayah utara. Keputusan ini diambil untuk mencari jati diri dan menebus kesalahan masa lalu mereka. Sementara itu, Eragon meninggalkan Alagaësia untuk selamanya demi membangun dan melatih generasi baru Penunggang Naga di tempat yang aman.

 

Novel Murtagh mengambil latar waktu satu tahun setelah peristiwa tersebut dan berfokus pada perjalanan Murtagh dan Thorn saat mereka menghadapi ancaman baru di luar wilayah Kekaisaran.

Penutup

Novel Murtagh menjadi bacaan yang wajib bagi kamu yang sudah menyusuri kisah Eragon sejak awal. Novel ini akan kembali membawa kamu ke dunia Eragon yang kamu impikan sejak dua dekade yang lalu, memberikan nostalgia sekaligus mempersiapkan kamu menyusuri kisah selanjutnya. Jangan ditunda, langsung dapatkan novel Murtagh karya Christopher Paolini, hanya di Gramedia.com ya! Gramin juga sudah menyiapkan buku-buku karya Christopher Paolini yang menjadi pendahulu kisah ini. Yuk langsung saja dapatkan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com! 

Rekomendasi Buku

1. Eragon

Eragon           

button cek gramedia com

Aku berpikir lama dan mendalam selama beberapa hari terakhir, dan kusadari apa artinya menjadi naga dan Penunggang: sudah menjadi takdir kita untuk mencoba yang mustahil, melakukan perbuatan-perbuatan besar tanpa memedulikan rasa takut. Itulah tanggung jawab kita pada masa depan.

Suatu hari Eragon, anak petani miskin berusia lima belas tahun, menemukan “batu” biru yang indah. Ternyata batu itu telur naga! Ditemani Brom si pendongeng tua dan naga yang dinamainya Saphira, Eragon belajar berbagai hal mengenai sejarah dan naga. Brom juga mengajarkan ilmu sihir dan ilmu pedang karena ternyata Eragon adalah penerus klan para Penunggang Naga. Klan ini punah akibat ditumpas Raja Galbatorix yang kejam.

2. Eldest

Yang Pertama: Eldest                    

button cek gramedia com

Eragon dan naganya, Saphira, berhasil menyelamatkan para pemberontak dari Raja Galbatorix, penguasa kejam Kekaisaran. Sekarang Eragon harus pergi ke Ellesméra, negeri para elf, untuk mempelajari lebih dalam ilmu sihir dan ilmu pedang, keahlian utama Penunggang Naga. Perjalanan yang luar biasa itu membuatnya sampai di banyak tempat memikat dan menemui orang-orang yang menakjubkan.

Setiap hari merupakan petualangan baru. Namun kekacauan dan pengkhianatan menghantui, Eragon jadi tidak tahu siapa yang bisa dipercayainya. Sementara itu, sepupunya Roran kembali harus menghadapi pertempuran di Carvahal—pertempuran yang menyebabkan Eragon berada dalam bahaya yang lebih besar.

3. Eragon 3: Brisingr

Brisingr              button cek gramedia com

Eragon dan naganya, Saphira, berhasil bertahan hidup setelah pertempuran kolosal melawan para prajurit Kekaisaran di Dataran Membara. Namun masih banyak yang harus dihadapi sang Penunggang dan naganya ini. Eragon harus menyelamatkan Katrina, kekasih Roran, dari cengkeraman Raja Galbatorix, sesuai janjinya pada abangnya itu.

Tetapi kaum Varden, elf, dan kurcaci pun membutuhkan sang Penunggang. Ketika keresahan melanda para pemberontak dan bahaya mengincar dari segala arah, Eragon harus menentukan pilihan—pilihan yang akan membawanya ke seluruh penjuru Kekaisaran, bahkan lebih. Pilihan yang bisa saja memaksanya melakukan pengorbanan tak terbayangkan.

 

 

Written by Laura Saraswati